Klik dong

Rabu, 22 Februari 2012

Model-Model Pembelajaran Inovatif


Model-Model Pembelajaran Inovatif
“MUSUH TERBESAR BAGI ORANG YANG INGIN MAJU ADALAH PERASAAN CEPAT PUAS & PIKIRAN
‘AKU SUDAH TAHU’.
TANTANGAN TERBESAR BAGI ORANG YANG INGIN LEBIH BAIK ADALAH KESEDIAAN BERUBAH &
KEBERANIAN MEMULAI.”

Belajar lebih condong diartikan sebagai bekerja.
Akibatnya ?
Belajar menjadi kewajiban yang terasa berat, bukan menjadi kegiatan yang menyenangkan

AKIBAT LEBIH JAUH !!!
Rumah adalah tempat bermain, sekolah adalah tempat belajar/bekerja
Bermain yang dikaitkan dengan pembelajaran cenderung mendapat cap yang buruk
Orangtua
tidak diakui atas pembelajaran luar biasa yang mereka bimbing di rumah,
sedangkan guru dijauhkan dari naluri untuk menghormati sisi yang
menyenangkan dalam pembelajaran

PADAHAL !!!
Bruner dan
Donaldson membuktikan dalam telaah mereka bahwa sebagian pembelajaran
terpenting dalam kehidupan didapat dari masa kanak-kanak yang paling
awal. Lebih-lebih, pembelajaran ini sebagaian besar diperoleh dari
pengalaman yang kita namai bermain.

TANTANGAN !
Materi pembelajaran yang luas, dalam dan kompleks
Alokasi waktu yang tidak cukup
Pembelajaran dengan metoda yang variatif
Pembelajaran yang efektif
Tuntutan pembelajaran kontekstual

HARAPAN !
Proses pembelajaran menyenangkan
Siswa aktif
Tercapainya nilai kompetensi hasil belajar minimal
Diperolehnya kecakapan hidup

KONSEP PEMBELAJARAN
Merupakan kegiatan guru menciptakan situasi agar siswa belajar
Bagaimanapun baiknya guru mengajar, apabila tidak terjadi proses belajar pada siswa,
maka pengajarannya dianggap tidak berhasil
Meskipun
metode yang digunakan sederhana, tetapi bila mendorong para siswa
banyak belajar, maka pengajaran tersebut dianggap berhasil (efektif)

Dasar-dasar

Pemilihan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran diarahkan pada pencapaian tujuan belajar
Karakteristik Mata pelajaran
Kemampuan siswa
Kemampuan guru
Fasilitas/media pembelajaran

Pendekatan, Model, dan Metode
Pendekatan Pembelajaran: Melihat pembelajaran sebagai proses belajar siswa yang
sedang berkembang untuk mencapai perkembangannya
Model
Pembelajaran: melihat pembelajaran sebagai suatu disain yang
menggambakan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang
memungkinkan siswa berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau
perkembangan pada diri siswa
Metode Pembelajaran: berfokus pada
proses belajar-mengajar untuk bahan ajaran dan tujuan pembelajaran
tertentu yang lebih terbatas

Pendekatan dan Model

Pembelajaran Kompetensi
Pembelajaran ekspositori
Pembelajaran kontekstual
Pembelajaran mencari dan bermakna
Pembelajaran berbasis pengalaman
Pembelajaran terpadu
Pembelajaran kooperatif
Pembelajaran latihan inkuiri
dan lain-lain

Model-Model
Pembelajaran
Rumpun model sosial
Rumpun pemrosesan informasi
Rumpun Pembelajaran pribadi
Rumpun Pembelajaran behavioral
(Joice dan Weil, 2000)

Rumpun
Model Pembelajaran
BEKERJA, BERMAIN dan BELAJAR
Bekerja itu perlu, serius, dan sulit
Bermain itu tidak perlu, ringan, dan mudah

Rumpun Pembelajaran pribadi
- Model Non direktif
(siswa mencurahkan perasaan dan dibantu pemecahan masalahnya)
Rumpun Pembelajaran behavioral
- Model Pembelajaran Langsung
- Model Pengelolaan Kontingensi (reaksi penguatan)
- Model Pembelajaran Pengendalian Diri

Metode Pembelajaran
Pembelajaran Teori
- Pembelajaran ekspositori
(ceramah, tanya jawab, demonstrasi)
- Pembelajaran Kegiatan kelompok
(Diskusi, Kelompok Kerja, Simulasi, Bermain
Peran,Seminar)
- Pembelajaran Berbuat
(Eksperimen, Pengamatan, Penelitian Sederhana,
Pemecahan masalah)
Pembelajaran Praktik
- Pembelajaran Praktik
- Pembelajaran Magang di Lingungan kerja

Evaluasi Hasil dan

Proses Pembelajaran
Disebut evaluasi otentik
Mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa
Evaluasi proses dilakukan sepanjang proses pembelajaran (dokumen portofolio)
Evaluasi hasil belajar biasanya hanya menggunakan tes (objektif dan esay)

Ciri Pembelajaran Berbasis
Pengalaman
Menekankan pada proses daripada hasil
Berkelanjutan atas dasar pengalaman
Bervariasi pengalaman
Pembelajaran merupakan proses adaptasi terhadap lingkungan alam dan sosial

Tipe Pembelajaran Berbasis
Pengalaman
Divergen: Pengembangan kemampuan imaginatif, kesadaran akan makna dan nilai-nilai
Asimilatif: Pengembangan kemampuan berfikir induktif, menciptakan model-model teoritis
Konvergen: Pengembangan kemampuan memecahkan masalah
Akomodatif: Pengembangan melakukan kegiatan, melaksanakan rencana

Prinsip
belajar kontekstual
Ketergantungan
Diferensiasi
Pengorganisasian

Komponen Pembelajaran Kontekstual
Hubungan bermakna
Mengerjakan pekerjaan penting
Belajar mengatur diri sendiri
Bekerjasama
Berfikir kritis dan kreatif
Bimbingan secara individu
Pencapaian standar tinggi
Menggunakan penilaian otentik

Pembelajaran agar lebih bermakna
Menghubungankan materi dengan kehidupan siswa
Materi pelajaran yang diberikan sebagai fokus dari materi pelajaran yang diambil
dari mata pelajaran yang lain
Mengintegrasikan dua atau lebih mata pelajaran
Memadukan kegiatan sekolah dengan pekerjaan
Belajar memberikan layanan

Langkah Pembelajaran
Mencari-Bermakna
Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan pengalaman-pengalaman penting
terstruktur (penelitian, percobaan, dll)
Memberi pertanyaan kepada siswa tentang pengalaman-pengalamannya dan mengamati
reaksinya
Membantu siswa berfikir tentang prinsip-prinsip umum dan pengalaman emosional penting
Memberi kesempatan untuk menerapkan apa yang telah dipelajarinya

Langkah Pembelajaran
Menerima-Bermakna
Menyajikan bahan tentang konsep, prinsip, kaidah yang dibutuhkan siswa
Memberi pertanyaan untuk mengukur ingatan siswa
Memberi kesempatan untuk mempraktekkan
Mengadakan latihan untuk menstranfer atau mengaplikasikan pengetahuan
Memberi kesempatan untuk melakukan generalisasi

EXAMPLES NON EXAMPLES
CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD
Langkah-langkah :
1.Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
2.Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
3.Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk
memperhatikan/menganalisa gambar
4.Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar
tersebut dicatat pada kertas
5.Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
6.Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai
tujuan yang ingin dicapai
7.Kesimpulan




PICTURE and PICTURE
Langkah-langkah :
1.Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2.Menyajikan materi sebagai pengantar
3.Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
4.Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar
menjadi urutan yang logis
5.Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
6.Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai
dengan kompetensi yang ingin dicapai
7.Kesimpulan/rangkuman

NUMBERED HEADS TOGETHER
Langkah-langkah :
1.Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2.Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
3.Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok
dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
4.Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil
kerjasama mereka
5.Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
6.Kesimpulan

COOPERATIVE SCRIPT
Skrip
kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan
bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang
dipelajari
Langkah-langkah :
1.Guru membagi siswa untuk berpasangan
2.Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
3.Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa
yang berperan sebagai pendengar
4.Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide
pokok dalam ringkasannya.
Sementara pendengar :
-Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
-Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya
atau dengan materi lainnya
5.Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya.
Serta lakukan seperti diatas.
6.Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru
7.Penutup

KEPALA BERNOMOR STRUKTUR
(MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS)
Langkah-langkah :
1.Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2.Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang
berangkai
Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua
mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan
dan seterusnya
3.Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar
dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok
lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau
mencocokkan hasil kerja sama mereka
4.Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
5.Kesimpulan

STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS
TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI
(SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah :
1.Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut
prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
2.Guru menyajikan pelajaran
3.Guru
memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota
kelompok. 4.Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai
semua anggota dalam
kelompok itu mengerti.
5.Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak
boleh saling membantu
6.Memberi evaluasi
7.Kesimpulan

JIGSAW (MODEL TIM AHLI)
(ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP, 1978)
Langkah-langkah :
1.Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
2.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
3.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
4.Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama
bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
5.Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan
bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan
tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
6.Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
7.Guru memberi evaluasi
8.Penutup

PROBLEM BASED INTRODUCTION
(PBI)
(PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH)
Langkah-langkah :
1.Guru
menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan.
2.Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang
dipilih.
3.Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang
berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll..)
4.Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk
mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis,
pemecahan masalah.
5.Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti
laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
6.Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan
mereka dan proses-proses yang mereka gunakan

ARTIKULASI
Langkah-langkah :
1.Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2.Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
3.Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
4.Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari
guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian
berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
5.Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman
pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
6.Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
7.Kesimpulan/penutup

MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif
jawaban
Langkah-langkah :
1.Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2.Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya
permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
3.Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
4.Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
5.Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru
mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
6.Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi
bandingan sesuai konsep yang disediakan guru

MAKE - A MATCH
(MENCARI PASANGAN)
(Lorna Curran, 1994)
Langkah-langkah :
1.Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok
untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu
jawaban
2.Setiap siswa mendapat satu buah kartu
3.Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
4.Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya
(soal jawaban)
5.Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
6.Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda
dari sebelumnya
6.Demikian seterusnya
7.Kesimpulan/penutup

THINK PAIR and SHARE
(FRANK LYMAN, 1985)
Langkah-langkah :
Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
1.Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru
2.Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan
mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
3.Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
4.Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan
menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa
5.Guru memberi kesimpulan
6.Penutup

DEBATE
Langkah-langkah :
1.Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra
2.Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok
diatas
3.Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro
untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian
seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
4.Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide
dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru
terpenuhi
5.Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
6.Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman
yang mengacu pada topik yang ingin dicapai

ROL PLAYING
Langkah-langkah :
1.Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
2.Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kbm
3.Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
4.Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
5.Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah
dipersiapkan
6.Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan
mengamati skenario yang sedang diperagakan
7.Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar
kerja untuk membahas
8.Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
9.Guru memberikan kesimpulan secara umum
10.Evaluasi & Penutup

GRUP INVESTIGATION
(SHARAN, 1992)
Langkah-langkah :
1.Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen
2.Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok
3.Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat
tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain
4.Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi
penemuan
5.Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan
kelompok
6.Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan
7.Evaluasi
8.Penutup

STUDENT FACILITATOR and EXPLAINING
Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya
Langkah-langkah :
1.Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2.Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
3.Memberikan kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada peserta untuk
menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang
lainnya
4.Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa
5.Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu
6.Penutup

TALKING STIK
Langkah-langkah :
1.Guru menyiapkan sebuah tongkat
2.Guru
menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan
3.kesempatan kepada siswa untuk untuk membaca dan mempelajari materi
pada
pegangannya/paketnya
4.Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup
bukunya
5.Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan
pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian
seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap
pertanyaan dari guru
6.Guru memberikan kesimpulan
7.Evaluasi
8.Penutup

COURSE REVIEW HORAY
Langkah-langkah :
1.Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2.Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
3.Memberikan kesempatan siswa tanya jawab
4.Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan
kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan seler masing-masing siswa
5.Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang
nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar
(
Last Updated on Thursday, 19 March 2009 04:59


Tidak ada komentar: