Rabu, 03 Desember 2014

Kisah Orang Botak, Orang Tuli, dan Orang yang Sakit Kusta



Kisah Orang Botak, Orang Tuli, dan Orang yang Sakit Kusta
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasannya ia pernah mendengar Nabi Muahmmad Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya ada tiga orang dari kalangan Bani Isra'il, yang satu mendarita penyakit kusta, satunya lagi kepalanya botak, dan yang terakhir matanya buta. Allah Shubhanahu wa ta’alla ingin menguji mereka semua dengan mengutus kepada mereka semua seorang malaikat, pertama kali malaikat tersebut mendatangi orang yang menderita kusta, lalu berkata kepadanya: "Apa yang paling engkau dambakan? Ia menjawab: "Warna kulit yang bagus, dan kulit yang mulus, serta di hilangkan penyakitku ini yang membuat manusia merasa jijik denganku". Kemudian malaikat tersebut mengusapnya, sehingga penyakit yang di deritanya hilang lalu kulitnya berganti menjadi mulus.
Malaikat tersebut berkata kembali kepadanya: "Harta apa yang paling engkau cintai? Ia menjawab: "Onta - atau ia mengatakan: "Sapi",para perawi merasa ragu di sini-. Maka ia di kasih seekor onta yang sedang bunting, seraya di do'akan oleh malaikat tersebut: "Semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla memberkahi kamu dengan onta ini ".
Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang botak, lalu berkata kepadanya: "Perkara apa yang paling engkau inginkan? Ia menjawab: "Rambut yang indah, sehingga aibku ini hilang, jadi manusia tidak lagi menjauh dariku". Malaikat tersebut mengusap kepalanya, lalu tumbuhlah rambut yang indah, dan ia diberi rambut yang bagus. Lalu malaikat bertanya kembali: "Harta apa yang paling engkau cintai? Orang tadi menjawab: "Sapi". Ia lalu di beri seekor sapi betina yang sedang bunting, seraya di do'akan: "Semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla memberkahimu dengan sapi ini".
Setelah itu, malaikat tersebut mendatangi orang yang buta, lalu bertanya kepadanya: "Apa yang paling engkau dambakan? Ia menjawab: "Aku mendambakan supaya Allah Shubhanahu wa ta’alla mengembalikan penglihatanku, sehingga aku bisa melihat orang lain".
Maka di usaplah matanya oleh malaikat tadi, akhirnya Allah Shubhanahu wa ta’alla mengembalikan penglihatannya. Malaikat kemudian bertanya lagi: "Harta apa yang paling kamu sukai? Ia berkata: "Kambing". Ia pun di kasih kambing yang sedang bunting.
Kemudian masing-masing dari hewan pemberian tadi saling beranak pinak, sehingga orang yang pertama mempunyai satu lembah onta, yang satunya lagi mempunyai satu lembah sapi, dan yang terakhirpun mempunyai satu lembah kambing.
Pada suatu ketika, malaikat tersebut mendatangi orang yang terkena kusta, dengan kondisi dan rupa yang sama ketika dirinya dulu sakit, lalu memelas kepadanya: "Saya orang yang miskin, sungguh diriku telah kehabisan bekal untuk meneruskan perjalanan, tidak ada yang mampu menolongku pada hari ini, melainkan Allah Shubhanahu wa ta’alla dan dirimu. Saya minta kepadamu yang telah di beri warna kulit yang indah,dan bagus, serta harta yang berlimpah, berilah saya seekor unta agar saya bisa meneruskan perjalananku".
Namun orang ini justru menghardiknya, seraya berkata kepadanya: "Kebutuhanku masih banyak". Malaikat tadi berujar: "Sepertinya dulu aku mengenalmu, bukankah kamu dulu adalah orang yang kena kusta, yang di jauhi manusia, orang yang fakir kemudian Allah Shubhanahu wa ta’alla memberimu harta? Ia berkata dengan sombongnya: "Saya mendapatkan harta ini dari warisan ayahku dari kakeknya! Setelah itu, malaikat tadi berkata padanya: "Jikalau kamu berdusta, semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla mengembalikan keadaan kamu seperti semula".
Setelah itu, ia lalu mendatangi orang yang botak dengan kondisi serta keadaan yang sama seperti dirinya dulu, lalu berkata seperti apa yang di katakan pada orang yang terkena kusta tadi, dan orang yang dulunya botak inipun menolak sama seperti yang di lakukan oleh orang pertama. Maka malaikat tersebut pun berkata kepadanya: "Kalau seandainya kamu berdusta, semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla mengembalikan keadaanmu seperti semula".
Kemudian terakhir ia mendatangi orang yang dulunya tidak bisa melihat, dengan keadaan dan kondisi yang sama seperti dirinya dulu, lalu berkata kepadanya: "Saya orang miskin dan ibnu sabil yang telah kehabisan bekal untuk melanjutkan perjalanan, tidak ada yang bisa menolongku melainkan Allah Shubhanahu wa ta’alla dan anda, saya minta kepadamu yang telah dikembalikan penglihatanya, seekor kambing agar saya bisa meneruskan perjalananku? Orang tersebut berkata bijak kepadanya: "Sungguh dulu diriku adalah orang yang buta kemudian Allah Shubhanahu wa ta’alla mengembalikan penglihatanku, ambillah seberapa engkau mau, dan tinggalkan sesukamu. Sungguh demi Allah, saya tidak merasa keberatan dengan sesuatu yang diambil karena Allah Azza wa jalla".
Malaikat tersebut menjawab: "Ambil hartamu, kalian sedang di uji, sungguh Allah Shubhanahu wa ta’alla telah ridho kepadamu, dan murka kepada dua sahabatmu".

Hadits shahih di riwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Ghoribul hadits
1.     Qodzarani an-Naas maknanya mereka menjauh dariku dan membenciku dengan sebab penyakit ini.
2.     Atablughu bihaa maksudnya saya bisa gunakan untuk bisa sampai ketempat tinggal yang saya inginkan.
3.     An-Naaqah al-Usyaraa'u arti onta yang sedang hamil.
4.     Inqotho'at bii al-Hibaal artinya penyebab.
5.     Maa ujhiduka artinya saya tidak merasa keberatan atasmu.
Poskan Komentar