iklan keren

Rabu, 02 Mei 2012

Hidup Berbekal Taqwa


Hidup Berbekal Taqwa
"hendaklah kamu bertaqwa maka sesungguhnya taqwa itu kumpulan setiap kebaikan " ( HR Thabrani )
Mengandung Harapan
Puasa Ramadhan yang baru saja kita lakukan sebenarnya mengandung harapan. Harapan ini tergambar dalam surah Al-Baqarah, 2:183 dimana didalamnya terdapat kalimat "la'allakum tattaqun" diterjemahkan " agar supaya kamu bertaqwa kepada Allah. Dan dalam setiap harapan pasti ada semacam proses. Proses ini bisa secara alamiyah. Sederhana ataupun canggih. Misalnya jika kita menginginkan air laut menjadi air tawar tentu saja kita harus memprosesnya. Semakin baik memprosesnya akan semakin baik hasilnya. Demikian pula ibadah puasa. Orang yang berpuasa hakikatnya orang yang tengah memproses dirinya agar supaya sumber daya manusia bermutu atau berkualitas.
Puasa adalah latihan. Latihan lapar dan tahan menghadapi kelaparan. Latihan sabar agar tabah menhadapi ujian dan cobaan. Latihan menahan dan mengendalikan hawa nafsu agara tidak terbawa ke jalan sesat. Sehingga selesai berpuasa diharapkan dapat beribadah lebih baik dan bekerja lebih giat lagi.
Multi Dimensi
Taqwa bentuk lainnya "tuqaah" secara lughawi artinya : ketaqwaan, takut, ketaatan dan kewaspadaan. Sedangkan secara istilah, agak sulit mendifinisikan mengingat taqwa yang dihasilkan puasa ibarat berlian bersegi banyak, multi dimensi. Rasulullah bersabda : "hendaklah kamu bertaqwa maka sesungguhnya taqwa itu kumpulan setiap kebaikan " ( HR Thabrani )
Jadi kebaikan apapun tidak akan terlepas dari cakupan taqwa. Jika rasulullah dalam setiap khutbahnya selalu menyampaikan pesan taqwa artinya beliau berpesan kepada umatnya untuk melakukan kebaikan. Sayid Sabiq dalam kitabnya "Islamuna " menerangkan bahwa taqwa bermuatan Keyakinan (aqidah), pengabdian (ibadah),akhlak atau adab dan kebajikan (al- bier) lainnya. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa orang yang berhak menyandang sebutan "muttaqin" hanyalah orang yang mampu menahan hawa nafsu dan menjauhi hal-hal yang syubhat serta berani berjihad di jalan Allah
Meskipun sult mendefinisikan taqwa tapi definisi yang paling dikenal: Fi'lul awamiri wa tarkun nawahi", melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Jika demikian, Mutaqqin adalah orang yang paling berprestasi melaksanakan Islam
Bekal Tebaik
Berdasarkan QS.Al-Baqarah,2:197 di atas,taqwa adalah sebaik-baiknya bekal. Contact (hubungan) semula ayat ini dengan ibadah haji sebab kata Ibnu Abbas sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari ayat ini diturunkan sehubungan ada sementara orang Yaman dalam melaksanakan ibadah Haji kurang mempedulikan bekal, merasa cukup dengan tawakkal . Padahal dalam melaksanakan haji dan ibadah-ibadah lainnya bahkan dalam menjalani hidup dan kehidupan diperlukan bekal. Dan sebaik-baiknya bekal adalah taqwa. Mengapa? Jawabannya seperti diuraikan di atas yakni karena taqwa bak berlian bersegi banyak,multi dimensi sehingga pemiliknya seolah-olah memiliki banyak keistimewaan sehingga wajar jika mereka dapat meraih keunggulan seperti:
  1. Iman yang kuat sehingga membuahkan amal kewajiban yang banyak, amanah dan tepat janji serta memiliki kesabaran. Allah berfirman yang artinya: "Bukanlah kebaikan (albier)itu kamu menghadapkan mukamu ke timur dan barat tetapi kebaikan adalah orang yang beriman keada Allah, hari kiamat, dan kepada para nabi. Dan membriakn sebagain harta yang dicintainya kepada karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin , ibnussabil, orang yang meminta-minta dan kepada hamba sahaya. Dan mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, menepati janji bila berjanji dan orang yang sebar dalam kesengsaraan dan penderitaan. Mereka itulah orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang taqwa." ( Al-Baqarah : 177 )
  2. keadilan dalam menyikapi dan memutuskan sesuatu.
  3. sifat pemaaf sebagaimana dinyatakan Allah :
    " Dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada taqwa " ( al-Baqarah, 2:237)
Ujian dan tantangan
Ada tiga hal yang akan kita hadapi khususnya setelah puasa tahun ini yakni :
Pertama : ujian hidup bagi setiap pribadi berupa : ketakutan, kelaparan, kekurangan dan kematian. Sebagaimana dinyatakan Allah di dalam Al-Quran : " dan pasti akan kami uji kamu sesuatu ( berupa ) ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikalah berita gembira kepada orang-orang yang sabar ( yiatu ) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata " Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kapadaNya kami kembali "( al-Baqarah 2:155-156) Kedua : tantangan yan dihdapi umat islam. Syeikh Ali Harkan mantan Sekjen Rabithah Alam Islami menyebutkan :
  1. Umat islam dihadapkan kepda berbagai aliran yang kesemuanya memusuhi umat islam.
  2. Nasib minoritas islam dimanamana sering diperlakukan tidak adil.
  3. Umat islam masih terbelenggu dengan kemiskinan, kebodohan, ketertingalan.
  4. Usaha permurtadan terhadap umat islam semakin dahsyat.
Untuk menghadapi ujian dan tantangan tersebut umat islam harus memiliki kekuatan. Dan kekuatan ini bersumber dari agama sendiri, tidak ada alternatif lain. Yakni quwatul aqidah ( kekuatan kwyakinan ), Quwatul ibadah ( kekuatan beribadah ), quwatul khuluq ( kekuatan akhlak ), quwatul ilmi ( kekuatan ilmu ) , quwatul amal ( kekuatan beramal ), quwatul iqtishad ( kekuatan ekonomi ), quwatul ijtima'iyyah ( kekuatan kesatuan dan persatuan ) dan quwatul jihad ( semangat juang ) Kekuatan tersebut hanya akan dimiliki dan diamalkan oleh orang yang bertaqwa.
Ketiga, tantangan yang dihadapi bangsa. Tantangan bangsa indonesia berarti tantangan bagi umat islam indonesia sebab mereka mayoritas. Tantangan tersebut adalah berbagai krisis yang diakibatkan oleh banyaknya penyimpangan. Oleh sebab itu perlu direformasi atau ditata ulang baik manusianya maupun sistemnya. Rasulullah berpesan " Barang siapa melihat kemunkaran hendaknya ia merubah dengan tangannya. Maka bila tidak sanggup hendaknya ia merubah dengan lidahnya. Dan jika tidak sanggup hendaknya merubah dengan hatinya, yang ini serendah-rendahnya iman" ( HR muslim dari Abu Sa'id al Khudrin )

Wallahu a'lam bish-shawab.

Tidak ada komentar: