Ketika Dunia Tak Lagi Menyelamatkan, dan Ibadah Menjadi Nafas Terakhir

“Ketika Dunia Tak Lagi Menyelamatkan, dan Ibadah Menjadi Nafas Terakhir”

(Surah Al-Hijr: 81–99)


🕰️ PEMBUKAAN 

Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah…
Yang menggenggam hidup kita sejak tangisan pertama,
hingga kelak hembusan terakhir yang tak bisa kita tunda…

Shalawat dan salam semoga tercurah
kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
yang mengajarkan kita satu perkara besar:
bahwa hidup ini bukan tentang panjangnya usia,
tetapi tentang bagaimana ia diakhiri.

Jamaah yang Allah muliakan…
Pernahkah kita duduk sendirian di malam hari,
ketika rumah sudah sunyi,
anak-anak tertidur,
lalu tiba-tiba dada terasa sempit…
padahal tidak ada yang kurang secara dunia?

Rumah ada…
Makan cukup…
Pekerjaan berjalan…
Namun hati tetap gelisah…

Malam ini…
Al-Qur’an mengajak kita bercermin.
Bukan kepada orang lain…
Tapi kepada akhir hidup kita sendiri.


🏔️ BAGIAN I – PERADABAN YANG TUMBANG 

Allah berfirman tentang kaum Tsamud:

“Mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu dengan rasa aman…”

Mereka bukan kaum miskin.
Mereka bukan kaum tertindas.
Mereka ahli teknik…
ahli arsitektur…
rumah mereka lebih kokoh dari rumah kita hari ini.

Namun satu pagi…
satu suara keras…
dan semuanya selesai.

Jamaah…
Yang menghancurkan mereka
bukan gempa…
bukan badai…
tetapi hilangnya iman di dalam dada.

🧩 Kisah Nyata 

Saya pernah mendengar kisah dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah.
Ada seorang ayah…
pekerja keras…
seluruh hidupnya dihabiskan untuk membangun usaha.

Rumah besar berdiri.
Mobil berganti-ganti.
Anak disekolahkan tinggi.

Namun…
waktu bersama keluarga hampir tak ada.
Salat sering tertunda.
Doa jarang terdengar.

Suatu malam…
ayah itu terkena serangan jantung.
Anaknya berkata sambil menangis:

“Ayah sempat bilang… nanti saja salatnya…
ternyata ‘nanti’ itu tidak pernah datang.”

Jamaah…
Dunia tidak pernah bisa menjadi penyangga sakaratul maut.


🌌 BAGIAN II – HIDUP TIDAK SIA-SIA 

Allah berfirman:

“Tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi melainkan dengan kebenaran…”

Artinya apa?
Air mata kita dicatat.
Lelah kita dihitung.
Doa yang tak terucap… tetap terdengar.

Dan Allah berkata:

“Maka maafkanlah dengan cara yang baik…”

Jamaah…
Memaafkan itu bukan kalah.
Memaafkan adalah cara Allah membersihkan dada sebelum kematian.


🌺 BAGIAN III – AL-FATIHAH & KEKAYAAN SEJATI 

Allah memberi Nabi ﷺ:

“Tujuh ayat yang diulang-ulang…”

Bukan emas.
Bukan istana.
Tetapi Al-Fatihah.

Jamaah…
Banyak orang meninggal dengan harta berlimpah,
tapi tak sempat membaca Al-Fatihah untuk dirinya sendiri.


💎 BAGIAN IV – JANGAN SILAU DUNIA 

Allah mengingatkan:

“Janganlah engkau arahkan pandanganmu kepada kenikmatan dunia orang lain.”

Karena iri hati…
perlahan membunuh syukur.
Dan syukur yang mati…
membuat iman ikut melemah.


⚖️ BAGIAN V – SETIAP AMAL AKAN DITANYA 

Allah bersumpah:

“Demi Rabbmu, Kami akan menanyai mereka semua…”

Bukan hanya dosa besar.
Tapi juga amanah kecil:

  • Janji pada anak
  • Doa yang tak pernah diajarkan
  • Waktu yang dihabiskan tanpa teladan iman

🧩 Kisah Nyata

Seorang ibu di Indonesia menangis di pemakaman anaknya.
Bukan karena kematian itu saja…
tetapi karena kalimat ini:

“Saya sibuk memarahi nilainya…
tapi lupa mengajarkan cara berdoa.”


🕊️ BAGIAN VI – SAAT DADA TERASA SEMPIT 

Allah tahu…
bahkan Nabi ﷺ pun pernah sesak dadanya.

Lalu Allah memberi obat:

“Bertasbihlah… dan jadilah orang yang bersujud…”

Bukan liburan.
Bukan pelarian.
Tapi sujud panjang di hadapan Allah.


⏳ BAGIAN VII – IBADAH SAMPAI AJAL 

“Sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini.”

Jamaah…
Yang disebut “yakin” di sini adalah kematian.

Bukan pensiun.
Bukan saat anak mapan.
Bukan ketika kita merasa sudah baik.


DOA 

Allāhumma…
Jika hari ini adalah sisa umur kami…
maka jadikan ia umur yang Engkau ridhai…

Allāhumma…
Jangan Engkau wafatkan kami
dalam keadaan lalai…
jangan Engkau ambil nyawa kami
saat hati jauh dari-Mu…

Ya Allah…
Jika kelak lidah kami kelu…
ingatkan kami dengan kalimat Lā ilāha illallāh…

Jika dada kami sempit di sakaratul maut…
lapangkanlah dengan rahmat-Mu…

Ya Allah…
Wafatkan kami dalam keadaan husnul khātimah
di atas iman…
di atas Islam…
di atas cinta kepada-Mu dan Rasul-Mu…

Ya Allah…
Satukan kami dengan keluarga kami
di surga-Mu…
bukan hanya di dunia yang fana…

Rabbana…
Terimalah amal yang sedikit ini…
ampuni dosa yang banyak ini…
dan jangan Engkau palingkan hati kami
setelah Engkau beri petunjuk…

Āmīn…
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…



Tidak ada komentar