Rabu, 21 Mei 2014

Simpanan Pahala bagi yang Berdoa

 Simpanan Pahala bagi yang Berdoa 


547/710.  Dari Abu Said Al Khudri,  dari Nabi shallallahu  'alaihi wasallam,
  مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو لَيْسَ بِإِثْمٍ وَلاَ بِقَطِيْعَةِ رَحِمٍ اِلاَّ أَعْطَاهُ إِحْدَى ثَلاَثَ اِمَّا أَنْ يَعْجَلَ لَهُ دَعْوَتَهُ وَاِمَّا أَنْ يُدَخِّرَهَا لَهُ فِي اْلآخِرَةِ وَاِمَّا أَنْ يَدْفَعَ عَنْهُ مِنَ السُّوءَ مِثْلِهَا قَالَ إِذَا يُكَّثِرُ قَالَ اَللهُ أَكْثَرُ

"Tiada seorang muslim yang berdoa, selagi tidak untuk berbuat dosa atau memutuskan silaturrahim, kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal:
1.   Ada kalanya doanya dikabulkan segera.
2.   Ada kalanya doa itu sebagai simpanannya untuk besok di akhirat.
3.                       Adakalanya Allah akan menolak kejelekan sebesar permintaannya."
Abu Said berkata, "Jika demikian, maka kita perbanyak doa!" Nabi menjawab, "Allah lebih banyak."
Shahih. Di dalam kitab Takhrijut-Targhibi (2/ 272). Tirmidzi, 48-Kitab Ad-Da'awaah (115). Bab Fi Intizharil faraj, dari Ubadah bin Shamit.1
548/711. Dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُؤْمِنِينَ صَبَّ وَجْهَهُ إِلَى اللهِ يَسْأَلَهُ مَسْأَلَةً اِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهَا اِمَّا عَجَّلَهَا لَهُ فِي الدُّنْيَا وَاِمَّا ذَخَرَهَا لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مَا لَمْ يَعْجَلْ قَالُوا يَا رَسُولُ اللهِ وَمَا عَجَلَتُهُ قَالَ يَقُوْلُ دَعَوْتُ وَدَعَوْتُ وَلاَ أَرَاهُ يُسْتَجَابُ لِي

"Tiada seorang mukmin yang mengangkat mukanya kepada Allah seraya memohon, kecuali Allah pasti akan mengabulkannya. Ada kalanya dikabulkan dengan disegerakan-Nya di dunia, dan ada kalanya dijadikan simpanan baginya besok di akhirat selama ia tidak tergesa-gesa." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan tergesa-gesa itu?' Nabi menjawab, "Dia berkata, 'Soya telah berdoa, dan berdoa tapi tidak pula dikabulkan-Nya.'"

Shahih, dari sumber yang sama. Bukhari, (80). Abu Daud, 22-bab Doa Seorang Hamba akan Dikabulkan. Muslim, 48- Dzikir dan doa, hadits (90,91).2



__________
1      Menurut Saya, dalam haditsnya Ubadah tidak ada kata simpanan, dan sanadnya hasan. Sedangkan sanad hadits Abu Said shahih, dianggap shahih oleh Hakim dan Dzahabi yang diakui Al Hafizh 11/69
2    Dari hadits ini ada kecerobohan, Imam Bukhari dan Musllim tidak meriwayatkan hadits ini kecuali ujungnya saja, yaitu kata, Maa Lam Yuajjil redaksi hadits nomor 509/654

Poskan Komentar