Selasa, 20 Mei 2014

Ditulis untuk Orang yang Sakit (Pahala) Amal yang Dikerjakan Ketika Sehat

Ditulis untuk Orang yang Sakit (Pahala) Amal yang Dikerjakan Ketika Sehat 


385/500.   Dari  Abdullah  bin  Amru,  dari  Nabi  shallallahu   'alaihi wasallam bersabda,

ما من أحد يمرض إلا كتب له مثل ما كان يعمل وهو صحيح

"Jika seseorang sakit, maka ditulis untuknya pahala {amal) yang dikerjakannya seperti ketika dia sehat."

Shahih di dalam kitab Al Irwa(2/346), At-Ta'liqu Ar-Raghib (4/150). [Tidak tercantum dalam Kutubus-Sittah].
386/501. Dari Anas bin Malik, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

ما من مسلم ابتلاه الله في جسده إلا كتب له ما كان يعمل في صحته ما كان مريضا فإن عافاه أراه قال عسله وفي رواية: وإن قبضه غفر له، وان شفاه غسله.
"Tidak ada seorang muslim yang diuji Allah pada tubuhnya, kecuali ditulis untuknya ( pahala) amal yang dikerjakan pada waktu sehatnya, selama dia sakit, jika Allah menyehatkannya -aku kira Nabi berkata-Maka Allah mensucikannya (dalam satu riwayat: Jika Allah mencabut [nyawanya], maka Allah mengampuninya dan jika Allah menyembuhkannya, maka Allah mensucikannya)"

Hasan shahih di dalam kitab Al Irwadan At-Ta'liq (tidak tercantum dalam Kutubus-Sittah).


387/502. Dari Abu Hurairah berkata,

جاءت الحمى إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقالت ابعثنى إلى آثر أهلك عندك فبعثها إلى الأنصار فبقيت عليهم ستة أيام ولياليهن فاشتد ذلك عليهم فأتاهم في ديارهم فشكوا ذلك إليه فجعل النبي صلى الله عليه وسلم يدخل دارا دارا وبيتا بيتا يدعو لهم بالعافية فلما رجع تبعته امرأة منهم فقالت والذي بعثك بالحق إني لمن الأنصار وإن أبى لمن الأنصار فادع الله لي كما دعوت للأنصار قال ما شئت إن شئت دعوت الله أن يعافيك وإن شئت صبرت ولك الجنة قالت بل أصبر ولا أجعل الجنة خطرا

"Demam datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata, 'Utuslah Saya kepada keluargamu yang paling utama menurutmu.' Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutusnya kepada kaum Anshar, sehingga panas itu menyerang mereka enam hari enam malam sampai panas itu menjadi-jadi. Kemudian Nabi mendatangi mereka di rumah-rumah mereka, lalu mereka mengadukan hal itu kepadanya, maka Nabi masuk dari rumah ke rumah sambil mendoakan mereka agar diberikan keafiatan.
Tatkala Nabi pulang, Nabi sallallahu 'alaihi wasallam diiringi oleh seorang wanita dari mereka lalu dia berkata, 'Demi dzat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran!, sesungguhnya Saya termasuk dari golongan kaum Anshar dan sesungguhnya bapak Saya juga termasuk sahabat dari Anshar, maka berdoalah kepada Allah untuk Saya, sebagaimana engkau berdoa untuk kaum Anshar.' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Apa yang engkau inginkan, dan jika engkau menginginkannya maka Saya akan mendoakan kesembuhan untukmu, atau jika engkau bersabar maka bagimu surga.' Wanita itu menjawab, 'Saya memilih untuk bersabar dan tidak menjadikannya sebagai taruhan.'"1

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahiliah (2502). [tidak tercantum dalam Kutubus-Sittah].
388/503. Dari Abu Hurairah berkata,
ما من مرض يصيبنى أحب إلى من الحمى لأنها تدخل في كل عضو منى وان الله عز وجل يعطى كل عضو قسطه من الأجر

"Tidak ada penyakit yang menimpa Saya yang sangat Saya cintai daripada panas, karena panas masuk keseluruh organ tubuh Saya, dan sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah memberikan kepada setiap bagian dari organ tubuh pahala baginya."

Shahih, sanadnya, dan demikian juga yang diriwayatkan oleh Al Hafizh (10/110).
389/504. Dari Abu Nuhailah,2



قيل له ادع الله قال اللهم انقص من المرض ولا تنقص من الأجر فقيل له ادع ادع.. فقال اللهم اجعلنى من المقربين واجعل أمى من الحور العين

Dikatakan kepadanya, "Berdoalah kepada Allah" Dia menjawab, "Ya Allah! Kurangilah penyakitnya dan janganlah Engkau kurangi pahalanya," lalu dikatakan kepadanya, "Berdoalah, berdoalah...," maka dia berkata, "Ya Allah! jadikanlah Saya termasuk orang-orang yang dekat (kepada-Mu) dan jadikanlah ibu Saya termasuk bidadari-bidadari surga."

Shahih sanadnya.

390/505. Dari Atha' ibnu Abi Rabah berkata,

قال لي بن عباس  :ألا أريك امرأة من أهل الجنة قلت بلى قال هذه المرأة السوداء أتت النبي صلى الله عليه وسلم فقالت إني أصرع وإني أتكشف فادع الله لي قال إن شئت صبرت ولك الجنة وإن شئت دعوت الله أن يعافيك فقالت أصبر فقالت إني أتكشف فادع الله لي أن لا أتكشف فدعا لها

"Ibnu Abbas berkata kepada Saya, 'Maukah engkau Saya perlihatkan seorang wanita penghuni surga? Saya berkata, "Tentu" Dia berkata, "Wanita yang hitam ini mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata, 'Sesungguhnya Saya kesurupan dan terbuka keburukan Saya, maka doakanlah Saya,' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Jika engkau bersabar, maka bagimu surga dan jika engkau menginginkan Saya berdoa kepada Allah agar menyehatkanmu, (maka Saya akan mendoakanmu).' Lalu wanita itu menjawab, 'Saya akan bersabar.' Kemudian dia berkata, 'Sesungguhnya aib Saya telah terbuka, maka doakanlah Saya agar Saya tidak membuka aib Saya." Lalu Nabi mendoakannya."'

Shahih, di dalam kitab Al Hijab (hal. 33). Ash-Shahihah (2502). [Bukhari, 75- Kitab Al Maradh, 6- Bab Fadhlu Man Yushra'u minar-rihi. Muslim, 45- Kitab Al Birru wash-Shilatu wal Adab, hadits 43].
391/506. Dari Atha',

أنه رأى أم زفر -تلك المرأة- طويلة سوداء على سلم الكعبة وعن القاسم: أن عائشة أخبرته: أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقول: ما أصاب المؤمن من شوكة فما فوقها فهو كفارة

Bahwasanya dia melihat Ummu Zufar -perempuan itu- tinggi dan hitam berada di atas tangga Ka'bah.
Dari Al Qasim, bahwasanya Aisyah meriwayatkan kepadanya, "Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, 'Semua yang menimpa orang mukmin, baik duri atau yang lebih besar darinya, maka itu adalah Kaffarah (pelebur dosa).'"

Shahih, sanadnya [Muslim, 45- Kitab Al Birru wash-Shilatu wal Adab,hadits 46,47,48].
392/507. Dari Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

ما من مسلم يشاك شوكة في الدنيا يحتسبها إلا قضى بها من خطاياه يوم القيامة

”Seorang muslim yang terkena duri di dunia dan ia mengikhlaskannya, maka oleh sebab duri tersebut dosa-dosanyn akan dihapuskan pada hari kiamat."

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (2503). [tidak tercantum dalam Kutubus-Sittah].
393/508. Dari Jabir berkata,

سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول  :ما من مؤمن ولا مؤمنة ولا مسلم ولا مسلمة يمرض مرضا إلا قضى الله به عنه من خطاياه

"Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Tidak ada seorang mukmin laki-laki dan seorang mukmin perempuan, juga tidak ada seorang muslim laki-laki dan seorang muslim perempuan yang terkena suatu penyakit, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya oleh sebab penyakit tersebut.'"

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (2503). [Tidak tercantum dalam Kutubus-Sittah].


1    Pensyarah kitab tidak menjelaskan artinya, maka Saya berkata, "Tersebut dalam An-Nihayah, dan Al Khathar -dengan dibaca hidup semua hurufnya- asal
maknanya adalah menggadaikan, maka seakan-akan perempuan itu berkata, 'Saya tidak menjadikan surga itu sebagai taruhan yang tidak dijamin/ sebab
perempuan itu mengutamakan doa dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk dia agar sembuh. Tetapi surga itu bisa dijamin dengan kesabaran yang digunakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk menjaminkan surga kepada perempuan itu. Inilah makna yang bisa aku sampaikan setelah meneliti bersama teman-teman yang baik-baik.
2    Dengan huruf Ha yang tidak ada titiknya dalam bentuk sighat-tashghir, dan menurut satu pendapat dengan Ha yang ada titiknya (Kha1), dia adalah seorang
sahabat. Lihat Ash-Shahabah.

Poskan Komentar