SHALAT: PEMBEDA MANUSIA DAN KEHINAAN
“SHALAT: PEMBEDA MANUSIA DAN KEHINAAN”
🔹 PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Alhamdulillah…
Segala puji bagi Allah yang masih membangunkan kita,
bukan hanya dari tidur malam,
tapi membangunkan hati kita yang lama tertidur.
Shalawat dan salam…
kepada Nabi Muhammad ﷺ
manusia yang paling sempurna shalatnya,
paling takut kepada Allah,
dan paling lembut hatinya kepada umatnya.
Hadirin yang dimuliakan Allah…
👉 Kalau hari ini Allah cabut shalat dari hidup kita, apa yang masih tersisa dari Islam kita?
Nama Islam masih, KTP masih, Masjid berdiri megah, tapi… hubungan kita dengan Allah putus.
🔹 BAGIAN 1
SHALAT ADALAH PEMBERSIH DOSA (±15 menit)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perumpamaan shalat lima waktu seperti sungai besar di depan rumah kalian…”
(HR. Hasan al-Basri)
Lima kali mandi sehari… 👉 apa mungkin badan masih penuh daki?
Kalau masih kotor, masalahnya bukan di airnya, tapi mandinya asal-asalan.
📌 Shalat kita kotor, bukan karena shalatnya, tapi karena:
- rukuknya buru-buru,
- sujudnya cuma numpang dahi,
- hati kita ke pasar, ke WA grup, ke cicilan.
Padahal kata para ulama:
Shalat hanya menghapus dosa kecil bila dikerjakan dengan ta’zhim.
⚠️ Shalat tanpa khusyuk = shalat yang dipantulkan balik.
🔹 BAGIAN 2
“KAMU BELUM SHALAT”
Hadirin…
Ada sahabat datang shalat, lalu Nabi ﷺ berkata:
“Ulangi shalatmu, karena engkau belum shalat.”
Bukan sekali… dua kali… tiga kali…
Padahal gerakannya mirip kita.
Kenapa? 👉 Tidak ada tuma’ninah.
Rukuk belum tenang, sujud belum pasrah, bangkit belum sadar.
📌 Kata Nabi ﷺ:
“Pencuri paling buruk adalah pencuri shalatnya sendiri.”
💥 Kita marah kalau sandal hilang, tapi shalat kita dicuri setan tiap hari, kita diam.
🔹 BAGIAN 3
SHALAT DIANGKAT ATAU DITAMPAR KE WAJAH
Rasulullah ﷺ bersabda:
Shalat yang sempurna naik ke langit bercahaya dan berkata: “Semoga Allah menjagamu sebagaimana engkau menjagaku.”
Tapi shalat yang rusak berkata:
“Semoga Allah menyia-nyiakanmu sebagaimana engkau menyia-nyiakanku.”
💥 Lalu shalat itu dilipat seperti kain buruk dan ditamparkan ke wajah pelakunya.
Bayangkan… yang kita banggakan, yang kita sandarkan hidup kita, justru jadi saksi yang menampar kita di akhirat.
🔹 BAGIAN 4
SHALAT BERJAMAAH: UKURAN IMAN
Ibnu Mas’ud berkata:
“Dulu, yang meninggalkan jamaah hanyalah munafik yang jelas nifaknya.”
Hari ini? 👉 Masjid kosong, parkiran mall penuh.
Kata Nabi ﷺ:
“Aku hampir membakar rumah orang yang mendengar adzan tapi tidak datang shalat.”
💥 Bukan karena Allah kejam, tapi karena shalat adalah nyawa iman.
🔹 BAGIAN 5
SHALAT: AMAL PERTAMA DIHISAB
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amal pertama yang dihisab adalah shalat.”
Kalau shalat rusak, 👉 semua rusak.
Kalau shalat baik, 👉 dosa lain bisa ditambal dengan sunnah.
📌 Tapi kalau shalat bolong, apa yang mau menolong kita?
🔹 BAGIAN 6
PENUTUP MIMBAR – SENTAKAN JIWA
Hadirin…
Iblis pernah berkata:
“Kalau ingin seperti aku, remehkan shalat dan ringankan sumpah.”
💥 Iblis tidak minta zina dulu, tidak minta riba dulu, yang pertama: 👉 remehkan shalat.
Karena kalau shalat runtuh, yang lain tinggal menunggu giliran.
🤲 DOA
Allahumma ya Allah…
Kami datang… bukan sebagai hamba yang taat, tapi sebagai hamba yang malu.
Ya Allah… berapa kali kami berdiri shalat, tapi hati kami tidak menghadap-Mu.
Berapa kali dahi kami sujud, tapi jiwa kami masih sombong.
Ya Allah… kalau Engkau hitung shalat kami satu per satu malam ini, berapa yang Engkau terima? dan berapa yang Engkau kembalikan?
😭 Ya Allah… kami takut…
Takut shalat kami ditamparkan ke wajah kami. Takut shalat kami menjadi saksi yang menjerat kami.
Ya Allah… kami lemah… kami sibuk… kami sering lalai…
Tapi kami mohon… jangan Engkau cabut shalat dari hidup kami.
Jadikan shalat kami: – penyejuk hati kami, – penolong saat sakaratul maut, – cahaya di kubur kami, – penuntun di shirath, – dan kunci surga kami.
😭 Ya Allah… ampuni dosa kami, dosa orang tua kami, dosa keluarga kami.
Jangan wafatkan kami kecuali dalam keadaan menjaga shalat… mencintai shalat… dan dimatikan di atas sajadah.
Rabbana taqabbal minna… innaka Antas-Samii’ul ‘Aliim…
Walhamdulillahi Rabbil ‘Alamin.
Post a Comment