Selasa, 04 Oktober 2016

Islam Agama Sifat Malu, Lemah Lembut dan Interaksi Yang Baik

Islam Agama Sifat Malu, Lemah Lembut dan Interaksi Yang Baik

عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُاللهِ: "مَاكَانَ الفُحْشُ فِيْ شَيْءٍ إِلاَّشَانَهُ،وَمَاكَانَ الحَيَاءُ فِيْ شَيْءٍ إلاَّ زَانَهُ".
(جامع الترمذي, رقم الحديث 1974, وسنن ابن ماجه, رقم الحديث 4185, واللفظ للترمذي, قَالَ لإمام الترمذي: هذاحديث حسن غريب, وصححهالألباني).
Dari Anas tia berkata : " Rasulullah bersabda : Tidaklah prilaku buruk ada pada sesuatu melainkan akan memperburuknya, dan tidaklah rasa malu ada pada sesuatu melainkan akan memperindahnya ".
( Jami' Tirmidzi No.1974, Sunan Ibnu Majah No. 4185, Ini riwayat Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan gharib dan dishahihkan oleh al-Albani ).

Perawi hadits        :                                                                                                                                                             
Abu Hamzah Anas bin Malik Al-Anshari, pembantu Rasulullah saw. lahir di Madinah sepuluh tahun sebelum tahun hijrah, masuk Islam ketika masih kecil, kemudian menemani Nabi saw. dan melayaninya selama beberapa tahun sampai Rasulullah wafat. Kemudian pergi ke Damaskus, lalu ke Bashrah. Banyak meriwayatkan hadits, musnadnya mencapai 2286 hadits. Ia meninggal di Bashrah pada tahun 93 H. pada usia 100 tahun lebih.

Beberapa faedah hadits ini adalah :
1)      Islam merupakan agama ( yang mengajarkan ) sikap malu dan akhlak yang baik, oleh karena   itu melarang perkataan, perbuatan serta sifat-sifat yang keras dan buruk.
2)      Malu merupakan karakter yang indah dan terpuji dalam agama Allah Islam. Maka hendaklah    seorang muslim berakhlak denganya.
3)      Sikap malu akan mendorong seorang muslim kepada ketaatan kepada Allah swt. serta                mencegahnya dari perbuatan maksiat.

*****
Poskan Komentar