Selasa, 03 April 2012

Beda Nabi dan Rasul



Beda Nabi dan Rasul 



 Bismillahirrahmanirrahim.
  Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Tulisan ini saya turunkan untuk menjadi renungan bagi kita semua,
termasuk diri saya sendiri didalam memahami Islam secara utuh dan
menghilangkan segala macam khurafat, dengki, takhayul dan hal-hal
lainnya yang dapat menyebabkan kehilangan salah satu unsur
keseimbangan dari wahyu Allah ini berdasarkan Khofi As Zakiah [hati
yang suci] yang amat Khullus [ikhlas] serta dihiasi dengan kebajikan
Allat Dawam [yang abadi] lagi disertakan Tahmit [pujian] dan Tamjit
Allat Tamami [kebenaran yang sempurna].

Mari sejenak kita merenungkan kembali wahyu Allah dibawah ini:

"Kemudian mereka menjadikan urusan mereka terpecah belah menjadi
beberapa pecahan. Masing-masing golongan merasa bangga dengan
keyakinannya itu." (QS. 23:53)

"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di
antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para Nabi. Dan
adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. 33:40)

"Nabi-nabi itu adalah bersaudara yang bukan satu ibu, ibunya
bermacam-macam, namun agamanya satu." (HR. AlSaikhan dan Abu Daud)

Rasulullah Saw bersabda :
'Sesungguhnya aku mempunyai beberapa nama: Aku Muhammad, Aku Ahmad ,
Aku yang penghapus karena aku, Allah menghapuskan kekafiran, Aku
pengumpul yang dikumpulkan manusia dibawah kekuasaanku dan aku
pengiring yang tiada kemudianku seorang Nabipun.'
(Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada'il, Bab: Asmaun-Nabi; Tirmidhi,
Kitab-ul- Adab, Bab: Asma-un-Nabi; Muatta', Kitab-u-Asma in-Nabi, Al-
Mustadrak Hakim, Kitab-ut-Tarikh, Bab: Asma-un-Nabi.)

"Hubunganku dengan kenabian sebelumku seperti layaknya pembangunan
suatu istana yang terindah yang pernah dibangun. Semuanya telah
lengkap kecuali satu tempat untuk satu batu bata. Aku mengisi tempat
tersebut dan sekarang sempurnalah istana itu." (HR. Bukhari dan
Muslim)

"Aku diutus oleh Allah untuk menyebarkan wahyu-Nya kepada seluruh
dunia. Dan garis kenabian berakhir pada ku." (Muslim, Tirmidzhi, Ibnu
Majah)

'Abdur Rahman bin Jubair berkata: "Aku mendengar Abdullah bin 'Amr
ibn-'As meriwayatkan bahwa suatu hari Nabi Saw keluar dari rumahnya
dan berkumpul bersama kami. Sikapnya menunjukkan kegelisahan hatinya
seolah beliau akan meninggalkan kami." Beliau bersabda, "Aku
Muhammad, Nabi Allah yang ummi" dan kalimatnya tersebut diulang
sebanyak tiga kali. Lalu dilanjutkannya: "Tidak akan ada Nabi lagi
setelah aku !" (Musnad Ahmad, Marwiyat'Abdullah bin Amr ibn'-As.)

Nabi Saw bersabda: "Jika saja ada Nabi sesudah aku, tentulah dia
adalah Umar Bin Khatab." (Tirmidzi, Kitab-ul- Manaqib)

Dari Sa'd bin Abi Waqqas r.a.
Nabi Saw berkata kepada Ali r.a [dalam perang tabuk]: "Antara aku
dengan engkau laksana hubungan antara Musa dan Harun, tetapi tidak
ada nabi lagi sesudahku."
(Bukhari dan Muslim, Kitab Fada'il as-Sahaba)

Thauban meriwayatkan: Nabi Saw berkata: "Akan datang tiga puluh
pendusta didalam umatku yang masing-masing dari mereka akan
mengatakan kepada dunia bahwa dia adalah seorang Nabi, tetapi aku
adalah garis terakhir dari kenabian dan tidak akan ada Nabi lagi
setelahku."
(Abu Dawud, Kitab-ul-Fitan)

Nabi Saw bersabda: "Diantara Bani Israel yang datang sebelum kalian
telah membuat persekutuan dengan Tuhan sekalipun mereka bukan
Nabi-nabiNya. Jika saja akan ada Nabi sesudahku dari kaumku maka
tentulah dia adalah Umar Bin Khatab." (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib)

Nabi Saw: "Tidak akan ada Nabi sesudahku dan tidak akan ada Nabi baru
lagi pada jemaah yang diikuti siapa saja." (Baihaqi, Kitab-ul Rouya;
Tabarani)

Nabi Saw bersabda: "Aku adalah garis terakhir dari kenabian Allah dan
masjidku adalah masjid terkahir [Ini merefer kepada Masjid yang
didirikan oleh Nabi Saw]."
(Muslim, Kitab-ul-Hajj; Bab:Fadl-us-Salat bi Masjidi Mecca wal
Medina)

Pada ayat 33:40 diatas yang juga ditunjang oleh beberapa hadistnya
yang saya kemukakan diatas Rasulullah dikatakan sebagai Nabi terakhir
[Khataman Nabiyyin] bukan penutup para Rasul [Khatamarrasulun].

Kenapa demikian ?
Apa sih beda Nabi dan Rasul itu ?

Sampai hari ini saya tidak berani mengatakan bahwa Muhammad Saw
adalah penutup para Rasul, melainkan penutup para Nabi.

Baiknya saya kemukakan dahulu berbagai ayat suci yang daripadanya
dapat diambil kesimpulan untuk pengertian kedua istilah Nabi dan
Rasul itu.

6/130.
Hai masyarakat Jin dan Manusia ! Apakah belum datang kepadamu
Rasul-rasul dari jenis kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu
ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu
dengan hari [kiamat] ini ? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas
diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka
membuktikan atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang
yang kafir.

Ayat suci ini membuktikan bahwa Rasul itu bukan saja terdapat pada
masyarakat manusia, malah juga ada pada bangsa Jin yang memang
keadaannya bersamaan dengan manusia seperti tersebut pada ayat 55/33
dan 72/11 jo. 46/29.

22/75
Allah memilih dari malaikat selaku Rasul-rasul begitupun dari
manusia; Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

42/51
Dan tiadalah seseorang yang Allah berkata-kata padanya kecuali dengan
wahyu atau dari balik tabir [Hijab] atau Dia utus Rasul [malaikat]
lalu dia berwahyu dengan ijin-Nya apa-apa yang Dia kehendaki, bahwa
Dia maha Tinggi lagi Bijaksana.

43/80
Apakah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia mereka dan
bisikan mereka ? Sebenarnya Rasul-rasul Kami ada pada mereka
menuliskan.

Ketiga rangkaian ayat suci ini secara terang menyatakan bahwa
malaikat juga ada yang dinamakan Rasul dengan tugas menyampaikan.
Tugas ini memang terkandung pada maksud ayat-ayat dibawah ini:

5/99
Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah
mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.

7/35
Wahai Bani Adam, jika datang padamu Rasul-rasul dari kaummu
menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka siapa yang insyaf dan
berbuat shaleh akan tiadalah ketakutan atas mereka dan tidaklah
mereka itu berduka cita.

21/25
Dan tidaklah Kami utus sebelum engkau seorang Rasul kecuali Kami
wahyukan kepadanya bahwa Tidak ada Tuhan selain Aku. Maka sembahlah
Aku.

Walau begitu, adapula Rasul yang tidak diterangkan yang masa hidupnya
mungkin sebelum Muhammad atau juga sesudahnya. Penjelasan ini
terkandung didalam :

4/164
Dan ada Rasul-rasul yang sungguh telah Kami ceritakan mereka padamu
dulunya, dan ada pula Rasul-rasul yang tidak Kami ceritakan mereka
kepadamu...

Dalam pada itu, pada setiap bangsa diutus Allah Rasul yang
menyampaikan ayat-ayatNya malah tidak suatu bangsa yang disiksa Allah
didunia kini kecuali telah ada Rasul pada bangsa itu yang
menyampaikan hukum Allah dengan bahasa kaum itu sendiri.

3/101
Dan kenapa kamu kafir karena dianalisakan ayat-ayat Allah sementara
padamu ada Rasul-Nya? Dan siapa yang berpegang kepada hukum Allah
maka dia diberi petunjuk kepada tuntunan yang kukuh.

10/47
Dan bagi setiap ummat itu ada Rasul, ketika datang Rasul mereka maka
terlaksanalah diantara mereka secara efektif dan mereka tidak
dizalimi.

14/4
Dan tidaklah Kami utus seorang Rasul kecuali dengan bahasa kaum itu
sendiri agar dia menerangkan pada mereka, dan siapa yang sesat maka
Allah menyesatkan orang yang Dia kehendaki dan menunjuki orang yang
Dia kehendaki. Dan Dia mulia, Bijaksana.

17/15
Siapa yang dapat petunjuk maka dia mendapat petunjuk itu untuk
dirinya, dan siapa yang sesat maka dia menyesatkan dirinya, dan
tidaklah dia menanggung kesalahan orang lain. Dan tidaklah Kami
menyiksa hingga Kami bangkitkan seorang Rasul.

28/59
Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan negri hingga Dia bangkitkan pada
kaumnya seorang Rasul yang menganalisakan kepada mereka ayat-ayat
Kami, dan tidaklah Kami membinasakan negri itu kecuali penduduknya
zalim.

Banyak sekali ayat suci yang senada dengan ayat 17/15 ini diantaranya
ayat 17/58 dan 6/65, tetapi semua itu menjelaskan bahwa siksaan
tersebut bukan berlaku sebelum periode Muhammad Saw saja malah juga
sesudah wafatnya beliau.

Ayat 28/59 membuktikan bahwa sebelum penduduk negri itu disiksa
[diazab] lebih dahulu diutus oleh Allah seorang Rasul kepada mereka
dan ayat 10/47 menjelaskan bahwa pada setiap umat ada Rasul dikuatkan
oleh ayat 14/4 dengan ketegasan bahwa Rasul itu menyampaikan hukum
Allah.

Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.
Perintah /hukum-hukum/ Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui
bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya
Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (QS. 65:12)

Ayat 65/12 diatas juga menyebutkan bahwa selain planet bumi kita ini,
telah diciptakan oleh Allah Azza Wajalla bumi-bumi lainnya didalam
kawasan semesta raya-Nya. Dan sejenak mari kita melihat pula ayat
42/29 dibawah ini :

Dan diantara ayat-ayatNya adalah menciptakan langit dan bumi dan
makhluk-makhluk hidup yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha
Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya. (QS. 42:29)

Allah telah menciptakan banyak planet-planet dan juga planet bumi
dalam semesta-Nya, dan Allah pun telah menyebarkan makhluk-makhluk
hidup-Nya kepada keduanya, sekarang apakah yang dimaksud dengan
makhluk hidup itu menurut kriteria Qur'an ?

"Dan Allah telah menciptakan semua jenis makhluk hidup dari Almaa',
diantara mereka ada yang berjalan atas perutnya /melata/, dan dari
mereka ada yang berjalan atas dua kaki serta dari mereka ada yang
atas empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, karena
sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (QS. 24:45)

Jadi jika kita menghubungkan antara ayat 65/12 dengan 42/29 dan 24/45
jo. 6/130 maka didapatilah kesimpulan bahwa untuk planet-planet bumi
yang lainnya dimana terdapat kehidupan disana maka disana pun
perintah atau hukum-hukum atau ketetapan-ketetapan Allah akan berlaku
sebagaimana yang diperlakukan-Nya diplanet bumi kita ini.

Jadi, mengikuti kriteria AlQur'an ini ... pada planet bumi lainnya
yang juga memiliki manusia, binatang dan sebagainya maka Allah
mengirimkan para Nabi dan Rasul-Nya yang mengibarkan bendera Tauhid,
bahwa Tiada Ilah selain Allah.

So, itu adalah satu kepastian dari Qur'an sendiri dan tidak bisa
dibantah.
Tetapi sekarang, bagaimana mengaitkan hubungan antara fungsi
KhatamanNabiyin Muhammad Saw dengan Rahmatan lil'alamin-nya ?

Kita sebelumnya sudah membahas bahwa Muhammad itu adalah penutup para
Nabi/akhir dari segala kenabian tetapi beliau Saw bukanlah penutup
para Rasul.
Rasul dalam bahasa Arab berarti utusan.
Rasulullah artinya utusan Allah.

Dan sesuai dengan ayat-ayat Qur'an yang diketengahkan pada bagian
awal bahwa malaikat itu juga adalah Rasulullah, sebab mereka adalah
utusan-utusan atau pesuruh Allah yang memiliki tugas masing-masing,
seperti mencatat perbuatan baik dan buruk, menurunkan wahyu dst.

Dengan wafatnya Nabi Muhammad Saw maka berarti putus sudah wahyu
kenabian untuk Bani Adam, karena seluruh ajaran-Nya telah
disempurnakan pada masa Muhammad Saw. Tidak ada yang perlu ditambah
atau dikurangi lagi, semuanya telah lengkap dan sempurna.

Selanjutnya Allah akan terus mengirim Rasul-rasulNya, baik itu berupa
malaikat atau juga manusia. Ingat .... tidak pernah ada malaikat
ataupun Jin dinisbatkan oleh Allah dalam AlQur'an sebagai Nabi
melainkan hanya sebagai Rasul alias pesuruh alias utusan karena
pangkat kenabian hanya ada pada manusia dan itu telah diakhiri oleh
Rasulullah Muhammad Saw.

Jadi dari sana dapat disimpulkan bahwa Rasul adalah yang bertugas
menyampaikan hukum Allah, ada yang menerimanya langsung dari Allah
seperti para Nabi dan malaikat tetapi ada pula yang menerimanya tidak
langsung dari Allah tetapi perantaraan AlQur'an yang disampaikan oleh
Nabi Saw selaku Nabi terakhir. Nabi adalah manusia yang menerima
petunjuk Allah secara langsung kemudian menyampaikan hukum Allah itu
kepada manusia lain selaku Rasul.

Sekarang ... Rasul yang bagaimana yang akan ada pada umat Muhammad
Saw ini ?
Untuk itu Nabi Saw bersabda :

Nabi Saw bersabda: "Allah tidak akan mengirimkan Nabi lagi sesudahku,
tetapi hanya Mubashshirat" Dia menukas: Apakah al-Mubashshirat
tersebut ?. Lanjutnya : Mimpi yang baik serta petunjuk yang benar.".
(Musnad Ahmad, Marwiyat Abu Tufail, Nasa'i, Abu Dawud)

Dari Abu Hurairah r.a. ia menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya Allah SWT akan mengirimkan untuk ummat ini pada
permulaan setiap seratus tahun seorang Mujaddid yang akan
memperbaharui agama." (Musnad Abu Dawud)

Jadi jika selama ini ada pendapat yang menyatakan bahwa Nabi dan
Rasul adalah sama atau juga bahwa setiap Rasul itu sudah pasti Nabi
tetapi setiap Nabi belum tentu Rasul menurut saya keliru berdasarkan
ayat-ayat Qur'an dan Hadist-hadist yang saya kutip dibagian atas.

Jadi sekali lagi .... yang akan ada ditengah-tengah umat dan menjadi
Rasul Allah sepeninggal Nabi Muhammad Saw itu bukan Rasul dalam
pengertian Nabi melainkan Rasul alias utusan dalam pengertian
Mujaddid dan juga mereka-mereka yang tergolong kedalam Al-Mubashirat
yang akan menuntun umat Islam menuju kepada pemahaman, penganalisaan
serta penafsiran yang benar sesuai dengan konteks jamannya, mengikuti
apa-apa yang tercantum didalam AlQur'an.

Sekarang kita kembali kepada hubungan antara fungsi KhatamanNabiyin
Muhammad Saw dengan Rahmatan lil'alaamin Muhammad Saw.

Apa itu 'Alaamin ?
Ada penterjemah yang mengartikannya dengan "seluruh alam" dimana
termasuk semua ciptaan, berbentuk bintang, planet, bulan dan yang ada
padanya. Adapula yang mengartikannya sebagai "segala makhluk", tetapi
maksudnya bersamaan dengan "segala alam" dimana terdapat benda hidup
dan benda jumud yang tak pernah memiliki ruh.

Semuanya saya anggap memiliki kebenaran, tetapi aada yang perlu
ditambahkan ... bahwa arti 'Alaamin itu juga bisa sebagai "Seluruh
manusia", yaitu manusia yang hidup diplanet bumi dan diplanet-planet
lain dalam daerah semesta raya seperti yang dimaksud pada ayat 45/36.

"Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan
semesta alam."

Hal ini ditandai dengan keterangan Ayat-ayat suci lainnya yang
mengandung istilah 'Alaamin dimana dinyatakan "pemikiran bagi
'Alaamin" seperti pada ayat 6/90, 12/104, 38/87, 68/52, 81/2 dan
dinyatakan sebagai "pertanda bagi 'alaamin" termuat pada ayat 21/91
dan 21/15.

Juga dinyatakan "petunjuk bagi 'alaamin" tercantum pada ayat 3/97 dan
dinyatakan sebagai "peringatan bagi 'alaamin" termaktub dalam ayat
25/1, dan dinyatakan juga "dalam dada 'alaamin" tertulis pada ayat
29/10.

Semua itu menyatakan bahwa istilah 'Alaamin berarti juga "seluruh
manusia" yang memiliki dada, diberi peringatan, diberi petunjuk dan
diberi pertanda untuk perhatian mereka agar mau tunduk dengan
hukum-hukum Allah.

Jadi jika Muhammad disebut-sebut sebagai Rahmatan Lil'alaamin maka
itu juga berarti Muhammad merupakan pembawa teladan, contoh, petunjuk
yang harus diikuti oleh seluruh bangsa manusia dimana saja mereka
berada dalam kawasan semesta raya.

Muhammad melalui wahyu Qur'an-nya adalah pintu gerbang ilmu
pengetahuan dunia dan akhirat yang menjelaskannya kepada masyarakat
Manusia dan Jin.

AlQur'an menyatakan :

"Hai masyarakat Jin dan Manusia, jika kamu sanggup melintasi penjuru
langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat melakukannya
kecuali dengan sulthan". (QS. 55:33)

Sulthan adalah kekuatan, ilmu pengetahuan, tekhnologi, kemampuan dan
sebagainya.

Dan dalam banyak ayat-ayat-Nya Allah pun mengajarkan kepada manusia
untuk melakukan pengenalan terhadap alam semesta sebagai bukti atau
tanda-tanda kebesaran dan ketauhidan Allah Azza Wajalla.

"Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau
dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan
langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah
kami dari siksa neraka." (QS.3:191)

"Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada
di bumi semuanya, daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu
ada pelajaran bagi kaum yang mau memikirkan." (QS. 45:13)

Banyak lagi ayat-ayat Qur'an lainnya yang isinya bernada sama dengan
dua ayat diatas, semua itu ditujukan kepada seluruh masyarakat
manusia dan juga masyarakat Jin yang akhirnya sebagai refleksi atau
contoh teladannya telah dilakukan sendiri oleh Nabi Muhammad Saw
dalam berbagai laku hidupnya.

"Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagi orang yang beriman kepada Allah dan [percaya kepada] hari
kemudian serta banyak menyebut Allah." (QS. 33:21)

Bagaimana pula seorang pengemban risalah Allah, seorang pendakwa,
seorang pemimpin umat dan sekaligus juga sebagai Nabi yang dimuliakan
hanya mampu berkata namun tidak mampu melaksanakan apa yang
dikatakannya ?

Untuk itu Allah telah menjadikan Muhammad Saw sebagai contohnya.
Nabi Muhammad memfatwakan agar orang mau memperhatikan alam
sekitarnya, memikirkan penciptaan langit dan bumi serta menganjurkan
umatnya untuk mencari "sulthan" agar dapat melintasi seluruh penjuru
langit dan bumi ... itu karena beliau sudah melakukannya sendiri pada
peristiwa Mi'rajnya ke Muntaha, sebagai planet terjauh dan mungkin
merupakan planet terpinggir dalam semesta raya dengan pertolongan
Allah.

Kekuatan atau sulthan yang ada pada Nabi Saw adalah kekuatan Allah
karena dia adalah utusan-Nya.

Muhammad bercerita tentang pedagangan yang jujur .... itupun telah
dilakukannya dalam hidup kesehariannya hingga bahkan beliau dijuluki
oleh masyarakat sebagai Al-Amin.
Dan banyak lagi hal-hal lainnya yang merupakan refleksi dari Rahmatan
Lil'Alaaminnya itu.

Lalu dimana fungsi KhatamanNabiyinnya ?
Sebagian sudah dijelaskan pada bagian atas dan diberi penambahan
sedikit bahwa salah satu fungsi KhatamanNabiyyin-nya itu adalah
sebagai satu-satunya pemberi contoh teladan yang sesuai dengan
nilai-nilai keTuhanan yang mana didalam dirinya telah melebur seluruh
sifat-sifat para Nabi dan Rasul sebelum beliau.

Tidak ada lagi tokoh yang mampu dan berhak menjadi panutan kecuali
Rasulullah Saw.
Karenanya Muhammad sebagai penutup para pemberi contoh yang paling
baik, sebagai penutup garis kenabian, sebagai KhatamanNabiyyin yang
Rahmatan Lil 'Alaamin.

Bagaimana dengan para Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah
diberbagai belahan bumi lainnya disemesta raya ? Apakah mereka harus
mengakui kenabian Muhammad sebagai Nabi terakhir planet bumi ?

Saya jawab ... benar !
Sebab seperti kata beliau Saw sendiri, semua Nabi adalah bersaudara,
mengajarkan agama atau risalah yang sama, yaitu Tauhid, Tiada Ilah
yang patut disembah kecuali Ilah yang namanya ALlah yang Maha Esa
dalam segala bidang-Nya.

Masing-masing Nabi dan Rasul telah diberikan tanda atau petunjuk oleh
Allah mengenai kedatangan Muhammad Saw selaku Nabi penutup [QS.
2:146], hal ini bisa dibuktikan melalui berbagai temuan para ahli
kitab, ahli manuskrip dan juga ahli Qur'an sekarang ini.

Bahwa Nabi Adam telah diberi penjelasan segala sesuatunya oleh Allah
itu tercantum dalam AlQur'an [2:37 dan lainnya] dan terlepas dari
kontroversial palsu-tidaknya Injil Barnabas disanapun dijelaskan
bahwa pada mula pertama Adam diciptakan beliau telah melihat 2
khalimah syahadat yang merupakan kesaksian akan kedatangan Muhammad
Saw.

Dalam Bible masa kini dinyatakan pada Ulangan 18:18 dan Ulangan
33:1-2 mengenai pengakuan Musa as atas kedatangan Muhammad Saw, juga
pada Injil Yohanes 1:19-25 tentang penolakan Isa ALmasih atas klaim
orang-orang Yahudi dari Jerusalem tentang Nabi yang dijanjikan Musa,
juga Yesaya 41:1-4, Yohanes 16:4-15 dsb.

Dari dalam AlQur'an sendiri misalnya ayat 2:146, 7:157, 61:6 dan
sebagainya.
Dari dalam Vedha didapati nama Ahmad, Kalky Autar dst.

Semua itu semakin menguatkan kedudukan Muhammad sebagai
KhatamanNabiyyin-nya, dan saya yakin bahwa dalam teks asli
masing-masing Kitabullah sebelumnya [yang tidak diubah dan
dihancurkan oleh tangan-tangan manusia] akan didapati dengan jelas
sekali kenubuatan Rasulullah Saw.

Dan atas dasar ini juga saya berani mengatakan bahwa fungsi
KhatamanNabiyyin Muhammad juga termuat dalam ajaran dan risalah para
Nabi/Rasul yang diutus oleh Allah kepada manusia dan kaum mana saja
diberbagai planet bumi semesta raya.

Mengenai mereka akan mengakuinya atau tidak ... itu bukan satu
masalah besar.
Sesungguhnya telah berlalu para Nabi dan Rasul Allah sebelumnya yang
mana mereka selalu mendapat tantangan hebat dari manusia. Muhammad
tidak akan kehilangan sifat KhatamanNabiyyinnya hanya karena orang
tidak mengakui kenabian dan kerasulan beliau.

Bukti-bukti sudah dijelaskan dan dianalisakan, jika masyarakat mau
membantah ... silahkan saja bersama-sama kita buktikan kebenarannya
nanti pada hari kemudian.

Sesungguhnya Aku bersaksi, tiada Ilah yang patut kusembah, tempat aku
meminta pertolongan, tempat aku mengadu dan lain sebagainya kecuali
Allah yang Maha Esa dalam berbagai bidang dan sifat-Nya, tidak
beranak dan tidak diperanakkan, menguasai seluruh langit dan bumi
serta apa yang ada diantara keduanya, tiada serikat bagi-Nya.

Dan Aku bersaksi bahwa KhatamanNabiyin, Muhammad bin Abdullah Rasul
Allah adalah benar seorang Nabi yang ummi, seorang utusan Allah yang
namanya terdapat pada berbagai kitab suci Allah dan dinubuatkan oleh
seluruh Nabi dan Rasul-Nya.

Bahwa Aku menolak semua paham kenabian yang didakwa oleh
manusia-manusia Bani Adam setelah beliau, termasuk klaim Mirza Ghulam
Ahmad, Elijah Muhammad, Lia Aminuddin, Lois Farakhan, Musailama dan
sejumlah nama-nama Dajjal lainnya berdasarkan AlQur'an dan Sunnah
Rasul yang benar.

Kepada Allah aku memohon ampun atas segala dosa dan salah, baik yang
kusengaja atau tidak kusengaja, dan penghargaan serta penghormatan
tertinggi kuberikan kepada Rasulullah Muhammad Saw sang Nabi penutup,
reformer sejati, pintu gerbang ilmu pengetahuan dunia dan akhirat dan
salam takzim juga kucurahkan untuk para keluarga dan keturunan beliau
serta para sahabatnya yang mendapatkan petunjuk Allah dibawah bendera
Tauhid baik dahulu, sekarang dan yang akan datang dimanapun mereka
berada.




Tidak ada komentar: