MENJAGA PUASA DARI BATAL: ILMU, IMAN, DAN KEJUJURAN DI HADAPAN ALLAH
MENJAGA PUASA DARI BATAL: ILMU, IMAN, DAN KEJUJURAN DI HADAPAN ALLAH
1️⃣ MUKADIMAH
Hadirin rahimakumullah…
Puasa adalah ibadah paling jujur.
Tidak ada kamera,
tidak ada saksi manusia,
yang tahu hanya Allah dan diri kita.
😄
Kalau shalat bisa “diulang”,
zakat bisa “ditunda”,
puasa… sekali batal,
tidak bisa di-undo.
Karena itu para ulama menjelaskan secara rinci:
apa saja yang membatalkan puasa,
agar ibadah kita selamat sampai maghrib dan sampai akhirat.
2️⃣ HAKIKAT PUASA
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
📌 Taqwa = kemampuan menjaga diri
➡️ dari yang haram
➡️ bahkan dari yang halal sementara waktu
😄
Kalau halal saja bisa ditahan,
haram harusnya lari terbirit-birit 🤭
3️⃣ DALIL BATAS PUASA
Allah Ta’ala berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
“Makan dan minumlah sampai jelas fajar, kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam.”
(QS. Al-Baqarah: 187)
📌 Setelah fajar → menahan diri total
4️⃣ HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA
🔴 1. Makan & Minum dengan Sengaja
Hadits:
مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ
“Siapa yang lupa lalu makan atau minum, hendaklah ia menyempurnakan puasanya.”
(HR. Bukhari Muslim)
📌 Sengaja → batal
📌 Lupa → tidak batal
😄
Lupa itu rahmat.
Tapi pura-pura lupa itu maksiat level tinggi 🤭
🔴 2. Jima’ (Bersenggama)
Dalil:
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ … ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
(QS. Al-Baqarah: 187)
➡️ Puasa batal + qadha + kaffarah berat
📚 Ijma’ ulama dalam masalah ini.
😄
Puasa itu menahan nafsu,
bukan adu romantis di siang bolong 😅
🔴 3. Memasukkan Sesuatu yang Mengenyangkan
Termasuk:
- Makanan
- Minuman
- Suntikan nutrisi
- Transfusi darah
📚 Syaikh Ibnu Baz رحمه الله:
“Segala yang menggantikan makan dan minum membatalkan puasa.”
🔴 4. Keluar Mani dengan Sengaja
➡️ Onani, ciuman, sentuhan dengan syahwat
➡️ Batal
📌 Mimpi basah → tidak batal
😄
Mimpi itu bukan dosa.
Dosa itu kalau bangun lalu diteruskan 🤭
🔴 5. Haid & Nifas
Hadits:
أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ؟
(HR. Bukhari Muslim)
➡️ Batal meskipun keluar menjelang maghrib
🔴 6. Muntah Sengaja
Hadits:
وَمَنْ اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ
“Barangsiapa muntah dengan sengaja maka wajib qadha.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud)
🔴 7. Murtad
Allah berfirman:
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
(QS. Al-An‘am: 88)
➡️ Membatalkan seluruh amal.
5️⃣ YANG TIDAK MEMBATALKAN PUASA
✔️ Lupa
✔️ Tidak tahu
✔️ Dipaksa
✔️ Debu, lalat, air masuk tanpa sengaja
Dalil:
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
(QS. Al-Baqarah: 286)
6️⃣ RENUNGAN
Hadirin rahimakumullah…
Puasa itu menjaga amanah,
bukan sekadar menahan lapar.
😄
Jangan sampai puasanya sukses di jam dinding,
tapi gagal di sisi Allah.
MENJAGA PUASA BERSAMA: AYAH, IBU, DAN ANAK
🎯 TUJUAN
- Orang tua paham fiqih
- Anak paham adab
- Rumah jadi madrasah Ramadhan
👨 Ayah
- Teladan kejujuran
- Jaga pandangan & lisan
- Jangan meremehkan puasa
👩 Ibu
- Penjaga suasana rumah
- Mengajarkan anak adab puasa
- Tenang menghadapi haid & nifas
👧 Anak
- Diajari jujur
- Diberi motivasi, bukan tekanan
- Puasa bertahap
😄
Anak puasa setengah hari itu bukan gagal…
itu latihan calon ahli surga 🤲
🤲 DOA
Allahumma ya Allah…
Engkau tahu puasa kami…
yang sering hanya kuat menahan lapar,
tapi lemah menjaga dosa…
Ya Allah…
Jika hari ini puasa kami pernah batal…
jangan biarkan taubat kami tertutup…
Ya Allah…
Ajari kami menjaga iman,
menjaga keluarga kami,
menjaga anak-anak kami…
Jangan Engkau jadikan Ramadhan ini
berlalu tanpa ampunan…
Jika ini Ramadhan terakhir kami…
jadikan ia Ramadhan terbaik kami…
Rabbana taqabbal minna…
Aamiin ya Rabbal ‘alamin…
📚 RUJUKAN
- Shahih Bukhari & Muslim
- Al-Majmu’ – An-Nawawi
- Al-Mughni – Ibnu Qudamah
- Tafsir Ibnu Katsir
- Majalisu Syahri Ramadhan
Post a Comment