Selasa, 20 Mei 2014

Melampaui Batas

 Melampaui Batas 

457/588. Ibnu Abbas berkata,

لو أن جبلا بغى على جبل لدك الباغى

"Sekiranya gunung itu menganiaya gunung yang lain, maka niscaya gunung yang menganiaya itu diratakan."'

Shahih, di dalam kitab Adh-Dha'ifah (1948).

45/590. Fadhalah ibnu Ubaid, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.

ثلاثة لا تسأل عنهم رجل فارق الجماعة وعصى إمامه فمات عاصيا فلا تسأل عنه وأمة أو عبد أبق من سيده وامرأة غاب زوجها وكفاها مؤنة الدنيا فتبرجت وتمرجت بعده وثلاثة لا تسأل عنهم رجل نازع الله رداءه فإن رداءه الكبرياء وإزاره عزه ورجل شك في أمر الله والقنوط من رحمة الله
'Tiga orang yang tidak ditanya oleh Allah, Seseorang yang memisahkan diri dari jama'ah dan tidak taat kepada imamnya (pemimpinnya) lalu dia meninggal termasuk orang yang bermaksiat, maka dia tidak ditanya (Allah), seorang budak lelaki dan perempuan yang melarikan diri dari majikannya, serta seorang perempuan yang ditinggalkan oleh suaminya dan dicukupi biaya hidup dunianya, lalu dia ke luar rumah seenaknya dalam perbuatan maksiat. Tiga orang yang tidak ditanya oleh Allah, Seseorang yang dilepaskan oleh Allah selendangnya karena selendangnya adalah kesombongan dan bajunya adalah keangkuhan, seseorang yang ragu dalam (melaksanakan) perintah Allah, dan putus asa terhadap rahmat-Nya."

Shahih, di dalam kitab Al Ahadits Ash-Shahihah (542). [Tidak tercantum dalam Kutubus-Sittah].


59/591. Dari Bakkar bin Abdul Aziz dari bapaknya dari kakeknya (Abu Bakarah) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
كل ذنوب يؤخر الله منها ما شاء إلى يوم القيامة إلا البغى وعقوق الوالدين أو قطيعة الرحم يعجل لصاحبها في الدنيا قبل الموت
"Setiap dosa akan diakhirkan (siksanya) oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya sampai hari kiamat kecuali perbuatan aniaya durhaka terhadap kedua orang tua atau memutus tali silaturrahim, maka Allah menyegerakan (siksanya) kepada pelakunya di dunia sebelum meninggal."

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (918). [Abu Daud : 40-Kitab Al Adab, 43- Bab Fin-Nahyi 'Anil Baghyi. Tirmidzi, 35- Kitab Shifatul Qiyamah, 57- Bab Haddatsana Ali Ibnu Hajar].

460/592. Abu Hurairah berkata,
يبصر أحدكم القذاة في عين أخيه وينسى الجذل أو الجذع في عين نفسه قال أبو عبيد الجذل الخشبة العالية الكبير

"Salah seorang di antara kamu melihat kotoran di mata saudaranya dan melupakan sesuatu yang besar di mata sendiri." Abu Ubaid berkata, "Al Jidzl adalah kayu yang tinggi dan besar".1

Shahih, diriwayatkan dengan riwayat mauquf di dalam kitab Ash-Shahihah (33).



461/593. Dari Muawiyah bin Qurrah berkata,

كنت مع معقل المزني فأماط أذى عن الطريق فرأيت شيئا فبادرته فقال ما حملك على ما صنعت يا بن أخى قال رأيتك تصنع شيئا فصنعته قال أحسنت يا بن أخى سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول من أماط أذى عن طريق المسلمين كتب له حسنة ومن تقبلت له حسنة دخل الجنة

"Saya bersama Ma'qil Al Muzani, lalu dia menyingkirkan duri dari jalan. Kemudian saya melihat sesuatu dan saya segera menyingkirkannya. Kemudian dia berkata "Apa yang mendorong engkau untuk melakukan hal itu wahai anak saudara saya (Ibnu Akhi)?"' Muawiyah bin Qurrah menjawab, 'Saya melihat engkau melakukan sesuatu, maka saya meniru untuk melakukan sesuatu." Kemudian Ma'qil berkata, "Bagus, engkau telah berbuat baik wahai Ibnu Akhi! Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Barang siapa menyingkirkan duri dari jalan yang dilalui orang-orang Islam maka pasti ditulis baginya suatu kebaikan, serta barang siapa kebaikannya diterima maka dia pasti masuk surga."'

Hasan, di dalam kitab Ash-Shahihah (230).
1     Makna hadits tersebut sesuai dengan peribahasa kita, "Kuman di seberang lautan tampak, sedang gajah di pelupuk mata tidak tampak." (pen)

Posting Komentar