Rabu, 22 Oktober 2014

Agar Do'a Anda Mustajab



Agar Do'a Anda Mustajab

Hakikat dan Jenis-jenis Do'a

Saudaraku kaum muslimin…
Sesungguhnya nikmat Allah kepada hamba-Nya sangatlah banyak tak terhitung jumlahnya. Dan nikmat tersebut turun kepada para hamba-Nya setiap pagi dan petang. Dan diantara nikmat-Nya yang sangat agung adalah panggilan Allah kepada hamba-Nya agar berdo'a kepada-Nya, dengan janji bahwa Allah akan mengijabah do'anya dan mengabulkan permintaannya….
 }وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ{
" Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". ( Qs. Ghafir : 60 ).
Sangat indah permisalan yang dikatakan oleh Muwarriq Al'ijliy rahimahullah ketika menggambarkan kondisi seorang mukmin saat berdo'a, ia berkata : " Aku tidak temukan permisalan bagi seorang mukmin kecuali seperti seorang lelaki di tengah lautan dan ia di atas sebatang kayu lalu ia berdo'a : Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku…ia berharap Allah U menyelamatkannya " !.

Apa yang dimkasud dengan do'a ?

Para ulama berkata : Do'a adalah menampakkan kerendahan diri kepada Allah dengan mengajukan permintaan, mengharap kebaikan yang ada di sisi-Nya, mengharap pengabulan do'a, dan selamat dari hal yang mengkhawatirkan.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : " Meminta apa yang bermanfaat bagi yang berdo'a itu sendiri dan meminta dibukakan jalan dari kesempitan  atau dilepaskan darinya ".

Jenis-jenis do'a

Do'a terbagi dua :
1 – Do'a ibadah
2 – Do'a masalah.
Doa ibadah adalah do'a yang menyeluruh bagi semua bentuk taqarrub baik bersifat lahir maupun batin.
Do'a masalah adalah do'a yang dipanjatkan seseorang berupa memohon kebaikan atau menghilangkan keburukan.
Syaikh Abdurrhaman As-Sa'di rahimahullah berkata : " Semua ayat yang ada dalam  Al-Qur'an yang berkaitan dengan perintah berdo'a kepada Allah I dan larangan berdo'a kepada selain Allah serta pujian kepada orang yang berdo'a, mencakup do'a masalah dan do'a ibadah".
Ini adalah kaidah yang sangat bermanfaat; karena kebanyakan orang memahami kata " do'a " hanya sebatas do'a masalah saja dan tidak tahu bahwa semua jenis ibadah masuk dalam kata do'a. Kesalahfahaman ini membawa mereka kepada perkara yang lebih buruk. Karena ayat-ayat jelas-jelas mengandung pengertian do'a masalah dan do'a ibadah.
Imam Ibnul Qayyim memberikan isyaratnya bahwa do'a masalah dan do'a ibadah saling berkaitan tidak terpisah satu sama lainnya. Setiap do'a ibadah berkonsekwensi pada do'a  masalah dan semua do'a masalah mengandung do'a ibadah.
Saudaraku kaum muslimin…
Berdo'a kepada Allah  adalah obat bagi hati dan kebahagian di dunia dan akhirat. Maka tidak heran orang yang tahu tentang ini berobat dengan do'a…dan orang-orang yang bertakwa selalu melazimkannya.
Tidakkah kau lihat Allah mencela banyak kaum dalam Al-Qur'an karena mereka enggan berdo'a kepada-Nya, enggan merendahkan diri kepada-Nya, dan menyebut mereka sebagai orang-orang yang berhati keras. Allah I berfirman :
 }فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ{  
" Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan ". (Qs. Al-An'am : 43 ).
Abdullah Al-Anthaqi rahimahullah berkata : " Obat hati ada 5 ( lima ) perkara : duduk bersama orang-orang shalih, membaca Al-Qur'an, mengosongkan perut dari makanan haram, shalat malam dan berdo'a dengan rendah diri pada waktu shubuh ".
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : " Do'a termasuk obat yang paling mujarab, karena do'a musuh bala bencana, menghadangnya dan mengobatinya, menghalangi turunnya dan menghilangkannya atau meringankannya, dan do'a adalah senjata orang yang beriman ".
Saudaraku kaum muslimin…
Hal teragung dalam do'a adalah engkau berbicara kepada Raja semua Raja yang tidak ada satu pun yang serupa dengan Dia, yang di tangan-Nya kerajaan segala sesuatu. Tidak ada seorangpun yang bisa mengahalangimu dari berdo'a kepada-Nya, juga tidak ada perantara, dan tidak ada yang menghalangi suaramu…maka jadikanlah do'a mu kepada Allah ta'ala sebagai jalan menuju rahmat-Nya yang meliputi segala sesuatu.

Diantara keutamaan do'a

Saudaraku kaum muslimin…
Andai tidak ada keutamaan dalam do'a selain kedekatanmu dengan Allah I maka itu sudah cukup; akan tetapi do'a memiliki keutamaan dan keberkahan yang sangat banyak. Dan keutamaan yang pertama didapatkan adalah kesehatan jiwa bagi yang berdo'a.
Syaikhul isalam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : " Jika seorang hamba berdo'a kepada Tuhannya agar dikabulkan permintaanya dan dihilangkan dari keburukan, maka Allah akan menjadikannya beriman kepada-Nya, mencintai-Nya, mengenal-Nya, mengesakan-Nya, berharap kepada-Nya, memberikannya hati yang hidup dan meneranginya dengan cahaya iman yang mana bisa jadi lebih bermanfaat baginya daripada apa yang dia minta jika do'anya termasuk kenikmatan dunia".

Berdo'a merupakan wujud nyata melaksanakan perintah Allah I.

Orang yang berdo'a adalah orang yang menjalankan perintah Allah I. Allah berfirman :
}وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ{
" Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". ( Qs. Ghafir : 60 ).
Dalam berdo'a ada bentuk perwujudan ibadah ( penghambaan ) kepada Allah ta'ala yang merupakan tujuan yang sangat agung. Rasulullah e bersabda :
الدعاء هو العبادة
" Do'a adalah ibadah". ([1])

Do'a merupakan ibadah yang dicintai Allah I

Orang yang berdo'a maka ia sedang mendekat kepada Allah  dengan amal yang dicintai-Nya dan sangat mulia di hadapan-Nya. Rasulullah e bersabda :
ليس شيء أكرم على الله عز وجل من الدعاء.
" Tidak ada sesuatu yang paling mulia terhadap Allah selain do'a ".([2])
Az-Zubaidi rahimahullah berkata : " Karena do'a merupakan sikap mulia hamba terhadap Allah karena do'a munjukkan kekuasaan Allah I dan kelemahan orang yang berdo'a ".

Do'a merupakan sebab lapangnya dada.

Dalam do'a ada obat dan penawar yang menyembuhkan penyakit di dada; duka, nestapa, kesedihan dan kesempitan. Dan dalam do'a yang ma'tsur dari Nabi terdapat do'a-do'a yang bisa membantu menghilangkan kesempitan dada dan kesedihan.

Hasil do'a dijamin pasti didapatkan.

Siapa yang memperbanyak do'a kepada Allah I akan memetik buahnya, itu pasti. Baik di dunia maupun di akhirat.
Nabi bersabda :
ما من مسلم يدعو ليس بإثم ولا بقطيعة رحم إلا أعطاه الله إحدى ثلاث: إما أن يعجل له دعوته، وإما أن يدخرها له في الآخرة، وإما أن يدفع عنه من السوء مثلها» قال: إذا نكثر! قال: الله أكبر
" Tidaklah seorang muslim berdo'a, tidak mengandung dosa dan tidak untuk memutuskan silaturrahim, maka Allah pasti mengabulkannya dengan 3 ( tiga ) kemungkinan : dikabulkan di dunia, atau disimpan untuknya di akhirat, atau dihindarkan darinya keburukan setara dengan do'anya. Berkata salah seorang sahabat : kalau begitu kita memperbanyak do'a ! Rasulullah menjawab : Allah Maha Besar ". ([3])

Do'a dapat menolak bala, sebelum turunnya dan sesudahnya.

Ini keutamaan yang sangat agung yang banyak sekali orang lupa dengan hal ini.
Rasulullah e bersabda :
من فُتح له منكم باب الدعاء فتحت له أبواب الرحمة، وما سئل الله شيئًا يعطى أحب إليه من أن يُسأل العافية؛ إن الدعاء ينفع مما نزل ومما لم ينزل؛ فعليكم عباد الله بالدعاء
" Barangsiapa dibukakan untuknya pintu do'a maka dibukakan untuknya pintu rahmat, dan tidaklah Allah dimintai sesuatu yang lebih ia cintai untuk diberikan daripada permintaan 'afiat. Sesungguhnya do'a berguna untuk suatu berukuan yang telah menimpa dan yang belum menimpa. Maka wajib bagi kalian untuk berdo'a ".([4])

Do'a adalah sebab keteguhan dan kemenangan dari musuh.

Allah I berfirman :
}وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ{ فكان عندها النصر و الظفر: }فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللهِ وَقَتَلَ دَاوُدُ جَالُوتَ{
" Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir". (Qs. Al-Baqarah : 250).
Dan Thalut pun pun meraih kemenangan.
 " Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut ". (Qs. Al-Baqarah : 251).


([1])HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah.
([2])HR. At-Tirmidzi dan Ahmad/ Shahih Al-Jami' (5392).
([3])HR. Bukhari dalam Adab Al-Mufrad/ Shahih Al-Adab (547).
([4]) HR. At-Tirmidzi/ Shahih Al-jami' ( 3409 ).
 


Poskan Komentar