Pinjaman kepada Allah, Cahaya Iman, dan Kebangkitan Hati
“Pinjaman kepada Allah, Cahaya Iman, dan Kebangkitan Hati”
(Tadabbur QS. Al-Ḥadīd: 11–18)
🟢 BAGIAN 1
Siapa yang Berani Memberi Pinjaman kepada Allah?
QS. Al-Ḥadīd: 11
🔹 Ayat
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ
Artinya:
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasan kepadanya, dan baginya pahala yang mulia.”
🔹 Tafsir & Ulasan Ulama
- Al-Jalalayn:
Qardhan hasanan adalah infak ikhlas, bukan riya’, bukan pamer.
- Ibn Kathīr:
Allah Maha Kaya, tapi Dia memuliakan hamba dengan menyebut infak sebagai “pinjaman”.
- Al-Qurṭubī:
Disebut pinjaman agar manusia merasa aman: pasti kembali, bahkan berlipat.
📚 Rujukan: Tafsīr al-Jalalayn, Tafsīr Ibn Kathīr, Tafsīr al-Qurṭubī
🔹 Dalil Pendukung
QS. Al-Baqarah: 261
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ…
“Perumpamaan orang yang berinfak di jalan Allah seperti satu biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap tangkai seratus biji…”
🔹 Pesan Tarbiyah
- Kita memberi ke manusia: belum tentu balik
- Kita memberi ke Allah: pasti balik + bonus
Infak ke manusia: “Nanti ya, kalau ingat…”
Infak ke Allah: langsung dicatat, langsung dilipatkan 😄
🟢 BAGIAN 2
Hari Cahaya Iman Menyala
QS. Al-Ḥadīd: 12
🔹 Ayat
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَىٰ نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ…
Artinya:
“Pada hari ketika engkau melihat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka…”
🔹 Penjelasan Ulama
- Mujāhid:
Cahaya itu sesuai amal dan keikhlasan
- Ibn Rajab al-Hanbali:
Orang yang banyak amal tapi sedikit ikhlas, cahayanya redup.
📚 Rujukan: Tafsīr Ibn Kathīr, Jāmiʿ al-ʿUlūm wa al-Ḥikam
🔹 Hadis Pendukung
Rasulullah ﷺ bersabda:
الصَّلَاةُ نُورٌ
“Salat itu adalah cahaya.”
(HR. Muslim)
🔹 Pesan Iman
- Di dunia: iman tak terlihat
- Di akhirat: iman menyala
Di dunia kita sibuk cari lampu LED,
di akhirat… yang dicari cahaya iman 🔦✨
🟢 BAGIAN 3
Tragedi Orang Munafik
QS. Al-Ḥadīd: 13–15
🔹 Ayat Inti
انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ
“Tunggulah kami agar kami bisa mengambil cahaya kalian…”
Jawaban: ارْجِعُوا وَرَاءَكُمْ فَالْتَمِسُوا نُورًا
🔹 Tafsir Ulama
- As-Suddī:
Mereka pernah salat, tapi tanpa iman
- Al-Hasan al-Baṣrī:
Mereka hidup bersama orang beriman, tapi hati mereka kosong
📚 Rujukan: Tafsīr ath-Ṭabarī, Tafsīr Ibn Kathīr
🔹 Pesan Peringatan
- Iman tidak bisa dipinjam
- Cahaya tidak bisa diwariskan
Di dunia bisa nebeng motor,
di akhirat… iman tidak bisa nebeng 😶
🟢 BAGIAN 4
Saat Terlambat Menyesal
QS. Al-Ḥadīd: 14–15
🔹 Ayat Kunci
غَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ… وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ
Artinya:
“Kalian tertipu oleh angan-angan kosong dan setan telah menipu kalian tentang Allah.”
🔹 Komentar Ulama
- Ibn al-Qayyim:
Angan-angan tanpa amal adalah modal kebinasaan
- Sufyan ats-Tsauri:
Orang bodoh berharap ampunan tanpa taubat.
📚 Rujukan: Madārij as-Sālikīn, Ḥilyat al-Awliyā’
🟢 BAGIAN 5
Waktunya Hati Tunduk
QS. Al-Ḥadīd: 16
🔹 Ayat
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ
Artinya:
“Belumkah tiba waktunya bagi orang-orang beriman untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah?”
🔹 Asbābun Nuzūl
- Turun saat sahabat mulai banyak bercanda
- Allah menegur orang terbaik, apalagi kita
📚 Rujukan: Tafsīr Ibn Kathīr
Sahabat bercanda… ditegur langit
Kita kebablasan… malah bangga 😅
🟢 BAGIAN 6
Hati Bisa Hidup Kembali
QS. Al-Ḥadīd: 17
🔹 Ayat
أَنَّ اللَّهَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا
Artinya:
“Sesungguhnya Allah menghidupkan bumi setelah matinya.”
🔹 Tafsir
- Al-Qurṭubī:
Sebagaimana tanah mati hidup oleh hujan, hati mati hidup oleh dzikir
📚 Rujukan: Tafsīr al-Qurṭubī
🟢 BAGIAN 7
Infak: Bukti Iman Sejati
QS. Al-Ḥadīd: 18
🔹 Ayat
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا…
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik…”
🔹 Ulasan Ulama
- Ar-Razi:
Sedekah disebut setelah iman → iman yang benar melahirkan infak
- Ibn ‘Aṭiyyah:
Disebut laki-laki & perempuan → pahala tanpa diskriminasi
📚 Rujukan: Mafātīḥ al-Ghayb, al-Muḥarrar al-Wajīz
🟢 PENUTUP
Harta kita tidak ikut ke kubur
Yang ikut: apa yang kita infakkan
Cahaya di akhirat
bukan dari wajah,
tapi dari iman, salat, dan sedekah
Dompet boleh tipis…
asal timbangan amal tebal 😄
📚 KITAB RUJUKAN UTAMA
- Tafsīr al-Jalalayn
- Tafsīr Ibn Kathīr
- Tafsīr al-Qurṭubī
- Mafātīḥ al-Ghayb – ar-Razi
- Ṣaḥīḥ Muslim + Syarḥ Nawawi
- Madārij as-Sālikīn – Ibn al-Qayyim
Post a Comment