SIFAT HALIM SEBAGAI VISI KELUARGA IBRAHIM


SIFAT HALIM SEBAGAI VISI  KELUARGA  IBRAHIM

MENJADI  TELADAN  UNTUK  PRIBADI DAN KELUARGA

الله أكبر الله أكبر !

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله اكبر الله أكبر ولله الحمد

الحمد لله الذى جَعَلُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَه  طَبِيْبَةُ ,أشهد أن لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شريك له,
وأشهد أن محمدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ وَالرَّسُوْلِ الْعَظِيْمِ سَيِّدِ الْغُرِّ الْمُحَجَّلِيْنَ وقَائِدِ المجاهدين نبيِّنا وشفيعِنا وقُرَّةِ أَعْيُنِنَا محمدٍ وعلى آله وصحبه وأنصاره وجُنُوْدِهِ ومَنْ أَحْيَى سُنَّتَهُ وَسَلَكَ سَبِيْلَهُ
ونَهَجَ مَنْهَجَهُ وجاهَدَ فى اللهِ حَقَّ جهادِهِ إلى يوم الدين
أما بعد فَأُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن

الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله

Kita panjatkan syukur kehadirat Allah swt, atas seluruh nikmat dan karunianya yang telah diberikan kepada kita semua. Salam dan shalawat  teruntuk Nabi kita Muhammad saw,  segenap keluarga, sahabat dan  seluruh pengikutnya yang istiqomah di jalan Islam, mereka  yang selalu menyerukan dakwah hingga hari kiamat.
Jamaah sekalian, pada hari ini lebih dari 1 juta  ummat Islam sedang menjalankan ibadah Haji di Tanah  Suci dan pada saat yang bersamaan kita berada disini sedang menjalankan ibadah shalat Idhul Adha dan berkurban. Kebersamaan ibadah ini bukan suatu kebetulan, melainkan kita telah diikat oleh ajaran yang satu, aqidah yang satu. Kegiatan ibadah haji ini bukanlah kegiatan yang baru, dia merupakan kegiatan napak tilas  Abina Ibrahim as. Untuk itu, pada kesempatan khotbah Id hari ini saya ingin memberikan topik khutbah  yaitu

SIFAT HALIM SEBAGAI VISI  KELUARGA  NABI IBRAHIM
untuk menjadi  teladan bagi  pribadi dan keluarga sukses.

Harapannya, agar kita  semua  akan mampu  menyiapkan generasi Islam, generasi  Abina Ibrahim, sehingga mampu memunculkan pemuda-pemuda  seperti Nabi Ismail  as yang disebut sebagai Ghulamin Halim dalam  Al  Quran.

KEBERHASILAN  UJIAN KELUARGA IBRAHIM DAN HIKMAH  BERKURBAN
الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله

Keteladan Ibrahim puluhan tahun sepeninggalnya jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia, masih berduyun-duyun  menapak jejak perjuangan dan  pengorbanannya. Sebagai penegak tauhid Ibrahim yakin bahwa, setiap perintah Allah swt adalah kebenaran. Hanya dengan mengikuti petunjukkanya manusia akan selamat dari kehancuran. Termasuk kita yang ada disini, setiap tahun kita  berkurban, sebagai simbul  keberhasilan perjuangan  Nabi Ibrahim as dan putranya Ismail as. Ada beberapa hikmah yang kita ambil dalam  peristiwa keluarga Ibrahim as, yaitu:





Pertama, Pesan Tauhid

Sejumlah agama berhala biasa mengorbankan manusia untuk menyembah tuhan mereka. Dengan diselamtkan Ismail Allah menunjukkan, bahwa Islam sangat menjujung tinggi martabat manusia. Tidak mungkin manusia meninggikan asmanya dengan membinasakan sesamanya. Sehingga dalam beribadah  kita dilarang  menyimpang dari fitrah manusia itu sendiri.

Kedua, Pesan konsistensi dengan prinsip dalam hidup

Ibrahim telah mampu meletakan struktur pemikiran dan filosofi yang kuat dalam diri dan keluarganya, yaitu bahwa setiap perintah Allah swt adalah kebenaran. Demi perintah Alah, Ibrahim mampu meninggalkan  istri dan anaknya di padang tandus. Ibrarahim  mampu menyembelih putranya Ismail. Istiqomah adalah konsistennya seseorang  dengan sebuah prinsip dalam kurun waktu yang panjang.
Firman Allah dalam QS Ali Imran: 102
Yaa ayuhaladzina aamanutaqullaha haqqa tuqaatih, wallaa tamuutunna illa wa antum muslimun.

Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepadanya, dan janganlah mati kecuali dalam keadaan Islam (kosistenlah di jalan Allah hingga kemaatianmu).

Ketiga, Pesan Perjuangan

Darah adalah simbul perjuangan. Kaum papa harus terus berjuang untuk meningkatkan izzah dan martabat kehidupannya, mereka tidak boleh terus menerus menggantungkan diri pada belas kasihan orang lain. Untuk itu, semua orang harus terus menerus mengembangkan potensi dirinya dalam memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akherat. Kita harus memiliki prinsip hidup, bahwa tidak ada kemenangan tanpa perjuangan dan kerja keras.

Keempat, Pesan Sosial

Ibadah kurban merupakan  sunah muakat bagi orang yang mampu. Berkurban  merupakan salah satu jembatan penyambung rasa antara kaum berada dengan kaum dhuafa. Kaum beradapun tidak boleh berhenti untuk membantu  perjuangan kaum papa, sehingga hidupnya  mandiri. Jika kaum berada kaum papa sudah melangkah bersama, maka secara perlahan kecemburuan sosial akan sirna. Kita harus mampu meningkatkan kepekaan sosial dalam membentuk keluarga dan masyarakat yang islami.

SIFAT HALIM YANG MELEKAT  PADA KELUARGA NABI  IBRAHIM (VISI KELUARGA)
الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله

Mari kita melihat bagaimana pribadi nabi Ibrahim as dan keluarganya yang agung sehingga mampu melewati ujian besar dari  Allah  dan patut dicontoh oleh seluruh  ummat manusia. Firman  Allah swt  dalam QS Al Mumtahanah: 4:

Qad kaanat lakum  uswatun hasanah fii Ibraahiim waladziina ma’ahu.
Sungguh pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersama  dengannya terdapaat suri tauladan yang  baik bagi kalian.






Ada beberapa pribadi  Ibrahim   yang direkam dalam Al  quran, sehingga beliau sebagai suri tauladan yang Agung, yaitu:
Pertama, Pribadi Nabi Ibrahim as yang  haliim (penyantun), yaitu sebagaimana firman  Allah swt dalam QS At taubah: 114:

Inna Ibrahiima la-awwaatun haliim.
Sesungguhnya Ibrahim adalah seseorang  yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.

Kedua,  Doa orang tua dan karakter putranya Ismail   sebagai pemuda yang halim (lembut) yaitu sebagaimana firman  Allah swt dalam QS Ash Shaaffaat: 101:
Rabbi hablii minashsholihiin. Fabasysyarnaahu bighulaamin haliim.

Yaa Tuhanku, anugerahkan kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yag sholeh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat shabar (nabi Ismail as).

Ketiga, Sifat Halim merupakan  asma Allah yang  Agung, yaitu sebagaimana  dalam firman  Allah swt dalam QS Ali Imran : 155.
Inallaha ghafurun haliim.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun  lagi Maha Penyantun.

Juga firman Allah dalam QS. An Nisaa: 12

Wallahu ‘aliimun haliim

Dan  Allah Maha  Mengetahui dan  Maha Penyantun.

Jadi kalau kita lihat beberapa ayat tadi, sifat halim yang mulia itu merupakan struktur berfikir  dan karakter keluarga Ibrahim yang dalam. Kita melihat adanya kesamaan pandangan, sifat, karakter, filosofi dalam diri ayah dan anak, inilah keluarga yang memiliki visi bersama. Untuk menggapai keberhasilan kita perlu memeiliki sifat halim, yaitu lembut hati, peka dengan masalah sosial, cerdas emosionalnya. Bahkan Allah menyatukan sifat halim dengan alim. Jadi  untuk dapat sukses kita memerlukan kecerdasan otak dan kecerdasan bathin, atau orang  menyebut sebagai cerdas secara emosional (EQ-emotional quotient) dan cerdas secara intelektual (IQ- intellectual quotient). Kesuksesan Ibrahim dalam berjuang ditambah lagi dengan kelurusan aqidah (SQ-spiritual quotient), yaitu  petunjuk dan kebenaran hakiki dari Allah swt. Kesuksesan Ibrahim juga didukung kesiapan fisik (PQ-physical quotient), sehingga mampu berjuang dan menghancurkan berhala-berhala.

KARAKTER DASAR PRIBADI DAN KELUARGA SUKSES  MASA DEPAN

الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله

Bagaimana karaketer dasar  untuk pribadi dan keluarga  yang sukses pada masa depan nanti. Makna demensi masa depan menurut seorang muslim  dapat berupa  dunia dan akherat.
Kehidupan dunia pada masa depan diramalkan oleh para ahli, yaitu  akan lebih sulit dari kondisi sekarang. Semakin sulitnya masa depan disebabkan karena beberapa alasan, yaitu: sifat kompetisi yang semakin tinggi (competition), perubahan yang tidak menentu (uncertainty), kompleksitas permasalahan sosial masyarakat (complexcity), sehingga kehidupan penuh dengan tantangan (challenge).

 Hanya dengan kesiapan yang matang, maka kita dapat merubah kondisi masa depan tersebut  menjadi peluang (opportunities) yang lebih baik,  yaitu  peluang dan  kemudahan  untuk dunia dan akherat.
Allah berfirman dalam QS. Alam Nasyrah: 6

Inna ma ’al ‘usri yusraa

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Jadi untuk  membuat pribadi dan keluarga yang sukses pada masa depan, maka kita harus mampu merubah kendala dan hambatan  menjadi  peluang. Untuk itu kita harus menyiapkan diri dan keluarga  kita dengan  empat hal yang utama, yaitu dari aspek spiritual, emosional, intelektual dan fisik. Dengan persiapan 4 hal yang utama tersebut, yaitu spiritual, emosional, intelektual dan fisik,   maka pribadi atau keluarga akan mampu melihat kondisi masa depan dengan baik, mengenal pola perubahan, memiliki pengetahuan kultural, memiliki landasan  fleksibilitas dan luwes, memiliki visi dan  energi, membangun kecerdasan dan mengetahui nilai-nilai global.
Kita berharap berharap, semoga pemimpin-pemimpin , serta rakyat di negeri  ini memiliki  karakter yang berkualitas. Dan semoga Allah swt segera mengganti para pemimpin kita  yang tidak berkualitas, khususnya memiliki kerusakan  moral.

Jamaah sekalian,
Keluarga  yang akan sukses pada masa depan adalah keluarga yang dibangun di atas tatanan spiritual yang mapan, sehingga berkumpulnya suami, istri dan anak tidak hanya dalam dimensi dunia saja. Pertemuan mereka akan berlanjut dalam  nostalgia di syurga dengan keridhaan Allah swt. Suami harus mampu mengarahkan keluargaanya  ke arah yang lebih baik, istri mampu memberikan ketaatan kepada suami dan Allah swt, anak sholeh sebagai invenstasi dunia dan akherat bagi orang tuanya. Seluruh komponen keluarga  hendaknya memiliki visi dan misi  yang satu. Hadirnya keterbukaan dan komunikasi empatik adalah kunci untuk mendapatkan jalinan, saling  ketergantungan yang menguntungkan. Sinergi adalah ukhuwah yang memberikan berkah.

MENCETAK KELUARGA ISLAM UNTUK MASA DEPAN

الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله
Keluarga adalah struktur terkecil dalam kehidupan masyarakat. Keluarga adalah benteng terakhir untuk membentuk masyarakat yang berkualitas. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk membentuk keluarga yang islami pada masa depan, yaitu:
  1. Hendaknya setiap anggota keluarga  selalu memperbaharui orientasi  segala aktifitasnya  hanya karena Allah semata. Hanya dengan kelurusan aqidah, Kelembutan hati  dan kecerdasan intelektual  keluarga akan  berada dalam kondisi yang lebih baik pada  masa yang  akan datang.
  2. Mari kita satukan seluruh potensi ummat dan keluarga agar tidak terpecah belah. Perpecahan ummat dan keluarga justru akan melemahkan kekuatan kita sendiri. Jangan mudah dibakar semangat tanpa   menggunakan  hati nurani.
  3. Mari kita tingkatkan  dari kesalehan pribadi menuju kesalehan  masyarakat. Kita tegakkan Islam kedalam sendi-sendi kehidupan kita.
  4. Waspadailah dengan janji-janji manis dari manausia dan syaithan yang menjerumuskan kita dalam lembah maksiat, dosa dan kehinaan.
  5. Mari kita membentengi keluarga dan masyarakat kita dengan dakwah. Semua harus bergerak untuk menegakkan kalimat Allah sebelum   terjadinyaa kerusakan yang lebih parah  dalam kondisi masyarakat kita.   Cukup sedih kita mendengar  penggunaan narkotika, pelacuran dan perkosaan dikalangan  remaja, perjudian.

 

MENCETAK GENERASI GHULAMIN HALIM  PADA ABAD 21

الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله
Sekarang giliran saya ingin menyampaikan pesan khusus kepada para pemuda dan siapa saja yang terlibat dalam menyiapkan para pemuda. Apakah itu orang tua, guru, murabbi, pendidik. Pemuda adalah aset masa depan, jika tidak kita siapkan maka generasi kita akan putus. Jika  pemuda islam tidak disiapkan dengan baik, maka sangat mungkin ummat akan terhinakan pada masa  yang  akan datang. Pesan saya  adalah:
  1. Selalu mendekatkan diri kepada Allah swt. Meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita. Pelajarilah islam dan tidak ekstrim pada pendapat seseorang. Tidak figuritas dan taqlid tanpa ilmu. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan aqidah yang lurus (salimul aqidah). 
  2. Hormatilah orang yang telah berjasa  kepada Anda, yaitu orang tua, guru dan pendidik  Anda. Carilah  pendamping dalam pengembangan spiritual anda. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan akhlaq   yang baik (mathi’nul khuluq).
  3. Kembangkanlah ketrampilan belajar (learning skills). Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan  belajar  tentang membaca cepat (reading skill), mendengar, mengumpulkan data dan observasi. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan wawasan yang luas (mustaqoful fikri)                                                                                                   
Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan  belajar  tentang berfikir kritis dan  kreatif (critical/ analytical thinking and creative thinking), kemampuan mengingat (building memory),  imajinasi kreatif dan berfikir positif dan penghayatan akan nilai-nilai kebenaran. Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan  belajar  tentang berbicara didepan umum, menulis dan membuat konsep.
  1. Kembangkanlah ketrampilan untuk hidup (life skills). Keadaan hidup pada masa depan semakin sulit, sehingga  kita harus memiliki ketrampilan untuk dapat bertahan dalam hidup  dengan segala kondisi yang mungkin terjadi (survival).  Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan hidup berupa kemampuan untuk memotivasi diri anda sendiri,   sifat gigih, tekun, ulet dan sabar. Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan  hidup  tentang  cara mengambil keputusan, ketrampilan belajar untuk belajar, ketrampilan  memecahkan masalah. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan kemampuan mencari rizqi (kodirun  ‘alal kasbi) , sehingga kita dapat layak hidup di dunia dengan baik.
  2. Katakan TIDAK  terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang. Jauhkan perjudian dan  perzinaan, sesungguhnya pepatah mengatakan “ an nafsu kaana tiflun”, bahwa nafsu itu seperti anak  kecil (nafsu tidak ada puasnya).  JAGALAH KESEHATAN PRIBADI ANDA. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan  kesehatan dan kekuatan badan kita (qowiyul jism)
  3. Ciptakan visi pribadi dan ciptakan rasa kebutuhan yang banyak untuk  dapat menggerakkan hidup anda. Penuhi fikiran anda dengana konsep dan rasa ingin tahu, semua itu sangat berguna  untuk menyelesaikan problem hidup. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan kemampuan  mengatur kehidupan kita (munadzom fii syu’nihi).

الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله
Kemajuan identik dengan pengorbanan. Kualitas identik dengan profesionalisme. Produktifitas idetik dengan waktu dan sumber daya. Kekayaan identitik dengan investasi. Kemenagan mesti diraih dengan  beramal, bekerja dan komitmen yang konsisten (istiqomah). Kemenangan tidaklah datang dengan tiba-tiba.

الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله
Jamaah sekalian yang berbahagia,
Rasulullah saw bersabda, ada 2 sebab sehingga biji mata  manusia  tidak   disentuh (diharamkan) dari  api neraka. Yaitu mata yang menangis karena Allah  dan mata yang bergadang karena berjihad di jalan Allah. Bahkan seorang ulam mengatakan, jika kamu tidak dapat menangis  karena Allah, maka  bersedih dan menangislah  karena kamu tidak dapat menangis karena Allah.
Diakhir khotbah ini, marilah kita tundukan  mata dan hati kita dihadapan Allah swt. Dengan diiringi penghayatan akan siksa neraka dan lemahnya diri ini.  Dengan keharuan yang mendalam  dalam dada kita dan kebersihan hati. Semoga Allah memberikan keberkahan yang banyak kepada kita  pada pagi hari ini. Semoga suasana alam dan benda ini menjadi saksi akan doa kita kepada Allah swt. Semoga malaikat  yang hadir  juga menguatkan doa kita.

Yaa Allah   Ya Rahman, Ya Rahiim, Ya Jabbar,  Ya ‘Alimun haliim. Ya Azizul Hakim. Allahuma salim ‘ ala sayyidina Mumammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajimain.
Ya Allah kami yang hadir di sini adalah hambamu yang dhoif,  banyak kekurangan dan penuh dengan dosa dan kesalahan.  Yaa Allah kami mohon kepadaMu, dengan rahmatMU yang meliputi segala sesuatu, dengan kekuasaanMU  yang dengannya Engkau  taklukan segala sesuatu.
Ya Allah, kami berlindung atas cahaya robbaniMu, yang memenuhi segala sesuatu, kekuasaanMu yang mengatasi segala sesuatu, ilmuMu yang mencakup segala sesuatu. Wahai Nur, wahai yang  Maha Awal dan segala yang awal, wahai Maha Akhir dari segala yang akhir.
Ampunillah dosa-dosa kami yang mendatangkan bencana,
Ampunillah dosa-dosa kami yang merusak karunia,
Ampunillah dosa-dosa kami yang menahan doa,
Ya ampunilah dosa kedua orang tua kami, kasihanilah beliau sebagaimana beliau mengasihi kami sewaktu kecil. Ya Allah, sungguh  belum bayak  jasa kedua  orang tua kami.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kedua orang tua kami, khususnya yang  sudah meninggal dunia. Terangilah kuburnya, lapangkalah kuburnya, ya Allah jadikan doa kami  saat ini menjadi penyejuk ruhnya   ruh orang tua kami di kubur,
Yaa  Allah, janganlah engkau azab kedua orang tua kami, disebabkan  karena  maksiat dan dosa –dosa  dari putra-putrinya. Yaa , Allah, sungguh dari permintaan kami yang paling dalam,  semoga   Engkau ampuni dosa dan kesalahan  kedua orang tua kami, jika mereka sewaktu hidup tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman  akan agama ini sebagaimana  kami fahami saat ini. Yaa Allah , engkaulah maha pengampun .
Ya Allah, jadikanlah  keluarga kami  menjadi keluarga  sakinah, mawadah, dan rahmah, yaitu sebuah keluarga yang selalu engkau berikan cahaya , petunjuk dan  kasih sayang dalam keluarga kami. Jauhkanlah  kami dari perselisihan, saling  mencari kesalahan, serta mudahkanlah kami dalam menyelesaikan persolan hidup kami.
Ya Allah, jadikanlah putra-putri kami menjadi orang-orang yang sholeh dan sholehat.
Yaa Allah, izinkanlah kami untuk bertemu kembali dengan seluruh orang tua kami, dan saudara kami  untuk bertemu kembali di syurgamu dengan penuh keridhoan.
Jadikan negri ini negri yang berkah,  berikan kepada kami pemimpin yang berkualitas dan bijak, tidak memihak kepada kebathilan atau egois dengan dirinya sendiri, tidak mengumpulkan harta dan  haus kekuasaan, sementara  rakyatnya  kelaparan, menderita, serta malapetaka ada dimana-mana. 
ya Allah jadikan negri ini, seperti  negri  Madinah sewaktu Rasulullah memimpinnya, sebuah negri yang aman, makmur dan  semua orang meras tenang.

Tidak ada komentar