Selasa, 24 April 2012

Tazkiyah Penyejuk Hati


Tazkiyah Penyejuk Hati
"Dan jiwa serta apa yang disempurnakannya, maka diilhamkan kepadanya keburukan dan ketakwaannya (potensi buruk & potensi baik), Sungguh beruntung orang yang membersihkannya dan merugi orang yang mengotorinya." (Al-Syams: 7-10)

Lanjutan...........

Pusat Kebahagiaan:
Pusat kebahagiaan itu terletak di hati. Apabila hati seseorang itu dipenuhi dengan cahaya keimanan sesuai dengan petunjuk Allah dan RasulNya, jaminan dia akan bahagia di dunia dan akherat, Allah SWT berfirman dalam QS: An-Nahl 97 yang artinya : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasn kepad mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Sebaliknya bagi mereka yang berpaling dari jalan Allah SWT dan mengikuti jalan lain dengan konsepsi syaitan dan konco-konconya, maka pasti cepat atau lambat akan mendapat kesengsaraan dunia apalagi di akherat, Allah SWT berfirman dalam QS: Thaahaa 124-126 yang artinya : "Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia : Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat? Allah berfirman : Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan."
Allah SWT hanya menerima hati yang bersih tulus ikhlas kehidupannya dengan berbagai variasinya dipersembahkan hanya untukNya seperti dalam QS: Asy-Syu'araa 89 yang artinya : "Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."
Karena hati ini sebagai penggerak dan penentu kebahagiaan seseorang, maka harus diperhatikan seperti yang disinyalir Rasulullah SAW: "Ketahuilah bahwa dalam jasad manusia terdapat segumpal darah, kalau dia baik, seluruh jasadnya baik, namun apabila dia rusak, maka seluruh jasadnya rusak, itulah hati." (HR: Bukhari).
Sebagian ulama salaf menggambarkan bahwa hati ini seperti rumah yang mempunyai pintu dan jendela. Apabila penjagaan pintu dan jendela tidak ketat, bisa dipastikan seisi rumah akan dikuras oleh maling. Pintu dan jendela tersebut adalah mata, telinga, mulut, dan seluruh anggota tubuh. Sedangkan malingnya adalah syaitan dan kroninya. Kita berkewajiban untuk menjaga hati kita dan mengisinya dengan tazkiyah sesuai petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW. Perlu diketahui hati itu bekerja sesuai dengan fungsinya sebagaimana anggota tubuh kita bekerja sesuai dengan fungsinya. Hati itu hidup, awalnya, tapi proses berikutnya kalau tidak dijaga dan diisi dengan tazkiyah, maka dia bisa sakit bahkan mati. Rasulullah SAW menggambarkan hati dalam sabdanya :"Permisalan petunjuk dan ilmu yang ditugaskan Allah kepadaku bagaikan air hujan yang turun ke bumi. Diantaranya mengenai tanah yang subur dapat menahan air buat menusia dan menumbuhkan pepohonan. Ada yang mengenai tanah tandus, dapat menahan air tetapi tak dapat menghidupkan pepohonan. Tanah pertama seperti hatinya mukmin yang menyerap ilmu Islam serta mengaplikasikan sikonnya. Tanah kedua hatinya orang munafik yang bisa menyerap ilmu Islam tetapi tak menjalankannya. Tanah ketiga seperti hatinya orang kafir yang tidak mengindahkan ajaran Islam apalagi mengamalkannya." (HR: Bukhari).
Tazkiyah :
Tazkiyah secara bahasa berasal dari akar kata zakaa berarti berkembang. Zakaa suatu pohon yang tumbuh dan berbuah. Tazkiyah adalah pengembangan dan pembersihan. Menurut epistomologi syara', tazkiyah berarti perawatan, pengembangan dan pembersihan hati dari berbagai intrik syirik. Al-Qur'an menyebutnya dalam banyak ayat, diantaranya dalam QS: An-Nur 21 yang artinya : "Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmatNya kepada kamusekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Juga dalam QS: Al-Jum'ah 2 yang artinya : "Dialah yang mengutus kepada kamu yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata."
Rasulullah SAW selalu berdoa seperti berikut yang artinya:"Ya Allah berikan ketakwaan kepada jiwaku dan bersihkanlah, sesungguhnya Engkau sebaik-baik yang membersihkannya. Engkaulah penolong dan pemiliknya." (HR: Muslim dan Ahmad).
Syariat Islam ini isinya adalah tazkiyah nufus (pembersihan jiwa) sehingga mereka pantas sebagai penduduk surga yang bersih. Tak ubahnya seperti pakaian yang bersih kita letakkan di almari, sementara yang kotor harus dicuci, dijemur dan disetrika. Perhatikan perintah sholat di bawah ini, tujuannya agar orang terhindar dari kekejian dan kemungkaran seperti dalam QS: Al-Ankabut 45 yang artinya : "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaan dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Rasulullah SAW bersabda yang artinya : "Bagaimana menurut kalian kalau ada orang yang mandi di sungai depan rumahnya sehari lima kali, masihkah ada daki yang tersisa? Mereka menjawa : Tidak ada kotoran lagi yang menempel. Beliau melanjutkan : Demikian itu sholat lima waktu, yang karena sholat itu, Allah menghapus dosa-dosa." (HR: Bukhari, Muslim, Turmudzi, dan Nasa'i).
Perintah zakat disebutkan seperti dalam QS: At-Taubah 103 yang artinya : "ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Perintah haji disebutkan sebagai berikut seperti dalam QS: Al-Baqarah 197 yang artinya : "(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafatsa, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya, sebai-baik bekal adalah taqwa dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal."
Demikian pula sederetan syariat Allah lainnya bertujuan agar manusia bersih jiwanya. Itulah rahasia dimana Allah tidak menjadikan di dalam diri manusia dua hati, yaitu apabila hati seseorang diisi dengan cinta kepada Allah, seluruh cinta-cinta yang lain keluar dan terikat dengan itu, sebaliknya hati yang diisi cinta selain Allah seperti harta, perempuan, jabatan, dan lain-lain, maka cinta kepada Allah akan terbang. Tak heran ungkapan seorang ulama bernama Ibnu Taimiyah yang artinya :< i>"Di dunia ini ada surga, siapa yang tidak memasukinya, dia tidak akan memasuki surga akherat."
Juga yang artinya: < i>"Apa yang akan diperbuat kepadaku oleh musuh-musuhku? Surga itu milikku ada di dadaku. Kemana saja saya menuju dia bersamaku tidak terpisah. Bila aku dipenjara itu adalah khalwat bagiku, bila dibunuh aku mati syahid dan bila aku diusir kepergianku darmawisata."
Bagaimana cara membersihkan jiwa?

  1. Kita harus Mengenal Diri kita.
  2. Mengisi Diri kita melewati pembersihan (tazkiyah) dengan tiga tahapan:
    1. Pembersihan Aqidah
    2. Pembersihan Dengan Menjalankan Perintah Allah SWT dan Meninggalkan LaranganNya
    3. Menjalankan Sunnah-sunnah Rasulullah SAW
Bagiaman penjelasan cara membersihkan jiwa di atas...?......,Bersambung...
Posting Komentar