๐ IKHLAS DALAM BERAMAL
Amal Kecil Jadi Besar, Amal Besar Bisa Gugur
๐ PEMBUKAAN
ุงูุญู
ุฏ ููู ุฑุจ ุงูุนุงูู
ูู،
ูุญู
ุฏู ููุณุชุนููู ููุณุชุบูุฑู ููุชูุจ ุฅููู،
ููุนูุฐ ุจุงููู ู
ู ุดุฑูุฑ ุฃููุณูุง ูู
ู ุณูุฆุงุช ุฃุนู
ุงููุง،
ู
ู ููุฏู ุงููู ููุง ู
ุถู ูู، ูู
ู ูุถูู ููุง ูุงุฏู ูู.
ูุฃุดูุฏ ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ูุญุฏู ูุง ุดุฑูู ูู،
ูุฃุดูุฏ ุฃู ู
ุญู
ุฏًุง ุนุจุฏู ูุฑุณููู،
ุงูููู
ุตู ูุณูู
ูุจุงุฑู ุนูู ูุจููุง ู
ุญู
ุฏ،
ูุนูู ุขูู ูุตุญุจู ุฃุฌู
ุนูู.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah
dengan takwa yang jujur,
takwa yang tidak hanya terlihat,
tapi hidup di dalam hati.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Ada satu amalan
yang tidak terlihat oleh mata,
tidak terdengar oleh telinga,
tidak bisa difoto oleh kamera,
tetapi menentukan diterima atau ditolaknya seluruh amal kita.
Itulah…
IKHLAS.
๐ JEDA HUMOR PEMBUKA
“Ada orang ibadahnya rajin,
sedekahnya jalan,
tapi setiap amal:
‘Tolong fotoin ya… biar ada kenangan.’
Akhirnya kenangannya ada,
pahalanya… belum tentu.” ๐
๐ข BAGIAN I — URGENSI IKHLAS
1. Ikhlas adalah perintah utama agama
Allah berfirman:
َูู َุง ุฃُู ِุฑُูุง ุฅَِّูุง َِููุนْุจُุฏُูุง ุงََّููู ู ُุฎِْูุตَِูู َُูู ุงูุฏَِّูู
Artinya:
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
(QS. Al-Bayyinah: 5)
Hadirin…
Ayat ini tidak mengatakan:
“Perbanyak ibadah…”
tetapi:
“Murnikan ibadah.”
๐ Ibnu Katsir ุฑุญู ู ุงููู:
“Ayat ini adalah dalil bahwa amal tanpa ikhlas tidak bernilai.”
๐ Tafsir Ibnu Katsir
2. Ikhlas penentu diterima atau ditolak
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
« ุฅَِّูู َุง ุงูุฃَุนْู َุงُู ุจِุงَِّّูููุงุชِ »
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
๐ Imam Asy-Syafi’i ุฑุญู ู ุงููู:
“Hadis ini mencakup seluruh bab agama.”
๐ Jami’ul ‘Ulum wal Hikam – Ibnu Rajab
๐ JEDA HUMOR
“Dua orang shalat berdampingan,
gerakannya sama,
bacaannya sama,
yang satu naik derajat,
yang satu… cuma olahraga rohani.” ๐
๐ข BAGIAN II — INDIKASI IKHLAS
1️⃣ Sama saat dipuji dan dicela
Allah berfirman:
ุฅَِّู ุงََّููู ุนَِููู ٌ ุจِุฐَุงุชِ ุงูุตُّุฏُูุฑِ
“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati.”
(QS. Ali ‘Imran: 119)
๐ Fudhail bin ‘Iyadh ุฑุญู ู ุงููู:
“Ikhlas adalah ketika engkau tidak peduli pujian dan celaan manusia.”
๐ JEDA HUMOR
“Kalau pas dipuji semangat,
pas nggak ada yang lihat langsung kendor…
itu bukan ikhlas,
itu ibadah pakai sensor gerak.” ๐
2️⃣ Tidak haus pengakuan
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
« ู َْู ุณَู َّุนَ ุณَู َّุนَ ุงَُّููู ุจِِู »
“Barang siapa beramal agar didengar manusia, Allah akan membuka aib niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
๐ An-Nawawi ุฑุญู ู ุงููู:
“Hadis ini ancaman bagi pencari popularitas dalam ibadah.”
3️⃣ Tidak kecewa saat tak dihargai
Allah berfirman:
ุฅَِّูู َุง ُูุทْุนِู ُُูู ْ َِููุฌِْู ุงَِّููู
“Kami memberi makan kalian hanya mengharap wajah Allah.”
(QS. Al-Insan: 9)
๐ JEDA HUMOR
“Kalau habis bantu orang tapi kesel karena nggak diucapin makasih,
berarti kita bantu sambil nunggu struk.” ๐
๐ข BAGIAN III — KIAT MEMPEROLEH IKHLAS
a) Wudhลซแธฅul Hadaf (Tujuan yang Jelas)
Allah berfirman:
ُْูู ุฅَِّู ุตََูุงุชِู َُููุณُِูู َูู َุญَْูุงَู َูู َู َุงุชِู َِِّููู
“Katakanlah: shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah.”
(QS. Al-An’am: 162)
๐ Ibnu Katsir:
“Ayat ini mencakup seluruh amal lahir dan batin.”
๐ HUMOR
“Kalau niatnya bercabang:
sedikit karena Allah,
sedikit karena manusia…
itu niat prasmanan.” ๐
b) Ittibฤ‘u Sunnah
Allah berfirman:
َูุงุชَّุจِุนُِููู ُูุญْุจِุจُْูู ُ ุงَُّููู
“Ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.”
(QS. Ali ‘Imran: 31)
๐ Hasan Al-Bashri ุฑุญู ู ุงููู:
“Amal tidak diterima kecuali dengan ikhlas dan mengikuti sunnah.”
๐
“Niatnya ikhlas,
tapi caranya ngawur…
itu seperti shalat pakai niat wudhu.” ๐
c) Bercermin pada para mukhlasin
Allah berfirman:
ุฅَِّูุง ุนِุจَุงุฏَ ุงَِّููู ุงْูู ُุฎَْูุตَِูู
“Kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas.”
(QS. Ash-Shaffat: 40)
๐ Ibnu Qayyim ุฑุญู ู ุงููู:
“Mukhlis menyembunyikan amal sebagaimana ia menyembunyikan dosanya.”
๐
“Orang ikhlas itu amalnya banyak,
tapi galeri HP-nya sepi.” ๐
d) Merenungkan bahaya riya
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
« ุฃَุฎَُْูู ู َุง ุฃَุฎَุงُู ุนََُْูููู ُ ุงูุดِّุฑُْู ุงูุฃَุตْุบَุฑُ… ุงูุฑَِّูุงุกُ »
“Yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil: riya.”
(HR. Ahmad)
๐ Ibnu Rajab ุฑุญู ู ุงููู:
“Riya menghapus pahala tanpa terasa.”
e) Mengingat indahnya balasan mukhlasin
Allah berfirman:
َُููู ْ ุฃَุฌْุฑُُูู ْ ุนِูุฏَ ุฑَุจِِّูู ْ
“Mereka mendapatkan pahala di sisi Tuhan mereka.”
(QS. Al-Baqarah: 112)
Hadis Qudsi:
« ุฃََูุง ุฃَุบَْูู ุงูุดُّุฑََูุงุกِ ุนَِู ุงูุดِّุฑِْู »
“Aku paling tidak butuh sekutu.”
(HR. Muslim)
๐ HUMOR PENUTUP CERAMAH
“Kalau Allah sudah ridha,
mau manusia nggak like,
nggak share,
nggak komentar…
surga tetap full fasilitas.” ๐
๐คฒ DOA
Ya Allah…
kami datang bukan membawa amal yang pantas dibanggakan…
kami datang membawa hati yang sering bercabang…
Ya Allah…
betapa sering kami beramal
tapi diam-diam berharap dipuji
betapa sering kami berbuat baik
tapi sedih ketika tak dihargai…
Ya Allah…
bersihkan niat kami…
luruskan hati kami…
jangan Engkau jadikan amal kami
sebagai debu yang beterbangan…
Ya Allah…
kami lelah berpura-pura baik di hadapan manusia
kami ingin jujur di hadapan-Mu…
Ya Allah…
jika selama ini kami beribadah untuk dilihat
maka ajari kami beribadah untuk dilihat oleh-Mu saja…
Ya Allah…
terimalah amal yang sedikit ini
ampuni dosa yang banyak ini
dan jangan Engkau cabut nyawa kami
kecuali dalam keadaan Engkau ridha…
Rabbana taqabbal minna…
innaka Antas Sami’ul ‘Alim…
wa tub ‘alaina…
innaka Antat Tawwabur Rahim…
ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู
ุญู
ุฏ
ูุนูู ุขูู ูุตุญุจู ุฃุฌู
ุนูู
ูุงูุญู
ุฏ ููู ุฑุจ ุงูุนุงูู
ูู.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar