Ketika Manusia Meminta Perang, Tetapi Takut Berjuang


Ketika Manusia Meminta Perang, Tetapi Takut Berjuang

Tafsir QS Al-Baqarah 246


1. Pembukaan 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah… 🤲

Setelah Allah berbicara tentang kematian.

Setelah Allah berbicara tentang keberanian iman.

Setelah Allah berbicara tentang sedekah di jalan-Nya.

Al-Qur’an tiba-tiba membawa kita kepada sebuah kisah sejarah yang sangat dramatis.

Allah berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلَإِ مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ
مِن بَعْدِ مُوسَىٰ

“Tidakkah engkau memperhatikan para pemuka Bani Israil setelah Nabi Musa?”

(QS Al-Baqarah:246)

Ini adalah kisah tentang sebuah bangsa yang pernah mengalami kehinaan.

Mereka kehilangan kekuatan.

Mereka kehilangan kehormatan.

Mereka kehilangan tanah mereka.


2. Permintaan yang Penuh Semangat

Dalam keadaan itu…

para pemimpin mereka datang kepada seorang nabi dari kalangan mereka.

Mereka berkata:

ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا
نُّقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Angkatlah untuk kami seorang raja agar kami dapat berperang di jalan Allah.”

Lihatlah semangat mereka.

Mereka ingin berjuang.

Mereka ingin mengembalikan kehormatan mereka.

Mereka ingin membela agama Allah.


3. Keraguan Sang Nabi

Namun nabi mereka menjawab dengan pertanyaan yang sangat dalam.

Beliau berkata:

هَلْ عَسَيْتُمْ
إِن كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ
أَلَّا تُقَاتِلُوا

“Jangan-jangan jika perang diwajibkan kepada kalian, kalian justru tidak akan berperang?”

Ini pertanyaan yang sangat jujur.

Karena berbicara tentang perjuangan sangat mudah.

Tetapi menjalani perjuangan sangat berat.


4. Jawaban yang Penuh Keyakinan

Mereka menjawab dengan penuh semangat:

“Bagaimana mungkin kami tidak berperang di jalan Allah…”

Padahal mereka telah diusir dari kampung halaman mereka.

Anak-anak mereka ditawan.

Kehormatan mereka dirampas.

Mereka berkata:

Kami pasti akan berjuang!


5. Kenyataan yang Menyedihkan

Namun Al-Qur’an kemudian mengatakan sesuatu yang sangat menyedihkan.

Ketika perang benar-benar diwajibkan…

banyak dari mereka justru mundur.

Allah berfirman:

فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ
تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ

“Ketika perang diwajibkan kepada mereka, mereka berpaling… kecuali sedikit di antara mereka.”

Ini adalah kenyataan manusia.

Banyak orang bersemangat dalam kata-kata.

Tetapi sedikit yang setia dalam tindakan.


6. Pelajaran tentang Kepemimpinan

Saudara-saudaraku…

ayat ini mengajarkan kita satu pelajaran besar tentang kepemimpinan.

Sebuah bangsa tidak berubah hanya dengan pidato.

Sebuah bangsa berubah dengan pengorbanan.

Dengan keberanian.

Dengan kesetiaan kepada kebenaran.


7. Penyakit Manusia Sepanjang Zaman

Penyakit ini bukan hanya penyakit Bani Israil.

Ini penyakit manusia sepanjang zaman.

Banyak orang ingin kemuliaan…

tetapi tidak mau menanggung perjuangan.

Banyak orang ingin kemenangan…

tetapi takut menghadapi kesulitan.


8. Allah Mengetahui Hati Manusia

Allah menutup ayat ini dengan kalimat yang sangat tegas:

وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

“Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.”

Allah mengetahui siapa yang benar-benar jujur.

Dan siapa yang hanya berbicara tanpa kesungguhan.


9. Renungan 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Ayat ini seakan bertanya kepada kita semua:

Apakah kita termasuk orang yang hanya berbicara tentang kebaikan?

Ataukah kita benar-benar siap menjalani perjuangan?

Apakah kita hanya ingin kemuliaan?

Ataukah kita siap menanggung pengorbanan?


10. Penutup 

Saudara-saudaraku…

Kisah ini belum selesai.

Ini baru awal.

Karena dari kisah ini akan muncul seorang raja yang tidak disangka-sangka.

Namanya Thalut.

Dan dari kisah ini akan muncul pertempuran besar melawan seorang raksasa bernama Jalut.

Dan dari pasukan kecil itu…

akan muncul seorang pemuda yang kelak menjadi nabi besar.

Namanya Nabi Dawud.

Namun pelajaran pertama dari kisah ini adalah:

Tidak semua orang yang meminta perjuangan siap menjalani perjuangan.


Doa 

Ya Allah…

jadikan kami orang-orang yang jujur dalam iman kami.

Ya Allah…

jangan jadikan kami termasuk orang yang hanya kuat dalam kata-kata tetapi lemah dalam amal.

Ya Allah…

berikan kepada kami keberanian untuk membela kebenaran.

Dan jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang Engkau cintai.

آمين يا رب العالمين 🤲



Tidak ada komentar