Selasa, 20 Januari 2015

Hadits-Hadits Pilihan Seputar Agama Dan Akhlak



Hadits-Hadits Pilihan Seputar Agama Dan Akhlak
       Segala puji hanya untuk Allah pemilik langit dan bumi beserta isinya,kemudian tak lupa shalawat serta salam atas hamba sekaligus RasulNya, Muhammad manusia yang terpilih, juga kepada para sahabat beliau yang bening hatinya. Amma ba'du:
     Sungguh dengan penuh kebahagian dan rasa cinta yang mendalam, saya persembahkan hadiah yang lezat ini, sebuah hadiah yang di petik dari sebuah taman  yang dimiliki oleh seorang yang menyandang gelar manusia terbaik di muka bumi ini, dan taman itu adalah sebaik-baik taman, paling mulia serta suci, saya persembahkan untuk anda dalam keadaan sudah siap saji, yang manis rasanya.
      Saya persembahkan hadiah ini untuk anak-anak saya para penuntut ilmu yang memiliki semangat menggelora untuk bisa memetik buah-buahan dari kebun yang memiliki keistimewaan dan kemuliaan tersebut, sungguh saya berikan hadiah ini tidak lain hanya karena rindu dan keinginan yang besar untuk bisa ikut andil dan berperan dalam pembenahan umat, dan saya memohon kepada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mampu, Maha Mendengar lagi Maha Melihat agar menjadikan usaha ini sebagai hadiah yang di terima di sisiNya, dicatat sebagai amal sholeh yang ikhlas hanya mengharap pahala-Nya serta bisa bermanfa'at bagi umat,  Aamiin… 
                 Orang yang selalu mengharap ampunan Robbnya
Muhammad bin Ali al-Jum’ah

Pengantar
 Syaikh Abdul Aziz bin Baz Wakil Rektor Universitas Islam Madinah

        Segala puji hanya bagi Allah, shalawat serta salam kepada utusan Allah, kepada keluarga beliau dan para sahabatnya serta orang-orang yang berjalan di atas petunjuknya. Amma Ba'du:
      Sungguh aku telah menyempatkan diri untuk membaca risalah ini yang di tulis oleh saudara kita yang mulia As-Syaikh Muhammad bin Ali al-Jumaah, dia adalah kepala sekolah di sebuah sekolah salafiyyah di Jaros, di dalam risalahnya ini yang terkumpul hadist-hadist mulia, isinya sangat padat dan sarat dengan faedah, nasehat serta bimbingan, dengan gaya bahasa yang lembut dan sangat berharga.
       Maka saya anjurkan kepada para penuntut ilmu agar memiliki perhatian dengannya kemudian menghafalnya. Karena menurut saya di dalamnya banyak terkandung masalah hukum syar'i, adab yang harus di jaga, berbagai macam hukum, budi pekerti, akhlak yang terpuji, serta peringatan-peringatan yang berharga.
       Semoga Allah membalas penulis dengan balasan yang baik, dan memberkahi usahanya ini, serta memberi manfaat dengan risalahnya ini, dan selalu meluruskan niat dan amal ibadah kita, penulis serta seluruh kaum muslimin. Sesungguhnya Allah Maha Memberi lagi Maha Pemurah, Segala puji hanya milik Allah pengatur semesta alam ini. Shalawat dan salam atas hamba dan utusanNya, Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.
Diimla oleh hamba yang selalu mengharap ampunan Rabbnya

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil Rektor Universitas Islam Madinah


Hadits Pertama
Keutamaan Ilmu
عن معاوية t قال: قال رسول الله r: «من يرد الله به خيرًا يُفَقِّهْهُ في الدين». [رواه البخاري ومسلم وأبو يعلى وزاد فيه: «ومن لم يُفَقِّهْهُ لم يبالِ به»].

Diriwayatkan dari sahabat Mu'awiyah semoga Allah meridhoinya, dia berkata: 'Telah bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam: "Barang siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Allah akan memahamkan baginya urusan agama".[1] HR Bukhori, Muslim, Abu Ya'la dan dalam riwayat beliau ada tambahan: "Dan barangsiapa yang tidak di beri pemahaman dalam urusan agama maka dia tidak akan mempedulikannya".[2]


Hadits Kedua

Keutamaan Ilmu dan Wara'
عن حذيفة بن اليمان t قال: قال رسول الله r: «فضل العلم خير من فضل العبادة, وخير دينكم الورع» [رواه الطبراني في الأوسط, والبزار بإسناد حسن].
Dari Hudzaifah bin Yaman semoga Allah meridhoinya, dia berkata: 'Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Keutamaan (para pemilik) ilmu lebih baik dari pada keutamaan (ahli) ibadah, dan sebaik-baik jalan hidup kalian adalah wara'." [3]   HR ath-Thabarani di dalam kitabnya al Ausath, dan al-Bazzar dengan sanad yang shahih.




Hadits Ketiga
Keutamaan Amal Jariyah
عن أبي هريرة t قال: قال رسول الله r: » إذا مات المرء انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية, أو علم ينتفع به, أو ولد صالح يدعو له «. [رواه مسلم وغيره]. 
Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoinya,  dia berkata: "Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Apabila seorang hamba meninggalkan dunia maka seluruh amalannya terputus kecuali tiga perkara, amal jariyahnya, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang (selalu) berdo'a untuknya".[4]  HR  Muslim dan selainnya.



Hadits Keempat
Keutamaan duduk dihadapan para Ulama dan orang yang berilmu
عن ابن عباس – رضي الله عنهما - قال: قيل: يا رسول الله, أيُّ جلسائنا خيرٌ. قال: » من ذكَّركم الله رؤيته, وزاد في علمكم منطقه, ذكَّركم بالآخرة عملُه « [رواه أبو يعلى, ورواته رواة الصحيح إلا مبارك ابن حسَّان].
Dari Ibnu Abbas semoga Allah meridhoi keduanya, dia berkata: 'Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah di tanya; 'Ya Rasulallah, siapakah teman duduk yang paling baik? Beliau menjawab: "Orang yang ketika kamu melihatnya membuatmu teringat Allah [5], dan apabila kamu mendengar perkataannya akan membuatmu bersemangat untuk menambah amal kebaikan [6], dan orang yang amalannya membuatmu mengingat akhirat".[7]  HR Abu Ya'la dan para perawinya semuanya shahih selain Mubarak bin Hasaan.

Hadits Kelima
Bahaya berdusta atas nama Rasulallah r
عن المغيرة بن شعبة t قال: سمعت رسول الله r يقول: «إنَّ كذبًا عليَّ ليس ككذبٍ على أحدٍ, فمن كذب عليَّ متعمِّدًا فليتبوأ مقعده من النار».[رواه البخاري ومسلم].
Dari Mughirah bin Syu'bah semoga Allah meridhainya, dia berkata: 'Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Sesungguhnya berdusta atas namaku tidak sama dengan berdusta atas siapapun selainku. Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja [8] maka silahkan untuk mengambil tempat duduknya di neraka".[9]  HR Bukkhari dan Muslim.

Hadits Keenam
Hak-hak Sesama Yang Harus Dijaga
عن ابن عباس رضي الله عنها عن رسول الله r قال: «ليس منَّا من لم يوقِّر الكبير, ويرحم الصغير, ويأمر بالمعروف وينهى عن المنكر». [رواه أحمد والترمذي وابن حبان في صحيحه].
Dari Ibnu Abbas semoga Allah meridhai keduanya, dari Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam, beliau berkata: "Bukan termasuk dari kami [10] orang yang tidak menghormati yang lebih tua [11], dan tidak menyayangi yang lebih kecil [12], serta orang yang tidak memerintah pada kebaikan dan mencegah perbuatan munkar".  HR Ahmad, at-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban dalam shahihnya.
Hadits Ketujuh
Tanda-tanda terjadinya fitnah
عن ابن مسعود t أنه قال: (كيف بكم إذا لبستكم فتنة يربو فيها الصغير, ويهرم فيها الكبير, وتُتَّخذ سنَّة فإن غُيِّرَتْ يومًا. قيل: هذا منكرٌ). قيل: ومتى ذلك. قال: (إذا قلَّتْ أمناؤكم, وكثرتْ قرَّاؤكم, وقلت فقهاؤكم , وكثرت أمراؤكم, وتُفَقَّهُ لغير الدين والتُمستْ أعمالُ الدنيا بعمل الآخرة). [رواه عبد الرزاق في كتابه موقوفًا].
Dari Abdullah bin Mas'ud semoga Allah meridhoinya, bahwa dia pernah berkata: "Apa yang akan kalian lakukan bila kalian dikelilingi oleh fitnah[13] yang tumbuh subur [14], yang mengena pada anak kecil juga orang tua [15]. Mereka mengambil sebuah metode [16] yang jika suatu ketika ada yang merubahnya mereka langsung mengingkari dan mengatakan; 'Ini adalah perbuatan mungkar' [17]. Lalu ada orang bertanya kepada beliau; 'Kapan itu terjadi? Beliau menjawab: "Yaitu apabila telah sedikit orang yang bersyukur, sangat banyak Qori' (orang yang pandai membaca al-Qur'an) [18], namun sangat sedikit para ulamanya [19], dan banyak para pemimpinnya [20], ilmu agama dipelajari bukan untuk menegakkan agama [21], dan amalan dunia dicari dengan amalan akhirat".[22]  Di riwayatkan oleh Abdurazzak dalam kitabnya secara mauquf. 
Hadits Kedelapan
Keutaman mengajak pada petunjuk serta ancaman bagi orang yang menyeru pada kesesatan
عن أبي هريرة t أن رسول الله r قال: «من دعى إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئًا, ومن دعى إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه لا ينقص ذلك من آثامهم شيئًا». [رواه مسلم وغيره].

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, bahwasannya Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk [23] maka baginya pahala [24] seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan [25] maka dia juga akan mendapatkan dosa [26] seperti dosa orang-orang yang mengikutnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun". HR Muslim dan selainnya.


Hadits Kesembilan
Kehormatan Seorang Muslim
عن عبد الله بن مسعود t قال: قال رسول الله r: «سباب المؤمن فسوق وقتاله كفر». رواه مسلم .
Dari Abdullah bin Mas'ud semoga Allah meridhainya, dia berkata: 'Telah bersabda Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam: "Mencela [27] seorang mukmin adalah perbuatan fasik [28] dan membunuh seorang mukmin adalah sebuah tindakan kekufuran".[29] HR Mualim.


Hadits Kesepuluh
Tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat
عن أبي هريرة t عن النبي r قال: «سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظلَّ إلى ظله, إمام عادل, وشاب نشأ في عبادة الله, ورجل قلبه معلق بالمساجد, ورجلان تحابَّا في الله, اجتمعا عليه وتفرقا عليه, ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال فقال: إني أخاف الله رب العالمين, ورجل تصدَّق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه, ورجل ذكر الله خاليًا ففاضت عيناه».  رواه البخاري ومسلم.
Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, dari Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Ada tujuh golongan yang akan di naungi Allah [30] pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naunganNya, pemimpin yang adil [31], seorang pemuda yang tumbuh [32] dalam ketaatan kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya selalu terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah, laki-laki yang di goda oleh seorang perempuan yang cantik jelita dan memiliki kedudukan [33], namun dia mengatakan: 'Sesungguhnya aku takut kepada Allah Rabb semesta alam, seorang laki-laki yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sampai tangan kirinya sendiri tidak mengetahui apa yang di sedekahkan oleh tangan kananya, dan seorang yang ketika sendirian ingat kepada Allah lalu meneteskan air mata [34] karena takut kepadaNya". HR Bukhari dan Muslim.


Hadits Kesebelas
Ancaman bagi orang yang berbuat dhalim
عن أبي موسى الأشعري t قال: قال رسول الله r: «إن الله ليملي للظالم حتى إذا أخذه لم يفلته, ثم قرأ: } وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ { .[هود: 102]». رواه البخاري ومسلم.
Dari abu Musa al-Asy'ari semoga Allah meridhainya, dia berkata: "Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Sesungguhnya Allah bosan terhadap orang yang suka berbuat aniaya [35] maka ketika Allah menurunkan adzab, Allah tidak peduli lagi padanya". Kemudian Rasulallah membaca ayat:

قال الله تعالى: } وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ { .[هود: 102] .
"Dan begitulah azab Rabbmu, apabila Dia telah mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras".  (QS Huud: 102).  HR Bukhari dan Muslim.




Hadits Kedua belas
Iri yang terpuji
عن ابن مسعود t عن النبي r قال: «لا حسد إلى في اثنتين: رجلٌ آتاه الله مالاً فسلَّطه على هلكته في الحقِّ, ورجل آتاه الله حكمةً فهو يقضي بها, ويعلمها الناس». رواه البخاريومسلم.
Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud semoga Allah meridhainya, dari Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidak boleh hasad [36] kecuali pada dua perkara; yaitu seseorang yang telah Allah karuniakan padanya nikmat harta yang melimpah kemudian harta itu ia gunakan dan habiskan untuk kebaikan, dan seseorang yang Allah berikan ilmu padanya, lalu ia amalkan dan dia gunakan untuk mengajari manusia". HR Bukhari dan Muslim.


Hadits Ketiga Belas
Generasi terbaik umat ini dan yang jelek sesudahnya
عن عمران بن حُصَيْن t عن النبي r قال: «خيركم قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم ثم يكون بعدهم قومٌ يشهدون ولا يستشهدون, ويخونون ولا يؤتمنون, وينذرون ولا يوفون, ويظهر فيهم السِّمن» [رواه البخاري ومسلم].
Diriwayatkan dari sahabat Imran bin Husain semoga Allah meridhainya, dari Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Sebaik-baik umat adalah generasiku [37], kemudian setelah mereka, sesudah mereka, kemudian akan datang setelah mereka generasi yang suka memberi persaksian namun tidak layak diminta menjadi saksi, suka berkhianat dan tidak biasa dipercaya, senang berjanji namun tidak mereka penuhi, sampai mereka menjadi gemuk".[38]  HR Bukhari dan Muslim.





Hadits Keempat Belas
Tanda dan ciri penduduk surga dan neraka
عن حارثة بن وهب t قال: سمعت رسول الله r يقول: «ألا أخبركم بأهل الجنة, كلُّ ضعيف متظعِّن لو أقسم على الله لأبره. ألا أخبركم بأهل النار, كل عتلٍ جوَّاظ متكبِّره»  [ رواه البخاري ومسلم ]
Dari Haristah bin Wahb semoga Allah meridhainya, dia berkata: 'Aku mendengar Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Maukah kalian aku beritahu tentang penduguk surga? Mereka adalah orang yang miskin dan lemah tetapi apabila dia bersumpah atas nama Allah pasti akan dikabulkan, dan maukah kalian aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka adalah orang yang keras kepala dan sombong".[39] HR Bukhari dan Muslim. 
Hadits Kelima Belas
Anjuran untuk merasa puas dan menjaga kehormatan
عن أبي هريرة t قال: قال رسول الله r: «انظروا إلى من هو أسفل منكم, ولا تنظروا إلى من هو فوقكم فهو أجدر, ألا تزدروا نعمة الله عليكم» [ البخاري ومسلم ]
Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, dia berkata: 'Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Lihatlah pada orang yang berada di bawah kalian dan jangan lah melihat orang yang berada di atas kalian. (karena) sesungguhnya hal itu lebih membuat kalian tenang,[40] dan tidak merasa kurang dari nikmat yang Allah berikan".  HR Bukhari dan Muslim. 
Hadits keenam Belas
Anjuran berba'iat kepada Rasulallah r
عن عبادة بن الصامت t قال: (( بايعنا رسول الله r على السمع والطاعة في العُسر واليسر والمنشط والمكرهِ وعلى أثرةٍ علينا, وأن لا ننازع الأمر أهلَه إلا أن تروا كفرًا بواحًا, عندكم من الله فيه برهان, وعلى أن نقول بالحقِّ أينما كنَّا, لا نخاف في الله لومة لائم))  [رواه البخاري ومسلم]
Dari Ubadah bin Shamit semoga Allah meridhainya, dia berkata: "Dulu kami berba'iat kepada Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam untuk selalu patuh, dalam keadaan duka [41] maupun suka [42], dalam keadaan lapang [43] maupun sempit [44], untuk saling mendahulukan diantara kami [45], untuk tidak membrontak [46] pada pemimpin kecuali telah jelas dan nampak bahwa dia melakukan kekufuran yang nyata [47] yang mana kamu memiliki bukti [48] dihadapan Allah, dan agar kami selalu berkata dengan benar dimana pun kami berada, dan agar kami tidak merasa takut kepada celaan orang yang mencela karena menegakkan agama Allah".[49] HR Bukhari dan Muslim.

Hadits Ketujuh Belas
Sunahnya meminta Izin
عن أبي موسى الأشعريِّ t قال: قال رسول الله r: «الاستئذان ثلاثٌ فإن أُذِن لك وإلا فارجع»  [ رواه البخاري ومسلم ].
Dari Abu Musa al-As'ari semoga Allah meridhainya, dia berkata: "Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "(Adab) meminta izin itu ada tiga kali [50], apabila diizinkan (maka) masuklah, namun bila tidak maka kembalilah".  HR Bukhari dan Muslim.


Hadits Kedelapan Belas
Keutamaan menjaga hak-hak Tetangga
عن أبي هريرة t أن النبي r قال: «والله لا يؤمن, والله لا يؤمن, والله لا يؤمن». قيل: من يا رسول الله. قال: «الذي لا يأمن جاره بوائقه » [رواه البخاري ومسلم]
Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, bahwasanya Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Demi Allah, tidaklah dia dikatakan beriman, sebanyak tiga kali. Maka di katakan pada beliau: 'Ya Rasulallah, siapakah orangnya? Beliau berkata: "Seseorang yang tetangganya merasa tidak aman dari kejelekannya".[51] HR Bukhari dan Muslim.
Hadits Kesembilan Belas
Indah dalam berinteraksi dan menghukumi
عن أبي هريرة t أن رسول الله r قال: «مَطْلُ الغنيِّ ظلم, وإذا أُتْبِعَ أحدكم على مليءٍ فليَتْبَعْ» [رواه البخاري ومسلم]
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Menunda-nunda membanyar hutang dalam keadaan mampu [52] adalah sebuah kedhaliman, dan apabila ada hutang salah seorang diantara kalian di alihkan [53] pada orang lain[54], maka hendaknya dia mengikuti (permintaannya)".[55]  HR Bukhari dan Muslim.
Hadits Kedua Puluh
Keutamaan Bercocok Tanam
عن أنس بن مالك t أن رسول الله r قال: «ما من مسلم يغرس غرسًا أو يزرع زرعًا, فيأكل منه طيرٌ أو دابَّة أو إنسان إلا كان له به صدقة » [رواه البخاري ومسلم].

Dari sahabat Anas bin Malik semoga Allah meridhainya, bahwasannya Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Tidaklah seorang mukmin bercocok tanam atau menanam pohon, kemudian ada burung yang memakan tanamannya tersebut, atau hewan atau manusia, melainkan baginya dihitung sebagai sedekah".[56]  HR Bukhari dan Muslim. 
Hadits Kedua Puluh Satu
keutamaan wara' dan zuhud
عن أبي هريرة t عن النبي r قال: «اشترى رجل من رجل عقارًا, فوجد الذي اشترى العقار في عقاره جرَّة فيها ذهب, فقال الذي اشترى العقار: خذْ ذهبك أنا اشتريت منك الأرض ولم أشتر منك الذهب, وقال الذي له الأرض: إنما بعتك الأرض وما فيها فتحاكما إلى رجل, فقال الذي تحاكما إليه: ألكما ولدٌ, قال أحدهما: نعم. وقال الآخر: لي جارية, قال: أنكح الغلام الجارية وأنفقا على أنفسهما منه فانصرفا» [رواه البخاري ومسلم].

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, dari Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam, beliau bercerita: "Ada seorang laki-laki yang membeli sebidang kebun[57] dari temannya, didalam tanah dari kebun yang dia beli tersebut, dia menemukan sebuah peti [58] berisi emas. Kemudian  dia datang kepada temannya tadi lalu berkata padanya: 'Ambillah emasmu ini, aku hanya membeli tanahnya bukan emas'. Maka si penjual tanah menjawab: "Dan saya menjual tanah beserta apa yang ada di dalamnya'. Setelah itu mereka berdua pergi kepada seorang untuk menghakimi mereka. Lalu sang hakim berkata: 'Apakah kalian mempunyai anak? Berkata salah satu dari mereka berdua: 'Ia. Yang satunya menimpali:'Aku memiliki anak perempuan'. Maka sang hakim berkata: 'Nikahkan lah anak kalian berdua kemudian infaqkan harta itu pada mereka'.[59] Lantas keduanya pun pergi". HR Bukhari dan Muslim.


Hadits Kedua Puluh Dua
Keutamaan Lemah Lembut Dan Cela Bagi Pemarah
عن أبي هريرة t أن رسول الله r قال: «ليس الشديد بالصرعة, إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضبِ» [ رواه البخاري ومسلم ]
Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, bahwasannya Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bukanlah orang yang kuat, orang yang selalu menang gulat [60], akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah".  HR Bukhari dan Muslim.

Hadits Kedua Puluh Tiga
Budi Pekerti Yang Luhur
عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال: لم يكن رسول الله r فاحشًا ولا متفحشًا كان يقول: « إن من خياركم أحسنكم أخلاقًا »  [ رواه البخاري ومسلم ].
Dari Abdillah bin 'Amr bin al-'Ash semoga Allah meridhai keduanya, dia berkata: "Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam bukanlah orang yang suka berkata keji [61] tidak pula dalam perbuatannya. Dan adalah beliau bersabda: "Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik [62] budi pekertinya". HR Bukhari dan Muslim.
Hadits Kedua Puluh Empat
Keutamaan Berinfak Dengan Harta Yang Paling Istimewa
عن أبي أمامة t قال: قال رسول الله r: «يا بن آدم إنك إن تبذل الفضل خير لك, وإن تمسكه شرٌ لك, ولا تلام على كفاف, وابدأ بمن تعول , واليد العليا خير من اليد السفلى» [رواه البخاري ومسلم].

Dari Abu Umamah semoga Allah meridhainya, dia berkata: "Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai anak Adam, sesungguhnya apabila kamu mengeluarkan kelebihan hartamu [63], maka itu adalah baik, dan bila kalian pelit dengannya maka itu merupakan kejelekan, dan jangan kalian menghardik orang yang meminta-minta[64], mulailah memberi pada orang yang berada dibawah tanggunganmu[65]. Tangan di atas [66] itu lebih baik dari pada tangan yang di bawah".[67]  HR Bukhari dan Muslim.
Hadits Kedua Puluh Lima
Keutamaan Memiliki Sifat Qon'aah
عن أبي هريرة t عن النبي r قال: «ليس الغني عن كثرة العرض ولكن الغنى غنى النفسِ» [رواه البخاري ومسلم].

Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, dari  Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Orang yang kaya bukanah yang memiliki banyak harta [68], akan tetapi orang yang kaya ialah yang kaya hati".[69]  HR Bukhari dan Muslim.
Hadits Kedua Puluh Enam
Haram Boros Dengan Air, Bersumpah Palsu, Ba'iat Untuk Pemimpin Untuk Tujuan Dunia
عن أبي هريرة t قال: قال رسول الله r: «ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة, ولا ينظر إليهم, ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم, رجل على فضل ماء بالفلاة يمنعه من ابن السبيل, ورجل بايع رجلاً بسلعة بعد العصر فحلف بالله لأخذها بكذا وكذا فصدَّقه وهو على غير ذلك, ورجل بايع إمامًا لا يبايعه إلا للدنيا فإن أعطاه منها وفِّى وإن لم يعطه منها لم يف» [رواه البخاري ومسلم].
Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, dia berkata: "Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ada tiga golongan yang tidak diajak bicara oleh Allah kelak pada hari kiamat, tidak memandang mereka, tidak mensucikan mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih. Yaitu seseorang yang memiliki kelebihan air dikebunnya [70], namun ia mencegah musafir untuk ikut mengambilnya, dan seseorang yang menjual [71] barang setelah ashar, lalu  dia bersumpah akan mengambilkan barangnya dengan ini dan itu, kemudian pembeli percaya, sedangkan dia berdusta. Dan seseorang yang berjanji setia [72] kepada pemimpinya untuk tujuan dunia, bila diuntungkan maka dia setia,[73] jika tidak maka dia ingkar".  HR Bukhari dan Muslim.
Hadits Kedua Puluh Tujuh
Anjuran Untuk Segera Menikah
عن ابن مسعود t قال: قال رسول الله r: «يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج, فإنه أغض للبصر, وأحصن للفرج, ومن لم يستطع فعليه بالصيام, فإنه له وجاء » [ رواه البخاري ومسلم ]

Dari Ibnu Mas'ud semoga Allah meridhainya, dia berkata: "Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai para pemuda, barangsiapa telah mampu [74] menikah maka menikahlah, sesungguhnya hal itu bisa menundukkan pandangan [75] dan memelihara kemaluan [76], jika belum mampu hendaknya dia berpuasa, karena bisa sebagai tameng"[77].  HR Bukhari dan Muslim. 







Hadits Kedua Puluh Delapan
Wanita Idaman
عن أبي هريرة t أن رسول الله r قال: «تنكح المرأة لأربع: لمالها, ولحسبها, ولجمالها, ولدينها فاظفر بذات الدين تربت يداك» [ رواه البخاري ومسلم ]
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat perkara, karena kecantikannya, nasabnya, hartanya, dan karena agamanya, maka pilihlah yang baik agamanya, dengan itu kamu akan beruntung".[78]  HR Bukhari dan Muslim.
Hadits Kedua Puluh Sembilan
Amalan yang paling dicintai oleh Allah
عن ابن مسعود t قال: سألت رسول الله r أيُّ العمل أحبُّ إلى الله. قال: «الصلاة على وقتها». قلت: ثم أيٌّ. قال: «بر الوالدين». قلت: ثم أي. قال: «الجهاد في سبيل الله» [رواه البخاري ومسلم].

Dari Ibnu Mas'ud semoga Allah meridhainya, dia berkata: "Saya pernah bertanya kepada Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam, amalan apakah yang paling di cintai oleh Allah? Maka beliau bersabda: "Shalat tepat waktu", kemudian apa lagi? Tanya saya. Beliau menjawab: "Berbakti kepada kedua orang tua". Terus apa lagi? Tanya saya sekali lagi. Beliau berkata: "Jihad di jalan Allah".[79] HR Bukhari dan Muslim.


[1]. Yang dimaksud dengan aL-Fiqh Adalah ilmu pengetahuan yang membahas segala sesuatu dengan sedetal-detailnya.
[2]. Al-Mubalah Adalah sikap peduli dan waspada sedangkan lawan katanya adalah lalai. Hadist ini menunjukkan bawa menuntut ilmu itu adalah sebuah kewajiban, karena seseorang yang mempelajari hukum-hukum ibadah maka dia akan beribadah kepada Allah di atas ilmu dan petunjuk, sehingga dia akan di selalu di atas kebaikan dari Rabbnya.
[3]. Al-Wara' Adalah berusaha mencari  yang paling benar kemudian mengambilnya dengan yakin, sebagaimana dia selalu menghindari perkara yang masih di ragukan, lalu berusaha menjaga keutuhan agamanya, dan membersihkannya dari sampah-sampah yang mengotori dan mencemarinya.
[4]. Hadist ini menunjukkan bahwasanya ketiga amalan ini memiliki keistimewaan dan lebih unggul di bandingkan dengan amalan yang lain, yaitu dengan terus mengalirnya pahala untuk pelakunya pada masa hidupnya sampai ketika telah meninggal dunia.

[5]. Maksudnya ketika kamu melihatnya.
[6]. Yaitu perkataan dan pembicaraannya.    
[7]. Artinya: 'Amalannya yang shaleh mengingatkan kalian dengan hari yang telah d janjikan Allah Azza wa jalla', yang di maksud di sini yaitu: Bahwasannya teman duduk yang baik itu apabila ada orang yang melihat mereka, akan mengingat dirinya kepada Allah yang kemudian membuahkan ketaatan, dan semua itu tidak terjadi kecuali karena keshalihan dan keutamaan mereka.
       Dan apabila ada yang melihat amalan-amakan mereka dengan sikapnya yang seolah tidak butuh kepada dunia lagi, hal itu akan mengingatkan pada kampung akherat.
Hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang yang ta'at kepada Allah secara ikhlas, mereka akan menyuruh manusia untuk berbuat baik dan melarang mereka dari kemungkaran, karena Allah telah memakaikan mereka pakaian kehormatan, ketenangan dan kewibawaan   
[8]. Yang di maksud dengan Muta'amid adalah orang yang memang bermaksud berbohong dan berdusta
[9]. Maksud 'Hendaknya dia mengambil tempat duduknya di dalam neraka'. Yaitu untuk tinggal di dalamnya, ini adalah sebuah upaya pemeliharaan dan penjagaan sunnah Rasulallah agar tidak ada celah masuk selain perkataan beliau. Dan di dalam hadits ini menunjukan atas haramnya berbohong, dan keharaman itu akan berlipat lagi manakala kebohongan itu di sandarkan kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam.   
[10].اYang dimaksud dengan sabdanya: 'Bukan termasuk dari kami', adalah bukan termasuk orang yang mengikuti jalan kami secara sempurna.           
[11]. Maksud dari perkataanya: 'Orang yang tidak menghormati orang yang lebih tua', yaitu tidak menunaikan haknya dengan memuliakan dan menghormati mereka.
[12]. Arti dari sabdanya: 'Tidak menyayangi yang lebih kecil', ialah berlaku lemah lembut kepada yang lebih kecil yaitu dengan membimbing dan mengajarinya, karena menghormati orang yang lebih besar, dan menyayangi orang yang lebih kecil, kemudian memerintahkan pada suatu kebaikan serta mencegah dari kejelekan termasuk sunnah para Nabi dan Rasul, sehingga barangsiapa yang enggan mengikuti petunjuk mereka maka mereka di katakan tidak termasuk meniti jalan para Nabi dan Rasul secara sempurna. Dan di dalam hadits ini menunjukkan atas keutamaan orang yang berbudi pekerti yang luhur seperti berakhlak yang mulia dan agung, serta adanya ancaman bagi yang berpaling dari itu semuanya.
[13]. Fitnah yaitu segala sesuatu yang menyelisihi agama sehingga agama sangat menentang dan memeranginya
[14]. Berkembang dan tumbuh subur.
[15]. Lemah karena tua yaitu orang yang sudah beruban dan sudah tua umurnya.
[16]. Yang dimaksud dengan sunnah yaitu sebuah cara atau jalan yang ditempuh seseorang yang berilmu kemudian orang-orang muslim mengikutinya akan tetapi sunnah yang satu ini menyelisihi syari'at yang mulia.
[17]. Mungkar adalah lawan kata dari kebaikan, dan yang dimaksud di sini adalah apabila Allah telah mewafatkan orang-orang yang mengingkari kemungkaran tersebut, maka akan ada orang yang berkata kepadanya; 'Ini adalah sebuah kemungkaran'. Karena kecintaan mereka dan sudah sangat kecanduan terhadapnya, juga kebodohan yang ada pada mereka dari kebenaran.
[18]. Yaitu banyaknya para Qari yang membaca al Qur'an akan tetapi tidak di taddaburi dan tidak pula untuk di amalkan akan tetapi dia membacanya karena ingin mendapatkan yang lain dari tujuan dunia.
[19]. Maksudanya yaitu orang yang mendalami ilmu agama lalu di amalkan.
[20]. Yaitu banyaknya orang yang mengajak untuk berlomba-lomba menjadi pemimpin.   
[21]. Maksudnya mempelajari ilmu hanya bertujuan untuk mencari dunia ,kedudukan, dan kemewahan.
[22]. Arti perkataanya: 'Mencari dunia dengan amalan akherat', dan mana hal tersebut yang di sebutkan dalam hadits ini adalah suatu yang masih sangat aneh di masa para sahabat -semoga Allah meridhai mereka semua-, maka mereka begitu mendengar langsung menanyakannya: 'Kapan terjadinya hal itu? Maka beliau mengabarkan dengan ilham dari Allah tentang tanda-tanda yang menunjukkan akan terjadinya semua hal yang aneh pada masa itu.
       Dan betul hal itu telah terjadi pada saat ini yang mana sebuah hal yang baru dalam agama atau bid'ah di jadikan pegangan dalam sebuah amalan, sebagai ganti dari sunnah, bahkan yang lebih aneh mereka mengingkari orang yang ingin merubah bid'ah itu, hal itu karena adanya kelemahan dalam memegang amanah, dan banyaknya orang yang berlomba mengajak manusia meninggikan bangunan, dan sedikitnya orang yang faham tentang agama, banyaknya qori yang menyimpang, didukung pula banyak orang yang mencari dunia dan membanggakannya namun atas nama sedang mendalami agama, sebagaimana kenyataan yang ada pada saat sekarang ini, hanya kepada Allah kita berlindung, dan hanya kepadaNya kami mengadu, Allah lah Dzat yang mampu mencukupi kami dan sebaik-baik tempat bersandar.
     Hadits ini menunjukkan bahwasanya ada kelemahan hati dalam beragama, dan sedikitnya orang yang mau berpegang teguh dengannya, serta banyaknya orang yang keluar dari agamanya, yaitu ketika terjadi fitnah tersebut pada masanya.
[23]. Petunjuk yaitu kebaikan dan ketaatan.
[24]. Balasan yaitu pahala dan ganjaran.
[25]. Kesesatan maksudnya maksiat dan kemungkaran.
[26]. Dia akan memperoleh balasan dengan dosa dan kejelekannya. 
[27]. Maksudnya mencela yaitu merendahkan orang lain atau mencaci maki.
[28]. Yang dimaksud dengan kefasikan ialah perbuatan maksiat dan dosa.
[29]. Kekufuran yang dimaksud disini adalah sesuatu yang membuat darah seorang muslim menjadi halal atau boleh di tumpahkan.
      Hadits ini menunjukan dahwa darah dan kehormatan seorang muslim itu di sisi Allah sangat di hargai dan dihormati , sehingga tidak bolah ada yang menumpahkan darah mereka dan menodai kehormatannya kecuali dengan sesuatu yang telah di izinkan oleh pembuat syari'at  yaitu dengan menegakkan had atau qishos, atau hukuman dan ta'dzir (isolir, seperti penjara), maka barangsiapa menukar dari perkara yang hak ini, wajib bagi orang yang bertanggung jawab untuk memberi hukuman, isolir sesuai dengan kesalahannya.
[30]. Maksudnya menaungi mereka, yaitu dengan mendekatkan mereka dibawah naungan 'ArsyNya.
[31]. Imam yang adil adalah orang yang bersikap tengah-tengah terhadap dirinya serta orang yang di pimpinnya. 
[32]. Pemuda yang Tumbuh di atas fitrah hingga menjadi besar sehingga terjaga selalu dalam taat kepada Allah Ta'ala.
[33]. Yang dimaksud dengan kedudukan ialah keturunan  yang mulia dan kedudukan yang tinggi.
[34]. Kedua matanya meleleh artinya menangis karena disebabkan rasa takut dan ta'dhimnya terhadap Allah.
     Hadits ini menunjukkan atas besarnya anugerah Allah dan betapa Maha Pemurah Dia, bahwasannya Allah mencintai orang yang berbuat keta'atan dari kalangan para hamba-hambaNya, yang kemudian Allah menyalamatkan mereka dari adzab dan huru hara yang terjadi pada hari kiamat kelak. Dan tujuh golongan yang di sebut tersebut akan mendapatkan keridhaanNya dengan sebab amalan-amalan mereka yang terpuji , sehingga              Allah mengkhususkan mereka dengan menaunginya di bawah naunganNya pada hari yang mana matahari didekatkan sampai jarak antara matahari dan manusia hanya satu mil saja, sehingga  dikarenakan begitu panasnya sampai mereka bercucuran keringatnya sampai ada diantara mereka yang tenggelam oleh keringatnya sendiri.  
[35]. Perbuatan dhalim yang membuat kegelapan pada hari kiamat itu terbagi menjadi dua; Mendhalimi diri sendiri dengan melalaikan dirinya dari kewajiban-kewajiban Sang penciptanya serta kewajiban yang lainnya, yang kedua kedhaliman terhadap orang lain yaitu seperti dengan mengambil hartanya, atau menumpahkan darahnya, atau menodai kehormatannya, menipu, lain sebagainya dari hak-hak orang lain yang wajib di jaga serta di perhatikan. Kesimpulannya bahwa perbuatan dhalim adalah suatu yang di haramkan sebagaimana yang tertera dalam hadits qudsi, dimana Allah Ta'ala berfirman:  "Wahai hambaku sesungguhnya telah Aku haramkan atas diriKu perbuatan dhalim, dan Aku jadikan hal itu juga haram bagi kalian maka jangan lah kalian saling berbuat dhalim". 
Seorang penyair mengatakan:

Sungguh kedhaliman adalah racun
                         Ketika berbuat aniaya, dialah orang yang dhalim

Kelak pada hari kiamat akan bertanggung jawab
                         Disisi Allah, telah terkumpul orang yang didhalimi

Ia akan sadar, pada hari pembalasan
                             Kelak disisi raja diraja, Allah Ta'ala
[36]. Hasad adalah menginginkan hilangnya sebuah nikmat yang ada pada saudaramu seiman, dan perbuatan ini adalah sebuah keharaman dengan nash al-Qur'an dan sunnah, adapun yang di maksud dalam hadits ini adalah ghibthah yaitu kamu berangan angan dan menginginkan untuk dirimu memperoleh seperti apa yang diberikan Allah pada orang lain dari harta, keturunan, kedudukan, kehormatan, atau ilmu, yang mana akan kamu manfaatkan nikmat tersebut  untuk keta'atan dan berbuat kebaikan serta perkara terpuji lainnya yang di anjurkan.

[37]. Generasi yang di maksud di sini adalah suatu generasi dari umat manusia. Terkadang di kategorikan dalam masa sebanyak seratus tahun dari sebuah generasi.
     Dan orang yang ada pada generasi pertama adalah orang -orang yang paling dekat dengan Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang selalu menyertai beliau, sehingga dengan begitu mereka sanggup berpegang teguh dengan ajaran-ajaran beliau, oleh karenanya budi pekerti mereka begitu mulia, sifat-sifat yang mereka miliki begitu tinggi,  dan perangai mereka begitu santun, Allah Ta'ala menjelaskan hal itu dalam sebuah firmanNya:

قال الله تعالى:  } أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ{   [سورة الفتح: 29]
"Adalah mereka keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka".  (QS al-Fath: 29).

      Senantiasa mereka berada dalam keadaan yang demikian itu, berpegang teguh di atas metode Nubuwah hingga datang generasi sesudahnya, orang-orang yang meninggalkan shalat, mengikuti hawa nafsu, yang akan melemparkan mereka pada kesesatan, adapun orang yang senang bersaksi  namun tidak layak menjadi saksi, yang dhahir  bahwasanya mereka telah terlebih dahulu dicap pernah melakukan persaksian yang bathil, dalam persengketaan yang terjadi diantara mereka dan penentangan seperti Jahiliyyah dan mereka tidak peduli dengan hal tersebut. Mereka berani berkhianat atas janji dan tanggungan mereka  dalam jual beli dan transaksi. Mereka bernadzar untuk mengerjakan kebaikan namun tidak memenuhinya kecuali sesuai dengan kemauan dan kepongahan mereka.
[38]. Adapun nampaknya kegemukan di kalangan mereka karena mereka selalu sibuk dengan pertumbuhan badan-badan mereka dan membuatnya gemuk dengan segala macam makanan, mereka tidak lagi peduli dengan keta'an dan menunaikan kewajiban, dan mereka akan di datangkan pada hari kiamat dalam keadaan gemuk, tinggi, besar, banyak makan dan minum, akan tetapi di sisi Allah tidak ada nilainya walaupun hanya satu sayap nyamuk.

[39]. Yang keras maksudnya yaitu keras kepala lagi kasar, suka berbangga diri dan sombong, suka menipu atau sifat-sifat yang semacam itu. Manusia yang ada saling berbeda-beda dalam hal jasmani dan rohani mereka, ada yang kuat dan ada pula yang lemah, pribadi dan nurani mereka ada yang bersih juga ada yang kotor. Dan Allah telah menjadikan surga sebagai tempatnya orang-orang mukmin yang kuat keimanannya, saling berkasih sayang di antara mereka dan berlaku keras terhadap orang-orang kafir, bersikap tawadhu karena Allah, tidak karena merasa hina atau kehinaan.
      Kemudian Allah jadikan neraka sebagai tempatnya orang-orang kafir yang sombong yaitu orang-orang yang apabila mereka mendengar seruan Allah mereka memalingkan muka-muka mereka dan engkau lihat mereka sangat sombong dan bangga diri, apabila mereka mengetahui kebenaran akan tetapi mereka tidak merasa butuh padanya maka mereka berkata kepada orang mukmin: 'Kalau seandainya itu sebuah kebaikan sungguh kami akan terlebih dahulu mendahului kalian kepadanya'.
       Dan bukanlah yang di maksud dalam hadits dengan orang yang lemah adalah lemah badan dan akalnya atau orang yang gila, serta yang memiliki cacat dan pandir, atau orang yang tidak tahu tentang agama dan dirinya. Akan tetapi yang di maksud adalah bahwasanya dia tidak menyombongkan diri di hadapan orang yang telah di muliakan Allah dengan ilmu, kekuatan fisik, harta, kedudukan dan kehormtan, akan tetapi dia tetap menunaikan kewajiban-kewajibannya kepada Allah, menjauhi segala yang di haramkan Allah, dan menjaga sunnah Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam serta selalu berusaha mengikuti petunjuk beliau, dan berlomba-lomba dalam keutamaan dan kemuliaan, Allah Ta'ala berfirman dalam ayatNya:

قال الله تعالى: }وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ{ [سورة المنافقون: 8]
"Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui".  (QS al-Munaafiquun: 8).

[40]. Maksud sabda beliau adalah merasa Lebih tenang, nyaman dan cukup. Hadits ini menunjukkan atas wajibnya berpegang dengan budi pekerti yang utama dan mulia, karena hal itu termasuk  sifat yang dimiliki oleh para ahli iman yang mana apabila ada salah satu di antara mereka di beri nikmat oleh Allah, maka mereka melihat orang yang berada di bawah mereka sehingga mereka bisa bersyukur atas nikmat yang ada pada pibadi masing-masing mereka, dan apabila ada yang tertimpa musibah, maka mereka melihat pada orang yang lebih besar musibahnya sehingga menjadikan mereka bisa bersabar. Allah Ta'ala telah menyebut sifat mereka serta memujinya, karena tidak ada keinginan yang mereka tuju melainkan hanya untuk mendapatkan keridhaan Allah pada setiap waktu dan tempat, mereka begitu menghayati firman Allah Ta'ala:

قال الله تعالى : }نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُون{ .[سورة الزخرف: 32].

"Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".  (QS az-Zukhruf: 32)                                                                                                                                  

Seorang penyair mengatakan:

Barangsiapa ingin mencari kemulian hidup
                       Dia akan sedih tatkala tidak memperolehnya

Jika engkau mau hidup bahagia, apa adanya
                          Maka ridhoilah nikmat yang kamu dapat

       Ini apabila dalam urusan dunia adapun dalan urusan akhirat maka selayaknya bagi seorang mukmin untuk melihat kepada orang yang berada di atasnya, sehingga dirinya bisa terpacu untuk mengejarnya, hal itu sebagaimana firmannya Allah Ta'ala:
قال الله تعالى: }سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ{  [سورة الحديد: 21] .
"Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu". (QS al-Hadiid: 21).
[41]. Al-Usr maksudnya adalah dalam keadaan kesusahan, fakir miskin.
[42]. Al-Yusr artinya adalah dalam keadaan suka cita, gembira.
[43]. Al-Mansyath artinya kesukaan hati untuk beramal.
[44]. Al-Makrah artinya benci adapun maksudnya adalah ketika jiwa sedang benci akan tetapi dipaksa untuk melakukannya.
[45]. Saling mendahulukan maksudnya Yaitu lebih mendahulukan kebutuhan saudara yang lain dari pada dirinya sendiri sebagaimana yang di gambarkan Allah dalam firmanNya:

قال الله تعالى :}    وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ{  [سورة الحشر: 9].
 "Dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan".  (QS al-Hasyr: 9).

[46]. Mencabut ketaatan artinya saling menarik, dan saling membantah sedangkan yang di maksud adalah berpaling dari pemerintah dan berusaha menggulingkan kepemimpinannya.
[47]. Artinya terang, jelas dan terbuka tidak ada lagi penutupnya.
[48]. Alasan yaitu dalil dan hujjah yang pasti.  
[49]. Celaan orang yang mencela maksudnya yaitu orang yang perpaling, suka mengkritik, dan suka mencela.
Didalam hadits ini menunjukkan atas di syari'atkannya membai'at atau berjanji setia kepada seorang pemimpin muslim, yaitu dengan memenuhi janji kepada mereka dengan ta'at dan menyerahkan urusan kepadanya, selama hal itu bukan perbuatan kekufuran yang keluar dari agama. Dan di dalam hadits ini juga menunjukkan anjuran selalu  memaafkan pada sisi-sisi yang ada pada pemerintah dengan menasehati mereka dan juga selain mereka, dan selalu mengarahkan di setiap waktu dan tempat.

[50]. Yang dimaksud dengan isti'dzan ialah meminta untuk di beri kesempatan untuk masuk ketempat orang lain, dan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam telah mengajari kita tata cara meminta izin, yaitu dengan mengucapkan salam, dan berkata bolehkah saya masuk? Itu dilakukan sampai tiga kali, dan kalau di beri izin masuk maka boleh baginya untuk masuk, akan tetapi apabila tidak maka dia harus pulang, sebagaimana firman Allah Ta'ala:
قال الله تعالى : }وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا هُوَ أَزْكَى لَكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ{ [النور: 28].                              

"Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja)lah, Maka hendaklah kamu kembali. itu bersih bagimu dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan"(QS an Nuur:28).

        Dan hal itu di kecualikan pada beberapa tempat seperti taman, toko buku atau perpustakaan dan yang semisal dengan itu. Dan pada kesimpulannya bahwa meminta izin termasuk perkara agama yang di anjurkan dan termasuk adab yang di ajarkan dalam agama Islam. Dalam hadits ini juga menunjukkan di syari'atkannya meminta izin terlebih dahulu apabila ingin masuk ketempat orang lain, dan pulang apabila tidak mendapatkan izin dari pemilik rumah.

[51]. Yang dimaksud dengan Bawaaiqohu adalah kejahatannya, atau kejelekannya, tipu daya serta khianatnya.
Di dalam agama Islam, seorang tetangga itu atas tetangganya mempunyai hak-hak yang sangat banyak dan agung, dahulu kebiasan orang Arab adalah begitu menghormati tetangganya serta memuliakan hak-hak mereka, kemudian datang agama Islam memperkokoh dan menganjurkan hal tersebut.
Adapun tetangga itu terbagi menjadi tiga macam:
Yang pertama: Tetangga seorang muslim dan masih mempunyai hubungan kerabat, maka dia memiliki tiga hak, hak sebagai tetangga, seorang muslim dan kekerabatan
Yang kedua: Tetangga seorang muslim, maka dia memiliki dua hak, sebagai tetangga dan sesama muslim.
Yang ketiga: Adalah tetangga namun kafir, maka dia juga memiliki hak, yaitu sebagai tetangga.
         Dan hak tetangga yang paling agung ialah dengan memuliakan, menjaga keluarganya, membantu kebutuhannya, tidak menyakitinya, berbuat baik kepadanya, mengajak pada perbuatan baik serta mencegahnya dari perbuatan mungkar. Dan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Senantiasa Jibril mewasiatkan kepadaku (akan hak-hak) tetangga, sampai aku menyangka bahwa tetanggaku akan mewarisiku". 
[52]. Maksud mathlu adalah mengingkari janji serta menunda untuk membayar hutang sedangkan dia dalam keadaan berkecukupan.
[53]. Artinya disuruh mengikuti, sedangkan maksudnya adalah jika hutangnya dialihkan pada orang lain dan dia diminta untuk meminta pada orang lain tersebut, maka ikuti  permintaannya sampai terbayar hutangnya.
[54]. Yaitu orang yang berkecukupan, kaya. 
[55]. Maknanya ialah hendaknya dia menerima permintaan tahwil (pemindahan hutangnya) pada orang lain yang telah ditunjuk olehnya.
      Dalam hadits ini menunjukkan bagaimana indahnya muamalah antara (debitor) pemberi pinjaman dan orang yang berhutang, antara orang yang meminta dan yang dimintai.
     Dalam hadits juga menunjukan haramnya menunda-nunda membayar hutang ketika ditagih oleh yang punya hak, bila dirinya mampu untuk membayarnya, serta wajibnya diatas persetujuan pemilik hak apabila ingin mentahwil (mengalihkan hutangnya) dengan syarat orang yang ditunjuk adalah kaya dan mampu, dan jika tidak maka dia punya hak untuk menolaknya, kecuali kalau dia memang rela dengannya. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bersabar dan selalu menepati janjinya.
[56]. Hadits ini menunjukkan atas keutamaan bercocok tanam, dan sebaik-baik kebajikan adalah yang bisa kontinyu, dan sebaik-baik sedekah adalah yang manfaatnya bisa mengalir terus menerus, dan setiap keadaan menentukan kemurniaan ke Islaman seseorang, untuk bisa di petik dari perbuatan baiknya.  
[57]. 'Aqar adalah sebuah kalimat yang biasa di gunakan untuk sebidang tanah yang ingin di tanami.
[58]. Jarrah artinya adalah gentong atau sebuah wadah yang berbentuk bulat tengahnya lebar tapi mulutnya kecil, yang terbuat dari tanah, tembaga, atau kaca.
[59]. Di dalam hadits ini menunjukkan betapa jujurnya si pembeli dan penjual, serta zuhudnya mereka derdua. Dan betapa wara'nya sang hakim dalam menghukumi keduanya. Hal ini semua menunjukan pada sebuah budi pekerti yang luhur serta adab mulia yang tinggi.
       Dan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam mengisahkan kisah tersebut tidak lain agar kita bisa mengambil pelajaran dan mencontoh akhlaknya. Allah Azza wa jalla berfirman :

  قال الله تعالى: }يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ{ [سورة التوبة: 119].
" Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar". (QS at-Taubah: 119).

[60]. Maksudnya ialah kuat dalam mengalahkan lawannya, dan yang di maksud di dalam hadits ini bukanlah pujian padanya, walaupun ada sisi pujiannya kalau berada pada tempatnya.
      Akan tetapi yang di maksud adalah dia bisa menguasai jiwanya di saat dia sanggat marah, dan bisa berhias dengan sifat lembut dan pemaaf.
      Dan hadits ini juga menunjukan atas terpujinya sifat lemah lembut dan tercelanya sifat pemarah, karena hal itu bisa mengantarkan seseorang kepada kebinasaan. Dan dalam sebuah riwayat dikisahkan ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam, lalu meminta wasiat. Maka beliau bersabda: "Jangan marah". Orang tersebut mengulanginya berkali-kali, dan beliau tetap bersabda: "Jangan marah". HR Bukhari.
Sebagaimana juga ada sebuah riwayat yang mengatakan: "Bahwa seorang muslim yang bersikap lemah lembut akan mendapatkan derajatnya seperti orang yang selalu berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari".
[61]. Maksud dalam jumlah hadits yaitu Keji yang muncul dari perbuatan maupun perkataannya.  
[62]. Sebaik-baik dari kalian maksudnya yaitu yang paling indah dan sempurna di antara kalian.
Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia pilihan Allah di antara para hambaNya, oleh karenanya,  perbuatan beliau adalah benar, perkataannya jujur, adil di dalam menghukumi, seluruh sifat-sifat beliau berada pada tingkat sempurna dan lurus. Dan cukup bagi kita apa yang telah di sifati padanya, oleh seorang wanita yang jujur, yaitu 'Aisyah ummul mukminin semoga Allah meridhainya, yang mana beliau pernah berkata: "Bahwasannya akhlak beliau adalah al-Qur'an".
         Dalam sebuah haditsnya Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: "Orang yang paling dekat dengan mejelisku pada hari kiamat kelak adalah orang yang paling baik akhlaknya". Dalam sebuah ayatNya Allah Ta'ala berfirman: 
                                                                                                                                                         
قال الله تعالى : }لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ{ [سورة الأحزاب: 21].
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu".  (QS al-Ahzaab: 21).

Dalam ayat yang lain Allah juga berfirman, menganjurkan agar kita mengikuti beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam:
                                          
 قال الله تعالى: }قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ{ [آل عمران: 31].
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu".(QS 'alii Imraan:31).

       Di dalam hadits ini menunjukaan atas agungnya budi pekerti yang baik, yaitu berakhlak dengan adab-adab yang ada di dalam al-Qur'an. 
[63]. Maksudnya yaitu kelebihan harta dari kebutuhan yang asasi baik dari makanan maupun pakaian.
[64]. Al-Kafaf artinya sesuatu yang tidak membutuhkan tambahan lagi.
[65]. Yaitu orang yang wajib atasmu untuk kamu beri nafkah.
[66]. Tangan di atas maksudnya ialah orang yang berinfak.
[67]. Tangan di bawah maksudnya adalah orang yang menerima atau meminta.                                                                                                                    Ajaran Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam  serta petunjuknya seluruhnya mengandung kebaikan serta barokah. Di di dalamnya terkandung, adanya jaminan untuk kebaikan dunia dan akhirat, maka bagi orang yang telah Allah karuniakan padanya kelebihan rizki, Nabi menganjurkan padanya agar dia mau berinfak dengan kelebihan harta dari kebutuhan orang yangberada dibawah tanggungannya, untuk diserahkan pada orang yang fakir dan miskin sert orang yang lemah, orang yang tidak memiliki apa-apa, para janda, anak korban brokem home, dan anak-anak yatim yang tidak bisa bekerja.
       Maka mereka dengan infak seperti ini sangat membutuhkannya sedangkan orang-orang kaya dengan infak semacam ini akan memperoleh kemenangan, pengorbanannya bisa terus merambat, seperti dengan membagun masjid, sekolahan, jalan, lembaga-lembaga sosial, serta untuk mempersiapkan kekuatan menghadapi musuh-musuh Islam atau amalan kebaikan lainnya yang kebaikannya bisa kembali kepada Islam dan kaum muslimin. Semoga Allah memberi taufik pada orang-orang kaya yang beramal kebajikan seperti ini, Amiin.
        Dan hadits ini menunjukkan di syari'atkannya mencurahkan kelebihan harta tanpa paksaan dan benci, pujian bagi orang yang melakukan kebaikan seperti ini dan di bencinya orang yang kikir, celaan bagi orang yang meminta-minta, karena supaya orang mau bersungguh-sungguh di dalam usahanya apabila dirinya memiliki kekuatan dan kemampuan.
[68]. Harta benda yang melimpah.
[69]. Yang dimaksud dengan kaya hati yaitu merasa cukup dan tidak rakus, karena dirinya telah merasa puas. Dan qona'ah (rasa puas) adalah perbendaharaan yang tidak ada batasnya.
        Bukan sesuatu yang asing lagi karena sudah menjadi rahasia umum bahwa orang yang memiliki harta yang banyak biasanya dirinya tidak memiliki perasaan puas serta menjaga diri, engkau lihat, dia akan selalu merasa kurang dan berusaha untuk bisa lebih banyak lagi mengumpulkan harta, bahkan dia tidak lagi peduli dari mana dia mendapatkannya, dia melihat apabila memiliki uang seribu rasanya sedikit, akan tetapi kalau melihat ditangan orang uang seratus dia lihat itu sangat banyak, dia berfikir bahwa hartanya akan berkurang apabila di infakkan walaupun hanya sedikit.
Adapun orang yang kaya hati, dia akan selalu dalam keadaan tenang tidak pernah merasakan kecemasan, karena pandangan-pandangan hasad telah didahului oleh sebab, dia akan selalu puas dengan sedikitnya harta yang diperoleh dari usaha yang halal, mau berinfak dan mau memberi, dia akan berbuat baik dengan berinfak sambil meyakini bahwa hartanya tidak akan berkurangan, dia melakukan amalan-amalan yang berbarokah ini karena merealisasikan firman Allah  Ta'ala:

قال الله تعالى: }مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيم{ [البقرة: 261].                                                                      

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui". (QS al-Baqarah: 261).

      Dan dalam hadits ini menunjukkan atas keutamaan qona'ah (merasa puas) dan menerima apa adanya, serta menjaga diri dari sesuatu yang di haramkan, dan sudah merasa cukup dan rela walaupun hanya dengan sedikit.

[70]. Air yang lebih yaitu yang melebihi kebutuhan. Sedangkan makna falah adalah tanah yang terpisah dari bangunan.
[71]. Menjual sesuatu kepada seorang dengan saling tawar menawar dalam masalah harga namun dengan cara yang curang.
[72]. Membai'at seorang imam maksudnya yaitu berjanji setia kapadanya. 
[73]. Memenuhi janji yaitu menyempurnakannya dengan jujur.
Ketiga kelompok tersebut akan mendapat kemurkaan Allah serta mendapat adzabNya, karena kejahatan yang mereka lakukan adalah kejahatan yang paling besar, musibah yang ada pada mereka adalah sebesar-besar musibah, dan semua itu terjadi karena kerakusan dan kecemasan akan dunia.
       Dalam hadits ini menunjukkan akan haramnya menahan kelebihan air dari para musafir dan orang yang sangat membutuhkan, dan sangat di tegaskan dalam hadits ini atas haramnya sumpah palsu setelah shalat ashar, sebagaimana hal itu juga di haramkan pada setiap waktu. Hadits ini juga menjelaskan tentang haramnya menipu kaum muslimin, dan yang terakhir adalah menjelaskan atas haramnya berbai'at kepada seorang pemimpin dengan tujuan dunia.
[74]. Mampu untuk menikah yaitu mampu melakukan hubungan badan dan mampu memberi nafkah.
[75]. Lebih menjaga pandangan artinya dia lebih bisa menahan dari memandang para wanita.
[76]. Lebih bisa menjaga kemaluan yaitu lebih bisa menjaganya dan memeliharanya.
[77].  Wija' artinya adalah tameng, menahan.
       Nabi Shalllahu 'alaihi wa sallam menganjurkan bagi para pemuda untuk segera menikah dengan hikmah agar bisa memperbanyak anak keturuan, dan dengan menikah juga bisa menjaga kehormatannya, menjaga kemuliaan, terjatuh dalam kekejian dan kejahatan yang di sebabkan oleh banyaknya kerusakan moral yang menanggalkan agama dan akhlak.
[78]. Makna taribat yadak secara bahasa yaitu tanganmu penuh dengan debu dia adalah sebuah ungkapan yang artinya adalah beruntung tanganmu.
       Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan di dalam hadits ini tentang kriteria seorang wanita yang mau di nikahi, karena setiap orang pasti memiliki kecondongan untuk memilih salah satu dari sifat tersebut.
Adapun yang di anjurkan untuk dinikahi adalah wanita yang memiliki agama, karena apabila dia berada di sisinya dia akan membuatnya senang dan apabiala dia tidak ada disisinya maka wanita itu akan menjaga harta dan kehormatannya, dan jika dia di beri sesuatu dia akan mensyukurinya, bila dia kurang pada suatu hal maka wanita itu akan memaafkananya, dan bila dia dalam kesempitan pada sebuah perkara maka wanita itu akan membuatnya agar bersabar.
       Wanita shalihah adalah perhiasan dunia, adapun wanita yang kaya raya terkadang dia berangan-angan atas suamianya agar menjadi fakir kemudian dia akan menghinanya dan menyakitinya ,dan wanita yang memiliki kedudukan yang tinggi bisa jadi dia berani melawan suaminya dan mengucapkan perkataan yang di bencinya dan dia akan berusaha agar dirinya yang mengatur dan menguasai rumah tangga, suami dan hartanya.
       Adapun wanita yang cantik jelita pada umumnya dia akan sombong dengan kecantikannya, memoles kecantikannya sehingga orang lain ikut serta menikmati kecantikannya bersama suaminya, kadang dia perpura-pura menampakan pada dirinya lemah dengan maksud agar suaminya membencinya kemudian menceraikannya, atau terkadang dia berpura-pura dalam berhias dan bersolek dihadapan suaminya karena memiliki tipu daya yang di sembunyikannya agar dia bisa melegalkan perbuatan sufur, bersolek, tabarruj, sedikitnya rasa malu. Maka barang siapa yang tidak memiliki rasa malu maka dia akan kehilangan amanah atas dirinya ,dan tidak ada iman padanya.
       Dan sungguh suatu kebaikan apabila terkumpul pada diri seorang wanita semua kriteria seperti yang disebutkan dalam hadits di atas atau setidaknya memiliki salah satunya yang dibarengi dengan memiliki agama yang bagus.

[79]. Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan dalam hadits ini tentang amalan-amalan yang paling di cintai oleh Allah Azza wa jalla, dalam sabdanya beliau lebih mendahulukan shalat karena merupakan penghubung antara hamba dan Rabbnya, dan ke Islaman seseorang tidak akan sah tanpanya, dan juga, Allah tidak akan menerima amal apapun apabila tidak ada shalat, dan shalat adalah rukun yang paling penting setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Allah Ta'ala berfirman:

 قال الله تعالى :}فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ{ [سورة التوبة: 5].

"Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan.Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".  (QS at-Taubah: 5).

       Sesudah itu beliau menjadikan amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah berbakti kepada kedua orang tua, yang mana amalan tersebut merupakan kewajiban yang harus di lakukan, dan kewajiban yang ada di antara halah dan mubah, bukan di antara haram dan makruh.
      Dan hukuman bagi orang yang melalaikannya akan memperoleh hukuman yang besar, dan perbuatan yang paling jahat, karena begitu agungnya hak kedua orang tua, sehingga Allah menggandengkannya dengan tauhid dan beribadah semata hanya kepadaNya dengan hak mereka berdua. Dan Allah Ta'ala juga memperingatkan dari amalan yang paling ringan yang tidak boleh di lakukan kepada kedua orang tua, hal itu sebagaimana firmanNya:

قال الله تعالى: }وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا  وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّي ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا{ [سورة الإسراء: 23- 24].

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".  (QS al-Israa': 23-24).

        Kemudian yang ketiga adalah berjihad dijalan Allah, jihad adalah perkara satu perkara yang disyari'atkan untuk bisa menegakkan agama, meninggikan kalimat Alllah serta menolong agamaNya. kalau seandainya tidak ada jihad maka tidak ada agama.  Adapun jihad itu mempunyai tiga tingkatan:
Yang pertama: Berjihad atas diri sendiri untuk menerima kalam Allah Azza wa jalla, dengan mengamalkannya, dan berjalan di atas petunjuk Rasulallah dan mengikuti beliau.
Kedua: Berjihad melawan setan yang ada pada dirinya sendiri, yaitu denganmengikis semua yang ada pada hatinya dari kerancuan dan keragu-raguan yang datang menghantam agama dan imannya.
Yang ketiga: Berjihad melawan musuh-musuh agama Allah Ta'ala dengan hati, lisan, tulisan, harta, dan pedang, sebagaimana firman Allah ta'ala:

قال الله تعالى: }وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ{ [ سورة البقرة: 193 ]. 

"Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah". (QS al Baqarah:193).

Dan juga firmanNya:

قال الله تعالى: }وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ{. [سورة الحج: 78].  

"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, Maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, Maka Dialah Sebaik-baik pelindung dan sebaik- baik penolong". (QS al-Hajj: 78).

      Dan masuk pula dalam masalah ini adalah berjihad kepada orang yang enggan beramar ma'ruf dan nahi munkar sesuai dengan ketiga tingkatan di atas

Poskan Komentar