TANTANGAN TERBESAR SEPANJANG SEJARAH
📖 TANTANGAN TERBESAR SEPANJANG SEJARAH
Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 23
1️⃣ AYAT POKOK
وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Artinya:
“Jika kamu dalam keraguan tentang apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang-orang yang benar.”
I. KONTEKS TANTANGAN
Ayat ini turun sebagai jawaban bagi orang-orang Quraisy yang menuduh:
“Ini hanya buatan Muhammad.”
Allah tidak marah.
Allah tidak langsung menghukum.
Allah justru berkata:
“Baik. Kalau itu buatan manusia, silakan buat satu surah saja.”
Bukan 114 surah.
Bukan 30 juz.
Hanya satu surah.
Bahkan dalam ayat lain Allah memperkecil tantangan:
📖 Al-Qur'an Surah Yunus: 38
قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ
“Katakanlah: Datangkanlah satu surah semisalnya.”
II. APA ITU I'JAZ AL-QUR'AN?
Mukjizat terbesar Nabi ﷺ adalah Al-Qur’an.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنَ الْأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلَّا أُعْطِيَ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُهُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَيَّ
“Tidak ada nabi kecuali diberi mukjizat yang membuat manusia beriman. Dan mukjizat yang aku diberikan adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadaku.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Al-Qur’an bukan sekadar sastra.
Ia mukjizat dalam:
- Bahasa
- Struktur
- Makna
- Hukum
- Konsistensi
- Berita gaib
- Pengaruh psikologis
III. PENJELASAN ULAMA TAFSIR
📚 Ath-Thabari
Menjelaskan bahwa tantangan ini berlaku untuk seluruh manusia dan jin, dan mustahil mereka mampu menyamainya.
(Jāmi’ al-Bayān, 1/374)
📚 Ibnu Katsir berkata:
“Ini dalil paling jelas bahwa Al-Qur’an adalah wahyu, karena orang Arab adalah ahli bahasa, namun mereka gagal menjawab tantangan ini.”
(Tafsir Ibnu Katsir, 1/144)
📚 Al-Qurtubi menyatakan:
“Seandainya mereka mampu, tentu mereka akan melakukannya untuk menghentikan dakwah Nabi.”
(Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān, 1/292)
IV. TANTANGAN YANG MAKIN DIPERBERAT
Allah bahkan memperluas tantangan:
📖 Al-Qur'an Surah Al-Isra’: 88
قُل لَّئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَن يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ
“Katakanlah: Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang semisal Al-Qur’an, mereka tidak akan mampu.”
Bayangkan…
Seluruh ahli sastra Arab.
Seluruh penyair terbaik.
Seluruh jin.
Seluruh teknologi AI modern.
Tetap tidak mampu.
Humor sedikit 😄
Kalau bikin status WA saja kita kadang mikir 30 menit…
Ini Allah tantang bikin satu surah saja — 1400 tahun belum ada yang berhasil.
V. SEJARAH KEGAGALAN PENANTANG
Musailamah Al-Kadzdzab mencoba membuat “wahyu” tandingan.
Contohnya:
“Al-fil, ma al-fil…”
Isinya seperti puisi anak TK.
Para ahli bahasa Arab langsung tertawa.
Karena Qur’an punya:
- Keindahan ritme
- Kedalaman makna
- Keserasian bunyi
- Kekuatan struktur
Yang tidak bisa ditiru.
VI. ASPEK KEMUKJIZATAN
1️⃣ Bahasa
Struktur unik:
Bukan syair.
Bukan prosa biasa.
Tapi bentuk baru yang tak dikenal sebelumnya.
2️⃣ Konsistensi
📖 Al-Qur'an Surah An-Nisa’: 82
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا
“Kalau dari selain Allah, pasti ada banyak pertentangan.”
Turun 23 tahun.
Dalam kondisi perang, damai, lapar, menang, kalah.
Tidak ada kontradiksi.
VII. DAMPAK PSIKOLOGIS
Al-Qur’an mengguncang jiwa.
Umar bin Khattab masuk Islam karena mendengar ayat.
Walid bin Mughirah — ahli sastra Quraisy — berkata:
“Demi Allah, ini bukan perkataan manusia.”
Karena Al-Qur’an punya kekuatan spiritual.
VIII. PESAN UNTUK KITA
Ayat ini bukan hanya untuk orang kafir.
Kadang kita juga “ragu” dalam bentuk:
- Tidak yakin hukum Allah terbaik
- Lebih percaya teori manusia
- Lebih bangga opini daripada wahyu
Padahal Allah sudah menantang dunia.
IX. HUMOR
Sekarang manusia bisa:
- Kirim roket ke luar angkasa
- Bikin mobil tanpa sopir
- Bikin robot bisa ngomong
Tapi bikin satu surah seperti Al-Kautsar saja…
Tidak bisa.
Berarti yang lemah siapa?
🔥 KESIMPULAN
Ayat 23 adalah deklarasi:
Al-Qur’an adalah mukjizat abadi.
Tantangan terbuka.
Belum ada jawaban.
Dan tidak akan pernah ada.
Maka tugas kita bukan meragukan.
Tapi mempelajari.
Menghafal.
Mengamalkan.
Dan membelanya.
📚 FOOTNOTE RUJUKAN
- Ath-Thabari, Jāmi’ al-Bayān, Dar Hijr.
- Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, Dar Tayyibah.
- Al-Qurtubi, Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān, Dar Al-Kutub Al-Mishriyyah.
- Shahih Bukhari, Kitab Fadhail Al-Qur’an.
- Shahih Muslim, Kitab Iman.
Post a Comment