Jangan Tukar Cahaya Ramadhan dengan Harga Murah
🌙 CERAMAH RAMADHAN
“Jangan Tukar Cahaya Ramadhan dengan Harga Murah”
(QS Al-Baqarah: 41)
Pembukaan
Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah yang mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan.
Bulan yang di dalamnya Al-Qur’an diturunkan.
Bulan yang setiap malamnya ada ampunan.
Bulan yang setiap detiknya adalah kesempatan kembali.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, yang paling merasakan manisnya Al-Qur’an dan paling menangis ketika membacanya.
Jamaah Ramadhan yang dirahmati Allah…
Allah berfirman:
وَاٰمِنُوْا بِمَآ اَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُوْنُوْٓا اَوَّلَ كَافِرٍۢ بِهٖ ۖ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۖ وَّاِيَّايَ فَاتَّقُوْنِ
Artinya:
“Berimanlah kepada apa yang Aku turunkan… Jangan menjadi orang yang pertama mengingkarinya. Jangan menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Dan hanya kepada-Ku bertakwalah.”
Ayat ini turun untuk Bani Israil.
Tapi malam ini… ayat ini berbicara kepada kita.
1️⃣ Ramadhan adalah Bulan Turunnya Wahyu
Ramadhan bukan sekadar bulan puasa.
Ia adalah bulan Al-Qur’an.
Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (QS 2:185)
Maka ketika Allah berkata:
“Berimanlah kepada apa yang Aku turunkan”
Seolah Allah bertanya kepada kita:
Apakah Ramadhan ini membuat iman kita bertambah?
Ataukah hanya menambah daftar menu berbuka?
Berapa banyak kita membaca Al-Qur’an…
Tapi berapa banyak ayat yang kita izinkan mengubah hidup kita?
2️⃣ Jangan Jadi yang Pertama Mengingkari
Di bulan Ramadhan, hati lembut.
Tangis mudah turun.
Masjid penuh.
Tapi setelah Ramadhan?
Shaf kembali renggang.
Tilawah kembali jarang.
Doa kembali hambar.
Itulah bentuk “kufur nikmat spiritual”.
Bukan kufur keluar dari Islam.
Tapi kufur terhadap cahaya yang Allah beri.
Ramadhan adalah cahaya.
Dan cahaya bisa padam jika tidak dijaga.
3️⃣ Jangan Jual Ayat dengan Harga Murah
Inilah pesan yang paling menggugah.
وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا
Di Ramadhan kita menangis ketika membaca ayat.
Tapi setelah Ramadhan kita tawar ayat itu dengan dunia.
Kita tahu riba haram — tapi bisnis tetap jalan.
Kita tahu ghibah dosa — tapi obrolan tetap lanjut.
Kita tahu aurat wajib dijaga — tapi tren lebih penting.
Ramadhan memberi kita kesempatan naik.
Tapi jangan sampai setelah Ramadhan kita menjual kenaikan itu.
Bayangkan…
Kita sudah berdiri di malam Lailatul Qadar.
Sudah sujud panjang.
Sudah menangis memohon ampun.
Lalu beberapa minggu setelahnya…
kita tukar semua itu dengan keuntungan sesaat.
Bukankah itu harga yang terlalu murah?
4️⃣ Takwa Hanya Kepada Allah
Ayat ini ditutup dengan:
وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ
Ramadhan adalah sekolah takwa.
Allah berfirman tentang puasa:
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Agar kamu bertakwa.” (QS 2:183)
Tapi takwa bukan hanya di siang hari ketika lapar.
Takwa adalah ketika sendirian.
Takwa adalah ketika ada peluang maksiat.
Takwa adalah ketika tidak ada yang melihat — kecuali Allah.
Ramadhan melatih kita meninggalkan yang halal (makan minum) demi Allah.
Lalu mengapa setelah Ramadhan kita sulit meninggalkan yang haram demi Allah?
🌧️ Muhasabah Hati
Saudaraku…
Ramadhan mungkin datang berkali-kali.
Tapi tidak ada jaminan kita akan bertemu Ramadhan berikutnya.
Mungkin ini Ramadhan terakhir kita.
Bayangkan jika ini benar-benar yang terakhir…
Sudahkah kita berdamai dengan Allah?
Sudahkah kita berhenti menjual ayat dengan kompromi dunia?
Jangan sampai kita keluar dari Ramadhan hanya membawa lapar dan dahaga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Betapa banyak orang berpuasa, tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan haus.”
(HR. Ahmad)
Jangan sampai kita termasuk di dalamnya.
🤲 Munajat Penutup
Ya Allah…
Ini Ramadhan-Mu.
Ini bulan Al-Qur’an-Mu.
Jangan Engkau jadikan kami membaca ayat-Mu
tanpa mengamalkannya.
Jangan Engkau jadikan kami menangis malam ini
tapi kembali bermaksiat esok hari.
Ya Allah…
Jika kami pernah menjual ayat-Mu dengan dunia…
Ampuni kami.
Jika kami pernah mengutamakan jabatan daripada kebenaran…
Ampuni kami.
Jika Ramadhan ini adalah yang terakhir bagi kami…
Jadikan ia Ramadhan terbaik.
Terima puasa kami.
Terima tarawih kami.
Terima tilawah kami.
Hapus dosa-dosa kami.
Dan jangan Engkau cabut cahaya Ramadhan dari hati kami
setelah bulan ini berlalu.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Post a Comment