Selasa, 10 Mei 2011

TIPS Memenej Rapat yang Baik

TIPS Memenej Rapat yang Baik
Keteraturan kerja sebuah jamaah dimulai dari keberhasilan mereka dalam melangsungkan rapat-rapat kecil. Sebaliknya kegagalan sebuah jamaah dimulai dari kegagalan mereka dalam mengatur rapat-rapat tersebut.
Kita bisa memberikan penilaian terhadap sebuah jamaah melalui keberhasilan mereka dalam melakukan rapat atau melalui hasil kerja mereka dalam satu proyek tertentu. Jika permulaannya buruk maka selanjutnya akan lebih buruk. Rapat-rapat jamaah adalah tolok ukur keberhasilan atau kegagalan operasional. Maka untuk dapat melakukan rapat yang baik diperlukan syarat:

1.     Taqayyud bi mau'id ijtima' ‘Tepat waktu'
Faktor kegagalan sebuah rapat yang paling dominan adalah keterlambatan dari waktu yang telah ditentukan meskipun hanya beberapa menit. Karakter yang menganggap sepele waktu yang terhitung dalam detik tentu akan menganggap sepele waktu yang terhitung dalam jam atau bahkan lebih dari itu.
Karakter yang tidak disiplin dengan aturan waktu tentu tidak akan disiplin dengan aturan syariat atau bahkan ia tidak akan bisa berdisplin terhadap aturan apapun. Waktu dalam sudut pandang syariat dan tradisi adalah ibarat janji yang harus ditepati. Allah swt berfirman, "Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu akan dipertanyakan." (QS. Al-Isra:34)
Al-Quran memberikan sifat kepada orang-orang mukmin dengan. "Dan orang-orang yang menepati janji mereka ketika mereka berjanji." (Al-Baqarah: 176). "Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka." (Al-Mukminun: 8) Ketika memberikan sifat bagi orang-orang munafik, Rasulullah saw bersabda, "Jika berkata ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat."

2.     Rahmaniyah Ijtima ‘Rapat yang dipenuhi nuansa keimanan'
Upaya maksimal agar sebuah rapat tetap dalam nuansa keimanan tentu akan menjadikan rapat tersebut diberkahi oleh Allah  swt. Diberi kemudahan dan dibimbing ke arah kebenaran. Sebaliknya, sebuah rapat yang sama sekali tidak ada nuansa keimanan tentu akan dikendalikan oleh kemauan setan dan tidak akan menghasilkan suatu kebaikan sedikit pun. Oleh karena, setiap peserta rapat harus siap mental agar rapat tidak berjalan alot dan meninggalkan rasa sakit hati sehingga merusak hubungan ukhuwah.

Mulailah rapat dengan membaca isti'adzah, beberapa ayat Al-Quran dan doa, agar diberi kemudahan oleh Allah  swt, dihadiri oleh para malaikat, dipenuhi kasih sayang dan kedamaian serta disebut oleh Allah  swt. Di hadapan para makhluk langit. Bukan hal yang main-main ketika Rasulullah saw bersabda; "Sesungguhnya setiap amal perbuatan yang tidak dimulai dengan Basmallah maka amal tersebut akan terputus".

3.     Maudhu'iyyatu Munaqasyan ‘Mengedepankan objektivitas dalam berdiskusi.
Di antara faktor pendukung keberhasilan sebuah rapat dan diskusi adalah adanya objektivitas dalam membahas setiap permasalahan dan menjauhi sikap emosi. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
a.     Adanya kejelasan tema yang akan dibahas sebelum diskusi dimulai.
b.     
Tidak beralih ke tema lain sebelum ada kesimpulkan berkaitan dengan tema yang sedang dibahas.
c.     Tidak mengulangi tema yang pembahasannya sudah tuntas kecuali jika ada alasan yang mendesak.
d.     Menunda pembahasan tema yang aspek-aspeknya belum jelas.
e.     Mengemukakan pendapat secara tertulis terutama berkaitan dengan tema-tema penting dan serius.
f.      Membagikan makalah yang akan dibahas kepada peserta sebelum diskusi dilakukan sehingga ada kesempatan untuk menelaah tema yang akan dibahas.

4.     Adabun Munaqasyah ‘Diskusi'
a.     menghindari penggunaan ungkapan-ungkapan yang menyakitkan atau menghina pendapat orang lain dan segera meminta maaf apabilahal itu terlanjur terjadi.
b.     
Mendengarkan dengan seksama setiap pendapat yang disampaikan meskipun pendapat tersebut keliru.
c.     Tidak menaruh sentimen pribadi kepada pihak tertentu.
d.     Merendahkan suara secukupnya.
e.     Semua pihakhendaknya menghindari perasaan bahwa pendapatnyalah yang paling benar.harus menanamkan sikap bahwa kerendahan hati dan kesiapan semua pihak untuk menerima pendapat yang paling benar akan menjadikan mereka dibimbing dan dimudahkan oleh Allah  swt. untuk memilih pendapat yang paling benar.
f.      Menjauhkan rapat dan diskusi sebagai ajang menyudutkan pihak lain, ghibah ‘bergunjing',  melakukan manuver-manuver jahat atau sifat-sifat lain yang tidak baik.

Inilah beberapa faktor keberhasilan sebuah rapat. Jika faktor-faktor ini terpenuhi maka sebuah rapat akan dipenuhi rasa harap. Namun, jika faktor-faktor ini tidak terpenuhi maka sebuah rapat hanya menjadi kubangan racun yang menebarkan kecemasan dan keputusasaan.
Na'udzu billah.
 


Tidak ada komentar: