iklan keren

Minggu, 11 November 2012

10 NASEHAT UNTUK SEORANG GURU


                               10 NASEHAT UNTUK SEORANG GURU
       Bangsa yang maju adalah bangsa yang baik pendidikannya, sedangkan bangsa yang buruk pendidikan nya tidak akan pernah menjadi bangasa yang maju. salah satu komponen yang penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional adalah adanya guru yang berkualitas, profesional dan berpengetahuan.  guru tidak hanya sebagai pengajar, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan dan mengevaluasi peserta didiknya. 

           Guru yang profesional adalah guru yang menguasai materi pembelajaran, menguasai kelas dan menguasai prilaku anak didik, menjadi teladan, membangun kebersamaan, menghidupkan suasana belajar dan menjadi manusia pembelajar.

Guru adalah pemilik risalah yang luhur, karena ulama (ahli ilmu) adalah pewaris para nabi serta kedudukan mereka di mata Allah sangatlah mulia karena mereka beramal dengan keikhlasan, ketekunan, dan kebaikan serta demi mencari Ridha Allah SWT. 

10 nasehat untuk seorang guru (Profesor Ali Mutawalli Ali)

1. Percayalah pada diri sendiri dan waspadalah dengan tugasmu karena engkau adalah pewaris para nabi. sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 11 “niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Maidah : 11)
dan juga di terangkan dalam hadist Nabi : “ keutamaan orang alim itu diatas orang ahli ibadah, seperti keutamaan bulan diantara bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama itu adalah para pewaris nabi dan para nabi itu tidak mewariskan dinar, juga tidak mewariskan dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barang siapa mengambilnya maka ia telah mandapat bagian yang banyak sekali.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

2. Memperbaiki hubungan  dengan pihak sekolah
Ketahuilah, sesungguhnya memperbaiki akhlak itu sebagian dari iman.
“......serta ucapkanlah kata-kata yang baik, kepada manusia.” (Al-Baqarah:83)

3. Persiapkan dirimu menjadi sosok yang islami agar kamu menjadi tokoh yang Da’i yang menjadi panutan dalam penampilan dan perkataan.

4. Berpenampilanlah yang bagus dan bertutur kata yang sopan, sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. “ hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan minumla, dan jangan berlebih-lebihan.” (Al-A’raf:31)

5. Tekuni disiplin ilmu dan profesimu, sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila mengerjakan sesuatu dengan lantas ia mengerjakannya dengan sempurna. “sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal shaleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjkakan amalan(nya) dengan baik.” (Al-Kahfi:30)
“Allah mencintai seseorang yang apabila ia mengerjakan sesuatu pekerjaan, maka ia mengerjakannya dengan sempurna.” (HR.Baihaqi)

6. Perlakukanlah anak-anakmu dengan baik, serta cetaklah pada lembaran mereka yang masih putih dengan kepandaian dan perilaku yang baik.
“ Maka disebabkan rahmat Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekililingmu..”(Ali-Imran:159)


7. Jadilah engkau pemimpin, pemberi cinta, dan kasih sayang bagi seluruh pelajar.
“sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-A’raf:56)
“siapa yang tidak menyayangi sesama manusia, maka Allah tidak akan menyayangi orang tersebut.” (Muttafaqun Alaih)

8. Biasakan untuk aktif pada kegiatan sekolah dengan baik dan niat yang ikhlas.
“ padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya men yembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah:5)

9. Berdakwahkanlah pada anak-anakmu agar orang yang melihat padamu kebesaran islam dan karunia iman. “tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat Ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan baarangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (An-Nisa:114)

10. Seimbanglah antara bersikap lunak dan tegas dalam ujian, janganlah terlalu lunak maka engkau akan lemah dan janganlah terlalu keras maka engkau akan menghancurkan.

        Dari 10 Nasehat Untuk Seorang Guru tersebut, akan mampu mngantarkan seorang guru untuk sampai pada tujuan-tujuan luhur dalam menyampaikan ilmu sebagaimana hal tersebut juga akan mewujudkan pada dakwah kepada jalan Allah dengan hikmah nasehat kebaikan, dan dengan panutan.

Pahala Seorang Guru
Seorang wanita datang menjumpai Fatimah binti Rasul dan berkata, “Aku memiliki seorang ibu yang sudah tua. Untuk melakukan shalat ia mengalami kesulitan. Ibuku mengirimku kesini untuk menanyakan beberapa pertanyaan”. Wanita itu menanyakan sejumlah pertanyaan. Satu demi satu pertanyaan itu dijawab dengan detail dan cermat oleh Fatimah. Kemudian wanita itu malu untuk bertanya lagi dan berkata, “Wahai putri Rasul! Cukup sampai di sini. Aku merasa sungkan bertanya terus menerus”.
Fatimah berkata: “Jangan kawatir! Bertanyalah sebanyak yang engkau suka! Aku akan menjawabnya dengan senang hati. Seandainya engkau diupah untuk mengangkat barang ke suatu tempat, sementara upahnya adalah istana apakah engkau akan menolak mengangkat barang itu?”. Wanita itu berkata, “Tentu tidak! Aku tidak akan merasa lelah dan bosan karena dibalik kerja keras itu bayaran yan besar ada di depan mataku”.
Fatimah melanjutkan, “Ketahuilah bahwa untuk setiap jawaban yang aku berikan, Allah saw memberikan pahala seluas bumi dan seisinya. Dengan pahala sebesar itu bagaimana aku merasa bosan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ibumu? Ayahku telah berkata, Ketika ulama dibangkitkan pada hari kiamat, Allah swt memberikan pahala kepada mereka sesuai keluasan ilmu mereka dan usaha mereka untuk menyadarkan umatnya. Setiap ulama diberikan sejuta pakain dari cahaya. Kemudian malaikat berseru, Wahai ulama yang telah membimbing umat Muhammad dengan ilmu kalian, maka sebesarman mereka memanfaatkan ilmu kalia, maka sebesar itu kalian berhak memperoleh pahala! Bahkan untuk sebagian mereka hanya diberikan seratus ribu pakaian. Setelah pakaian itu dibagikan, Allah swt berfirman, Sekali lagi berikan pakaian kepada mereka sampai pakaian mereka sempurna”.
“Kemudian datang perintah agar hadiah itu digandakan, demikian juga mengenai murid-murid ulama yang menurunkan ilmunya kepada murid-murid berikutnya untuk mereka pahala yang berlipat-lipat.
Kemudian Fatimah berkata kepada wanita itu, “Satu benang dari pakaian itu seribu lebih baik dari semua yang diterangi oleh matahari. Karena kenikmatan dunia bercampur dengan kesulitan dan kesusahan, sementara nikmat akhirat tiada memiliki kekurangan dan cela”.
Hikmah :
Kisah tersebut menjelaskan betapa besar keutamaan menyampaikan ilmu kepada orang lain. Setiap ilmu yang diberikan pahala yang besar bagi seorang guru, pahala akan berlipat apabila ilmu itu diamalkan dan akan berlipat pula pahala seorang guru apabila muridnya menyampaikan ilmu tersebut kepada orang lain. Dan setiap orang lain tersebut menyampaikan ilmunya kepada orang lain lagi berlipat terus pahala tak terbatas bagi seorang guru. Bahkan setelah meminggal dan berlalu ratusan tahun apabila ilmu tersebut terus disampaikan kepada orang lain pahala besar terus mengalir padanya.
Konteks ilmu tentu tidak terbatas pada ilmu agama. Namun ilmu pengetahuan secara umum yang dapat memberikan kemaslahatan di dunia ini terlebih guna kemaslahatan kehidupan di akhirat kelak.

Keutamaan Guru

Dulu waktu kecil, saya punya banyak cita-cita, seperti anak-anak pada umumnya senang berganti-ganti. Cita-cita yang paling berkesan buat saya adalah jadi astronot, pemenang hadiah nobel (ngayal banget daaah), professor, ahli matematika, petualang, milyuner, mm apalagi yaaa, kayaknya hampir semua profesi pernah saya sebutkan... tapi saya ingat, yang pertama kali saya sebutkan adalah GURU.


So bener yaa, perkataan Arai di Sang Pemimpi, bahwa Tuhan akan memeluk impianmu... kesampaian juga saya menjadi seorang guru. Dalam ujian PKn di sekolah saya, ketika ada soal begini : Guru adalah pekerjaan yang .... Tau ndak, siswa saya menjawab apa? Ada yang jawab mulia, baik, berat, repot, dll hehehehe.

Yah begitulah pekerjaan yang MULIA, berat memang, karena seorang guru punya tanggung jawab yang besar dalam mendidik bangsa, mendidik generasi penerus.

Inilah beberapa keutamaan menjadi seorang GURU:

1. Guru adalah pekerjaan yang bisa dilakukan semua orang
Yes, it is! Saya gak bilang kan kalo guru itu adalah pekerjaan yang formal saja, banyak loh guru informal di sekitar kita, bahkan tanpa kita sadari kita sering juga jadi guru informal.
Contohnya ada teman kerja baru di kantor kita, kita sudah berperan sebagai guru loh, ketika kita berusaha membantu dia, walaupun hanya dengan menunjukkan letak berkas penting dan cara penyusunannya.
Bukankah guru itu menyebarkan pengetahuan, tentang apapun?

2. Guru punya kesempatan mengupgrade dirinya dengan mengajar
”...Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (QS Al Imran:79)
Ilmu itu sifatnya sangat dinamis,
ketika dia didiamkan saja oleh pemiliknya (manusia) maka dia akan menghilang,
ketika dia diingat, maka dia akan tetap
ketika dia digunakan, maka dia akan bertambah
ketika dia diajarkan ke orang lain, maka dia akan mengajak jutaan kawannya yang lain.

Itulah keberkahannya mengajar, hitung-hitungan ilmu tidak berlaku secara matematis.
Ada juga kan yah orang pandai yang pelit membagi ilmunya, alasannya karena tidak ingin orang lain lebih sukses dari dia. Bisa dipastikan orang yang seperti itu tidak akan sukses juga, tidak berkah, tidak dinamis ilmunya, sehingga ilmu yang lain juga tidak mau nempel sama dia, dan ilmu yang ada malah menyusut.
Karena dengan kita mengajar, kita akan menemukan dimensi lain dari ilmu yang kita punya, hal-hal baru yang tidak temui sebelumnya, otomatis kita akan bergerak untuk mencari tambahan ilmu... Nah ilmu itu demen banget nempel ama orang-orang seperti ini.

3. Guru adalah salah satu pekerjaan yang meruntuhkan batas ruang dan waktu
IF YOU TEACH, YOU TOUCH THE FUTURE
Begitu quotes yang pernah saya temui. Merinding euy bacanya....
Bayangkan hanya dengan mentransfer ilmu, kita bisa menyentuh bahkan mungkin membentuk masa depan, yang kita sendiri mungkin belum tentu cukup umurnya untuk hidup sampai saat nanti, tapi ilmu yang kita ajarkan terus hidup dan bergulir jauh ke depan, melebih dari kecepatan umur kita. Subhanallah.

4. Guru adalah salah satu pekerjaan yang menghasilkan amal jariyah dengan efek bola salju
Pernahkah terbayang di guru TK kita dahulu, bahwa dengan mereka mengajarkan kita memegang pensil dengan benar, bisa mengalirkan pahala yang deras setiap kita menulis?
Pernahkah terbayang di guru ngaji kita dahulu, bahwa dengan mereka mengajarkan kita membaca Al Qur'an, bisa mengucurkan pahala yang lebat pada setiap huruf yang kita baca?
Padahal guru-guru kita tidak hanya mengajarkan itu saja kan?

5. Guru adalah salah satu pekerjaan yang bisa dijadikan benteng dan motivasi bagi dirinya sendiri
Maksudnya, seorang guru bisa berfikir ribuan kali (tidak hanya tujuh kali) sebelum melakukan perbuatan yang salah.
Well tiada gading yang tak retak, guru manusia juga ada kalanya mereka jatuh pada kekhilafan, tapi guru yang baik akan bercermin pada dirinya sendiri, mereka punya ilmunya mereka tau mana yang baik mana yang salah. Maka label guru menjadi salah satu pengingat akan tanggungjawab mereka juga sebagai motivasi untuk lebih baik lagi.

6. Guru adalah pekerjaan yang didoakan oleh penduduk langit dan bumi
"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia" HR at-Tirmidzi
"Sesungguhnya orang yang memahami ilmu (agama dan mengajarkannya kepada manusia) akan selalu dimohonkan (kepada Allah Ta’ala) pengampunan (dosa-dosanya) oleh semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, termasuk ikan-ikan di lautan" HR Abu Dawud
Mari tundukkan kepala dan dengan ikhlas mendoakan guru-guru kita yang telah berjasa begitu banyak, bahkan mungkin ada yang sudah wafat tapi kita belum sempat bersilaturrahim kepadanya...

7. Guru adalah pewaris para Nabi dan Rasul
"Para ulama yang menyebarkan ilmu agama adalah pewaris para Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena merekalah yang menggantikan tugas para Nabi dan Rasul ‘alaihis salam, yaitu menyebarkan petunjuk Allah Ta’ala dan menyeru manusia ke jalan yang diridhai-Nya, serta bersabar dalam menjalankan semua itu, maka merekalah orang-orang yang paling mulia kedudukannya di sisi Allah Ta’ala setelah para Nabi dan Rasul ‘alaihis salam" Sebagaimana tercantum dalam HR Abu Dawud dan keterangan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab “Miftaahu daaris sa’aadah”

Saya yakin ada banyak sekali keutamaan-keutamaan yang lainnya, karena memang manfaat dan kebarokahan dari seorang guru amat sangat buaaanyak.
Saya juga yakin setiap kita bisa menjadi guru, bahkan dengan kekurangan yang kita punya sekalipun.
Dan ada juga seseorang yang tidak bisa mengelak dari peran guru, karena sudah menjadi keseharian mereka.
Seseorang itu adalah ORANGTUA, atau seorang IBU.

Tidak ada komentar: