ZUHUD & KELEMBUTAN HATI
PENYAKIT RIYA’: SYIRIK TERSEMBUNYI PERUSAK AMAL
I. MUKADIMAH: IKHLAS, SYARAT DITERIMANYA AMAL
Alhamdulillฤh, segala puji bagi Allah yang tidak menerima amal kecuali yang ikhlas dan sesuai sunnah.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ๏ทบ, teladan ikhlas sepanjang zaman.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Banyak orang rajin beramal,
banyak pula yang lelah beribadah,
namun sedikit yang selamat dari riya’.
Riya’ adalah pencuri amal,
datang tanpa suara,
masuk tanpa permisi,
dan keluar membawa pahala.
II. DEFINISI RIYA’ DAN SUM’AH
๐น Pengertian Riya’
Riya’ adalah melakukan ibadah agar dilihat manusia, lalu berharap pujian, penghormatan, atau kedudukan.
๐น Sum’ah
Sum’ah adalah melakukan amal agar didengar manusia, sehingga terkenal dan dipuji.
Keduanya merupakan penyakit hati dan termasuk sifat orang munafik.
III. AMAL TANPA IKHLAS TIDAK BERNILAI
๐ Firman Allah SWT
َูู َุง ุฃُู ِุฑُูุง ุฅَِّูุง َِููุนْุจُุฏُูุง ุงََّููู ู ُุฎِْูุตَِูู َُูู ุงูุฏَِّูู
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
(QS. Al-Bayyinah: 5)
๐ Sabda Rasulullah ๏ทบ
ุฅَِّูู َุง ุงูุฃَุนْู َุงُู ุจِุงَِّّูููุงุชِ
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
๐ Komentar Ulama
- Ibnu Rajab al-Hanbali ุฑุญู
ู ุงููู:
“Hadis ini mencakup seluruh agama, karena amal zahir tanpa niat yang benar adalah jasad tanpa ruh.”
IV. RIYA’ ADALAH SYIRIK
๐ Sabda Rasulullah ๏ทบ
ุฃَุฎَُْูู ู َุง ุฃَุฎَุงُู ุนََُْูููู ُ ุงูุดِّุฑُْู ุงْูุฃَุตْุบَุฑُ
“Perkara yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”
Para sahabat bertanya: “Apakah itu wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Riya’.”
(HR. Ahmad)
๐ Penjelasan
- Riya’ dinamakan syirik kecil (syirik asghar) karena:
- Mengarahkan ibadah kepada selain Allah
- Menjadikan manusia sebagai “penonton ibadah”
V. RIYA’ ORANG MUNAFIK (SYIRIK AKBAR)
๐ Firman Allah SWT
ุฅَِّู ุงْูู َُูุงَِِูููู ُูุฎَุงุฏِุนَُูู ุงََّููู ََُููู ุฎَุงุฏِุนُُูู ْ ۚ َูุฅِุฐَุง َูุงู ُูุง ุฅَِูู ุงูุตََّูุงุฉِ َูุงู ُูุง ُูุณَุงَٰูู ُูุฑَุงุกَُูู ุงَّููุงุณَ
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah membalas tipuan mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas, bermaksud riya’ di hadapan manusia.”
(QS. An-Nisฤ’: 142)
๐ Ulasan Ulama
- Syaikh Shalih al-Fauzan ุญูุธู ุงููู:
“Riya’ orang munafik adalah syirik besar karena amalnya sejak awal bukan untuk Allah.”
VI. KAPAN RIYA’ MENJADI SYIRIK AKBAR?
Riya’ berubah menjadi syirik besar dalam tiga keadaan:
- Riya’ dalam pokok iman (menampakkan Islam demi dunia)
- Seluruh amal dikuasai riya’
- Tujuan dunia lebih dominan daripada mengharap wajah Allah
➡️ Ini mengeluarkan pelakunya dari Islam. Na’ลซdzu billฤh.
VII. IBADAH YANG TERCAMPUR RIYA’
๐น Rincian Hukum:
- Jika niat awalnya riya’ → amal batal seluruhnya
- Riya’ muncul di tengah ibadah:
- Ibadah bersambung (shalat): batal jika riya’ tidak dilawan
- Ibadah terpisah (sedekah): bagian yang tercampur riya’ batal
๐ Penjelasan
- Ibnu Qudamah ุฑุญู
ู ุงููู:
“Riya’ adalah racun. Jika masuk ke dalam amal dan tidak disingkirkan, ia membunuh pahala.”
VIII. RIYA’ MENIMPA SAHABAT, APALAGI KITA
๐ Sabda Rasulullah ๏ทบ
ุฅَِّู ุฃَุฎََْูู ู َุง ุฃَุฎَุงُู ุนََُْูููู ُ ุงูุดِّุฑَْู ุงْูุฃَุตْุบَุฑَ
“Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”
(HR. Ahmad)
➡️ Jika Rasulullah ๏ทบ khawatir pada Muhajirin dan Anshar,
maka umat setelah mereka lebih patut merasa takut.
IX. LEBIH BERBAHAYA DARI FITNAH DAJJAL
๐ Sabda Rasulullah ๏ทบ
ุฃََูุง ุฃُุฎْุจِุฑُُูู ْ ุจِู َุง َُูู ุฃَุฎَُْูู ุนََُْูููู ْ ุนِْูุฏِู ู َِู ุงْูู َุณِูุญِ ุงูุฏَّุฌَّุงِู؟
“Maukah aku beritahu sesuatu yang lebih aku khawatirkan atas kalian daripada Dajjal?”
Para sahabat menjawab: “Tentu.”
Beliau bersabda:
ุงูุดِّุฑُْู ุงْูุฎَُِّูู، َُูููู ُ ุงูุฑَّุฌُُู َُููุตَِّูู َُููุฒَُِّูู ุตََูุงุชَُู ِูู َุง َูุฑَู ู ِْู َูุธَุฑِ ุฑَุฌٍُู“Syirik tersembunyi, yaitu seseorang memperbagus shalatnya karena ada orang yang melihat.”
(HR. Ibnu Majah)
๐ Ulasan
- Riya’ lebih berbahaya karena:
- Menyerang semua zaman
- Masuk ke orang saleh
- Terjadi setiap saat
X. DOA PERLINDUNGAN DARI RIYA’
๐ Sabda Rasulullah ๏ทบ
ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃُุดْุฑَِู ุจَِู َูุฃََูุง ุฃَุนَْูู ُ، َูุฃَุณْุชَุบِْูุฑَُู ِูู َุง َูุง ุฃَุนَْูู ُ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik kepada-Mu dengan sadar, dan aku memohon ampun atas apa yang tidak aku sadari.”
(HR. Ahmad)
➡️ Doa ini dianjurkan dibaca rutin, karena riya’ sering tak terasa.
XI. YANG DISANGKA RIYA’, PADAHAL BUKAN
๐ Hadis Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu
“Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang beramal lalu dipuji manusia?”
Nabi ๏ทบ menjawab:
ุฐَุงَู ุนَุงุฌُِู ุจُุดْุฑَู ุงْูู ُุคْู ِِู“Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi seorang mukmin.”
(HR. Muslim)
๐น Contoh yang bukan riya’:
- Rajin ibadah bersama orang shalih
- Menyembunyikan dosa
- Memakai pakaian bagus
- Menampakkan syiar Islam
๐ Sabda Nabi ๏ทบ
ุฅَِّู ุงََّููู ุฌَู ٌِูู ُูุญِุจُّ ุงْูุฌَู َุงَู
“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan.”
(HR. Muslim)
XII. IKHLAS ITU BERAT
Sufyan ats-Tsauri ุฑุญู ู ุงููู berkata:
“Tidak ada yang lebih berat aku perbaiki selain niatku, karena ia selalu berbolak-balik.”
➡️ Ikhlas:
- Tidak terlihat
- Tidak terdengar
- Tidak menuntut balasan
Namun itulah yang menyelamatkan.
XIII. PENUTUP: MUHASABAH HATI
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Riya’ tidak membuat amal sedikit,
tetapi menghilangkan semuanya.
Mari kita:
- Meluruskan niat sebelum amal
- Melawan riya’ saat beramal
- Memohon ampun setelah amal
Semoga Allah membersihkan hati kita
dari syirik yang tersembunyi,
dan menerima amal kita dengan ikhlas.
DOA PENUTUP: PERLINDUNGAN DARI PENYAKIT RIYA’
ุงَُّูููู َّ ََูู ุงْูุญَู ْุฏُ َูู َุง َْููุจَุบِู ِูุฌََูุงِู َูุฌَِْูู َูุนَุธِูู ِ ุณُْูุทَุงَِูู
Ya Allah, segala puji hanya milik-Mu,
sebagaimana layak bagi keagungan wajah-Mu
dan kebesaran kekuasaan-Mu.
ุงَُّูููู
َّ ุฅَِّูุง َูุนُูุฐُ ุจَِู ู
َِู ุงูุฑَِّูุงุกِ َูุงูุณُّู
ْุนَุฉِ،
َูู
ِْู ุฃَْู َูุนْู
ََู ِูุบَْูุฑِ َูุฌَِْูู
Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu
dari riya’ dan sum’ah,
dan dari beramal bukan karena mengharap wajah-Mu.
ุงَُّูููู
َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃُุดْุฑَِู ุจَِู َูุฃََูุง ุฃَุนَْูู
ُ،
َูุฃَุณْุชَุบِْูุฑَُู ِูู
َุง َูุง ุฃَุนَْูู
ُ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu
dari menyekutukan-Mu dengan sadar,
dan aku memohon ampun atas dosa syirik
yang tidak aku sadari.
(HR. Ahmad)
ุงَُّูููู
َّ ุทَِّูุฑْ ُُูููุจََูุง ู
َِู ุงَِّูููุงِู،
َูุฃَุนْู
َุงََููุง ู
َِู ุงูุฑَِّูุงุกِ،
َูุฃَْูุณَِูุชََูุง ู
َِู ุงَْููุฐِุจِ،
َูุฃَุนََُْูููุง ู
َِู ุงْูุฎَِูุงَูุฉِ
Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari nifaq,
amal kami dari riya’,
lisan kami dari dusta,
dan pandangan kami dari pengkhianatan.
ุงَُّูููู
َّ ุงุฌْุนَْู ุฃَุนْู
َุงََููุง ََُّูููุง ุตَุงِูุญَุฉً،
َูุงุฌْุนََْููุง َِููุฌَِْูู ุฎَุงِูุตَุฉً،
ََููุง ุชَุฌْุนَْู َِูููุง ِูุฃَุญَุฏٍ ุบَْูุฑَِู ุดَْูุฆًุง
Ya Allah, jadikan seluruh amal kami amal yang shalih,
jadikan ia ikhlas hanya karena-Mu,
dan jangan Engkau sisakan di dalamnya
sedikit pun bagian untuk selain-Mu.
(Doa para salaf)
ุงَُّูููู َّ َูุง ุชََِْูููุง ุฅَِูู ุฃَُْููุณَِูุง ุทَุฑَْูุฉَ ุนٍَْูู
Ya Allah, jangan Engkau serahkan kami kepada diri kami sendiri
meski hanya sekejap mata.
ุงَُّูููู
َّ ุงุฎْุชِู
ْ ََููุง ุจِุงْูุฅِุฎَْูุงุตِ،
َูุงุญْุดُุฑَْูุง ู
َุนَ ุงْูู
ُุฎِْูุตَِูู،
َูุงุณَِْููุง ู
ِْู ุญَْูุถِ َูุจَِِّูู ู
ُุญَู
َّุฏٍ ๏ทบ ุดَุฑْุจَุฉً َูุง َูุธْู
َุฃُ ุจَุนْุฏََูุง ุฃَุจَุฏًุง
Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan keikhlasan,
kumpulkan kami bersama orang-orang yang ikhlas,
dan minumkan kami dari telaga Nabi-Mu Muhammad ๏ทบ
minuman yang setelahnya kami tidak akan haus selamanya.
ุฑَุจََّูุง ุชََูุจَّْู ู
َِّูุง، ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงูุณَّู
ِูุนُ ุงْูุนَِููู
ُ
َูุชُุจْ ุนَََْูููุง ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงูุชََّّูุงุจُ ุงูุฑَّุญِูู
ُ
Wahai Rabb kami, terimalah dari kami,
sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,
dan terimalah taubat kami,
sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
َูุตََّูู ุงَُّููู ุนََูู َูุจَِِّููุง ู
ُุญَู
َّุฏٍ
َูุนََูู ุขِِูู َูุตَุญْุจِِู ุฃَุฌْู
َุนَِูู
َูุงْูุญَู
ْุฏُ َِِّููู ุฑَุจِّ ุงْูุนَุงَูู
َِูู
Tidak ada komentar:
Posting Komentar