Selasa, 06 Januari 2015

Liburan Musim Panas Telah Tiba



Liburan Musim Panas Telah Tiba
            Musim panas telah tiba dan dimulailah berbagai persiapan untuk berekreasi. Rencana tujuan perjalanan baru di dunia yang luas telah dimulai. Kesiapan dari semua anggota keluarga, melengkapi semua kebutuhan, mengatur untuk semua pemesanan. Dan sebelum semua itu, menabung selama beberapa bulan untuk biaya perjalanan. Alangkah indahnya perencanaan yang matang ini. Betapa baiknya perencanaan dengan waktu yang cukup untuk menghabiskan liburan musim panas kita. Yang mana semua orang menyiapkan untuk menghirup beberapa hari yang indah, ketika para ayah melupakan beban pekerjaan dan anak-anak menghilangkan capeknya pelajaran. Akan tetapi orang yang merenungkan perjalanan tersebut, merasakan bahwa kita mengeluarkan biaya besar dan menghabiskan tabungan kita yang tersimpan dan membelanjakannya tanpa ada rasa penyesalan, bahkan kegiatan safar merupakan sesuatu yang langka dan seseorang menghabiskan dana besar untuknya, namun bibirnya tetap tersenyum bahagia, karena ia merasa punya hak dalam hal itu. Bukankah kita mengumpulkan harta untuk mendapatkan kebahagiaan dan ini merupakan salah satu jalan kebahagiaan kita. Akan tetapi saya akan menyertai Anda pada perjalanan yang lain, dan dunia lain yang dengannya kita bisa menjelajahi perbukitan, lembah dan tempat-tempat yang indah, yaitu perjalanan yang pantas untuk kita berikan perhatian khusus hingga sempurna kebahagiaan kita. Maka marilah kita menelusuri jalan yang lain dari jalan-jalan keberuntungan dan jalan lain dari jalan-jalan kebaikan, serta yang harus kita hadirkan, sedangkan kita membelanjakan harta yang banyak dalam perjalanan musim panas kita.
1. Sesungguhnya perjalanan terindah yang kita lewati adalah yang kita sertai dengan taat. Maka –semoga Allah I menjagamu- renungkan perkaramu sebelum engkau mengikat koper-kopermu, apakah engkau telah melaksanakan perjalanan Rabbani terpenting yang hukumnya wajib bila mampu, yaitu umrah atau haji menuju kota Allah I yang dihormati, atau engkau mendinginkan mata dengan Raudhah Rasulullah r.  Renungkanlah perkaramu sebelum engkau memutuskan perjalananmu. Pikirkanlah kondisimu sebelum engkau memastikan tujuanmu dan mengarahkan langkahmu. Maka apabila engkau belum melaksanakan ibadah umrah dan belum melaksanakan kenikmatan ziarah (ke Masjid Nabawi). Maka apakah engkau menjadikan langkah pertamamu dari tempat-tempat itu, atau engkau melewati wilayah itu yang merupakan tempat paling utama di muka bumi. Tanyakanlah kepada setiap orang yang mencoba. Tanyakanlah kepada setiap musafir. Bacalah perjalanan-perjalanan terbesar, maka engkau tidak akan menemukan di sela-sela pembicaraan atau tulisan mereka yang lebih indah dari pada tempat-tempat tersebut. Maka segeralah melakukannya –wahai saudaraku tercinta- sebelum datangnya kematian sedangkan engkau belum mengisi mata dengan bumi yang tercinta.
2. Sebagian orang tua ada yang melakukan perjalanan khusus sendirian atau bersama teman-temannya untuk menikmati perjalanan tanpa keluarganya. Apakah kita mengingat anak-anak kecil yang kita tinggalkan di antara dinding-dinding rumah. Dan apakah kita memikirkan para saudara yang bersusah payah untuk kita mengurus kehidupan. Aturlah perjalananmu bersama keluarga dan niatkan apa yang kamu belanjakan untuk keluargamu di jalan Allah I, maka ia merupakan jalan terbaik dalam membelanjakan harta, sebagaimana dalam sabdanya r:
الرَّجُلُ إِذاَ أَنْفَقَ النَّفَقَةَ عَلَى أَهْلِهِ يَحْتَسِبُهَا كَانَتْ لَهُ صَدَقَةٌ
"Apabila seseorang memberikan nafkah untuk keluarganya yang ia mengharapkan pahala, niscaya ia menjadi sedakah untuknya." (Shahihain).
3.  Ada juga sebagian orang yang mengeluarkan biaya besar dalam perjalanan dan rekreasi, dan melupakan atau menunda atau melalaikan rukun agama yang wajib, yaitu menunaikan zakat yang disertakan dengan shalat. Ia merupakan haq Rabb semesta alam dari harta kita. Dan barangsiapa yang menundanya atau melupakannya atau meremehkannya, maka hendaklah ia bersegera memenuhi penggilan Rabb semesta alam dan menunaikan rukun yang agung ini, dan yang syetan membuat kita merasa berat melaksanakannya, sekalipun hanya sedikit dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan rekreasi tahunan.
4. Termasuk rekreasi yang baik adalah memilih tempat-tempat yang utama dan menjauhi tempat-tempat fitnah, dan hendaklah engkau memilih untuk dirimu dan keluargamu sesuatu yang menyebabkan ridha Rabb-mu. Banyak sekali orang yang memilih tempat-tempat yang jauh  untuk menyenangkan anak-anaknya, maka pilihannya tersebut menjadi penyebab kehancuran akhlak mereka, matinya rasa iffah (kehormatan diri) di dalam jiwa putri-putrinya, dan menjadi awal bencana yang menghancurkan kebaikan dalam keluarganya.  Dan ketahuilah, sesungguhnya pemandangan yang tidak baik dan tidak sopan merupakan sesuatu yang buruk yang senantiasa disimpan dalam memori anak kecil dan mempengaruhi jiwa mereka sepanjang hidup dan lautan api fitnah di dada orang dewasa selama hayat masih di kandung badan. Dan engkau membuat mereka mencari sesuatu yang bisa memadamkan api tersebut. Maka pilihlah sesuatu untukmu dan mereka, dan letakkan perkara penting di depan matamu, ingatlah selalu bahwa mereka adalah amanah di atas pundakmu.
5.  Di setiap benua ada tempat rekreasi yang indah, maka engkau hidup bersama orang yang engkau cintai dengan segala harapan dan penderitaan mereka, dan ini berpegang atas dasar mencari saudara-saudara kita seagama di semua benua.Di setiap benua, dan di setiap jengkal bumi ini engkau menemukan pijakan kaki dan jiwa muslim dari saudara-saudara kita seagama. Maka termasuk pintu sedakah dan persaudaraan, bahwa kita tidak melupakan saudara-saudara kita di benua-benua tersebut dengan bantuan dan pemberian kita. Maka berikanlah sedikit yang kita belanjakan dalam perjalanan kita bagi orang-orang yang berdakwah di daerah-daerah itu. Maka hendaklah kita memberikan anggaran dari harta kita pertahun untuk memberi tunjangan kepada para dai yang mengorbankan jiwa dan waktu mereka untuk berdakwah kepada Allah I.  Maka engkau menemukan mereka berpindah-pindah dari pelosok daerah untuk menanamkan aqidah yang benar dan menyebarkan agama yang lurus. Maka dana yang sedikit itu membuat engkau berada di barisan mereka. Dan dengan biaya yang sedikit itu Anda beruntung karena ikut andil dalam menunaikan misi para nabi, dan menjadikanmu berdakwah kepada Allah I sedangkan engkau merasakan kenikmatan sempurna di antara anak-anak dan keluargamu di dalam rumah atau perjalananmu.
6. Di dalam Islam, masjid memegang peranan sangat penting. Ia merupakan tempat ibadah, pertemuan para dai, dan pusat kajian dan penyebaran Islam. Cukuplah bagimu bahwa ia merupakan tempat berkumpulnya penduduk kota dan desa. Di dalamnya bertemu para jiwa bersama Rabb-mu dan saudara bersama saudara mereka. Maka memberikan harta dan ikut serta membangun masjid menjadikan engkau termasuk dalam sabda Nabi r: dari Jabir bin Abdullah t, ia berkata, 'Rasulullah r bersabda:
مَنْ بَنَى ِللهِ مَسْجِداً وَلَوْ كَمفحصِ قطاةٍ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ
"Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah I, kendati hanya seperti sarang qatha (nama burung: sand grouse-ingg) niscaya Allah I membangun untuknya rumah di surga."
7. Sarana transportasi modern, komunikasi yang cepat, dan informasi global memberikan kemudahan kepada semua orang untuk berpindah dan menelusuri ruang angkasa seperti yang dia kehendaki. Suara dan perasaan imannya sampai ke semua tempat. Maka apakah kita memikirkan bahwa memasuki dunia internet dengan memberikan pengarahan, petunjuk dan nasehat. Dan kita menulis apa yang tersisa di belakang kita dan mengekalkan untuk kita amal ibadah yang menambah kedudukan kita, dan kita melaksanakan amal ibadah yang melimpah dalam timbangan amal kebaikan kita.
8. Apakah kita sudah membantu dakwah Islam yang memberikan nasehat yang baik dengan ikut serta dalam membantu canel islam dan menopangnya dengan berlangganan dan ikut serta memberi nasehat dan pengarahan, atau setidaknya membantunya dengan mengarahkan manusia kepadanya dan menyebarkan programnya yang bermutu kepada manusia, atau ikut serta mengirim surat pendek (sms) sebagai dasar yang memberi faedah kepada pembaca dan mendukung canel tersebut secara materi, atau ikut serta memberikan pendapat yang benar lewat situs mereka di internet. Janganlah engkau meremehkan sedikitpun perbuatan baik, berikanlah dan harapkanlah pahala, hal itu lebih baik di sisi Allah I maka ia akan diganti dengan ijin Allah I.
9. Ikut serta mendukung situs-situs Islam lewat internet dan situs-situs para ulama dengan cara ikut serta lewat berbagai tulisan, usulan, dan pendapat yang bertujuan meluruskan, mengarahkan, mengingatkan, menasehati dan memberikan bimbingan. Demikian pula bisa ikut serta lewat surat-surat yang disebarkan mereka lewat sms yang biayanya biasanya sekitar  SR. 12 setiap bulan, maka darimu dukungan dan sumbangan, dan dari mereka peringatan dan bimbingan.
10.  Apakah kita sudah memotong satu bagian dari penghasilan kita untuk membantu halaqah al-Qur`an al-Karim, mengajarkannya dan memberikan hal itu di jalan Allah I. Maka keutamaan mengajar al-Qur`an adalah keutamaan yang agung dengan sabda Nabi r:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
"Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari al-Qur`an dan mengajarkannya." HR. al-Bukhari.
Ini adalah pahala yang sempurna dan perbendaharaan yang tetap ada hingga hari yang tidak berguna lagi harta dan keturunan.
11. Memberikan bantuan untuk anak yatim merupakan bagian yang sangat sedikit dari biaya perjalanan kita dan kita memberikan kebahagiaan kepada orang lain dengan cara melukiskan kebahagiaan di wajah anak-anak yatim. Maka termasuk hak mereka terhadap kita bahwa kita memikirkan mereka dan merasakan kebutuhan mereka, serta berdiri bersama mereka dalam kehidupan mereka. Rasulullah r mengajak kita untuk hal itu. Dari Sahal bin Sa'ad t, ia berkata, 'Rasulullah r bersabda:
أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ هكَذَا, وَأَشَارَ باِلسَّبَّابَةِ وَاْلوُسْطَى وَفَرََّجَ بَيْنَهُمَا...
"Saya dan pengurus/pengasuh anak yatim di surga seperti ini", dan beliau r mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkan di antara keduanya.' HR, al-Bukhari.
12. Bersedekah kepada yang membutuhkan dan melapangkan orang yang kesusahan merupakan rekreasi yang sangat indah di hati orang-orang yang lemah dan fakir miskin, ia merupakan kebahagiaan yang ditambahkan untuk kebahagiaan kita, kesehatan dari penyakit kita, mendapatkan ridha Rabb kita, bersyukur untuk segala nikmat kepada pemberi rizqi kepada kita, dan Nabi r telah menyebutkan termasuk tujuh golongan yang Allah I menaungi mereka di bawah naungan-Nya yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya I.
رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا، حَتَّى لاَ تَعْلَمُ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ
"…dan laki-laki yang bersedekah, lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui yang diberikan oleh tangan kanannya." Muttafaqun 'alaih.
Dan merupakan amal ibadah yang paling disukai Allah I, sebagaimana dalam hadits:
سُرُوْرٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُؤْمِنٍ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْناً، أَوْ تَطْرُدَ عَنْهُ جوعاً
"…kebahagiaan yang engkau berikan kepada seorang mukmin, atau engkau menghilangkan kesusahan darinya, atau engkau membayarkan hutangnya, atau menghilangkan rasa lapar darinya," HR. al-Baihaqi dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani.
Maka memberikan bantuan kepada mereka merupakan penyambung ikatan bersama saudara-saudara kita dan ikut serta dalam membangun masyarakat yang berdiri di atas dasar tolong menolong dan bahu membahu.
13.  Sebagian orang ada yang membayar biaya perjalanannya dari hutang yang dipikulnya sendiri, atau pembayaran kredit yang dibayar sepanjang harinya dan selama hidupnya. Sekalipun yang seharusnya bagi seseorang bahwa ia memulai perjalanannya dengan menutupi semua hutangnya yang terdahulu dan tidak tersisa lagi sedikitpun dalam tanggungannya. Orang yang safar menghadapi berbagai resiko dan kembalinya ke kampung halaman merupakan persoalan gaib dan kelalaiannya dalam membayar hutang merupakan sikap menyepelekan hak orang lain. Maka hendaklah kita bersungguh-sungguh dalam menunaikan hak orang lain dan membayar hutang kepada orang lain.
14. Membantu pusat-pusat dakwah untuk warga pendatang dan sumber-sumber pusat pengenalan agama Islam, ikut serta menyebarkan buletin-buletin untuk memperkenalkan Islam, atau menunjukkan dan memperkenalkan situs - situs yang menjelaskan keagungan agama Islam serta memberitahukan keutamaan berdakwah kepada Allah I, Rasulullah r bersabda:
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ َلهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْل أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئاً. وَمَنْ دَعاَ إلِىَ ضَلاَلَةٍ كَانَ لَهُ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْل آَثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًاً
"Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, niscaya baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, hal itu tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, niscaya baginya dosa seperti dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun juga." HR, Muslim.
15. Seseorang bisa ikut berperan serta membantu menyebarkan Islam dengan cara mencetak buku-buku dan buletin-buletin atau membagi kaset-kaset islam, atau ikut berlangganan majalah bulanan Islam yang tidak lebih dari SR. 120. dari Abu Hurairah t, sesungguhnya Rasulullah r bersabda:
إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ، إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ
"Apabila manusia meninggal duniat, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedakah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya." HR. Muslim.
            Sebagai penutup, jalan dan lorong kebaikan sangat banyak, akan tetapi ini hanyalah jendela kecil yang barangkali bisa membuka pintu pemberian di depanmu untuk proyek-proyek yang lebih besar dan lebih berguna. Saya memohon kepada Allah I agar menjadikan kita termasuk orang yang berinfak di jalan-Nya yang digantikan dengan harta kita, seperti sabda Nabi r:
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اللّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقاً خَلَفاً، وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اللّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكاً تَلَفاً
"Tidak ada satu hari yang hamba berada di pagi hari kecuali dua orang malaikat turun, lalu salah seorang dari mereka berkata: 'Ya Allah, berikanlah gantian kepada orang yang berinfak.' Dan yang lain berkata, 'Ya Allah, berikan kehancuran kepada orang yang tidak memberi." Muttafaqun 'alaih.

Poskan Komentar