Senin, 15 Desember 2014

NASEHAT SEPUTAR GEMPA



NASEHAT SEPUTAR GEMPA

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas utusan Allah (Muhammad), keluarga dan siapa saja yang berjalan di atas petunjuknya.
Adapun selanjutnya :

Sesungguhnya Allah I Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui atas apa yang diputuskan dan ditentukan. Sebagaimana Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui terhadap apa-apa yang disyari'atkan dan diperintahkan. Allah I menciptakan setiap kejadian sekehendaknya  dan menentukannya untuk tujuan menakuti hamba-Nya dan mengingatkan mereka atas apa yang wajib bagi mereka dari hak-hak Allah, dan memperingatkan mereka dari menyekutukan (berbuat syirik), menyelisihi dan melanggar perintah-Nya. Sebagaimana firman-Nya,

"Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti." (QS.al-Isra':59)
Firman-Nya I yang lain,

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhan-mu menjadi saksi atas segala sesuatu?" (QS.al-Fushilat:53)
Firman-Nya I yang lain:

"Katakanlah: " Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain." (QS.al-An'aam:65)
Al-Bukhari di dalam shahihnya meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah c bahwa Nabi r berdoa ketika turun firman Allah I ['Katakanlah: " Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu"]  "Aku berlindung (dari padanya) dengan wajah-Mu, ['atau dari bawah kakimu'] Nabi berkata, 'Aku berlindung (dari padanya) dengan wajah-Mu."
Abu Syaikh al-Ashbahani meriwayatkan dari Mujahid mengenai tafsir ayat di atas: 'Azab dari atas adalah guntur, batu dan anggin, adapun azab dari bawah kaki adalah  gempa dan longsor.
Tidak diragukan bahwa banyaknya gempa yang terjadi dimana-mana saat ini merupakan bagian dari tanda-tanda bahwa Allah I ingin menakuti hamba-hambanya. Apapun yang terjadi di alam ini baik berupa gempa atau selainnya yang membahayakan hamba itu sendiri dan menyebabkan gangguan semuanya karena sebab syirik dan maksiat. Hal ini sebagaimana firman Allah I,

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS.as-Syuraa:30)
Firman-Nya I pula,

"Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri." (QS.an-Nisaa:79)
Dan firman Allah I tentang umat yang lalu,

"Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya. Maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak Menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri." (QS.al-Ankabut:40)
Yang wajib bagi setiap mukallah baik muslim ataupun selain mereka adalah bertaubat kepada Allah I, istiqomah (tetap berada) di atas agama Allah, menjauhi segala hal yang dilarang dari perbuatan syirik dan maksiat agar selamat di dunia dan akhirat dari segala keburukan. Agar Allah menjauhkan mereka dari segala musibah dan menganugrahi kebaikan.
Hal ini sebagaimana firman Allah I,

"Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS.al-A'raf:96)
Juga firman Allah I mengenai ahlil kitab,

"Dan Sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka." (QS.al-Maidah:66)
Firman-Nya I yang lain,

"Maka Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?, atau Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?, Maka Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (QS.al-A'raaf:97-99)
Al-Alamah Ibnu al-Qoyyim t berkata yang isinya sebagai berikut:
"Terkadang Allah I mengizinkan bumi pada sebagian waktu untuk bernafas hingga terjadilah gempa besar yang menimbulkan ketakutan dan kengerian pada hamba-hamba-Nya sehingga mereka kembali kepada Allah dan meninggalkan kemaksiatan, menghiba kepada Allah I disertai penyesalan. Sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian salaf, "Bumi telah berguncang, sesungguhnya Tuhan-mu telah meminta kalian bertobat". Ketika kota Madinah dilanda gempa Umar Ibnu al-Khathab t berkhutbah dan menasehati penduduknya, dia berkata, "Jika gempa itu kembali (terjadi di Madinah) aku tidak akan membiarkan kalian bermukim di dalamnya."
Perkataan para salafussaleh mengenai gempa banyak sekali.
Yang wajib ketika terjadi gempa atau kejadian alam yang lain seperti gerhana, angin kencang, banjir adalah bersegera bertaubat kepada Allah I menghiba kepada-Nya dan meminta keafiatan, perbanyak berzikir kepadanya dan beristighfar (meminta ampun) sebagaimana sabda Nabi r ketika terjadi gerhana,
فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِ اللهِ, وَدُعَائِهِ واسْتِغْفَارِهِ
"Jika kalian melihatnya, maka bersegeralah berzikir kepada Allah, berdoa dan beristighfar (meminta ampun)."
Disukai pula menyantuni fakir miskin serta bersedekah kepada mereka, sebagaimana sabda Nabi r,
اِرْحَمُوا تُرْحَمُوا وَالرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ, اِرْحَمُوا مَنْ فِي اْلأَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
"Berbuatlah kasih maka engkaupun akan dikasihi. Orang-orang yang berbuat kasih dikasihi oleh yang Maha Kasih. Berbuatlah kasih di dunia, maka engkau akan dikasihi oleh siapapun yang ada dilangit."
Sabda Nabi r yang lain,
مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَم
"Siapa yang tidak mengasihi tidak akan dikasihi."
Dan diriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz t bahwa dia mengirimkan pesan kepada para pimpian wilayah ketika terjadi gempa agar mereka bersedekah.
Diantara sebab keafiatan dan keselamatan dari setiap keburukan adalah kesigapan para memimpin untuk menangani para pelaku kemungkaran dan menekan mereka agar kembali kepada kebenaran serta memberlakukan syari'at Allah atas mereka dan beramarmakruf nahi munkar, sebagaimana firman Allah I,

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS.at-Taubah:71)
Dan firman-Nya I,


"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan." (QS.al-Haaj:40-41)
Firman-Nya I yang lain,

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. " (QS.at-Thalaq:2-3)
Ayat-ayat yang semakna banyak sekali. Nabi r bersabda,
مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيْهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ
"Siapa yang membantu hajat saudaranya, Allah pun akan membantu hajatnya." (Mutafak alaih)
Sabda Nabi r yang lain,
مَنْ نَفَسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ, وَمَنْ يَسَّرَ عَلىَ مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ, وَمَنْ سَتَّرَ مُسْلَمًا سَتَّرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ, وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ
"Siapa yang menyelesaikan satu kesulitan mukmin yang lain dari kesulitan-kesulitan dunianya, akan Allah selesaikan karenanya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Siapa yang melapangkan orang yang kesempitan (membebaskan seluruh hutang fakir miskin atau sebagiannya) akan Allah mudahkan kesempitannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutupi aib muslim yang lain, akan Allah tutup aibnya didunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya." [Hadits riwayat muslim di dalam shahihnya]
Hadits-hadits yang semakna banyak sekali.
Allahlah penanggungjawab dalam memperbaiki keadaan seluruh kaum muslimin dan memberi mereka kefahaman dalam agama serta keistikomahan (konsekwen) di atasnya. Bertaubat kepada-Nya dari segala dosa dan memperbaiki pemimpin kaum muslimin seluruhnya, menolong mereka dalam kebenaran dan menghinakan kebatilan melalui perantaraan mereka. Memberi mereka kemampuan untuk berhukum dengan syari'at Allah dan menerapkannya kepada hamba-hamba-Nya, melindungi mereka dan seluruh kaum muslimin dari kesesatan fitnah dan tipuan daya setan, sungguh Dia, Maha Penolong dan mampu atas hal itu.
Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabatnya dan siapa saja yang mengikuti mereka sampai hari kiamat.
Poskan Komentar