Selasa, 20 Mei 2014

Orang yang Berkata kepada Orang Lain, "Wahai Munafik!" Menurut Interpretasi yang Dilakukannya

Orang yang Berkata kepada Orang Lain, "Wahai Munafik!" Menurut Interpretasi yang Dilakukannya 

339/438. Dari Ali radhiallahu 'anhu berkata,


بعثني النبي صلى الله عليه وسلم والزبير بن العوام وكلانا فارس فقال انطلقوا حتى تبلغوا روضة كذا وكذا وبها امرأة معها كتاب من حاطب إلى المشركين فأتونى بها فوافيناها تسير على بعير لها حيث وصف لنا النبي صلى الله عليه وسلم فقلنا الكتاب الذي معك قالت ما معي كتاب فبحثناها وبعيرها فقال صاحبي ما أرى فقلت ما كذب النبي صلى الله عليه وسلم والذي نفسي بيده لأجردنك أو لتخرجنه فأهوت بيدها إلى حجزتها وعليها إزار صوف فأخرجت فأتينا النبي صلى الله عليه وسلم فقال عمر خان الله ورسوله والمؤمنين دعني أضرب عنقه وقال ما حملك فقال ما بي إلا أن أكون مؤمنا بالله وأردت أن يكون لي عند القوم يد قال صدق يا عمر أو ليس قد شهد بدرا لعل الله أطلع إليهم فقال اعملوا ما شئتم فقد وجبت لكم الجنة فدمعت عينا عمر وقال الله ورسوله أعلم

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutus saya dan Az-Zubair ibnu Al Awwam, kami berdua sama-sama penunggang kuda, lalu Rasul bersabda, 'Pergilah sehingga kalian sampai pada suatu taman ini dan itu. Pada tempat tersebut terdapat seorang wanita yang membawa kitab dari seorang pengumpul kayu untuk orang-orang musyrik, maka bawalah dia pada saya'.
Lalu kami bawa dia naik di atas untanya, sebagaimana yang diilustrasikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada kami. Lalu kami tanyakan, 'Kitab yang kamu bawa di mana?' Wanita itu menjawab, 'Saya tidak membawa kitab'. Kemudian kami cari padanya dan untanya, lalu teman saya berkata, 'Saya tidak melihat'. Kemudian saya berkata, 'Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah berbohong, dan demi Dzat yang jiwa saya berada pada kekuasaannya! Sungguh saya akan menelanjangimu atau engkau mengeluarkan kitab itu'. Lalu saya turunkan tangannya (sambil menggeledah) ke tempat ikatan sarungnya dan dia memakai sarung, dari bulu (shuf). Lalu saya keluarkan kemudian kami mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu Umar berkata, 'Dia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, biarlah saya potong lehernya!' Nabi bertanya, 'Apa yang mendorongmu?' Umar menjawab, 'Tidak ada yang mendorong saya kecuali saya beriman kepada Allah, dan saya ingin mempunyai tenggang rasa pada suatu kaum'. Nabi menjawab, 'Benar, wahai Umar!, bukankah dia telah mengikuti perang Badar? mudah-mudahan Allah melihat mereka'. Lalu Nabi berkata, 'Berbuatlah apa yang engkau inginkan, sesungguhnya surga itu telah disiapkan atasmu'."

Kemudian kedua mata Umar meneteskan air mata dan dia berkata, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."

Shahih, di dalam kitab Shahih Abu Daud (2381). [Bukhari, 56-Kitab Al Jihad, 141- Bab Al Jasus. Muslim, 44- Kitab Fadhallish-Shahabati, hadits 161).

Posting Komentar