Rabu, 25 April 2012

Tauhid Uluhiyah

Tauhid Uluhiyah

Uluhiyah adalah ibadah. Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan para hamba berdasarkan niat taqarrub yang disyariatkan, seperti doa, nazar, kurban, raja' (pengharapan), takut, tawakal, raghbah (senang), rahbah (takut), dan inabah (kembali/tobat). Jenis tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rasul, mulai rasul yang pertama hingga yang terakhir.

Allah SWT berfirman (yang artinya), "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu'." (An-Nahl: 36).

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, 'Bahwasannya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku'." (Al-Anbiya': 25).

Setiap rasul selalu memulai dakwahnya dengan perintah tauhid uluhiyah, sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Shalih, Syu'aib, dan lain-lain.

"Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya." (Al-A'raf: 59, 65, 73, 85).

"Dan ingatlah Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya, 'Semahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya'." (Al-Ankabut: 16).

Dan, diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw., "Katakanlah: 'Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama'." (Az-Zumar: 11).

Rasulullah saw. Sendiri bersabda, "Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan) yang hak kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah rasulullah." (HR Bukhari dan Muslim).

Kewajiban awal bagi setiap mukallaf adalah bersaksi laa ilaaha illallaah (tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) serta mengamalkannya. Allah SWT berfirman, "Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu …." (Muhammad: 19).

Dan, kewajiban pertama bagi orang yang ingin masuk Islam adalah mengikrarkan dua kalimat syahadat.

Jadi, jelaslah bahwa tauhid uluhiyah adalah maksud dari dakwah para rasul. Disebut demikian, karena uluhiyah adalah sifat Allah yang ditunjukkan oleh nama-Nya, "Allah", yang artinya dzul uluhiyah (yang memiliki uluhiyah).

Juga, disebut "tauhid ibadah", karena ubudiyah adalah sifat 'abd (hamba) yang wajib menyembah Allah secara ikhlas, karena ketergantungan mereka kepadanya.

Syekh Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, "Ketahuilah, kebutuhan seorang hamba untuk menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun tidak memiliki bandingan yang dapat dikiaskan, tetapi dari sebagian segi mirip dengan kebutuhan jasad kepada makanan dan minuman. Akan tetapi, di antara keduanya ini terdapat perbedaan mendasar. Karena, hakikat seorang hamba adalah hati dan rohnya, ia tidak bisa baik, kecuali dengan Allah yang tiada Tuhan selain-Nya. Ia tidak bisa tenang di dunia, kecuali dengan mengingat-Nya. Seandainya hamba memperoleh kenikmatan dan kesenangan tanpa Allah, maka hal itu tidak akan berlangsung lama, tetapi akan berpindah-pindah dari satu macam ke macam yang lain, dari satu orang kepada orang lain. Adapun Tuhannya, maka Dia dibutuhkan setiap saat dan setiap waktu; di mana pun ia berada, maka Dia selalu bersamanya." (Majmu Fatawa, I/24).

Tauhid ini adalah inti dari dakwah para rasul, karena ia adalah asas dan pondasi tempat dibangunnya seluruh amal. Tenpa merealisasikannya, semua amal ibadah tidak akan diterima. Karena, kalau ia tidak terwujud, bercokollah lawannya, yaitu syirik. Sedangkan Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik." (An-Nisa': 48, 116).

"… seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (Al-An'am: 88).

"Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (Az-Zumar: 65).

Dan, tauhid jenis ini adalah kewajiban pertama segenap hamba. Allah SWT berfirman, "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang tua ibu bapak …." (An-Nisa': 36). Dan, beberapa ayat-ayat lainnya yang isinya tentang hal ini.

Posting Komentar