KITAB ALQASAAMAH (SUMPAH KARENA TERJADI PEMBUNUHAN YANG TIDAK DIKETAHUI PEMBUNUHNYA)

كتاب القسامة
KITAB  ALQASAAMAH (SUMPAH KARENA TERJADI PEMBUNUHAN YANG TIDAK DIKETAHUI PEMBUNUHNYA)

القسامة

BAB: ALQISAAMAH

حديث رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ وَسَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ عَنْ بُشَيْرٍ بْنِ يَسَارِ، مَوْلَى الأَنْصَارِ، أَنَّهُمَا حَدَّثَاهُ: أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةَ بْنَ مَسْعُودٍ أَتَيَا خَيْبَرَ، فَتَفَرَّقَا فِي النَّخْلِ، فَقُتِلَ عَبْدُ اللهِ بْنُ سَهْلٍ فَجَاءَ عَبْدُ الرَّحْمنِ بْنُ سَهْلٍ، وَحُوَيِّصَةُ وَمُحَيِّصَةُ ابْنَا مَسْعُودٍ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَتَكَلَّمُوا فِي أَمْرِ صَاحِبِهِمْ، فَبَدَأَ عَبْدُ الرَّحْمنِ، وَكَانَ أَصْغَرَ الْقَوْمِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: كَبِّرِ الْكُبْرَ (قَالَ يَحْيى أَحَدُ رِجَالِ السَّنَدِ: لِيَلِيَ الْكَلاَمَ الأَكْبَرُ) فَتَكلَّمُوا فِي أَمْرِ صَاحِبِهِمْ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: أَتَسْتَحِقُّون قَتِيلَكُمْ أُوْ قَالَ صَاحِبَكُمْ بِأَيْمَانِ خَمْسِينَ مِنْكُمْ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ أَمْرٌ لَمْ نَرَهُ قَالَ: فَتُبْرِئُكُمْ يَهُودُ فِي أَيْمَانِ خَمْسِينَ مِنْهُمْ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ قَوْمٌ كُفَّارٌ فَوَدَاهُمْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ قِبَلِه
قَالَ سَهْلٌ: فَأَدْرَكْتُ نَاقَةً مِنْ تِلْكَ الإِبِلِ، فَدَخَلَتْ مِرْبَدًا لَهُمْ فَرَكَضَتْنِي بِرِجْلِهَا
أخرجه البخاري في: 78 كتاب الأدب: 89 باب إكرام الكبير
1085. Busyair bin Yasaar bekas budak orang Anshar berkata: Rafi' bin Khadij dan Sahi bin Abi Hats-mah r.a. keduanya menceritakan bahwa Abdullah bin Sahi dan Muhayyishah bin Mas'uud keduanya pergi ke K hai bar kemudian keduanya berpisah di kebun kurma, tiba-tiba Abdullah bin Sahi terbunuh. Maka datanglah Abdur­rahman bin Sahi dan Huwayyishah dan Muhayyishah keduanya putra dari Mds'ud menghadap kepada Nabi saw Maka Abdurrahman akan bicara, karena ia yang terkecil di antara mereka maka Nabi saw. menyuruh. Yang lebih besar dahulu, kemudian mereka membicarakan soal matinva Abdullah bin Sahi. lalu Nabi saw. bersabda: Kamu dapat menerima tebusan terhadap terbunuhnya saudaramu itu asalkan kamu berani sumpah lima puluh kali. Jawab mereka: Ya Rasulullah, kami tidak melihat sendiri, maka bagaimana akan bersumpah? Bersabda Nabi saw.. Jika kalian tidak berani sumpah, maka kaum Yahudi bisa bebas jika mereka berani sumpah lima puluh orang dari mereka, bahwa mereka benar-benar tidak membunuhnya. Mereka berkata: Yahudi itu orang kafir ya Rasulullah. Maka Nabi saw. lalu membayar tebusan pembunuhan daripadanya sendiri. (Bukhari, Muslim) (Baitul-maal).
Sahl berkata: Kemudian saya mengejar onta yang lari ke tempat onta-onta, tiba-tiba aku ditendang oleh onta itu.

حكم المحاربين والمرتدين

BAB:
HUKUM ORANG KAFIR HARB1 DAN MURTAD

حَدِيثَ أَنَسِ أَنَّ نَفَرًا مِنْ عُكْلٍ ثَمَانِيَةً قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَايَعُوهُ عَلَى الْإِسْلَامِ فَاسْتَوْخَمُوا الْأَرْضَ فَسَقِمَتْ أَجْسَامُهُمْ فَشَكَوْا ذَلِكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَفَلَا تَخْرُجُونَ مَعَ رَاعِينَا فِي إِبِلِهِ فَتُصِيبُونَ مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا قَالُوا بَلَى فَخَرَجُوا فَشَرِبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا فَصَحُّوا فَقَتَلُوا رَاعِيَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَطْرَدُوا النَّعَمَ فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرْسَلَ فِي آثَارِهِمْ فَأُدْرِكُوا فَجِيءَ بِهِمْ فَأَمَرَ بِهِمْ فَقُطِّعَتْ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ وَسَمَرَ أَعْيُنَهُمْ ثُمَّ نَبَذَهُمْ فِي الشَّمْسِ حَتَّى مَاتُوا
1086. Anas r.a. berkata: Ada serombongan delapan orang datang dari Ukl menghadap kepada Nabi saw. berbai'at untuk masuk Islam, kemudian mereka menderita sakit, dan mengeluh kepada Nabi saw. Maka Nabi saw. menyuruh mereka tinggal bersama penggembala ternak ontanya baitul-maal untuk minum dari susu dan kencing onta. Maka pergilah mereka ke tempat pemeliharaan ternak baitulmaal dan minum dari susu dan kencing sehingga sembuh, kemudian sesudah sembuh mendadak mereka membunuh gembala ternak dan merampas (membawa lari) ternaknya. Kejadian ini segera sampai kepada Nabi saw. dan segera dikirim pasukan untuk mengejar mereka, sehingga tertangkap. Ketika telah dihadapkan kepada Nabi saw. maka diputus­kan hukum potong tangan dan kaki dan dipaku mata mereka, kemudian dijemur di terik matahari hingga mati. (Bukhari, Muslim).

ثبوت القصاص في القتل بالحجر وغيره من المحددات والمثقلات وقتل الرجل بالمرأة

BAB: KETETAPAN QISHASH DALAM PEMBUNUHAN DENGAN BATU DAN LAINNYA DARI BENDA YANG TAJAM ATAU BERAT JUGA DD3UNUH LELAKI YANG MEMBUNUH WANITA

حديث أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: عَدَا يَهُودِيٌّ، فِي عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، عَلَى جَارِيَةٍ، فَأَخَذَ أَوْضَاحًا كَانَتْ عَلَيْهَا، وَرَضَخَ رَأْسَهَا؛ فَأَتَى بِهَا أَهْلُهَا رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهِيَ فِي آخِرِ رَمَقٍ، وَقَدْ أُصْمِتَتْ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَتَلَكِ، فُلاَنٌ لِغَيْرِ الَّذِي قَتَلَهَا، فَأَشَارَتْ بِرَأْسِهَا أَنْ لاَ قَالَ، فَقَالَ لِرَجُلٍ آخَرَ غَيْرِ الَّذِي قَتَلَهَا فَأَشَارَتْ أَنْ لاَ، فَقَالَ: فَفُلاَنٌ لِقَاتِلِهَا فَأَشَارَتْ أَنْ نَعَمْ؛ فَأَمَرَ بِهِ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَرُضِخَ رَأْسُهُ بَيْنَ حَجَرَيْنأخرجه البخاري في: 68 كتاب الطلاق: 24 باب الإشارة في الطلاق والأمور
1087. Anas bin Malik r.a. berkata: Di masa Nasi saw. ada seo­rang Yahudi menganiaya budak perempuan, merampas perhiasannya dan memukul kepalanya dengan batu hingga mati, maka majikan budak itu datang mengadu kepada Nabi saw. sedang budak itu hampir mati, tetapi sudah tidak dapat berkata-kata, maka Nabi saw. tanya. Siapakah yang membunuhmu, apakah Fulan? Ia hanya menggelengkan kepala: Tidak. Lalu ditanya: Fulan? Juga menggelengkan kepala: Tidak, sampai disebut nama Yahudi yang membunuhnya, maka menggelengkan kepala: Ya. Maka Nabi saw. menyuruh supaya dipukul kepala Yahudi diletakkan di antara dua batu. (Bukhari. Muslim).

الصائل على نفس الإنسان أو عضوه إِذا دفعه المصول عليه فأتلف نفسه أو عضوه لا ضمان عليه

BAB:
PENYERANG JIKA DITOLAK OLEH YANG DISERANG SEHINGGA BINASA ANGGALTA BADANNYA TIDAK ADA JAMINANNYA

حديث عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، أَنَّ رَجُلاً عَضَّ يَدَ رَجُل، فَنَزَعَ يَدَهُ مِنْ فَمِهِ فَوَقَعَتْ ثَنِيَّتَاهُ فَاخْتَصَمُوا إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: يَعَضُّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ كَمَا يَعَضُّ الْفَحْلُ لاَ دِيَةَ لَكَأخرجه البخاري في: 87 كتاب الديات: 8 باب إذا عض رجلاً فوقعت ثناياه
1088.   lmran bin Hushain r.a. berkata: Ada seorang menggigit tangan lawannya, maka ditarik oleh lawannya sehingga terlepas kedua gigi serinya, kemudian mereka mengadu kepada Nabi saw. Maka sabda Nabi saw.: Seorang dari kamu menggigit saudaranya bagaikan binatang jantan. Tidak ada tebusan diyah untukmu, (Bukhari. Muslim).
Yakni orang yang membela diri jika sampai merusak anggauta lawannya tidak didenda.
حديث يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ رضي الله عنه، قَالَ: غَزَوْتُ مَعَ النَبِيِّ صلى الله عليه وسلم جَيْشَ الْعُسْرَةِ، فَكَانَ مِنْ أَوْثَقِ أَعْمَالِي فِي نَفْسِي، فَكَانَ لِي أَجِيرٌ، فَقَاتَلَ إِنْسَانًا، فَعَضَّ أَحَدُهُمَا إِصْبَعَ صَاحِبهِ، فَانْتَزَعَ إِصْبَعَهُ، فَأَنْدَرَ ثَنِيَّتَهُ فَسَقَطَتْ فَانْطَلَقَ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم، فَأَهْدَرَ ثَنِيَّتَهُ، وَقَالَ: أَفَيَدَعُ إِصْبَعَهُ فِي فِيكَ تقْضَمُهَا قَالَ أَحْسِبُهُ قَالَ: كَمَا يَقْضَمُ الْفَحْلُ اخرجه البخاري في: 37 كتاب الإجارة: 5 باب الأجير في الغزو
1089.   Ya'la bin Umavvah r.a. berkata: Saya ikut dalam teni r ijaisyul-usrah bersama Nabi saw. bahkan perjuangan itu saya anggap sebaik-baik amal yang aku harapkan. Dan aku memiliki budak, tiba-tiba berkelahi dengan orang lalu yang satu menggigit jari lawannya; tetapi dicabut oleh lawannya sehingga terlepas gigi serinya, maka keduanya mengadu kepada Nabi saw., maka Nabi saw. mensia-siakan giginya bahkan bersabda: Apakah ia akan membiarkan jarinya di mulutmu untuk kau makan (keremus). sebagaimana binatang jantan.  (Bukhari. Muslim)

إثبات القصاص في الأسنان وما في معناها

BAB:  KETETAPAN  QIM1VSII  \ PEMBALASAN  YANG SAMA) DALAM GIGI 1) \N YANG SERUPA

حديث أَنَسٍ، قَالَ: كَسَرَتِ الرُّبيِّعُ، وَهِيَ عَمَّةُ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، ثَنِيَّةَ جَارِيَةٍ مِنَ الأَنْصَارِ، فَطَلَبَ الْقَوْمُ الْقِصَاصَ، فَأَتَوُا النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، فَأَمَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِالْقِصَاصِ؛ فَقَالَ أَنَسُ بْنُ النَّضْرِ، عَمُّ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ: لاَ وَاللهِ لاَ تُكْسَرُ سِنُّهَا يَا رَسُولَ اللهِ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: يَا أَنَسُ كِتَابُ اللهِ الْقِصَاصُ فَرَضِيَ الْقَوْمُ وَقَبِلُوا الأَرْشَ؛ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللهِ مَنْ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لأَبَرَّهُأخرجه البخاري في: 65 كتاب التفسير: 5 سورة المائدة: 6 باب قوله (والجروح قصاص)
1090. Anas r.a. berkat.1. Arrubayyi' (bibinya Anas bin Malik) telah mematahkan gigi seri seorang budak wanita dari Anshar, maka majikannya menuntut hukum qishash, dan mereka mengadu kepada Nabi saw. Maka Nabi saw. memutuskan harus dibalas qishash (yang sama).
Anas bin Annadher saudara dari Arrubayyi' (paman Anas bin Malik) berkata: Tidak, demi Allah, tidak boleh dipatahkan gigi Arru­bayyi' ya Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Ya Anas, kitab Allah menetapkan qishash. Tiba-tiba orang-orang yang menuntut qishash itu rela dan mau menerima denda uang. Maka Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya ada di antara hamba-hamba Allah itu orang yang bila ia bersungguh-sungguh minta kepada Allah, niscaya Allah mengabulkan. (Bukhari, Muslim).

ما يباح به دم المسلم

BAB:   YANG   MENGHALALKAN   MENUMPAHKAN   DARAH ORANG MISL1M

حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِىءٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: النَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالْمَارِقُ مِنَ الدِّينِ التَّارِكُ الْجَمَاعَةَأخرجه البخاري في: 87 كتاب الديات: 6 باب قوله تعالى (أن النفس بالنفس)
1091. Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak dihalalkan menumpahkan darah seorang muslim yang telah percaya bahwa tiada Tuhan kecuali Allah, dan aku utusan Allah, kecuali dengan salah satu dari tiga macam: 1. Membunuh jiwa orang maka dibalas bunuh, 2. Berzina muhshan (ada isteri atau ada suami masih saja berzina) maka dirajam; 3. Orang murtad keluar dari agama Islam dan yang meninggalkan persatuan jamaah muslimin. (Bukhari, Muslim).

بيان إِثم من سنّ القتل

BAB: DOSANYA ORANG YANG PERTAMA MEMBERI CONTOH PEMBUNUHAN

حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ ُتقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْمًا إِلاَّ كَانَ عَلَى ابْنِ آدمَ الأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا، لأَنَّهُ أَوَّلُ مَن سَنَّ الْقَتْلَأخرجه البخاري في: 60 كتاب الأنبياء: 1 باب خَلْق آدم صلوات الله عليه وذريته
1092. Abdullah bin Ma^'uud r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tiada seorang terbunuh dengan aniaya (dhalim), melainkan terhadap putra Adam yang pertama, bagian tanggungan dari darahnya sebab dialah pertama yang memberi contoh cara pembunuhan. (Bukhari. Muslim).

المجازاة بالدماء في الآخرة، وأنها أول ما يقضى فيه بين الناس يوم القيامة

BAB: PERTAMA Y ING DIPUTUS DI HARI QIYAMAT DI ANTARA MANUSIA IRI SAN DARAH (PEMBUNUHAN)

حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه، قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: أَوَّلُ مَا يُقْضى بَيْنَ النَّاسِ بِالدِّمَاءِأخرجه البخاري في: 81 كتاب الرقاق: 48 باب القصاص يوم القيامة
1093. Abdullah bin Mas'uud r.a. hi.ik.iia. Nabi saw bersabda. Pertama yang akan diputuskan di antara semua manusia persoalan darah (pembunuhan). (Bukhari, Muslim).

تغليظ تحريم الدماء والأعراض والأموال

BAB: SANGAT HARAM PELANGGARAN DARAH, KEHORMATAN DAN HARTA

حديث أَبِي بَكْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَةِ يَوْمَ خَلَقَ السَّموَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا؛ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مَضَرَ، الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ؛ أَيُّ شَهْرٍ هذَا قُلْنَا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ، قَالَ: أَلَيْسَ ذُو الْحِجَّةِ قُلْنَا: بَلَى قَالَ: فَأَيُّ بَلَدٍ هذَا قُلْنَا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ، قَالَ: أَلَيْسَ الْبَلْدَةَ قُلْنَا: بَلَى قَالَ: فَأَيُّ يَوْمٍ هذَا قُلْنَا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغيْرِ اسْمِهِ قَالَ: أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْرِ قُلْنَا: بَلَى قَالَ: فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ مُحَمَّدٌ (أَحَدُ رِجَالِ السَّنَدِ) وَأَحْسِبُهُ قَالَ: وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هذَا فِي بَلَدِكُمْ هذَا في شَهْرِكُمْ هذَا؛ وَسَتَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ فَسَيَسْأَلُكُمْ عَنْ أَعْمَالِكُمْ، أَلاَ فَلاَ تَرْجِعُوا بَعْدِي ضُلاَّلاً يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ، أَلاَ لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ، فَلَعَلَّ بَعْضَ مَنْ يُبَلَّغُهُ أَنْ يُكُونَ أَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَن سَمِعهُ فَكَانَ مُحَمَّدٌ إِذَا ذَكَرَهُ يَقُولُ: صَدَقَ مُحَمَّدٌ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ قَالَ: أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ مَرَّتَيْنِأخرجه البخاري في: 64 كتاب المغازي: 77 باب حجة الوداع
1094. Abubakrah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Masa telah berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah mencipta langit dan bumi, setahun itu dua belas bulan, empat daripadanya bulan haram tiga berturut-turut yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram dan Rajab yang terletak di antara Jumadil Akhir dan Sya'ban. Nabi saw. bertanya: Bulan apakah ini? Jawab kami: Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui, lalu Nabi saw. diam sejenak sehingga kami menyangka mungkin akan diganti namanya, lalu bersabda: Tidakkah ini Dzulhijjah? Jawab kami: Benar. Lalu tanya: Apakah negeri ini? Jawab kami: Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui. Maka diam seje­nak sehingga kami menyangka mungkin akan mengganti namanya, lalu bersabda: Bukankah ini Albaladul-haram? Jawab kami: Benar. Lalu tanya: Hari apakah ini? Jawab kami: Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. Maka diam sejenak, sehingga kami mengira mungkin akan mengubah namanya, tiba-tiba bersabda: Tidakkah hari nahar? Jawab kami: Benar. Lalu Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya darah dan hartamu dan kehormatanmu haram atas kamu, bagaikan haram nya hari ini di negeri ini dalam bulan ini. Dan kalian akan bertemu dengan Tuhanmu dan akan ditanya tentang amal perbuatanmu. Ingatlah jangan sampai kalian kembali sesat sepeninggalku, yaitu yang satu memenggal leher yang lain.
Ingatlah yang mendengar harus menyampaikan kepada yang tidak hadir sebab mungkin sebagian yang diberitahu itu lebih taat daripada yang mendengar.
Muhammad jika menyebut hadits ini lalu berkata: Benar yang dikatakan oleh Nabi Muhammad saw. Kemudian Nabi saw. bersabda: Camkanlah, aku telah menyampaikan, ingatlah aku telah menyampai­kan. (Bukhari, Muslim).

دية الجنين ووجوب الدية في قتل الخطأ وشبه العمد على عاقلة الجاني

BAB: DENDA PEMBUNUHAN JANIN DAN DENDA PEMBUNUHAN YANG TIDAK SENGAJA

حديث أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَضى فِي امْرَأَتَيْنِ مِنْ هُذَيْلٍ اقْتَتَلَتَا، فَرَمَتْ إِحْدَاهُمَا الأُخْرَى بَحَجَرٍ، فَأَصَابَ بَطْنَهَا وَهِيَ حَامِلٌ، فَقَتَلَتْ وَلَدَهَا الَّذِي فِي بَطْنِهَا فَاخْتَصَمُوا إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَقَضى أَنَّ دِيَةَ مَا فِي بَطْنِهَا غُرَّةٌ: عَبْدٌ أَوْ أَمَةٌ؛ فَقَالَ وَلِيُّ الْمَرْأَةِ الَّتِي غَرِمَتْ: كَيْفَ أَغْرَمُ، يَا رَسُولَ اللهِ مَنْ لاَ شَرِبَ وَلاَ أَكلَ، وَلاَ نَطَقَ وَلاَ اسْتَهَلَّ، فَمِثْلُ ذَلِكَ بطَلَ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: إِنَّمَا هذَا مِنْ إِخْوَانِ الْكهَّانِأخرجه البخاري في: 76 كتاب الطب: 46 باب الكهانة
1095. Abuhurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. telah memu­tuskan perkelahian dua wanita dari Hudzail yang satu melempar yang lain dengan batu yang tepat mengenai perutnya yang sedang hamil sehingga mati janin yang dalam kandungan, maka mereka mengadu kepada Nabi saw. dan diputus oleh Nabi saw. harus membayar denda untuk janin satu budak laki-laki atau perempuan. Tiba-tiba walinya orang perempuan yang melempar itu berkata: Ya Rasulullah, membayar untuk janin yang belum makan, minum, belum berkata-kata bahkan belum keluar, maka seperti batil (tidak tepat). Maka Nabi saw. bersabda: Orang itu temannya dukun (sebab ia bicara dengan saja' dukun) (Bukhari, Muslim).
حديث الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ وَمُحَمَّدِ بْنِ مَسْلَمَةَ عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه، أَنَّهُ اسْتَشَارَهُمْ فِي إِمْلاَصِ الْمَرْأَةِ؛ فَقَالَ الْمُغِيرَةُ: قَضى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِالْغُرَّةِ: عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ فَشَهِدَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ أَنَّهُ شَهِدَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَضى بِهِأخرجه البخاري في: 87 كتاب الديات: 25 باب جنين المرأة
1096. Umar r.a. musyawarat dengan almughirah bin Syu'bah dan Muhammad bin Maslamah r.a. tentang wanita yang dipaksa meng­gugurkan anak kandungannya. Jawab Almughirah: Nabi saw. telah memutuskan dengan denda satu budak. Lalu Muhammad bin Masla­mah berkata: Dia telah bersaksi ketika Nabi saw. melaksanakan hukum itu. (Bukhari, Muslim).
         

Tidak ada komentar