Rabu, 21 Mei 2014

Keutamaan Doa

 Keutamaan Doa 

549/712. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'aiaihi wasallam beliau bersabda,

لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ مِنَ الدُّعَاءِ

"Tidak ada sesuatu yang lebih mulia menurut Allah dari doa."
Hasan, di dalam kitab Takhrijul Misykah (2232). Tirmidzi, 45-Kitab Ad-Da'awaah, 1- Bab Maa ja’a fi Fadhlid-Dua’i. Ibnu Majah, 34-Kitab Ad-Duau . 1- Bab Fadhlud-Dua% hadits (3827).
550/714. Dari Nukman bin Basyir, dari Nabi Muhammad shallallahu 'aiaihi wasallam beliau bersabda,

  إِنَّ الدُّعَاءَ هُوَ الْعِبَادَةُ ثُمَّ قَرَأَ اُدْعُوْنِي اَسْتَجِبْ لَكُمْ

"Sesungguhnya doa adalah ibadah." Kemudian Nabi slwllallahu 'alaihi wasallam membaca ayat (Ud'uunii astajib lakum)" "Berdoalah padaku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu" (Qs. Al Ghafur (40): 60).

Shahih, di dalam kitab Shahih Abu Daud (1329). Abu Daud, 80-Kitab Al Witru, 23- Bab Ad-Dua^u, Hadits (1479). Tirmidzi, 44- Kitab At-Tafsir, 2- surah Al Baqarah, 16- Bab Haddatsana Hanad.
551/716. Ma'qil bin Yasar berkata,

اِنْطَلَقْتُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ الصِّدَّيْقِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا أَبَا بَكْرٍ لِلشِّرْكِ فِيْكُمْ أَخْفَى مِنْ دَبِيْبِ النَّمْلِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ وَهَلِ الشِّرْكُ إِلاَّ مَنْ جَعَلَ مَعَ اللهُ اِلَهًا آخَرَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لِلشِّرْكِ أَخْفَى مِنْ دَبِيْبِ النَّمْلِ أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُهُ ذَهَبَ عَنْكَ قَلِيْلُهُ وَكَثِيْرُهُ قَالَ قُلْ اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمْ

Aku berangkat ke tempat Nabi shallallahu 'alaihi ivasallam bersama Abu Bakar radhiallahu 'anhu, lalu Nabi bersabda, 'Wahai Abu Bakar, sungguh syirik yang ada pada kalian itu lebih samar dari jalannya semut.' Maka Abu Bakar bertanya, 'Bukankah syirik itu apabila seseorang menyamakan Allah dengan Tuhan yang lain?' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Demi Dzat yang diri saya ada di tangan-Nya, sungguh samar dari jalannya semut. Maukah engkau saya tunjukkan sesuatu yang apabila engkau mengerjakannya niscaya hilanglah kesyirikan itu, baik sedikit atau banyak?' Nabi bersabda, 'Katakanlah! "Ya Allah, sesungguhnya saya berlindung kepadamu dari kesyirikan yang saya ketahui dan saya memohon ampun kepada-Mu dari kesyirikan yang tidak saya ketahui.'"

Shahih, di dalam kitab Adh-Dha'ifah (3755). At-Ta'liqur-Raghib (1/39-40) (Tidak tercantum dalam Kutubus-Sittah)

Posting Komentar