Selasa, 04 Oktober 2016

Islam Bukan Agama Laknat Dan Cela

Islam Bukan Agama Laknat Dan Cela

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُولُاللهِ: "لاَيَكُوْنُ اللَّعَّانُوْنَ شُفَعَاءَ وَلاَشُهَدَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ".
(صحيح مسلم, رقم الحديث 85 - (2598),).
Dari Abu Darda berkata : " Rasulullah saw. bersabda : Orang yang suka melaknat tidak akan memberi syafaat dan tidak akan menjadi pemberi syafaat dan tidak akan menjadi saksi pada hari kiamat ".
( Shahih Muslim No.85 (2598)).

Perawihadits       :                                                                                                                                                            
Abu Darda adalah Uwaimir bin Zaid bin Qais al-Anshari al-Khazraji, masuk Islam pada perang Badar. Ia terkenal sebagai orang yang bijaksana dalam umat Islam, pemimpin para Qari di Damaskus serta qadhi di sana. Ia juga termasuk orang yang mengumpulkan al-Qur'an serta menghafalnya pada masa hidup Rasulullah saw. Diriwayatkan darinya 179 hadits.
Ia meniggal tahun 32 H. pada usia 72 tahun, tiga tahun sebelum peristiwa pembunuhan Utsman .
Beberapa faedah hadits ini adalah :
1)   Ada beberapa syarah berkaitan dengan hadits ini, diantaranya :
a)      Orang yang suka melaknat tidak menjadi saksi di dunia dan tidak diterima persaksian            mereka karena kefasikan mereka.
b)      Mereka tidak akan diberi rezeki syahid di jalan Allah swt.
c)      Mereka tidak akan memberikan syafaat pada hari kiamat ketika orang-orang mukmin            memberi syafaat kepada saudara mereka yang masuk neraka.
2)      Hadits ini dikategorikan sebagai peringatan keras dari prilaku laknat, karena laknat bukan            merupakan prilaku terpuji dan bukan akhlak yang baik.

3)      Islam adalah agama kasih sayang dan tolong menolong kepada kebaikan dan ketakwaan dan       bukan agama laknat dan celaan.
Poskan Komentar