AR-RAḤMĀN AR-RAḤĪM: TUHAN KITA BUKAN KEJAM, TAPI PENUH CINTA

“AR-RAḤMĀN AR-RAḤĪM: TUHAN KITA BUKAN KEJAM, TAPI PENUH CINTA”


🟢 PEMBUKAAN 

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn…
Nahmaduhu wa نستعينه ونستغفره…

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Setiap hari kita membaca Al-Fātiḥah.
Minimal 17 kali sehari.

Tapi pernahkah kita berhenti…
dan benar-benar MERASA…
ketika kita mengucapkan:

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Yang Maha Pengasih…
Yang Maha Penyayang…

Bukan sekadar dibaca.
Tapi dihayati.


🔵 BAGIAN 1 – ALLAH MENEGASKAN RAHMAT-NYA

Di ayat sebelumnya:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

Kata “Rabb” itu besar.
Rabb itu penguasa.
Pemilik.
Pengatur.

Kalau manusia jadi penguasa… biasanya berubah.

Baru jadi ketua panitia saja sudah beda suara.
Dulu lembut, sekarang pakai toa 😄

Karena itu Allah langsung tegaskan:

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Seakan Allah berkata:

“Aku Rabb kalian… tapi Aku penuh kasih.”


📖 Dalil: QS Al-An‘am: 12

كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ
“Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang.”

Ibnu Katsir رحمه الله berkata:

“Allah mewajibkan atas diri-Nya rahmat sebagai bentuk kemurahan-Nya.”
(Tafsir Ibnu Katsir 2/127)

Perhatikan…

Allah tidak wajib atas siapa pun.
Tapi Allah “menetapkan” rahmat atas diri-Nya.

Kalau bukan karena rahmat Allah…
kita ini sudah “diarsipkan” dari dulu.


🟡 BAGIAN 2 – RAHMAT ALLAH MENGALAHKAN MURKA-NYA

Hadits Qudsi:

📜 HR. Bukhari & Muslim

إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي
“Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku.”

Imam An-Nawawi berkata:

“Ini menunjukkan luasnya rahmat Allah dan besarnya harapan bagi hamba.”
(Syarh Shahih Muslim 16/140)

Hadirin…

Kita ini banyak dosa atau sedikit?

Kalau dosa kita dihitung… mungkin lebih panjang dari daftar utang 😄

Tapi Allah masih beri:

  • Nafas
  • Rezeki
  • Kesehatan
  • Keluarga

Itu bukti rahmat mendahului murka.


🔴 TRANSISI

Sekarang saya tanya…

Berapa kali kita lupa shalat?
Berapa kali kita lalai?
Berapa kali kita dusta kecil?

Tapi Allah masih memberi kesempatan.

Kenapa?

Karena Dia Ar-Rahman.


🟣 BAGIAN 3 – PERBEDAAN AR-RAHMAN & AR-RAHIM

Imam Al-Qurthubi رحمه الله menjelaskan:

“Ar-Rahman: rahmat umum bagi semua makhluk.
Ar-Rahim: rahmat khusus bagi orang beriman di akhirat.”
(Tafsir Al-Qurthubi 1/119)

Dalilnya:

📖 QS Al-Ahzab: 43

وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
“Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang beriman.”

Orang kafir pun makan.
Orang durhaka pun sehat.
Itu Rahman.

Tapi masuk surga?
Itu Rahim.


🟠 BAGIAN 4 – ALLAH MAU KITA MENELADANI RAHMAT-NYA

📜 HR. Ahmad, Abu Dawud

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَٰنُ
ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Orang-orang penyayang akan disayangi Ar-Rahman. Sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit menyayangi kalian.”

Imam Nawawi berkata:

“Hadits ini dasar akhlak Islam: kasih sayang kepada seluruh makhluk.”
(Syarh Muslim 16/155)


💥 HUMOR :

Kadang kita ingin disayang Allah…

Tapi:

  • Istri dibentak
  • Anak dimarahi terus
  • Karyawan ditekan
  • Tetangga tidak ditegur

Ada suami yang kalau marah…
rumah jadi pengadilan militer 😄

Padahal Allah saja Rahman Rahim kepada kita.

Kalau Allah perlakukan kita seperti kita memperlakukan orang lain…
kita mungkin sudah “di-uninstall dari dunia”.


🔵 BAGIAN 5 – RAHMAT SAMPAI PADA HEWAN

📜 HR. Bukhari

مَنْ رَحِمَ وَلَوْ ذَبِيحَةَ عُصْفُورٍ رَحِمَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapa yang menyayangi walau burung kecil yang disembelih, Allah akan menyayanginya pada hari kiamat.”

Islam mengajarkan:

  • Tajamkan pisau
  • Jangan menyiksa

Imam Ibn Hajar berkata:

“Hadits ini menunjukkan bahwa rahmat mencakup seluruh makhluk.”
(Fathul Bari 5/204)


🔴 TRANSISI

Kalau kepada hewan saja diperintahkan lembut…

Bagaimana kepada manusia?

Bagaimana kepada orang tua?

Bagaimana kepada pasangan hidup?

Bagaimana kepada anak?


🟡 BAGIAN 6 – APAKAH AZAB BERTENTANGAN DENGAN RAHMAT?

Ada yang bertanya:

“Kalau Allah Maha Penyayang, kenapa ada neraka?”

Jawabannya ada di Qur’an.

📖 QS Al-A’raf: 156

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
“Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.”

Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

“Azab Allah adalah bentuk keadilan-Nya, dan keadilan adalah bagian dari rahmat.”
(Madarijus Salikin 1/68)

Bayangkan hakim membebaskan semua penjahat demi “kasihan”.

Itu bukan rahmat.
Itu kehancuran.


🟢 BAGIAN 7 – AYAT PALING PENUH HARAPAN

📖 QS Az-Zumar: 53

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

“Katakanlah: Wahai hamba-Ku yang melampaui batas, jangan berputus asa dari rahmat Allah.”

Ibnu Katsir berkata:

“Ini ayat paling penuh harapan dalam Al-Qur’an.”
(Tafsir 7/87)


🔴 TRANSISI

Hadirin…

Kalau Allah tidak Rahman Rahim…

Siapa di antara kita yang pantas berdiri di sini hari ini?

Kalau Allah tidak menutup aib kita…

Mungkin kita malu keluar rumah.

Kalau Allah membuka seluruh dosa kita di layar besar malam ini…
siapa yang masih berani duduk?


🌙 DOA 


Ya Allah…
Ya Rahman… Ya Rahim…

Engkau yang memberi kami nafas…
Engkau yang memberi kami umur…
Engkau yang menutup aib kami…

Ya Allah…
Betapa banyak dosa yang kami lakukan…
Tapi Engkau masih beri kami makan…

Betapa banyak shalat yang kami lalaikan…
Tapi Engkau tidak cabut nyawa kami dalam keadaan itu…

Ya Rahman…
Kalau bukan karena rahmat-Mu…
Kami sudah binasa…

Ya Allah…
Ampuni dosa kami yang kami ingat…
Dan yang kami lupa…

Dosa kecil… dosa besar…
Dosa terang-terangan… dosa sembunyi-sembunyi…

Ya Allah…
Jangan Engkau perlakukan kami dengan keadilan-Mu…
Tapi perlakukan kami dengan rahmat-Mu…

Ya Allah…
Jadikan hati kami lembut…
Jadikan kami suami yang penyayang…
Istri yang penyabar…
Orang tua yang lembut…
Anak yang berbakti…

Ya Allah…
Kalau Engkau tidak menyayangi kami…
Siapa lagi yang akan menyayangi kami?

Ya Rahman…
Masukkan kami ke dalam rahmat-Mu…
Di dunia… di kubur… di hari kiamat…

Ya Allah…
Saat kami terbaring tak berdaya…
Saat keluarga meninggalkan kami di liang kubur…

Jangan Engkau tinggalkan kami sendiri…

Ya Rahim…
Naungi kami dengan rahmat-Mu…

Masukkan kami ke dalam surga-Mu…
Bukan karena amal kami…
Tapi karena rahmat-Mu…

Aamiin… Aamiin… Ya Rabbal ‘Alamin…


🔵 PENUTUP

Hadirin…

Setiap rakaat kita baca:

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Mulai hari ini…
Jangan hanya dibaca.

Rasakan.

Dan jadilah hamba yang penyayang…
Agar disayang Ar-Rahman.



Tidak ada komentar