Ketika Kebenaran Datang Tapi Tidak Sesuai Hawa Nafsu


“Ketika Kebenaran Datang Tapi Tidak Sesuai Hawa Nafsu”

(Tafsir QS Al-Baqarah: 87)


1. Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Salah satu penyakit manusia yang paling tua dalam sejarah adalah:

menolak kebenaran karena tidak sesuai dengan keinginan diri.

Penyakit ini sudah terjadi sejak zaman para nabi.


2. Pembacaan Ayat

Allah berfirman:

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَقَفَّيْنَا مِنْۢ بَعْدِهٖ بِالرُّسُلِ ۖ وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ اَفَكُلَّمَا جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌۢ بِمَا لَا تَهْوٰىٓ اَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ ۚ فَفَرِيْقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيْقًا تَقْتُلُوْنَ

“Sungguh Kami telah memberikan Taurat kepada Musa, kemudian Kami susulkan setelahnya para rasul. Kami berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti yang nyata dan Kami kuatkan dia dengan Ruhul Qudus (Jibril). Mengapa setiap datang kepada kalian seorang rasul membawa sesuatu yang tidak kalian sukai, kalian menyombongkan diri? Sebagian kalian dustakan dan sebagian kalian bunuh.”

(QS Al-Baqarah: 87)


3. Allah Mengutus Banyak Rasul

Allah menyebut tiga hal besar dalam ayat ini:

  1. Taurat kepada Nabi Musa
  2. Para rasul setelah Musa
  3. Nabi Isa dengan mukjizat besar

Ini menunjukkan Allah tidak pernah meninggalkan manusia tanpa petunjuk.


Allah berfirman:

رُسُلًا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ

“Para rasul diutus sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan agar manusia tidak mempunyai alasan di hadapan Allah setelah datangnya rasul.”

(QS An-Nisa: 165)


Tafsir Ibnu Katsir

Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim dijelaskan:

“Allah terus mengutus para rasul agar manusia selalu diingatkan dengan wahyu.”


4. Mukjizat Nabi Isa

Allah berfirman:

وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ

“Kami berikan kepada Isa bukti-bukti yang nyata.”

Mukjizat Nabi Isa sangat luar biasa.

Allah berfirman:

وَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِ

“Aku menyembuhkan orang buta, orang berpenyakit kusta dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah.”

(QS Ali Imran: 49)


Ruhul Qudus

Allah berfirman:

وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِ

“Kami kuatkan dia dengan Ruhul Qudus.”

Menurut para ulama tafsir seperti Imam Ath-Thabari dalam Jami’ Al-Bayan:

Ruhul Qudus adalah Malaikat Jibril.


5. Penyakit Besar: Kesombongan

Allah berfirman:

اَفَكُلَّمَا جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ بِمَا لَا تَهْوٰى اَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ

“Setiap kali datang rasul membawa sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kalian, kalian menyombongkan diri.”


Tafsir Al-Qurthubi

Dalam Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an:

“Ini menunjukkan bahwa sumber penolakan terhadap kebenaran adalah kesombongan.”


Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar biji sawi.”

(HR Muslim)


Humor

Kadang manusia aneh.

Kalau ceramah tentang rezeki

langsung duduk paling depan.

Kalau ceramah tentang taubat

langsung ingat parkir motor.

Jamaah biasanya langsung tertawa.


6. Tragisnya Sejarah

Allah berkata:

فَفَرِيْقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيْقًا تَقْتُلُوْنَ

“Sebagian kalian dustakan dan sebagian kalian bunuh.”


Contoh Para Nabi yang Dibunuh

Beberapa nabi yang dibunuh oleh Bani Israil:

  • Nabi Zakaria
  • Nabi Yahya

Rasulullah ﷺ bersabda:

كَانَتْ بَنُوْ إِسْرَائِيْلَ تَسُوْسُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ

“Bani Israil dipimpin oleh para nabi.”

(HR Bukhari Muslim)

Namun tragisnya…

ketika nabi datang membawa kebenaran…

mereka malah memusuhi para nabi.


7. Penyakit Ini Masih Ada Sampai Sekarang

Jamaah…

penyakit ini bukan hanya milik Bani Israil.

Kadang manusia juga begitu.

Kalau agama sesuai keinginan…

diterima.

Kalau agama menegur dosa kita…

langsung marah.


Humor 

Ada orang berkata:

“Ustadz ceramahnya enak.”

Kenapa enak?

Karena tidak menyinggung dosa kita.

Kalau ustadz mulai menyinggung dosa…

langsung bilang:

“Ceramahnya terlalu keras.”

Jamaah biasanya tertawa keras di bagian ini.


8. Mengikuti Hawa Nafsu

Allah berfirman:

اَفَرَاَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهُ هَوٰىهُ

“Apakah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan?”

(QS Al-Jatsiyah: 23)


Tafsir Imam As-Sa’di

Dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman:

“Orang yang mengikuti hawa nafsu sebenarnya menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan.”


9. Renungan Mendalam

Jamaah…

setiap kali kita membaca Al-Qur’an…

sebenarnya Allah sedang berbicara kepada kita.

Pertanyaannya:

Apakah kita mau menerima kebenaran itu?

Atau kita menolak karena tidak sesuai keinginan kita?


10. Penutup 

Kebenaran kadang pahit.

Tetapi pahitnya kebenaran…

lebih baik daripada manisnya kebatilan.

Para nabi dimusuhi.

Para nabi dihina.

Tetapi mereka tetap menyampaikan kebenaran.


Doa 

اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه

Ya Allah tunjukkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya.

وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه

Dan tunjukkan kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan berilah kami kemampuan menjauhinya.

اللهم طهر قلوبنا من الكبر

Ya Allah bersihkan hati kami dari kesombongan.

آمين يا رب العالمين



Ketika Manusia Membaca Kitab Allah Tetapi Melanggarnya


“Ketika Manusia Membaca Kitab Allah Tetapi Melanggarnya”


1. Pembacaan Ayat

Allah berfirman:

Ayat 84

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ لَا تَسْفِكُوْنَ دِمَآءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُوْنَ اَنْفُسَكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ ثُمَّ اَقْرَرْتُمْ وَاَنْتُمْ تَشْهَدُوْنَ

“Dan ingatlah ketika Kami mengambil perjanjian dari kalian: janganlah kalian menumpahkan darah sesama kalian dan janganlah kalian mengusir sesama kalian dari kampung halaman kalian. Kemudian kalian mengakui perjanjian itu, sedangkan kalian menjadi saksi.”
(QS Al-Baqarah: 84)


Ayat 85

ثُمَّ اَنْتُمْ هٰٓؤُلَاۤءِ تَقْتُلُوْنَ اَنْفُسَكُمْ وَتُخْرِجُوْنَ فَرِيْقًا مِّنْكُمْ مِّنْ دِيَارِهِمْ تَظٰهَرُوْنَ عَلَيْهِمْ بِالْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Kemudian kalianlah yang saling membunuh sesama kalian dan mengusir sebagian kalian dari kampung mereka, kalian saling membantu dalam dosa dan permusuhan…”
(QS Al-Baqarah: 85)


Ayat 86

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا بِالْاٰخِرَةِ

“Mereka itulah orang yang menukar kehidupan akhirat dengan kehidupan dunia.”
(QS Al-Baqarah: 86)


2. Kisah Sejarah yang Tragis

Para ulama tafsir seperti Imam Ath-Thabari dalam Jami’ Al-Bayan menjelaskan:

Bani Israil di Madinah terbagi menjadi dua kelompok:

  • Bani Quraizhah
  • Bani Nadhir

Mereka hidup berdampingan dengan suku Arab.

Ketika terjadi peperangan antar suku Arab:

orang Yahudi ikut berperang.

Akibatnya…

mereka membunuh sesama Yahudi sendiri.

Padahal dalam Taurat mereka sudah dilarang:

  • membunuh sesama
  • mengusir sesama dari negeri mereka.

3. Kemunafikan yang Mengherankan

Yang lebih aneh lagi…

setelah perang selesai…

ketika ada tawanan dari kalangan mereka sendiri…

mereka menebus tawanan itu.

Padahal mereka sendiri yang menyebabkan tawanan itu!

Inilah yang dikecam oleh Allah.


Allah berfirman:

اَفَتُؤْمِنُوْنَ بِبَعْضِ الْكِتٰبِ وَتَكْفُرُوْنَ بِبَعْضٍ

“Apakah kalian beriman kepada sebagian kitab dan mengingkari sebagian yang lain?”
(QS Al-Baqarah: 85)


Tafsir Ibnu Katsir

Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim beliau berkata:

هذا من أعظم التناقض

“Ini adalah kontradiksi yang sangat besar.”


4. Pesan Keras Ayat Ini

Ayat ini mengajarkan bahwa:

tidak boleh memilih agama sesuai selera.

Agama bukan prasmanan.

Bukan seperti restoran:

yang ini saya ambil.

yang ini tidak.


Humor 

Kadang manusia seperti ini.

Kalau ayat tentang rezeki dibaca…

langsung semangat.

Kalau ayat tentang sedekah dibaca…

langsung batuk.

Kalau ayat tentang surga dibaca…

senyum lebar.

Kalau ayat tentang neraka dibaca…

langsung lihat jam.

Jamaah biasanya tertawa karena merasa tersindir.


5. Larangan Menumpahkan Darah

Allah berfirman:

لَا تَسْفِكُوْا دِمَآءَكُمْ

“Jangan menumpahkan darah sesama kalian.”


Rasulullah ﷺ bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ

“Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang mukmin.”
(HR Tirmidzi)


Komentar Ulama

Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim berkata:

“Ini menunjukkan betapa besar dosa membunuh manusia.”


6. Mengusir Sesama dari Kampungnya

Allah berfirman:

وَلَا تُخْرِجُوْنَ اَنْفُسَكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ

“Jangan mengusir sesama kalian dari kampung mereka.”


Para ulama menjelaskan:

Mengusir manusia dari tempat tinggalnya adalah kezaliman besar.

Karena manusia memiliki hak:

  • hidup
  • tinggal
  • merasa aman.

7. Penyakit yang Sama di Zaman Sekarang

Jamaah yang dimuliakan Allah…

penyakit ini bukan hanya terjadi pada Bani Israil.

Kadang umat Islam juga melakukan hal yang sama.

Membaca Al-Qur’an…

tetapi tidak menjalankan isinya.


Contohnya:

  • rajin membaca Al-Qur’an tetapi masih menipu
  • rajin shalat tetapi masih memfitnah
  • rajin berdzikir tetapi masih menyakiti orang lain.

Humor 

Ada orang yang hafal banyak doa.

Tetapi kalau parkir mobil…

masih menyerobot tempat orang lain.

Ada orang yang rajin ikut pengajian.

Tetapi kalau antre…

langsung jadi ninja.

Tiba-tiba muncul di depan.

Jamaah biasanya tertawa keras di bagian ini.


8. Menukar Akhirat dengan Dunia

Allah berfirman:

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا بِالْاٰخِرَةِ

“Mereka menukar akhirat dengan dunia.”


Tafsir Al-Qurthubi

Dalam Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an:

“Artinya mereka menjual keselamatan akhirat demi keuntungan dunia yang sedikit.”


Renungan 

Berapa banyak manusia hari ini:

  • meninggalkan shalat demi pekerjaan
  • meninggalkan kejujuran demi uang
  • meninggalkan kebenaran demi popularitas.

Penutup 

Jamaah…

Allah tidak menceritakan kisah Bani Israil untuk sekadar sejarah.

Tetapi sebagai cermin bagi kita.

Jika kita membaca Al-Qur’an…

tetapi tidak menjalankan perintahnya…

maka kita mengulangi kesalahan mereka.


Pesan Terakhir

Jadilah muslim yang utuh.

Bukan muslim yang memilih agama sesuai selera.

Karena Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

“Wahai orang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan.”
(QS Al-Baqarah: 208)


Doa 

اللهم اجعل القرآن ربيع قلوبنا

Ya Allah jadikan Al-Qur’an penyejuk hati kami.

اللهم ارزقنا العمل به

Ya Allah karuniakan kami kemampuan mengamalkan Al-Qur’an.

اللهم لا تجعلنا ممن يقرؤون القرآن ولا يعملون به

Ya Allah jangan jadikan kami orang yang membaca Al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.

آمين يا رب العالمين

Perjanjian dengan Allah yang Banyak Dilupakan Manusia


“Perjanjian dengan Allah yang Banyak Dilupakan Manusia”


Pembukaan 

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Pada malam hari ini kita merenungi satu ayat yang sangat besar dalam Al-Qur’an.

Ayat yang berisi perjanjian antara manusia dengan Allah.

Allah berfirman:

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا ...

“Dan ingatlah ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil: janganlah kalian menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua...”
(QS Al-Baqarah: 83)

Ayat ini adalah peta kehidupan manusia.

Jika manusia menjalankan ayat ini…

masyarakat akan damai.

Jika manusia meninggalkannya…

maka akan muncul kerusakan.


Bagian 1

Tauhid: Perjanjian Pertama dengan Allah

Allah memulai ayat ini dengan:

لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ

“Janganlah kalian menyembah selain Allah.”

Ini inti agama.

Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
(QS Adz-Dzariyat: 56)


Renungan Tauhid

Manusia sering berkata:

“Allah penting.”

Tetapi dalam hidupnya…

yang paling penting adalah:

  • uang
  • jabatan
  • popularitas.

Padahal tauhid berarti:

Allah nomor satu dalam hidup.


Humor Mimbar

Kadang manusia aneh.

Kalau baterai HP tinggal 3%…

langsung panik.

Cari charger ke mana-mana.

Tapi kalau iman tinggal 3%…

tenang saja.

Masih sempat scroll media sosial.


Bagian 2

Perintah Kedua: Berbakti kepada Orang Tua

Allah langsung menyebut:

وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا

“Berbuat baik kepada kedua orang tua.”

Mengapa setelah tauhid langsung orang tua?

Karena setelah Allah…

yang paling berjasa dalam hidup kita adalah orang tua.


Allah berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Tuhanmu memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan berbuat baik kepada orang tua.”
(QS Al-Isra: 23)


Kisah Ulama Salaf yang Menggetarkan

Ada seorang ulama besar bernama Ali bin Husain Zainal Abidin.

Beliau sangat terkenal dalam ibadah.

Tetapi yang paling menakjubkan adalah bakti kepada ibunya.

Beliau tidak pernah makan satu piring bersama ibunya.

Ketika ditanya mengapa.

Beliau berkata:

“Aku takut tanganku mengambil makanan yang diinginkan ibuku.”

Jamaah…

bayangkan.

Beliau takut mengambil makanan yang diinginkan ibunya.

Padahal kita kadang…

makanan di rumah habis duluan sebelum orang tua makan.


Kisah Ulama Lain yang Mengharukan

Dikisahkan seorang ulama besar Imam Abu Hanifah.

Setiap malam beliau sering bangun untuk shalat malam.

Tetapi ketika ibunya meminta sesuatu…

beliau langsung meninggalkan majelis ilmu.

Seseorang bertanya:

“Wahai Imam, mengapa engkau meninggalkan pelajaran demi ibumu?”

Beliau menjawab:

“Surga lebih dekat melalui ibuku daripada melalui majelis ini.”


Bagian 3

Kritik Sosial Anak Zaman Sekarang

Mari kita jujur.

Anak zaman sekarang kadang berkata:

“Orang tua tidak ngerti zaman.”

Padahal…

ketika kita bayi…

kita juga tidak ngerti apa-apa.

Tidak bisa makan.

Tidak bisa berjalan.

Tidak bisa bicara.

Siapa yang sabar mengurus?

Orang tua.


Humor 

Ada anak yang berkata:

“Orang tua saya kolot.”

Padahal yang disebut kolot itu yang dulu begadang menjaga dia waktu bayi.

Yang disebut kuno itu yang dulu menggendong dia tengah malam.


Kisah Anak Durhaka yang Menyesal

Ada seorang pemuda yang sibuk bekerja.

Ibunya sering menelepon.

Tetapi ia sering berkata:

“Nanti saja, saya sibuk.”

Ibunya menelpon lagi.

Ia berkata:

“Nanti saja.”

Suatu hari telepon datang lagi.

Ia kesal.

Ia tidak mengangkat.

Beberapa jam kemudian datang kabar:

Ibunya meninggal dunia.

Pemuda itu datang ke rumah sakit.

Ia melihat ibunya sudah terbujur kaku.

Dan ia berkata sambil menangis:

“Ibu… sekarang aku punya waktu… kenapa ibu tidak menelepon lagi…”


Bagian 4

Hak Anak Yatim

Allah berfirman:

وَالْيَتٰمٰى

“Dan anak-anak yatim.”

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti ini.”
(HR Bukhari)

Beliau menunjukkan dua jari.

Dekat sekali.


Bagian 5

Berkata Baik kepada Manusia

Allah berfirman:

وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا

“Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.”


Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam.”
(HR Bukhari Muslim)


Humor 

Sekarang orang bisa sangat sopan di media sosial.

Tulisannya indah.

Tetapi di rumah…

ketika ibunya memanggil…

jawabannya cuma:

“Iya…”

Tanpa menoleh.


Bagian 6

Salat dan Zakat

Allah berfirman:

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ

“Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat.”

Salat memperbaiki hubungan dengan Allah.

Zakat memperbaiki hubungan dengan manusia.

Jika dua ini benar…

masyarakat akan damai.


Penutup 

Ayat ini diakhiri dengan kalimat tragis.

ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ

“Kemudian kalian berpaling.”

Inilah tragedi manusia.

Tahu kebenaran.

Tetapi tidak melaksanakan.


Renungan 

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Jika malam ini kita masih memiliki orang tua…

peluk mereka.

cium tangan mereka.

minta maaf kepada mereka.

Karena suatu hari nanti…

ketika mereka sudah pergi…

kita akan merindukan suara mereka.

Dan saat itu…

penyesalan sudah tidak berguna.


Doa 

اللهم اغفر لنا ولوالدينا

Ya Allah ampuni kami dan kedua orang tua kami.

اللهم ارحمهم كما ربونا صغارا

Ya Allah sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami waktu kecil.

اللهم اجعلنا من البارين بوالدينا

Ya Allah jadikan kami anak yang berbakti kepada orang tua.

اللهم لا تجعلنا من العاقين

Ya Allah jangan jadikan kami anak yang durhaka.

آمين يا رب العالمين



Perjanjian Besar dengan Allah yang Sering Dilupakan Manusia


“Perjanjian Besar dengan Allah yang Sering Dilupakan Manusia”

(Tafsir QS Al-Baqarah: 83)


1. Pembukaan 

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Dalam Al-Qur’an Allah sering menceritakan kisah Bani Israil.

Bukan untuk sekadar sejarah.

Tetapi untuk cermin bagi umat Muhammad.

Karena kesalahan mereka bisa terjadi lagi pada umat ini.


2. Ayat yang Dibahas

Allah berfirman:

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ

“Dan ingatlah ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil: Janganlah kamu menyembah selain Allah, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim dan orang miskin. Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Tetapi kemudian kamu berpaling kecuali sedikit dari kamu dan kamu tetap membangkang.”

(QS Al-Baqarah: 83)


3. Perjanjian Besar dengan Allah

Allah menyebut kata:

مِيْثَاقَ

Artinya perjanjian yang sangat kuat.

Menurut Imam Ath-Thabari dalam Jami’ Al-Bayan:

المِيثَاقُ هُوَ العَهْدُ المُؤَكَّدُ

“Miitsaq adalah perjanjian yang sangat ditegaskan.”

Artinya ini bukan sekadar nasihat.

Ini kontrak spiritual antara manusia dengan Allah.


4. Perintah Pertama: Tauhid

Allah berfirman:

لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ

“Jangan menyembah selain Allah.”

Ini inti seluruh agama.

Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”

(QS Adz-Dzariyat: 56)


Tafsir Ibnu Katsir

Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim:

هذا أصل الدين

“Ini adalah dasar seluruh agama.”


Humor 

Kadang manusia aneh.

Kalau HP rusak langsung ke tukang servis.

Kalau motor rusak ke bengkel.

Tapi kalau hati rusak…

bukan ke Allah…

malah ke TikTok motivasi.

Padahal yang bisa memperbaiki hati hanya Allah.

Jamaah biasanya langsung ketawa karena merasa kena.


5. Perintah Kedua: Berbakti kepada Orang Tua

Allah berfirman:

وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا

“Berbuat baik kepada kedua orang tua.”

Allah selalu menyandingkan tauhid dengan bakti kepada orang tua.


Allah berfirman:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا

“Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan berbuat baik kepada orang tua.”

(QS Al-Isra: 23)


Hadis Nabi

Rasulullah ﷺ bersabda:

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ

“Keridaan Allah tergantung pada keridaan orang tua.”

(HR Tirmidzi)


Komentar Imam Al-Ghazali

Dalam Ihya Ulumuddin:

“Durhaka kepada orang tua adalah salah satu dosa terbesar setelah syirik.”


Humor 

Sekarang banyak anak berkata:

“Orang tua tidak ngerti zaman.”

Padahal waktu kita kecil…

kita tidak ngerti apa-apa.

Siapa yang sabar mengurus?

Orang tua.

Jamaah biasanya ketawa karena sadar.


6. Hak Kerabat

Allah berfirman:

وَذِى الْقُرْبٰى

“Berbuat baik kepada kerabat.”


Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturahmi.”

(HR Bukhari Muslim)


Tafsir Qurthubi

Dalam Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an:

صلة الرحم سبب البركة

“Silaturahmi adalah sebab datangnya keberkahan.”


7. Hak Anak Yatim

Allah berfirman:

وَالْيَتٰمٰى

“Berbuat baik kepada anak yatim.”


Hadis Nabi

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti ini.”

(HR Bukhari)

Beliau mengisyaratkan dua jari.


8. Hak Orang Miskin

Allah berfirman:

وَالْمَسَاكِينِ

“Dan orang-orang miskin.”


Hadis Nabi

Rasulullah ﷺ bersabda:

السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Orang yang membantu janda dan orang miskin seperti mujahid di jalan Allah.”

(HR Muslim)


Humor 

Kadang kita mudah membantu teman yang kaya.

Kalau teman miskin telepon…

HP langsung silent mode.

Padahal yang Allah perintahkan justru membantu yang lemah.


9. Berkata Baik kepada Manusia

Allah berfirman:

وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا

“Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.”


Hadis Nabi

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam.”

(HR Bukhari Muslim)


Tafsir Ibnu Katsir

“Ucapan baik termasuk sedekah.”


Humor 

Sekarang jari manusia lebih cepat dari otak.

Di media sosial…

orang bisa menulis komentar pedas…

padahal belum tentu shalat subuhnya bangun.

Jamaah biasanya langsung tertawa.


10. Perintah Salat

Allah berfirman:

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ

“Dirikanlah salat.”


Allah juga berfirman:

اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ

“Sesungguhnya salat mencegah perbuatan keji dan mungkar.”

(QS Al-Ankabut: 45)


11. Perintah Zakat

Allah berfirman:

وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ

“Tunaikan zakat.”


Tafsir Imam Syaukani

Dalam Fath Al-Qadir:

“Zakat membersihkan harta dan membersihkan hati dari cinta dunia.”


12. Tragisnya Penutup Ayat

Allah berfirman:

ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ

“Kemudian kalian berpaling.”


Tafsir Ath-Thabari

“Artinya mereka meninggalkan perjanjian itu.”


Inilah tragedi manusia:

  • tahu kebenaran
  • tetapi tidak melaksanakan

13. Renungan 

Jamaah…

Ayat ini bukan hanya tentang Bani Israil.

Ini cermin bagi umat Islam.

Apakah kita sudah:

  • menjaga tauhid
  • berbakti pada orang tua
  • menyambung silaturahmi
  • membantu yatim miskin
  • menjaga lisan
  • menegakkan salat
  • menunaikan zakat

Jika belum…

maka kita harus segera memperbaiki diri.


14. Doa Penutup

اللهم أصلح قلوبنا

Ya Allah perbaikilah hati kami.

اللهم اجعلنا من البارين بوالدينا

Ya Allah jadikan kami anak yang berbakti kepada orang tua.

اللهم ارزقنا الإخلاص في العبادة

Ya Allah karuniakan kami keikhlasan dalam beribadah.

اللهم اغفر لنا ولوالدينا وللمؤمنين

Ya Allah ampuni kami, orang tua kami, dan seluruh kaum beriman.

آمين يا رب العالمين



Siapa Penghuni Neraka dan Siapa Penghuni Surga?”


“Siapa Penghuni Neraka dan Siapa Penghuni Surga?”


1. Ayat yang Menjadi Jawaban Allah

Setelah orang Yahudi berkata:

“Api neraka hanya menyentuh kami beberapa hari saja.”

Allah langsung membantah mereka.

Allah berfirman:


Ayat 81

بَلٰى مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَّاَحَاطَتْ بِهٖ خَطِيْٓـَٔتُهٗ فَاُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Tidak demikian. Barang siapa berbuat dosa dan dosa itu telah meliputinya, maka mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.”

(QS Al-Baqarah: 81)


Ayat 82

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itulah penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.”

(QS Al-Baqarah: 82)


2. Penjelasan Ayat 81

Allah mengatakan:

مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً

“Barang siapa melakukan dosa.”

Tetapi bukan sekadar dosa biasa.

Allah melanjutkan:

وَاَحَاطَتْ بِهٖ خَطِيْٓـَٔتُهٗ

“Dosanya telah meliputinya.”


Tafsir Ibnu Katsir

Dalam تفسير القرآن العظيم

Ibnu Katsir menjelaskan:

أي أحاطت به من جميع جهاته

“Dosa itu meliputinya dari segala sisi.”

Artinya:

  • hidupnya penuh dosa
  • tidak ada taubat
  • tidak ada iman

Maka orang seperti ini terancam kekal di neraka.


3. Tafsir Imam Ath-Thabari

Dalam جامع البيان

Imam Ath-Thabari menjelaskan:

هي الشرك بالله

“Dosa yang meliputi seseorang adalah syirik kepada Allah.”

Karena syirik adalah dosa yang tidak diampuni jika tidak bertaubat.


4. Dalil Tentang Syirik

Allah berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُشْرَكَ بِهٖ

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik.”

(QS An-Nisa: 48)


5. Penjelasan Ayat 82

Allah kemudian menjelaskan siapa penghuni surga.

Ada dua syarat utama.

1. Iman

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا

“Orang-orang yang beriman.”


2. Amal Saleh

وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ

“Dan mereka beramal saleh.”

Iman tanpa amal tidak cukup.

Amal tanpa iman juga tidak cukup.


6. Hadis Tentang Amal dan Surga

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ

“Tidak ada seorang pun yang masuk surga hanya karena amalnya.”

Para sahabat bertanya:

“Termasuk engkau wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab:

وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ بِرَحْمَتِهِ

“Termasuk aku, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.”

(HR Bukhari dan Muslim)


7. Ciri Orang Beriman

Allah berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ

“Sesungguhnya orang beriman adalah mereka yang ketika disebut nama Allah hati mereka bergetar.”

(QS Al-Anfal: 2)


8. Perkataan Ulama Salaf

Hasan Al-Basri berkata:

المؤمن يعمل بالطاعات وهو مشفق

“Orang beriman beramal tetapi tetap takut.”

Sedangkan orang munafik:

يعمل بالمعاصي وهو آمن

“Berbuat dosa tetapi merasa aman.”


9. Gambaran Neraka

Rasulullah ﷺ bersabda:

نَارُكُمْ هَذِهِ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ

“Api dunia ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka.”

(HR Bukhari)

Para sahabat berkata:

“Api dunia saja sudah sangat panas.”

Nabi menjawab:

فُضِّلَتْ عَلَيْهَا بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا

“Api neraka lebih panas enam puluh sembilan kali lipat.”


10. Gambaran Surga

Allah berfirman:

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ اُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍ

“Tidak ada seorang pun yang mengetahui kenikmatan yang disembunyikan untuk mereka.”

(QS As-Sajdah: 17)


Rasulullah ﷺ bersabda:

فِيْهَا مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ

“Di dalam surga ada kenikmatan yang tidak pernah dilihat mata dan tidak pernah didengar telinga.”

(HR Bukhari Muslim)


11. Renungan yang Menyentuh Hati

Jamaah…

Surga dan neraka bukan dongeng.

Surga adalah tempat pulang orang beriman.

Neraka adalah tempat kembali orang yang sombong kepada Allah.

Karena itu ulama salaf berkata:

الدنيا ممر لا مقر

“Dunia adalah tempat lewat, bukan tempat tinggal.”


12. Penutup 

Jamaah…

Hari ini kita masih bisa shalat.

Masih bisa bertaubat.

Masih bisa memperbaiki diri.

Tetapi suatu hari nanti…

kita akan berdiri di hadapan Allah.

Tidak ada harta.

Tidak ada jabatan.

Tidak ada popularitas.

Yang tersisa hanya:

iman dan amal.


13. Doa Penutup Menyentuh

اللهم يا ربنا لا تجعلنا من أهل النار

Ya Allah jangan jadikan kami termasuk penghuni neraka.

اللهم اجعلنا من أهل الجنة

Ya Allah jadikan kami penghuni surga.

اللهم ارزقنا توبة صادقة قبل الموت

Ya Allah karuniakan kami taubat sebelum kematian datang.

اللهم حسن خاتمتنا

Ya Allah perbaikilah akhir kehidupan kami.

آمين يا رب العالمين



Jangan Merasa Aman dari Azab Allah

CERAMAH TAFSIR

“Jangan Merasa Aman dari Azab Allah”


1. Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya adalah:

merasa pasti selamat di akhirat.

Merasa bahwa dirinya pasti masuk surga.
Merasa azab Allah tidak akan menimpanya.

Penyakit inilah yang pernah menimpa Bani Israil.


2. Ayat yang Dibahas

Allah berfirman:

وَقَالُوْا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ اِلَّآ اَيَّامًا مَّعْدُوْدَةً ۗ قُلْ اَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللّٰهِ عَهْدًا فَلَنْ يُّخْلِفَ اللّٰهُ عَهْدَهٗٓ اَمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Mereka berkata: Neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja. Katakanlah: Apakah kalian telah menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya? Ataukah kalian berkata tentang Allah sesuatu yang tidak kalian ketahui?”
(QS Al-Baqarah: 80)


3. Makna Ayat

Ayat ini menjelaskan keyakinan sebagian orang Yahudi yang berkata:

“Kami tidak akan lama di neraka.”

Menurut mereka:

  • neraka hanya 7 hari
  • setelah itu mereka akan masuk surga

Keyakinan ini muncul karena mereka merasa:

  • bangsa pilihan
  • anak-anak Allah
  • kekasih Allah

4. Tafsir Ibnu Katsir

Dalam kitab تفسير القرآن العظيم

Ibnu Katsir menjelaskan:

هذا من غرورهم بأنفسهم

“Ini adalah bentuk kesombongan dan tertipu oleh diri mereka sendiri.”

Mereka merasa istimewa sehingga menganggap dosa tidak berbahaya bagi mereka.


5. Tafsir Imam Al-Qurthubi

Dalam kitab الجامع لأحكام القرآن

Imam Qurthubi berkata:

هذا قول بلا دليل

“Ini adalah ucapan tanpa dalil.”

Artinya:

mereka berbicara tentang Allah tanpa ilmu.


6. Allah Membantah Mereka

Allah menjawab dengan dua pertanyaan:

1. Apakah kalian punya janji dari Allah?

اَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللّٰهِ عَهْدًا

“Apakah kalian memiliki perjanjian dari Allah?”

Jika ada janji dari Allah tentu benar.

Namun mereka tidak punya dalil sama sekali.


2. Ataukah kalian berbicara tanpa ilmu?

اَمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Ataukah kalian berkata tentang Allah sesuatu yang tidak kalian ketahui?”

Ini adalah dosa yang sangat besar.


7. Larangan Berbicara Tentang Allah Tanpa Ilmu

Allah berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

“Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya.”

(QS Al-Isra: 36)


Allah juga berfirman:

قُلْ اِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ ... وَاَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Katakanlah: Sesungguhnya Rabbku mengharamkan perbuatan keji… dan kalian berkata tentang Allah sesuatu yang tidak kalian ketahui.”

(QS Al-A’raf: 33)

Para ulama mengatakan:

berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk dosa terbesar.


8. Hadis Tentang Kesombongan Spiritual

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْلَا أَنْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ

“Seandainya kalian tidak berdosa maka Allah akan menggantikan kalian dengan kaum yang berdosa lalu mereka bertaubat.”

(HR Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa manusia harus:

  • takut kepada dosa
  • selalu berharap ampunan

Bukan merasa pasti selamat.


9. Sikap Orang Beriman

Orang beriman tidak merasa aman dari azab Allah.

Allah berfirman:

وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ

“Orang-orang yang memberi amal tetapi hati mereka takut.”

(QS Al-Mu’minun: 60)


Tafsir Aisyah radhiyallahu ‘anha

Aisyah bertanya kepada Nabi ﷺ:

Apakah ayat ini tentang orang yang berzina dan mencuri?

Nabi menjawab:

لَا يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ

“Tidak wahai putri Ash-Shiddiq.”

Beliau menjelaskan:

هو الرجل يصوم ويصلي ويتصدق ويخاف ألا يقبل منه

“Itu adalah orang yang shalat, puasa, dan bersedekah tetapi masih takut amalnya tidak diterima.”

(HR Tirmidzi)


10. Pelajaran Besar Dari Ayat Ini

1. Jangan merasa pasti selamat

Keselamatan hanya karena rahmat Allah.


2. Jangan berbicara tentang agama tanpa ilmu

Ini termasuk dosa besar.


3. Jangan tertipu oleh status

Bani Israil merasa:

  • bangsa pilihan
  • keturunan nabi

Tetapi Allah tetap menegur mereka.


11. Perkataan Ulama Salaf

Hasan Al-Basri berkata:

المؤمن جمع بين الإحسان والخوف

“Orang beriman menggabungkan antara amal baik dan rasa takut.”

Sedangkan orang munafik:

جمع بين الإساءة والأمن

“Menggabungkan dosa dengan rasa aman.”


12. Renungan 

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Orang beriman hidup di antara dua perasaan:

takut kepada azab Allah
dan berharap rahmat Allah.

Jika hanya berharap tanpa takut…

itu bisa menjadi kesombongan spiritual.


13. Doa 

اللهم إنا نسألك الجنة وما قرب إليها من قول وعمل

Ya Allah kami memohon surga dan segala yang mendekatkan kepadanya.

ونعوذ بك من النار وما قرب إليها من قول وعمل

Kami berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala yang mendekatkan kepadanya.

اللهم لا تجعلنا من الغافلين

Ya Allah jangan jadikan kami termasuk orang yang lalai.

آمين يا رب العالمين



Ketika Agama Dijual: Ulama Su’ dan Pedagang Wahyu



CERAMAH TAJAM

“Ketika Agama Dijual: Ulama Su’ dan Pedagang Wahyu”


1. Pembukaan yang Menggetarkan

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Ada dosa yang sangat ditakuti oleh para ulama.

Bukan zina.
Bukan riba.

Tetapi berdusta atas nama Allah.

Karena dosa ini bukan hanya merusak diri sendiri…

tetapi menyesatkan seluruh umat.


2. Ayat Yang Mengguncang

Allah berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتٰبَ بِاَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هٰذَا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ لِيَشْتَرُوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗ فَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا كَتَبَتْ اَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُوْنَ

“Celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri kemudian berkata: ini dari Allah untuk mendapatkan keuntungan dunia yang sedikit. Celakalah mereka karena apa yang ditulis tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat.”

(QS Al-Baqarah: 79)


3. Tafsir Para Ulama

Tafsir Ibnu Katsir

Dalam kitab تفسير القرآن العظيم

Ibnu Katsir berkata:

هذا ذم لمن حرف كتاب الله

“Ayat ini adalah celaan bagi orang yang mengubah kitab Allah.”


Tafsir Al-Qurthubi

Dalam kitab الجامع لأحكام القرآن

Imam Qurthubi berkata:

هذا تحذير شديد لمن يغير الدين لأجل الدنيا

“Ini adalah peringatan keras bagi orang yang mengubah agama demi dunia.”


4. Siapa Ulama Su’?

Ulama su’ adalah orang yang:

  1. Menggunakan ilmu agama untuk dunia
  2. Mengubah hukum Allah demi kepentingan
  3. Menyesatkan manusia demi popularitas

Imam Al-Ghazali berkata dalam إحياء علوم الدين:

عالم السوء يفسد الدين

“Ulama buruk merusak agama.”


5. Kisah Ulama Salaf yang Takut Berdusta

Para ulama dahulu sangat takut berbicara tentang agama.

Kisah Imam Malik

Imam Malik ditanya 40 pertanyaan.

Beliau menjawab 36 pertanyaan dengan satu kalimat:

لا أدري

“Aku tidak tahu.”

Orang yang bertanya berkata:

“Ini pertanyaan ringan.”

Imam Malik menjawab:

ليس في العلم شيء خفيف

“Dalam agama tidak ada perkara yang ringan.”


6. Kisah Imam Ahmad

Imam Ahmad berkata:

من تكلم في الدين بغير علم فهو من الكاذبين على الله

“Siapa yang berbicara tentang agama tanpa ilmu maka ia berdusta atas nama Allah.”


7. Hadis Yang Sangat Menakutkan

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka tempatnya di neraka.”

(HR Bukhari Muslim)

Kalau berdusta atas nama Nabi saja begitu berat…

bagaimana berdusta atas nama Allah?


8. Kritik Sosial: Fenomena “Ustadz Viral”

Hari ini kita hidup di zaman yang aneh.

Kadang ukuran keilmuan bukan lagi:

berapa kitab yang dibaca.

Tetapi:

berapa view YouTube.

😄

Ada ustadz yang terkenal karena ilmunya.

Ada juga ustadz yang terkenal karena kontennya.

Kadang ceramah berubah seperti konten hiburan.

Yang penting viral.

Yang penting trending.

Yang penting subscribe.

Padahal agama bukan industri konten.

Agama adalah amanah wahyu.


9. Humor 

Kadang jamaah juga ikut andil.

Kalau ceramah tentang taubat…

yang datang sedikit.

Kalau ceramah tentang tanda kiamat…

masjid penuh.

😆

Kalau ceramah tentang shalat subuh…

jamaah menguap.

Kalau ceramah tentang rahasia rezeki cepat kaya…

semua bawa buku catatan.

😂

Kadang kita tidak mencari kebenaran.

Kita mencari yang enak didengar.


10. Bahaya Menjual Agama

Allah berfirman:

وَلَا تَشْتَرُوا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا

“Jangan kalian jual ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah.”

(QS Al-Baqarah: 41)


Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ

“Barang siapa mencari ilmu agama untuk dunia maka ia tidak akan mencium bau surga.”

(HR Abu Dawud)


11. Renungan 

Jamaah…

Yang merusak agama bukan hanya orang kafir.

Kadang yang merusak agama adalah orang yang memakai pakaian agama.

Karena itu ulama salaf berkata:

إذا فسد العالم فسد العالم

“Jika ulama rusak, maka dunia akan rusak.”


12. Penutup 

Jamaah…

Ilmu adalah amanah.

Agama bukan alat mencari harta.

Agama bukan alat mencari panggung.

Agama adalah cahaya dari Allah.

Dan siapa yang mempermainkan cahaya itu…

akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.


13. Munajat 

اللهم يا ربنا…

Ya Allah…

Kami datang malam ini membawa dosa yang tidak terhitung.

Dosa yang kami ingat
dan dosa yang kami lupakan.

اللهم اغفر لنا ذنوبنا كلها

Ya Allah ampuni dosa-dosa kami seluruhnya.

ما علمنا منها وما لم نعلم

Yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui.

اللهم لا تجعل القرآن حجة علينا

Ya Allah jangan jadikan Al-Qur’an sebagai saksi yang memberatkan kami.

واجعله شفيعاً لنا يوم القيامة

Jadikan ia pemberi syafaat bagi kami di hari kiamat.

اللهم أصلح علماء المسلمين

Ya Allah perbaikilah para ulama kaum muslimin.

اللهم جنبهم الفتن

Jauhkan mereka dari fitnah dunia.

اللهم اجعلنا من أهل الصدق

Ya Allah jadikan kami orang-orang yang jujur dalam agama.

اللهم تب علينا توبة نصوحاً قبل الموت

Ya Allah berikan kami taubat yang tulus sebelum kematian datang.

واغفر لنا عند الموت

Ampuni kami ketika kami mati.

وارحمنا بعد الموت

Dan rahmati kami setelah kami mati.

آمين يا رب العالمين



Bahaya Memperjualbelikan Agama



CERAMAH TAFSIR

“Bahaya Memperjualbelikan Agama”


1. Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Di antara dosa paling besar dalam agama adalah:

berdusta atas nama Allah.

Bukan sekadar berdusta kepada manusia.

Tetapi mengatasnamakan Allah untuk kepentingan dunia.

Inilah yang dikecam keras dalam Al-Qur’an.


2. Ayat yang Dibahas

Allah berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتٰبَ بِاَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هٰذَا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ لِيَشْتَرُوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗ فَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا كَتَبَتْ اَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُوْنَ

“Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri kemudian berkata: ‘Ini dari Allah’, untuk mendapatkan keuntungan yang sedikit. Maka celakalah mereka karena apa yang ditulis tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka usahakan.”
(QS Al-Baqarah: 79)


3. Makna Kata “وَيْلٌ”

Para ulama menjelaskan kata وَيْلٌ (wail) adalah ancaman yang sangat keras.

Tafsir Ibnu Katsir

Dalam kitab:

تفسير القرآن العظيم

Ibnu Katsir mengatakan:

الويل الهلاك والدمار

“Wail berarti kebinasaan dan kehancuran.”

Sebagian ulama juga mengatakan:

wail adalah nama lembah di neraka.


4. Siapa yang Dimaksud Ayat Ini?

Menurut para mufassir:

Ayat ini berbicara tentang pendeta Yahudi yang:

1️⃣ mengubah isi Taurat
2️⃣ menyembunyikan sifat Nabi Muhammad ﷺ
3️⃣ menulis kitab baru lalu mengaku dari Allah

Tujuannya:

uang, kedudukan, dan kekuasaan.


5. Tafsir Imam Al-Qurthubi

Dalam kitab:

الجامع لأحكام القرآن

Imam Qurthubi berkata:

فيه دليل على تحريم تغيير شرع الله لأجل الدنيا

“Ayat ini adalah dalil haramnya mengubah syariat Allah demi kepentingan dunia.”


6. Tafsir Imam As-Sa’di

Dalam kitab:

تفسير السعدي

Beliau menulis:

باعوا الحق بالباطل

“Mereka menjual kebenaran dengan kebatilan.”


7. Dalil Al-Qur’an yang Senada

Allah juga berfirman:

وَلَا تَشْتَرُوا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا

“Janganlah kalian menjual ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah.”

(QS Al-Baqarah: 41)

Dan Allah berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ

“Janganlah kalian mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan.”

(QS Al-Baqarah: 42)


8. Hadis Nabi Tentang Berdusta Atas Nama Agama

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Kalau berdusta atas nama Nabi saja begitu berat…

Apalagi berdusta atas nama Allah.


9. Bahaya Ulama Su’

Para ulama menjelaskan bahwa kerusakan agama sering terjadi karena:

ulama yang buruk.

Imam Al-Ghazali dalam kitab

إحياء علوم الدين

mengatakan:

فساد العلماء من أعظم أسباب فساد الأمة

“Rusaknya para ulama adalah salah satu sebab terbesar rusaknya umat.”


10. Tiga Kejahatan Dalam Ayat Ini

Para mufassir menjelaskan tiga dosa besar:

1. Mengubah wahyu Allah

2. Berdusta atas nama Allah

3. Mengambil harta manusia secara batil


11. Humor 

Kadang manusia suka agama yang sesuai dengan hawa nafsunya.

Kalau ada ustadz bilang:

“Shalat Subuh itu wajib.”

Jamaah diam.

Tapi kalau ada ustadz bilang:

“Tidur setelah Subuh itu sunnah…”

Langsung viral.

😂

Kalau ada ustadz bilang:

“Jangan ghibah.”

Sepi.

Tapi kalau ada ustadz bilang:

“Ngomongin orang itu dakwah.”

Langsung rame.

😆

Kadang kita mencari agama yang sesuai keinginan kita, bukan mencari kebenaran.


12. Pelajaran Untuk Umat Islam

Ayat ini walaupun turun kepada Bani Israil…

tetapi peringatan untuk semua umat.

Ulama berkata:

العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب

“Yang menjadi pelajaran adalah keumuman ayat, bukan hanya sebab turunnya.”


13. Bahaya Menjual Agama Demi Dunia

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ

“Barang siapa menuntut ilmu agama untuk mendapatkan dunia maka ia tidak akan mencium bau surga.”

(HR Abu Dawud)


14. Renungan Penutup

Jamaah…

Agama bukan alat mencari popularitas.

Agama bukan alat mencari kekayaan.

Agama adalah amanah dari Allah.

Karena itu para ulama salaf sangat takut berbicara tentang agama.

Imam Malik pernah ditanya 40 pertanyaan.

Beliau menjawab 36 pertanyaan dengan satu kalimat:

لا أدري

“Aku tidak tahu.”


15. Doa Penutup

اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه

Ya Allah tunjukkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan beri kami kemampuan mengikutinya.

وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه

Dan tunjukkan kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan beri kami kemampuan menjauhinya.

اللهم احفظ علماءنا من الفتن

Ya Allah jagalah para ulama kami dari fitnah dunia.

آمين يا رب العالمين