PENYESALAN BAGI YANG TIDAK BERZAKAT, INFAQ, DAN SHADAQAH

PENYESALAN BAGI YANG TIDAK BERZAKAT, INFAQ, DAN SHADAQAH

(Ketika Harta Menjadi Penolong atau Penjerumus)


MUQADDIMAH

Alhamdulillฤh…
Islam adalah agama yang menyucikan harta, bukan memusnahkannya.
Yang membuat harta selamat bukan banyaknya,
tapi keluarnya di jalan Allah.

๐Ÿ˜„
Harta itu seperti sabun,
kalau dipakai—membersihkan,
kalau disimpan terus—malah berjamur.


1) MEMBERI ADALAH SIFAT NABI DAN PENGIKUTNYA

Rasulullah ๏ทบ adalah manusia paling dermawan,
dan semakin dermawan lagi di bulan Ramadhan.

Hadits (Arba‘in Nawawiyah no. 11)

Arab:
ุฏَุนْ ู…َุง ูŠَุฑِูŠุจُูƒَ ุฅِู„َู‰ٰ ู…َุง ู„َุง ูŠَุฑِูŠุจُูƒَ

(Hadits ini sering dibawakan untuk menekankan kehati-hatian dalam harta dan muamalah)

Namun khusus sifat memberi, Rasulullah ๏ทบ bersabda:

Hadits

Arab:
ูƒَุงู†َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ๏ทบ ุฃَุฌْูˆَุฏَ ุงู„ู†َّุงุณِ

Terjemah:
“Rasulullah ๏ทบ adalah orang yang paling dermawan.”
๐Ÿ“– HR. Bukhari dan Muslim

๐Ÿ“– Ibnu Hajar Al-‘Asqalani ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡

“Kedermawanan Nabi menunjukkan kesempurnaan tawakkal beliau kepada Allah.”
๐Ÿ“š Fathul Bฤri

๐Ÿ˜„
Kalau Nabi sudah dijamin surga tapi tetap dermawan,
masa kita yang masih “nunggu hasil hisab” malah pelit?


2) DI DALAM HARTA ADA HAK FAKIR MISKIN

QS. Adz-Dzฤriyฤt: 19

Arab:
ูˆَูِูŠ ุฃَู…ْูˆَุงู„ِู‡ِู…ْ ุญَู‚ٌّ ู„ِّู„ุณَّุงุฆِู„ِ ูˆَุงู„ْู…َุญْุฑُูˆู…ِ

Terjemah:
“Dan pada harta mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta.”

๐Ÿ“Œ Perhatikan:
Allah tidak bilang “sedekah”,
tapi “hak”.

๐Ÿ“– Imam Al-Qurthubi ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡

“Ayat ini dalil bahwa zakat bukan kebaikan tambahan, tapi kewajiban.”
๐Ÿ“š Tafsir Al-Qurthubi

๐Ÿ˜„
Kalau hak orang kita tahan,
jangan heran hidup terasa sempit…
karena ada hak yang tersumbat.


3) PENYESALAN ORANG YANG TIDAK MAU MEMBERI

QS. Al-Munฤfiqลซn: 10–11

Arab:
ูˆَุฃَู†ูِู‚ُูˆุง ู…ِู† ู…َّุง ุฑَุฒَู‚ْู†َุงูƒُู… ู…ِّู† ู‚َุจْู„ِ ุฃَู† ูŠَุฃْุชِูŠَ ุฃَุญَุฏَูƒُู…ُ ุงู„ْู…َูˆْุชُ
ูَูŠَู‚ُูˆู„َ ุฑَุจِّ ู„َูˆْู„َุง ุฃَุฎَّุฑْุชَู†ِูŠ ุฅِู„َู‰ٰ ุฃَุฌَู„ٍ ู‚َุฑِูŠุจٍ
ูَุฃَุตَّุฏَّู‚َ ูˆَุฃَูƒُู† ู…ِّู†َ ุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠู†َ

Terjemah:
“Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian… lalu dia berkata: ‘Ya Rabbku, mengapa tidak Engkau tangguhkan aku sebentar saja, agar aku bisa bersedekah dan menjadi orang saleh?’”

๐Ÿ“– Ibnu Katsir ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡

“Orang yang menunda sedekah akan menyesal saat sakaratul maut.”
๐Ÿ“š Tafsir Ibnu Katsir

๐Ÿ˜„
Waktu sehat pelit,
waktu sekarat baru niat sedekah—
padahal rekening amal sudah ditutup.


4) AKIBAT TIDAK BERZAKAT, INFAQ, DAN SHADAQAH

a) Kehancuran Dunia

QS. Al-Qashash: 78

Arab:
ุฅِู†َّู…َุง ุฃُูˆุชِูŠุชُู‡ُ ุนَู„َู‰ٰ ุนِู„ْู…ٍ ุนِู†ุฏِูŠ

Terjemah:
“Kekayaan ini aku peroleh karena kepandaianku.”

๐Ÿ“Œ Inilah ucapan Qarun sebelum dihancurkan.

๐Ÿ“– Asy-Sya‘rawi ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡

“Harta yang tidak disandarkan kepada Allah akan menjadi sebab kebinasaan.”
๐Ÿ“š Tafsir Asy-Sya‘rawi

๐Ÿ˜„
Kalau harta bikin sombong,
itu bukan nikmat—itu bom waktu.


b) Tidak Harmonis dengan Masyarakat

๐Ÿ“Œ Orang pelit:

  • dijauhi
  • tidak dipercaya
  • dicurigai

๐Ÿ˜„
Bukan karena miskin…
tapi karena pelitnya bikin pengap.

๐Ÿ“– Al-Mawardi ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡
๐Ÿ“š Adabud Dunya wad Din


c) Mengundang Permusuhan dan Kebencian

๐Ÿ“Œ Ketimpangan sosial sering bukan karena kurang harta,
tapi harta berputar di orang yang sama.

๐Ÿ˜„
Orang kaya makin kaya,
orang miskin makin kenal sabar.


d) Hilangnya Keberkahan

Hadits (Arba‘in Nawawiyah no. 12)

Arab:
ู…ِู†ْ ุญُุณْู†ِ ุฅِุณْู„َุงู…ِ ุงู„ْู…َุฑْุกِ ุชَุฑْูƒُู‡ُ ู…َุง ู„َุง ูŠَุนْู†ِูŠู‡ِ

๐Ÿ“Œ Termasuk harta yang tidak diberkahi:
sibuk menumpuk, lupa berbagi.

๐Ÿ“– An-Nawawi ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡
๐Ÿ“š Syarh Arba‘in

๐Ÿ˜„
Gaji naik,
tapi hidup tetap terasa pas-pasan—
itu tanda berkahnya bocor.


e) Diperbudak oleh Harta

๐Ÿ“Œ Harta seharusnya di tangan,
bukan di hati.

๐Ÿ˜„
Bukan kita yang punya harta,
tapi harta yang punya kita.

๐Ÿ“– Ibnu Qayyim ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡

“Apa pun yang menguasai hati selain Allah adalah perbudakan.”
๐Ÿ“š Al-Fawฤ’id


PENUTUP

Jamaah rahimakumullฤh…

Zakat, infaq, dan shadaqah
bukan mengurangi harta,
tapi menyelamatkannya.

Karena di akhirat nanti,
yang kita bawa bukan jumlah,
tapi yang pernah kita keluarkan.

๐Ÿ˜„
Kalau ingin harta jadi teman sampai surga,
ajak ia berinfak sejak di dunia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar