Selasa, 17 Juni 2014

Kemakruhan Mengharapkan Kematian Dengan Sebab Adanya Bahaya Yang Menimpanya, Tetapi Tidak Mengapa Jika Kerana Menakutkan Adanya Fitnah Dalam Agama

                                                                                                                     
 
 

Kemakruhan Mengharapkan Kematian Dengan Sebab Adanya  Bahaya  Yang Menimpanya,  Tetapi Tidak Mengapa Jika Kerana Menakutkan Adanya Fitnah Dalam Agama

583. Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Janganlah seseorang dari engkau semua itu mengharapkan kematian. Jikalau ia seorang yang dapat berbuat baik, maka barangkali kebaikannya itu dapat ditambahkan olehnya dan jikalau ia berbuat keburukan, maka barangkali ia bertaubat kepada Allah." (Muttafaq 'alaih)
Ini adalah lafaznya Imam Bukhari. Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: Dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah s.a.w., sabdanya: "Janganlah seseorang dari engkau semua itu mengharapkan kematian dan jangan pula berdoa untuk didatangi kematian itu sebelum kematian itu sendiri datang padanya - tanpa didoakan, sebab sesungguhnya orang itu apabila telah mati, maka terputuslah amalannya dan bahawasanya saja tidaklah seseorang mu'min itu bertambah banyak umurnya, melainkan akan menjadi kebaikan untuknya."

584. Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Janganlah seseorang dari engkau semua itu mengharapkan kematian kerana adanya bahaya yang menimpa dirinya. Tetapi jikalau ia terpaksa harus berbuat demikian, maka hendaklah ia mengucapkan: "Ya Allah, hidupkanlah saya terus, selama hidup itu menjadi kebaikan untukku dan matikanlah saya jikalau mati itu adalah lebih untukku." (Muttafaq 'alaih)

585. Dari Qais bin Abu Hazim, katanya: "Kita semua masuk ke tempat Khabbab bin al-Aratti r.a. untuk meninjaunya, sedang ia - yang ditinjau itu - telah berselar - yakni diberi pengubatan dengan memiciskan api di tubuhnya - sebanyak tujuh kali, kemudian Khabbab berkata: "Sesungguhnya sahabat-sahabat kita yang telah lalu itu sudah terdahulu. Mereka itu tidak dikurangi - darjat-darjatnya di akhirat - oleh kecintaan kepada dunia, sedangkan kita ini pun telah memperolehi harta benda yang kita tidak menemukan tempat untuk menyimpannya itu kecuali tanah - ertinya kerana banyaknya dan berlebih-lebihan dari keperluan, maka untuk menyimpannya itu harus digalikan tanah. Andaikata Nabi s.a.w. tidak pernah melarang kita untuk berdoa agar segera mendapat kematian, nescayalah saya berdoa untuk itu - ertinya hendak berdoa agar segera mati, sebab sudah jemu di dunia ini.
Selanjutnya pada ketika yang lainnya lagi kita mendatangi Khabbab lagi dan ia sedang membangunkan suatu dinding, lalu ia berkata: "Sesungguhnya seorang Muslim itu pastilah akan diberi pahala dalam segala apa yang dinafkahkannya, melainkan dalam benda yang diletakkannya dalam tanah ini - yakni apa-apa yang disimpannya kerana berlebih-lebihan dari keperluannya." (Muttafaq 'alaih)
Ini adalah lafaz menurut Imam Bukhari.


 
 
     
Poskan Komentar