Minggu, 25 Mei 2014

Agar Orang Tua Tidak Tertipu

images/index_r1_c1.gif
 
 
Agar Orang Tua Tidak Tertipu
 
Saat ini anak-anak kita yang di kelas 6 SD, 3 SMP dan SMA di hadapkan pada harapan baru jenjang sekolah yang lebih tinggi. Disini peran orang tua harus jelas dan tegas dalam memilihkan sekolah untuk mereka. Yang harus di mengerti adalah anak kita tidak mungkin hidup sendiri akan tetapi anak kita akan bertemu dengan teman baru dan lingkungan yang baru. Semua itu harus jadi perhitungan orang tua dalam memilihkan sekolah untuk anak-anaknya. Dan saat ini pun  anak kita juga punya  pergaulan yang sedikit atau banyak telah membentuk watak dan mempengaruhi harapan-harapanya. Maka tidak benar jika orang tua dalam hal ini menyerahkan sepenuhnya kepada pilihan anak. Akan tetapi jauh-jauh hari orang tua harus sudah memikirkan dan merencanakan dimana anaknya hendak sekolah di samping memperhatikan kemauan dan bakat sang anak. Dalam Kriteria orang tua yang terpenting adalah keselamatan akhlak dan agama anak-anaknya kemudian tercapai cita-cita mulianya.
Islam sangat mendukung orang-orang aktif, ktreatif dan inovatif sebagai penguat Islam. Maka kita butuh dokter, pakar ekonomi, pakar politik dan ahli pertanian yang semua itu tidak lain adalah demi tertunaikanya kewajiban fardhu kifayah kita. Akan tetapi semua itu tidak ada nilainya di hadapan Allah jika bukan dari orang-orang yang kenal Allah. Karena keahlian bagi orang yang tidak kenal Allah adalah pembuka celah baru untuk bermaksiat. Bahkan ada kemaksiatan besar yang sulit di lakukan kecuali oleh orang-orang yang punya keahlian, atau ada kemaksiatan tidak di rasa sebagai kemaksiatan karena kebodohan. Jika kita ingi anak kita menjadi dokter harus kita rencanakan bagaimana agar menjadi dokter yang berakhlaq mulia, rajin solat yang bisa menitikkan air mata di malam hari karena takut kepada Allah. Begitu juga kepakaran yang lainya. Kita tidak ingin ilmu fardhu kifayah di peroleh  oleh anak kita akan tetapi anak kita tidak bisa menjalankan kewajiban untuk dirinya sendiri (fardhu ain). Kita tidak ingin anak kita menolong orang di sekitarnya akan tetepi dirinya sendiri tidak selamat. Kita tidak ingin anak kita mendapatkan gelar sarjana dan kepakaran dalam disiplin ilmu tertentu akan tetapi tanpa kita sadari anak kita juga bergelar pezina dan pemabuk (Na’udhubillahi Mindhalik).
Sebelum semuanya berlalu, saat inilah waktunya kita untuk berfikir dan berusaha menjadikan anak-anak kita anak yang di cintai Allah SWT.  Anak adalah nikmat sekaligus amanat, jangan sampai kita salah mengarahkan anak kita  hingga akhirnya di akhirat nanti nikmat ini berubah menjadi bencana sebab kita masuk neraka. Jangan menyogok di saat memilihkan sekolah anak kita hanya karena menuruti keinginan hawa nafsu kesombongan tergiur lebel sekolah favorit. Karena hal itu adalah bibit ketidak jujuran dan kejahatan  yang kita tanamkan di hati anak kita . Itulah yang  menjadikan sebab ilmu yang diperoleh anak kita tidak bermanfaat. Kemudian, lihat akidah yang dianut oleh lingkungan sekolah yang akan kita pilihkan untuk anak kita. Hingga kitapun tahu di samping kuliah, kepada siapa kira-kira anak kita akan menimba ilmu agama. Sebab kesesatan saat ini beragam dan dikemas dengan berbagai kemasan dengan lebel ilmiah yang amat membahayakan anak kita. Kita juga harus melihat calon tempat tinggal anak kita, jangan sampai tanpa kita cermati ternyata anak kita masuk dalam pergaulan kotor dengan zina dan minuman keras serta lingkungan orang yang tidak takut kepada Allah.
Bagi yang ingin masuk pesantren atau kuliah keagamaan, para orang tuapun di tuntut cermat dan jeli dalam memilihkan pesantren dan kampus untuk anak-anaknya. Bahkan disaat seperti ini orang tua dituntut lebih cermat lagi dari yang anaknya mengambil  pendidikan umum. Sebab pesantren dan kampus Islam saat ini juga banyak yang tercemari polusi akidah sesat dan akhlak yang tidak terpuji.  Karena sudah pakai lebel agama  maka jika salah lebih susah untuk  di sadarkan dari yang lainya. Agar tidak salah pilih, bangun komunikasi dengan orang  alim dan soleh yang secara lahir terbukti takut kepada Allah, menjaga syariat Rasulillah, untuk bisa mengarahkan kita dalam memilihkan sekolah dan pesantren untuk anak-anak kita. Jangan lupa sertakan sholat istikhoroh.
Wallahu  a’lam bishshowab.   
 
 

 
 
images/index_r1_c1.gif
Poskan Komentar