Makna dan Tuntutan Iman


Makna dan Tuntutan Iman

Iman dalam bahasa (Etimologi) artinya adalah membenarkan dan dalam istilah artinya adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lidah (lisan) dan dikerjakan dengan anggota tubuh dalam amalan nyata (konkrit) sehari-hari.

Iman juga sering diartikan dengan percaya. Yaitu suatu sikap percaya yang ter-ekpresi secara spontan dari lubuk jiwa manusia setelah dicobanya menggunakan akal dan fikiran sampai pada keputusan akhir dimana akal dan fikiran tidak dapat lagi mencapainya. Oleh sebab itu, bertambah tinggi perjalanan akal fikiran seseorang bertambah banyak hal yang dapat dicapai akal fikirannya, pada akhirnya bertambah tinggi pulalah martabat keimanannya. Jika dia seorang yang beragama Islam maka semakin tinggi iman Islam-nya.
Selanjutnya marilah kita lihat bagaimana Tuntutan Iman dari seorang hamba yang telah membenarkan dan mempercayai bahwa memang tidak ada ilah selain Allah Azza wa Jalla. Tututan Iman ada beberapa tahap dan masing-masing tahapnya akan membawa hambaNYA kepada tingkat Iman yang lebih dekat kepadaNYA, seperti berikut ini:

  1. Mencintai Allah dan RasulNYA lebih dari mencintai segala sesuatu (9:24, 2:165).
(9:24)
Katakanlah: "jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
(2:165)
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu [106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).
[106] Yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Allah.

  1. Mendengar dan menta'ati (24:51 - 52).
(24:51)
Sesungguhnya jawaban oran-orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka [1046] ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
[1046] Maksudnya: Di antara kaum muslimin dengan kaum muslimin dan antara kaum muslimin dengan yang bukan muslimin.
(24:52)
Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan [1047].
[1047] Yang dimaksud dengan "takut kepada Allah" ialah takut kepada Allah disebabkan dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan yang dimaksud dengan "takwa" ialah memelihara diri dari segala macam dosa-dosa yang mungkin terjadi.

  1. Tanpa memilih-milih apa yang diperintahkan Allah (33:36).
(33:36)
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

  1. Ridha terhadap ketentuan Allah dan RasulNYA (4:56).
(4:56)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

  1. Loyalitas hanya kepada Allah, RasulNYA dan mukminin (2:257)
(2:257)
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

  1. Takut kepada Allah S.W.T. (33:39, 35:28).
(33:39)
(yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah [1223], mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.
[1223] Maksudnya: para rasul yang menyampaikan syari'at-syari'at Allah kepada manusia.
(35:28)
Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama [1259]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
[1259] Yang dimaksud dengan ulama dalam ayat ini ialah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah.

  1. Berhukum dengan syari'at Allah S.W.T. (40:60, 6:114).
(40:60)
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku [1327] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".
[1327] Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdo'a kepada-Ku.
(6:114)
Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quraan) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quraan itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.

  1. Amal Shalih (103:2 - 3).
(103:2)
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
(103:3)
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

  1. Jihad (33:23, 49:15).
(33:23)
Di antara orang-orang mu'min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu [1209] dan mereka tidak merobah (janjinya),
[1209] Maksudnya menunggu apa yang telah Allah janjikan kepadanya.
(49:15)
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

Mudah-mudahan dengan mengenal makna dan tuntutan iman ini kita dapat menambah pengenalan kita terhadap Allah dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, amiin.


Tidak ada komentar