Minggu, 22 April 2012

Taat kepada Allah dan Rasul-Nya


Taat kepada Allah dan Rasul-Nya

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul-Nya dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah hal itu kepada Allah (Alquran) dan rasul-Nya (Sunah) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (An-Nisaa': 59)
Beberapa hikmah yang dapat kita pahami dan pedomani dari ayat ini adalah sebagai berikut.


  1. Allah SWT menyeru hamba-hamba-Nya yang beriman dengan seruan "Hai orang-orang yang beriman" sebagai suatu pemuliaan bagi mereka, karena merekalah yang siap menerima perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Dengan seruan iman, mereka pun menjadi semakin siap menyambut setiap seruan Allah SWT.
  2. Kewajiban taat kepada Allah dan kepada Rasul-Nya adalah dengan melaksanakan perintah-perintahnya serta meninggalkan larangan-larangan-Nya.
  3. Kaum muslimin harus taat kepada ulil amri apabila dalam memerintah mereka menyeru kepada yang makruf dan mencegah yang munkar. Akan tetapi, jika mereka menyuruh kepada hal-hal yang dapat melalaikan kewajiban untuk taat kepada Allah, atau bahkan menyuruh perbuatan yang melanggar aturan Allah, maka setiap kita, kaum muslimin, tidak boleh menaatinya. Rasulullah saw telah bersabda yang artinya, "Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam hal yang makruf, dan tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam maksiat terhadap sang Khaliq (Pencipta).
  4. Jika terjadi perbedaan pendapat di antara kaum muslimin, atau antara mereka dengan ulil amri, atau sesama ulil amri, maka wajib baginya mengembalikan persoalan itu kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu dengan merujuk kepada kitabullah dan sunnah rasul-Nya.
  5. Jika benar-benar beriman, seseorang hanya akan kembali kepada kitabullah dan sunnah rasul-Nya dalam menyelesaikan segala perkara, dan tidak akan berhukum kepada selain keduanya. Jika tidak, maka iman seseorang dapat diragukan dari ketulusannya.
  6. Jika seseorang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir, ia akan taat kepada Allah dan Rasul-Nya karena ia mengimani benar bahwa Allah sesungguhnya Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Iman kepada hari akhir akan membuta seseorang berpikir akan akibat segala perbuatannya yang dilakukannya di dunia. Pada hari akhir, seluruh amal anak adam akan dibalas: jika baik, maka baik pula balasannya; jika buruk, maka buruk pula balasannya. Boleh jadi seseorang dapat menghindari hukuman di dunia, namun tidak akan dapat seseorang menghindar dari hukuman akhirat.
  7. Dalam hal taat dan mengembalikan segala perselisihan kepada Allah dan Rasul-Nya terdapat kebaikan bagi orang-orang mukmin, baik di dunia maupun di akhirat. Akibatnya lebih baik bagi mereka daripada bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, atau kembali kepada selain-Nya.
    Perlu kita ketahui bahwa apabila manusia berlepas diri dari hukum Allah, niscaya mereka menjadi budak-budak setan dan hawa nafsu. Hal itu akan membuat seseorang dapat berhenti berselisih. Seseorang ingin mendapatkan kebebasan mutlak, tetapi yang terjadi justru adalah menjadi budak setan dan hawa nafsunya. Sekian, wallohu a'lam.

Tidak ada komentar: