Rabu, 06 April 2016

Keutamaan Bulan Ramadhan



Keutamaan Bulan Ramadhan

Allah swt. berfirman:

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (Al-Baqarah - 2: 183)


     Diriwayatkan dari Sa'id bin Ja'bir ra. bahwa puasa orang-orang sebelum kita adalah mulai dari 'utman (mulai masuk shalat isya') sampai kepada malam berikutnya, sebagaimana yang telah terjadi pada permulaan Islam. Segolongan ahli ilmu mengatakan, sesungguhnya puasa itu merupakan suatu kewajiban atas orang-orang Nasrani. Terkadang puasa itu terjadi pada musim yang sangat panas, dan kadang-kadang tepat pada waktu musim dingin. Yang demikian itu sangat memberatkan bagi mereka, terutama bagi mereka yang menempuh berpergian, atau memberatkan pada sebagian usaha dalam mencari penghidupan mereka.
     Oleh sebab itu, maka para pembesaran mereka berkumpul untuk menentukan masa puasa mereka, dan mereka menjadikan waktu puasa itu antara musim dingin dan musim panas, maka puasa itu mereka tetapkan pada waktu musim semi, dengan menambah sepuluh hari sebagai kafaratnya atas apa yang telah mereka perbuat. Kemudian ada seorang raja di antara mereka mengadukan sakitnya, demi untuk kesembuhan dari sakitnya dia menghendaki agar puasa itu ditambah seminggu, maka ditambahlah puasa itu satu minggu. Dan ia menjadi sembuh. Setelah ia mati, maka kekuasaan dipegang oleh seorang raja yang lain, dia berkata: "Sempurnakanlah puasa itu menjadi lima puluh hari." Kemudian mereka ditimpa kematian, yaitu kematian ternak merajalela. Raja berkata kepada mereka: "Tambahkanlah puasa Anda." Lalu mereka menambah sepuluh hari, bahkan mereka menambah lagi sepuluh hari setelah itu. Dikatakan: "Tidak ada satu umat pun, malainkan mereka di wajibkan puasa Ramadhan, hanya saja mereka kemudian menjadi tersesat dari puasa Ramadhan itu."



     Al-Baghawi berkata: "Yang shahih bahwa Ramadhan itu adalah nama sebuah bulan dari kata ramdha', yaitu batu yang terbakar, karena memang mereka berpuasa pada waktu yang sangat panas. Sebab ketika orang Arab ingin meletakkan nama-nama bulan, bertepatan sekali, bahwa bulan tersebut (Ramadhan) tepat pada musim yang sangat panas." Dan dikatakan: "Disebut begitu karena dia membakar beberapa dosa." Puasa Ramadhan diwajibkan pada tahun kedua Hijriah. Dia merupakan hal yang diketahui dalam agama secara pasti, dan orang akan menjadi kafir bila menentang kewajibannya.


     Hadis-hadis yang menerangkan tentang keutamaannya sangat banyak, di antaranya sabda Nabi saw: "Apabila datang malam pertama dari bulan Ramadhan, semua pintu-pintu surga dibuka, selama satu bulan penuh tidak satupun ada pintu surga yang di tutup. Dan Allah swt. memerintahkan pemanggil untuk menganjurkan: "Wahai orang-orang yang mencari kebaikan, menghadaplah. Wahai orang yang mencari kejahatan, tahanlah." Lalu dia berkata: "Adakah seorang yang memohon ampun, tentu ia akan diampuni. Adakah orang yang meminta, tentu dia akan dikabulkan permintaannya. Adakah orang yang bertobat, tentu akan diterima tobatnya." Dia tidak henti-hentinya berkata begitu sampai fajar terbit, waktu shubuh tiba. Setiap malam hari pada saat berbuka Allah membebaskan sejuta orang dari neraka, yang sebelumnya wajib disiksa.

    Salman Al-Farisi ra. Berkata, sesungguhnya Rasulullah saw. berkhutbah dihadapan kami pada hari terakhir dari bulan Sya'ban: "Wahai sekalian manusia, benar-benar telah menaungi Anda sebuah bulan yang besar. Didalamnya terdapat malam Lailatul Qadar  yang lebih utama daripada seribu bulan. Allah menjadikan puasanya sebagai fardhu dan berdiri beribadah shalat malam sebagai sunnah (shalat tarawih). Barangsiapa yang menunaikan sebuah fardhu, maka dia seperti orang yang menunaikan tujuh puluh fardhu pada bulan yang lain.
     Ramadhan adalah bulan kesabaran, sedang kesabaran pahalanya surga. Dia adalah bulan pertolongan. Dia adalah bulan penambahan rizki seorang mukmin. Barangsiapa yang memberi buka seorang yang berpuasa, maka baginya sama dengan pahala memerdekakan budak yang telah terampuni dosanya. Kami berkata: "Ya Rasulullah, kami ini tidak menemukan sesuatu yang dapat digunakan untuk memberi buka orang yang berpuasa." Beliau bersabda: "Allah memberikab pahala pada orang yang memberi buka puasa walau dengan sedikit susu, seteguk air atau sebutir kurma. Dan barangsiapa yang membuat kenyang orang yang berpuasa, dia akan diampuni dosa-dosanya dan Tuhan akan memberi minum dari telagaku. Dia tidak akan merasa haus sesudah minum dari telagaku itu, untuk selama-lamanya. Disamping itu, mereka mendapat pahala semisal pahala orang yang berpuasa tanpa berkurang sedikitpun.
     Ramadhan adalah bulan, awalnya penuh dengan rahmat, pertengahan penuh ampunan dan terakhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa yang memberi keringanan pada budak yang dimilikinya, maka Allah akan memerdekakannya dari neraka. Oleh sebab itu, pada bulan Ramadhan, perbanyaklah empat hal. Dua hal, membuat Anda mendapatkan ridha Allah, dan dua hal lagi yang selalu Anda butuhkan. Dua hal yang membuat Allah ridha pada Anda adalah kesaksian, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan, kecuali Allah dan Anda memohon ampun kepada-Nya. Sedangkan dua hal yang selalu Anda butuhkan adalah meminta surga kepada Tuhanmu dan berlindung kepada-Nya dari neraka."


     Diantara hadis yang menerangkan keutamaannya lagi adalah sabda Nabi Muhammad SAW.: "Barangsiapa yang berpuasa bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas karena Allah, maka diampuni dosa-dosanya baik yang lalu maupun yang akan datang."
      Sabda Nabi Muhammad SAW.: "Setiap amal anak cucu Adam adalah bagiannya, kecuali puasa. Maka sesungguhnya puasa itu adalah milik-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya." Dia (Allah) melarang Anda untuk menyandarkan hal-hal lain pada Dzat-Nya ketika Anda beribadah pada Tuhan Pencipta lagi Maha Mulia.

     Diantara keutamaan bulan Ramadhan yang lain, sebagaimana sabda Nabi saw.: "Umatku diberi lima hal yang tidak diberikan pada umat manapun sebelum mereka. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau misi, malaikat-malaikat memintakan ampun untuk mereka, sampai mereka berbuka, setan-setan terlaknat dibelenggu. Allah swt. menghias surga setiap hari dan berfirman: "Hampir saja hamba-hamba-Ku yang saleh dihalangi dari segala kesusahan dan penderitaan. Dan mereka diampuni di akhir malam harinya." Ditanyakan: "Ya Rasulullah, apakah dia itu adalah malam Lailatul Qadar?" Beliau bersabda: "Tidak, tetapi setiap orang yang beramal akan dipenuhi pahalanya apabila dia telah selesai melakukannya."


Poskan Komentar