Iman Palsu & Bahaya Menolak Hukum Allah
Tafsir QS An-Nisฤ’ Ayat 60–61
๐ AYAT 60
ุฃََูู
ْ ุชَุฑَ ุฅَِูู ุงَّูุฐَِูู َูุฒْุนُู
َُูู
ุฃََُّููู
ْ ุขู
َُููุง ุจِู
َุง ุฃُูุฒَِู ุฅََِْููู
َูู
َุง ุฃُูุฒَِู ู
ِู َูุจَِْูู
ُูุฑِูุฏَُูู ุฃَู َูุชَุญَุงَูู
ُูุง ุฅَِูู ุงูุทَّุงุบُูุชِ
ََููุฏْ ุฃُู
ِุฑُูุง ุฃَู َُْูููุฑُูุง ุจِِู
َُููุฑِูุฏُ ุงูุดَّْูุทَุงُู ุฃَู ُูุถَُِّููู
ْ ุถََูุงًูุง ุจَุนِูุฏًุง
๐ TERJEMAHAN
“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang mengaku beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka ingin berhukum kepada thaghut, padahal mereka diperintahkan untuk mengingkarinya. Dan setan ingin menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya.”
๐งญ 1. IMAN YANG HANYA DI LISAN
๐จ MAKNA
๐ “َูุฒْุนُู َُูู” = mereka mengaku
Artinya:
๐ iman tidak benar-benar ada di hati
๐ DALIL PENGUAT
QS Al-Baqarah: 8
َูู
َِู ุงَّููุงุณِ ู
َู َُُูููู ุขู
ََّูุง ุจِุงَِّููู
َูุจِุงَْْูููู
ِ ุงْูุขุฎِุฑِ َูู
َุง ُูู
ุจِู
ُุคْู
َِِููู
“Di antara manusia ada yang berkata ‘kami beriman’, padahal mereka tidak beriman.”
๐ ULASAN ULAMA
๐ Tafsir Ibnu Katsir
๐ ini sifat orang munafik:
๐ lisannya beriman, hatinya tidak
๐ HUMOR
Ngaku:
๐ “Saya taat…” ๐
Tapi pas diuji:
๐ “Kita lihat situasi dulu…” ๐คฃ๐คฃ
๐งญ 2. BERHUKUM KEPADA THAGHUT
๐ AYAT
َูุชَุญَุงَูู ُูุง ุฅَِูู ุงูุทَّุงุบُูุชِ
๐ฑ MAKNA
Thaghut:
๐ segala yang menyimpang dari hukum Allah
๐ DALIL PENGUAT
QS Az-Zumar: 17
َูุงَّูุฐَِูู ุงุฌْุชََูุจُูุง ุงูุทَّุงุบُูุชَ ุฃَู َูุนْุจُุฏَُููุง
“Orang-orang yang menjauhi thaghut…”
๐ ULASAN ULAMA
๐ Tafsir Al-Qurthubi
๐ berhukum selain hukum Allah = bentuk penyimpangan serius
๐ HUMOR
Kalau sesuai keinginan ๐
๐ “Ini hukum terbaik!”
Kalau tidak sesuai ๐คฃ
๐ “Cari alternatif…” ๐คฃ๐คฃ
๐งญ 3. PERAN SETAN
๐ AYAT
َُููุฑِูุฏُ ุงูุดَّْูุทَุงُู ุฃَู ُูุถَُِّููู ْ
๐จ MAKNA
Setan:
๐ tidak langsung menyesatkan
Tapi:
๐ pelan-pelan
๐ DALIL
QS Al-A’raf: 16
َูุฃَْูุนُุฏََّู َُููู ْ ุตِุฑَุงุทََู ุงْูู ُุณْุชَِููู َ
“Aku akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.”
๐ ULASAN ULAMA
๐ Ihya Ulumuddin Al-Ghazali
๐ setan sering menyamarkan kebatilan sebagai kebaikan
๐ HUMOR
Awalnya:
๐ “Cuma sekali…” ๐
Lama-lama:
๐ “Udah biasa…” ๐คฃ๐คฃ
๐ AYAT 61
َูุฅِุฐَุง َِููู َُููู
ْ ุชَุนَุงَْููุง
ุฅَِٰูู ู
َุง ุฃَูุฒََู ุงَُّููู َูุฅَِูู ุงูุฑَّุณُِูู
ุฑَุฃَْูุชَ ุงْูู
َُูุงَِِูููู َูุตُุฏَُّูู ุนََูู ุตُุฏُูุฏًุง
๐ TERJEMAHAN
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Marilah berhukum kepada apa yang diturunkan Allah dan kepada Rasul,’ kamu melihat orang-orang munafik itu berpaling dengan kuat darimu.”
๐งญ 4. TANDA MUNAFIK: MENOLAK WAHYU
๐ญ MAKNA
Diajak ke Al-Qur’an:
๐ malah menghindar
๐ DALIL PENGUAT
QS An-Nur: 48
َูุฅِุฐَุง ุฏُุนُูุง ุฅَِูู ุงَِّููู َูุฑَุณُِِููู
َِููุญُْูู
َ ุจََُْูููู
ْ
ุฅِุฐَุง َูุฑٌِูู ู
ُِّْููู
ู
ُّุนْุฑِุถَُูู
“Jika diajak kepada Allah dan Rasul, sebagian mereka berpaling.”
๐ HADIS
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุขَูุฉُ ุงْูู َُูุงِِูู ุซََูุงุซٌ…
“Tanda orang munafik ada tiga…”
(HR. Bukhari & Muslim)
๐ salah satunya: suka menyimpang dari kebenaran
๐ ULASAN ULAMA
๐ Tafsir As-Sa'di
๐ orang munafik hanya mau hukum yang menguntungkan dirinya
๐ HUMOR
Diajak ke dalil ๐
๐ “Wah… berat…”
Diajak ke dunia ๐คฃ
๐ “Gas terus!” ๐คฃ๐คฃ
๐งญ 5. REALITA HARI INI
Ayat ini sangat relevan:
- pilih-pilih agama
- ikut yang mudah saja
- menolak yang berat
๐ข RENUNGAN
Masalah kita:
๐ bukan tidak tahu kebenaran
๐ tapi tidak mau tunduk
๐ฅ PENUTUP
Ma’asyiral muslimin…
Ayat ini mengajarkan:
๐ iman harus total
๐ tidak boleh setengah-setengah
๐ tidak boleh pilih-pilih hukum
๐ฅ PERTANYAAN BESAR
Saat hukum Allah datang:
๐ kita tunduk?
atau
๐ kita cari jalan lain?
๐ข RENUNGAN
- iman itu bukan klaim
- tapi ketaatan
- dan keberanian menerima kebenaran
๐คฒ MUNAJAT
Ya Allah…
jauhkan kami dari sifat munafik…
Ya Allah…
jadikan kami hamba yang tunduk pada hukum-Mu…
Ya Allah…
jangan Engkau jadikan kami orang yang memilih agama sesuai hawa nafsu…
Ya Allah…
tetapkan hati kami di atas kebenaran…
ุขู ูู ูุง ุฑุจ ุงูุนุงูู ูู ๐คฒ๐ญ
๐ FOOTNOTE KITAB RUJUKAN
- Tafsir Ibnu Katsir – sifat munafik
- Tafsir Al-Qurthubi – makna thaghut
- Tafsir As-Sa'di – tanda penolakan
- Ihya Ulumuddin Al-Ghazali – tipu daya setan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar