Selasa, 24 April 2012

Konsep Al-Wala' Wal-Bara' Dalam Aqidah Islam


Konsep Al-Wala' Wal-Bara' Dalam Aqidah Islam
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimmpin (mu): sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagiaa yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada oarng-orang yang zalim " (QS. Al-Maidah: 51)

Definisi Al-Wala' Wal-Bara'
Kata al-wala' menurut bahasa berarti; mencintai, menolong, mengikuti, mendekat kepada sesuatu. Kata al-wala' menurut terminologi syariat berarti; penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang disukai dan diridhoi Allah berupa perkataan, perbuatan, kepercayaan, dan oarng. Wilayah al-wala'; apa yang dicintai Allah. Ciri utama wali Allah; mencintai apa yang dicintai Allah dan membenci apa yang dibenci Allah, ia condong dan melakukan semua itu dengan penuh komitmen.
Kata al-bara' menurut bahasa berarti; menjauhi, membersihkan diri, melepaskan diri, memusuhi. Kata al-bara' menurut terminologi syariat berarti; penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang dibenci dan dimurkai Allah dari perkataan, perbuatan, kepercayaan serta orang. Wilayah al-bara'; apa yang dibenci Allah. Ciri utama al-bara'; membenci apa yang dibenci Allah secara menerus dan penuh komitmen.

Aqidah Al-Wala' Wal-Bara' adalah penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang dicintai dan diridhoi Allah serta apa yang dibenci dan dimurkai Allah dalam perkataan, perbuatan, kepercayaan dan orang.
Kaitan-kaitan Al-Wala' Wal-Bara dibagi menjadi 4
  1. Perkataan; zikir dicintai Allah, mencela dan menuduh dibenci Allah.
  2. Perbuatan; (sholat, puasa, zakat, sedekah, dan berbuat kebajikan) dicintai Allah, (riba, zina, minum khamr) dibenci Allah.
  3. Kepercayaan; (iman, tauhid) dicintai Allah, (kufur, syirik) dibenci Allah.
  4. Orang; orang beriman yang mengesakan Allah dicintai Allah, orang kafir dan musrik dibenci Allah
Kedudukan Aqidah Al-Wala' Wal-Bara' dalam Syariat Islam.
  1. Bagian penting dari makna syahadat
  2. Bgaian dari ikatan iman yang terkuat
  3. Sebab utama hati bisa rasakan manisnya iman
  4. Tali hubungan di atas mana masyarakat Islam dibangun
  5. Meraih pahala yang sangat besar
  6. Perintah syariat untuk dahulukan hubungan ini daripada hubungan lain
  7. Jika konsep ini teraplikasi, akan memperoleh walayatullah (lindungan dan kewalian dari Allah)
  8. Tali penghubung yang kekal di antara manusia hingga hari kiamat
  9. Syarat sahnya ucapan syahadat
  10. Jika konsep ini tidak dijalankan, menjadi kafir.
  11. Penyempurna keimanan
Aqidah Al-Wala' Wal-Bara'
  • Wajib; 9:24, 2:165, 3:128, 3:141, 5:51
  • Salah satu konsekuensi dan syarat sahnya syahadat
Pembagian manusia berdasarkan Aqidah Al-Wala' Wal-Bara' ada 3 bagian
  1. Orang yang berhak mendapatkan wala' (loyalitas) mutlak:
    Orang mukmin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah dengan ikhlas karena Allah.
  2. Orang yang berhak mendapat wala' di satu sisi dan bara' di sisi lain:
    Muslim yang melakukan maksiat, yang melalaikan sebagian kewajiban agama, melakukan sebagian perbuatan yang diharamkan Allah namun tidak menyebabkan ia menjadi kufur dengan tingkatan kufur besar.
  3. Orang yang berhak mendapat bara' mutlak:
    Orang musyrik, kafir (Yahudi, Nasrani, Majusi, dll)
Syarat mendapat 'Kewalian' dari Allah
  1. Berakal
  2. Baligh
  3. Kesesuaiannya dengan apa yang dicintai dan dibenci Allah
  4. Mengetahui dasar-dasar agama
  5. Mengetahui masalah-masalah furu' dalam syariat Islam
  6. Mempunyai akhlak terpuji
  7. Takut kepada Allah
Tingkat Wali-Wali Allah (Faatir:32)
  1. As-Sabiquun Fil Khairat
  2. Al-Muqtashid
  3. Az-Zhalimu Linafsihi
Hak-Hak Al-Wala'
  1. Hijrah
  2. Membantu dan menolong kaum muslimin
  3. Terlibat dalam permasalahan kaum muslimin
  4. Mencintai kaum muslimin seperti mencintai diri sendiri
  5. Tidak mengejek, melecehkan, mencari aib dan berghibah serta menyebarkan namimah kepada kaum muslimin
  6. Mencintai dan selalu berusaha berkumpul bersama kaum muslimin
  7. Melakukan apa yang menjadi hak kaum muslimin (menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, dll)
  8. Bersikap lembut, mendoakan serta memohon ampun bagi kaum muslimin
  9. Amar ma'ruf nahi munkar serta menasehati kaum muslimin
  10. Tidak cari-cari aib dan kesalahan kaum muslimin serta buka rahasia mereka kepada musuh Islam
  11. Memperbaiki hubungan di antara kaum muslimin
  12. Tidak menyakiti kaum muslimin
  13. Bermusyawarah dengan kaum muslimin
  14. Ihsan dalam perkataan dan perbuatan
  15. Bergabung dalam jamaah kaum muslimin dan tidak berpisah dengan mereka
  16. Tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
Bersambung
Posting Komentar