Selasa, 20 Mei 2014

Dua Orang yang Mencaci Adalah Dua Syetan yang Saling Menampilkan Kejelekan dalam Pembicaraannya dan Saling Berdusta

Dua Orang yang Mencaci Adalah Dua Syetan yang
Saling Menampilkan Kejelekan dalam Pembicaraannya dan Saling Berdusta 

330/428a. Dari Iyadh ibnu Himar berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

إن الله أوحى إلى أن تواضعوا حتى لا يبغى أحد على أحد ولا يفخر أحد على أحد فقلت يا رسول الله أرأيت لو أن رجلا سبنى في ملإ هم أنقص منى فرددت عليه هل على في ذلك جناح قال المستبان شيطانان يتهاتران ويتكاذبان

"Sesungguhnya Allah mewahyukan kepada saya agar engkau saling rendah hati sehingga seseorang tidak menzhalimi orang lain dan tidak (pula) sombong terhadap orang lain." Saya berkata, "Wahai Rasulullah! beritahukan kepada saya sekiranya seseorang mencaci maki saya di tengah-tengah orang banyak, sedangkan mereka lebih lemah daripada saya, lalu saya membalasnya, apakah dalam hal itu saya mendapatkan balasan?" Rasulullah menjawab, "Dua orang yang saling mencaci adalah dua syetan yang saling berbuat buruk dalam pembicaraanya dan saling berdusta."

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (570). [Muslim, 51-Kitab Al ]annah, hadits 94, tanpa kalimat paragraph caci-maki].
333/428b. Iyadh berkata,

وكنت حربا لرسول الله صلى الله عليه وسلم فأهديت إليه ناقة قبل أن أسلم فلم يقبلها وقال إني أكره زبد المشركين

"Saya pernah sangat marah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika saya menghadiahkan seekor unta kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebelum saya masuk Islam. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak menerima hadiah tersebut dan bersabda, 'Sesungguhnya saya enggan untuk menerima hadiah-hadiah dari orang musyrik'."

Shahih, di dalam kiatb Shahih Abu Daud (2690). [Abu Daud, 19-Kitab Al Haraj, 35- Bab Fil Imam Yaqbalu Hadaaya Al Musyrikin. Tirmidzi, 19- Kitab As-Sairi, 24- Bab Fi Karahiyati Hadaya Al Musyrikin].

Posting Komentar