Selasa, 09 September 2014

MERASA AMAN DARI SIKSA ALLAH DAN BERPUTUS ASA DARI RAHMATNYA


MERASA AMAN DARI SIKSA ALLAH DAN BERPUTUS ASA
DARI RAHMATNYA


          Firman Allah Subhanahu wata’ala :
]أفأمنوا مكر الله، فلا يأمن مكر الله إلا القوم الخاسرون[
          “Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tiada terduga duga) ?, tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf, 99).
]ومن يقنط من رحمة ربه إلا الضالون[
          “Dan tiada yang berputus asa dari rahmat Rabbnya kecuali orang-orang yang sesat” (QS. Al Hijr, 56).

          Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam ketika ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab :
"الشرك بالله، واليأس من روح الله، والأمن من مكر الله ".
          “Yaitu : syirik kepada Allah, berputus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari makar Allah”.

          Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia berkata :
"أكبر الكبائر : الإشراك بالله، والأمن من مكر الله، والقنوط من رحمة الله، واليأس من روح الله ".
          “Dosa besar yang paling besar adalah : menyekutukan Allah, merasa aman dari siksa Allah, berputus harapan dari rahmat Allah, dan berputus asa dari pertolongan Allah” (HR. Abdur Razzaq).


        Kandungan bab ini :
  1. Penjelasan tentang ayat dalam surat Al A’raf ([1]).
  2. Penjelasan tentang ayat dalam surat Al Hijr ([2]).
  3. Ancaman yang keras bagi orang yang merasa aman dari siksa Allah.
  4. Ancaman yang keras bagi orang yang berputus asa dari rahmat Allah.


 

([1])  Ayat ini menunjukkan bahwa merasa aman dari siksa adalah dosa besar yang harus dijauhi oleh orang mu’min.
([2])  Ayat ini menunjukkan bahwa bersikap putus asa dari rahmat Allah termasuk pula dosa besar yang harus dijauhi. Dari kedua ayat ini dapat disimpulkan bahwa seorang mu’min harus memadukan antara dua sikap, harap dan khawatir, harap akan rahmat Allah dan khawatir terhadap siksaNya.
Poskan Komentar