Kamis, 25 September 2014

UBAN RASULULLAH SAW

UBAN RASULULLAH SAW
Qatadah bertanya kepada Anas bin Malik r.a.: "Pernahkah Rasulullah saw.
menyemir rambutnya yang telah beruban?" Anas bin Malik menjawab:"Tidak
sampai demikian. Hanya beberapa lembar uban saja di pelipisnya. Namun Abu
Bakar r.a. pernah mewarnai (rambutnya yang memutih) dengan daun pacar dan
katam."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abu Daud, dari Hamman yang bersumber
dari Qatadah)
Katam adalah sejenis tumbuh-tumbuhan yang biasa digunakan untuk memerahi rambut
    sedangkan warnanya merah tua.
Dalam suatu riwayat Ibnu `Abbas r.a. mengemukakan: Abu Bakar r.a. berkata:
"Wahai Rasulullah, sungguh Anda telah beruban!" Rasulullah saw. bersabda:
"Surah Hud, Surah al Waqi'ah, Surah al Mursalat, Surah Amma Yatasa'alun dan
SurahIdzasy-Syamsukuwwirat,menyebabkanakuberuban."
(Diriwayatkan oleh Abu Kuraib Muhammad bin al A'la, dari Mu'awiyah bin Hisyam, dari
Syaiban, dari Ishaq, dari Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)
"Wahai Rasulullah, kami melihat Anda sesungguhnya telah beruban!" Rasulullah
saw. bersabda: "Surah Hud dan beberapa surah sebangsanya telah
menyebabkan aku beruban."
(Diriwayatkan oleh Sufyan bin Waki', dari Muhammad bin Basyar, dari 'Ali bin Shalih, dari
Abi Ishaq yang bersumber dari Abi Juhaifah r.a.*)
Abu Juhaifah adalah Wahab as Sawa' bin `Amir bin Sha'sha'ah al Kufi. Ia adalah seorang
    sahabat yang masyhur. Menurut al Dzahabi, ia adalah rawi yang tsiqat (kuat hapalan dan
    terpercaya). Ia wafat pada tahun 74 H.
SEMIR RAMBUT RASULULLAH SAW
Al Jahdzamah r.a., isteri Busyair bin al Khaskhashiyyah pernah bercerita: "Aku
melihat Rasulullah saw. keluar dari rumahnya mengibaskan rambut sehabis
mandi. Dan di kepalanya terdapat bekas daun inai", atau "bekas celupan"(rawi
ragu).
(Diriwayatkan oleh Ibrahim bin Harun, dari Nadlr bin Zararah*, dari Abi Jinab*, dari Iyad bin
Laqith, yang bersumber dari Jahdzamah r.a.)
Nadlr bin Zararah dalah rawi yang dla'if dan termasuk Matruk.
Ali Jinab dikenal sebagai rawi yang masyhur tapi ia dianggap dla'if karena sering
    menyamarkan rawi.
"Aku melihat rambut Rasulullah saw. dipacari merah."
(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari `Amr bin `Ashim, dari Hammad bin
Salamah, dari Humaid, yang bersumber dari Anas r.a.)

CELAK MATA RASULULLAH SAW
Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a. dikemukakan:
Sesungguhnya Nabi saw. bersabda: "Bercelaklah kalian dengan Itsmid*, karena
ia dapat mencerahkan pengliahatan dan menumbuhkan bulu mata. Sungguh
Nabi saw. Mempunyai tempat celak mata yang digunakannya untuk bercelak
pada setiap malam. Tiga olesan di sini dan tiga olesan di sini."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Humaid ar Razi, dari Abu Daud at Thayalisi, dari Abbad
bin Manshur, dari Ikrimah yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)
Itsmid adalah batu celak biasanya berupa serbuk. Warnanya hitam atau biru. Serbuk itsmid
    dioleskan pada bulu mata atau disapukan di sekeliling mata.
Yang dimaksud di sini adalah tiga olesan di mata sebelah kanan dan tiga olesan di mata
    sebelah kiri.

PAKAIAN RASULULLAH SAW
"Pakaian yang paling disenangi Rasulullah saw. adalah Gamis."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Humaid ar Razi, dari al Fadhal bin Musa, diriwayatkan
pula oleh Abu Tamilah dan Zaid bin Habab, ketiganya menerima dari `Abdul Mu'min bin
Khalid, dari `Abdullah bin Buraidah, yang bersumber dari Ummu Salamah* r.a.)
Ummu Salamah r.a. adalah Ummul Mu'minin Hindun binti Mughirah al Makhzumiyah.
"Sesungguhnya Nabi saw. keluar (dari rumahnya) dengan bertelekan kepada
`Usamah bin Zaid. Beliau memakai pakaian Qithri yang diselempangkan di atas
bahunya, kemudian beliau shalat bersama mereka."
(Diriwayatkan oleh `Abd bin Humaid , dari Muhammad bin al Fardhal, dari Hammad bin
Salamah, dari Habib bin as Syahid, dari al Hasan, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
Qithri adalah sejenis kain yang terbuat dari katun yang kasar. Kain ini berasal dari Bahrain
    tepatnya dari Qathar
Dalam sebuah riwayat Anas bin Malik r.a. mengemukakan: "Pakaian yang paling
disenangi Rasulullah saw. ialah kain Hibarah*."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Mu'adz bin Hisyam dari ayahnya, dari
Qatadah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
Kain Hibarah ialah kain keluaran Yaman yang terbuat dari katun.
"Rasulullah saw. bersabda: "Hendaklah kalian berpakaian putih, untuk dipakai
sewaktu hidup. Dan jadikanlah ia kain kafan kalian sewaktu kalian mati. Sebab
kain putih itu sebaik- baik pakaian bagi kalian."

(Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa'id, dari Basyar bin al Mufadhal, dari `Utsman Ibnu
Khaitsam, dari Sa'id bin Jubeir, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)
"Rasulullah saw. bersabda : "Pakailah pakaian putih, karena ia lebih suci dan
lebih bagus. Juga kafankanlah ia pada orang yang meninggal diantara kalian."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari `Abdurrahman bin Mahdi, dari Sufyan, dari
Habib bin Abi Tsabit, dari Maimun bin Abi Syabib yang bersumber dari Samurah bin
Jundub r.a.)

Poskan Komentar