KEMBALI KEPADA FITRAH Menjadi Manusia Sebagaimana Allah Menciptakan

KEMBALI KEPADA FITRAH

Menjadi Manusia Sebagaimana Allah Menciptakan


PENDAHULUAN

Hadirin rahimakumullฤh…

Masalah umat hari ini bukan kurang pintar,
tapi kurang kembali ke fitrah.

Banyak yang:

  • pintar tapi licik
  • rajin ibadah tapi kasar
  • paham agama tapi hobi saling menyalahkan

[Humor pembuka]
Ibarat HP mahal…
fiturnya lengkap…
tapi dipakai cuma buat nonton gosip & debat WA ๐Ÿ˜„


1. DEFINISI FITRAH

QS. Ar-Rum: 30

Arab:

ูَุฃَู‚ِู…ْ ูˆَุฌْู‡َูƒَ ู„ِู„ุฏِّูŠู†ِ ุญَู†ِูŠูًุง ۚ ูِุทْุฑَุชَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„َّุชِูŠ ูَุทَุฑَ ุงู„ู†َّุงุณَ ุนَู„َูŠْู‡َุง

Terjemah:
“Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus; (tetaplah) pada fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”

๐Ÿ“– Ibnu Katsir:

Fitrah adalah kesiapan jiwa untuk menerima tauhid dan kebenaran.

๐Ÿ“– Al-Qurthubi:

Fitrah bukan sekadar potensi, tapi kecenderungan alami menuju Allah.

๐Ÿง  Kesimpulan:
Fitrah = setting pabrik manusia.
Kalau rusak, bukan salah Pabrik… tapi salah pemakai ๐Ÿ˜„


2. MERAIH 5 F (FITRAH)


A. FITRAH DALAM AQIDAH

QS. Al-An’am: 82

Arab:

ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَู„َู…ْ ูŠَู„ْุจِุณُูˆุง ุฅِูŠู…َุงู†َู‡ُู…ْ ุจِุธُู„ْู…ٍ

Terjemah:
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik)…”

๐Ÿ“– Ibnu Abbas:

“Zulm” di ayat ini maksudnya syirik, bukan dosa biasa.

Pesan mimbar:
Fitrah aqidah itu tauhid murni,
bukan tauhid + jimat,
bukan tauhid + pesugihan ๐Ÿ˜„


B. FITRAH DALAM IBADAH

QS. Al-Bayyinah: 5

Arab:

ูˆَู…َุง ุฃُู…ِุฑُูˆุง ุฅِู„َّุง ู„ِูŠَุนْุจُุฏُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ู…ُุฎْู„ِุตِูŠู†َ ู„َู‡ُ ุงู„ุฏِّูŠู†َ

Terjemah:
“Mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan ikhlas.”

๐Ÿ“– Imam Asy-Syafi’i:

Amal tanpa ikhlas seperti jasad tanpa ruh.

Humor mimbar:
Ibadah tanpa ikhlas itu capek…
kayak lari jauh-jauh…
eh ternyata treadmill ๐Ÿ˜„


C. FITRAH DALAM AKHLAQ

QS. Al-Qalam: 4

Arab:

ูˆَุฅِู†َّูƒَ ู„َุนَู„َู‰ٰ ุฎُู„ُู‚ٍ ุนَุธِูŠู…ٍ

Terjemah:
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar di atas akhlak yang agung.”

๐Ÿ“– Ibnu Taimiyah:

Akhlak Nabi adalah Al-Qur’an yang berjalan.

Tamparan halus:
Kalau ibadah rajin tapi akhlak kejam,
itu bukan naik level,
tapi keluar jalur.


D. FITRAH DALAM FIKRAH (POLA PIKIR)

QS. Ali ‘Imran: 7

Arab:

ูَุฃَู…َّุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูِูŠ ู‚ُู„ُูˆุจِู‡ِู…ْ ุฒَูŠْุบٌ

Terjemah:
“Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada penyimpangan…”

๐Ÿ“– Ar-Razi:

Penyimpangan berpikir lahir dari hati yang tidak bersih.

Humor reflektif:
Otak encer tapi hati bengkok,
hasilnya bukan cerdas…
tapi licik ๐Ÿ˜„


E. FITRAH DALAM JIWA

QS. Asy-Syams: 9–10

Arab:

ู‚َุฏْ ุฃَูْู„َุญَ ู…َู†ْ ุฒَูƒَّุงู‡َุง ۝ ูˆَู‚َุฏْ ุฎَุงุจَ ู…َู†ْ ุฏَุณَّุงู‡َุง

Terjemah:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan rugi orang yang mengotorinya.”

๐Ÿ“– Al-Ghazali (Ihya’ Ulumuddin):

Jiwa yang tidak dirawat akan membunuh pemiliknya perlahan.


3. CARA MEMPERTAHANKAN FITRAH (5 M)


A. MURAQABAH (Merasa Diawasi Allah)

QS. Al-Mujadilah: 7

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุจِูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ุนَู„ِูŠู…ٌ

๐Ÿ“– Ibnu Rajab:

Muraqabah adalah akar semua kebaikan.

Humor tajam:
Kalau CCTV rusak masih takut maling,
masa pengawasan Allah malah dianggap offline? ๐Ÿ˜„


B. MU’AHADAH (Menepati Janji dengan Allah)

QS. Al-Baqarah: 83

ูˆَู‚ُูˆู„ُูˆุง ู„ِู„ู†َّุงุณِ ุญُุณْู†ًุง

๐Ÿ“– Ath-Thabari:

Janji iman harus tampak dalam lisan dan sikap.


C. MUHASABAH (Introspeksi Diri)

QS. Al-Hasyr: 18

ูˆَู„ْุชَู†ْุธُุฑْ ู†َูْุณٌ ู…َุง ู‚َุฏَّู…َุชْ ู„ِุบَุฏٍ

๐Ÿ“– Umar bin Khattab:

Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.


D. MU’AQABAH (Memberi Sanksi pada Diri)

๐Ÿ“– Hasan Al-Bashri:

Jiwa yang dibiarkan akan memberontak.

Contoh:
Kalau lalai shalat malam → tambah sedekah
Kalau lisan nyakitin → puasa sunnah


E. MUJAHADAH (Bersungguh-sungguh Melawan Nafsu)

QS. Al-Hajj: 78

ูˆَุฌَุงู‡ِุฏُูˆุง ูِูŠ ุงู„ู„َّู‡ِ ุญَู‚َّ ุฌِู‡َุงุฏِู‡ِ

๐Ÿ“– Ibnu Qayyim:

Jihad terbesar adalah melawan diri sendiri.

Humor penutup:
Melawan musuh di luar itu berat…
tapi melawan malas sendiri itu level final boss ๐Ÿ˜„


HADITS PENEGAS (HADITS 37 – ARBA’IN NAWAWI)

Arab (potongan):

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุชَุฌَุงูˆَุฒَ ุนَู†ْ ุฃُู…َّุชِูŠ ู…َุง ุญَุฏَّุซَุชْ ุจِู‡ِ ุฃَู†ْูُุณَู‡َุง

Terjemah:
“Allah memaafkan umatku atas bisikan hati selama belum diucapkan atau dilakukan.”

๐Ÿ“– Imam Nawawi:

Fitrah bisa kotor, tapi pintu taubat selalu terbuka.


PENUTUP 

Hadirin…

Kembali ke fitrah bukan mundur,
tapi pulang ke rumah.

Bukan jadi manusia baru,
tapi jadi manusia sejati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar