Minggu, 05 Juli 2015

Ayat dan Hadits Spesial Tentang Wanita Muslimah (1)

Ayat dan Hadits Spesial
Tentang Wanita Muslimah
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi dan Rasul termulia , Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya, amma ba'du :
Kepada setiap wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir...
Kepada setiap wanita yang mendambakan kesuksesan, keberuntungan dan kemenangan...
Kepada  setiap wanita yang hidup dengan cara inshaf ( lurus dan pertengahan ) , dan tidak terpedaya rayuan yang jauh dari hakikat yang benar…
Kepada setiap wanita yang ingin mengetahui hak  dan kewajibannya...
Kepada setiap wanita yang ingin dimuliakan, dibimbing, dihormati, serta dilindungi...
Inilah surat dari Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi yang memfirmankan kebenaran…
Dan sabda Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wasallam yang  berhiaskan hikmah dan meluruskan...
Maka dengarkanlah firman Tuhan mu dan sabda Nabi mu berikut ini, hanya tentang dirimu…

1. Wanita Paling Mulia, Paling Bertakwa.

Allah ta'ala berfirman :
Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal". (Qs. Al-Hujurat:13).
Rasulullah saw. bersabda :
«إنما النساء شقائق الرجال»
“Sesungguhnya wanita adalah saudara bagi laki-laki “. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Abu Dawud ).

 


2.  Pria dan Wanita Sama Dalam Pahala Dan Dosa.

Allah ta'ala berfirman :
  " Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain.  ". (Qs. Ali-Imran :195).

3.  Tentang Hak Milik Dan Usaha.

Allah ta'ala berfirman :

" Bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. ". (Qs. An-Nisa :32)

4.  Wanita Berhak Mendapat Warisan.

Allah ta'ala berfirman :

" Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan". (QS. An-Nisa : 7).


5.  Tidak Boleh Sembarang Menuduh Wanita.

Allah ta'ala berfirman :
" Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah (tidak terbersit di benaknya berbuat zina) lagi beriman, mereka dilaknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar." (QS. An-Nuur : 23)

6. Sebagai Pasangan Hidup Yang Menentramkan.

Allah ta'ala berfirman :

" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir ".(QS. Ar-Ruum : 21)
Rasulullah e bersabda : 
« الدّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِها المَرْأَةُ الصّالِحَةُ »
" Dunia adalah perhiasan dan perhiasan terbaiknya adalah wanita shalihah".
(HR. Muslim )
Beliau juga bersabda :
 « أعظم النساء بركة أيسرهن مؤنة »
" Wanita yang paling agung berkahnya adalah yang paling mudah maharnya". (HR.Ahmad dan Hakim ).

7. Harus Mendapat Persetujuan Wanita.

Rasulullah e bersabda :
«لا تُنْكَحُ الأَيِّم حتى تُستأمَر ، ولا البكر حتى تستأذن».  قالوا : يا رسول الله، كيف إذنها ؟ قال: « أن تسكت ».
“ Jangan dinikahkan wanita janda hingga ia diajak bermusyawarah, dan jangan nikahkah perawan sebelum diminta persetujuannya “. Para sahabat bertanya :" Ya Rasulullah bagaimana persetujuannya (perawan) ?.Beliau berkata : " ia diam " .( Muttafaq Alaihi )

 

8. Jangan Halangi Wanita Untuk Menikah.
Allah ta'ala berfirman :

" Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka untuk menikah dengan bakal suaminya (atau mantannya) apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma'ruf". (QS. Al-Baqarah : 232 )
Rasulullah e bersabda :
«إذا أتاكم مَنْ تَرضون دينَه وخلقَه فزَوِّجوه، إلَّا تفعلوا تَكُن فتنة في الأرض وفساد كبير»
“ Jika telah datang kepada kalian siapapun yang kalian terima agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia (dengan anak perempuanmu), jika tidak maka akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar “. ( HR. Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani ).

9. Berlaku Adil lah Terhadap Wanita.

“ Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, Maka (nikahiilah) seorang saja”. (QS. An-Nisa : 3 )
Dan Allah ta'ala berfirman :

“ dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara wanita (isteri-isteri), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung”. (QS. An-Nisa : 129)
Dan Rasulallah e bersabda :
«من كانت له امرأتان فمال إلى إحداهما، جاء يوم القيامة وشقُّه مائل»
“ Barangsiapa yang beristri dua dan ia lebih cenderung kepada salah satunya, maka pada hari kiamat ia akan datang dengan pundak miring sebelah “. ( HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai, dan dishahihkan oleh Al-Albani ).

10. Istri Harus Mendapat Bimbingan.

Allah ta'ala befirman :

 “ Dan wanita-wanita (istri) yang kamu khawatirkan nusyuznya (meninggalkan kewajiban bersuami isteri) , maka nasehatilah mereka dan pisah ranjang dengan mereka, dan pukullah mereka ( dengan tidak melukai ).Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya”. (QS. An-Nisa : 34 ).
 Aisyah radhiyallahu ‘anha  berkata :
“ Tidak pernah sekalipun Rasulullah memukul pembantu wanita ataupun istrinya “. (HR. Muslim ).
Rasulullah e bersabda : “ Bagaimana salah seorang diantara kalian memukul istrinya ? yakni seperti memukul budaknya, lalu bisa jadi pada sore harinya ia menggaulinya “. (Muttafaqun ‘alaih).

11. Perlakukanlah Istri Dengan Baik.

Allah ta'ala berfirman :

..dan pergaulilah mereka (istri) dengan baik. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuat hal, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (QS. An-Nisa : 19).
Rasulullah e  bersabda :
«... فاتقوا الله في النساء فإنكم أخذتموهن بأمان الله، واستحللتم فروجهنَّ بكلمة الله»
“ Bertakwalah kalian kepada Allah dalam perkara wanita (istri) , karena kalian telah mengambilnya dengan janji amanah kepada Allah dan kalian halalkan farjinya ( kemaluannya ) dengan kalimat Allah . (HR. Muslim).

12. Wanita dan Rumah.

Allah ta'ala berfirman :

 “ dan hendaklah kamu tetap di rumahmu”. (QS. Al-Ahzab : 33)
Rasulullah e bersabda :
«.. فاتقوا الدنيا واتقوا النساء ، فإن أول فتنة بني إسرائيل كانت في النساء»
“Takutlah kalian terhadap ( fitnah ) dunia dan (fitnah) wanita, sungguh fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah wanita “.                        ( HR. Muslim ).

13. ‘Iffah ( Menjaga Kehormatan diri  ).

Allah ta'ala berfirman :
“  Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya ...........dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan (QS. An-Nuur : 31).
وعن عطاء بن أبي رباح قال: قال لي ابن عباس- رضي الله عنهما: ألا أريك امرأةً من أهل الجنة؟ فقلت: بلى! قال: هذه المرأة السَّوداء، أتت النَّبيَّ r فقالت: إني أُصرَع، وإني أتكشَّف، فادعُ اللهَ لي. قال: «إن شئت صبرت ولك الجنة ، وإن شئت دعوت الله أن يعافيك». قالت : أصبر. فادعُ اللهَ أن لا أتكشَّف، فدعا لها».
Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas radhiyallahu'anhuma berkata padaku:“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”
Aku menjawab, “Ya”
Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’
Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’

Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Poskan Komentar