Selasa, 25 Juli 2017

AMAL PERBUATAN DAN PERKATAAN MANUSIA DICATAT

Amal Perbuatan dan Perkataan Manusia Dicatat
Allah ta’ala telah memberitakan bahwa Dia mengetahui apa yang akan diucapkan dan diperbuat setiap manusia -baik maupun buruk-, sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Allah mengabarkan bahwa Dia telah mencatat semua itu di Lauh Mahfudz di sisi-Nya sebelum diciptakan-Nya langit dan bumi, manusia serta lainnya. Allah mengabarkan bahwa selain itu Dia juga telah menugaskan kepada setiap manusia dua malaikat; salah seorang berada di sebelah kanan guna menulis amal perbuatan baik, dan yang lainnya berada di sebelah kiri guna menulis amal perbuatan buruk. Tidak ada sedikitpun yang luput. Allah ta’ala mengabarkan bahwa di hari penghitungan kelak setiap manusia akan dibagikan buku yang tercatat didalamnya  semua perkataan dan amal perbuatannya. Lalu ia membacanya tanpa mengingkarinya sedikitpun. Siapa yang coba-coba mengingkari maka Alllah perintahkan pendengaran, penglihatan, tangan, kaki dan kulitnya untuk berbicara tentang seluruh apa yang dia perbuat.
Di dalam Al Qur’an hal itu dijelaskan secara rinci. Allah ta’ala berfirman :

“Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS.Qaff : 18)
Allah Ta’ala berfirman :
“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawaasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al Infithar : 10-12)
Uraian Ayat: Allah subhaanahu wa ta’ala mengabarkan bahwa Dia menugaskan untuk setiap manusia dua malaikat. Seorang berada disebelah kanan menulis amal perbuatan baik, sedang yang lain berada di sebelah kiri menulis amal perbuatan buruk. Allah mengabarkan dalam dua ayat terakhir bahwa Dia menugaskan untuk manusia malaikat-malaikat mulia yang menulis seluruh perbuatan mereka dan mengabarkan bahwa Dia menciptakan bagi mereka kemampuan mengetahui seluruh perbuatan manusia berikut menulisnya sebagaimana yang telah diketahui dan ditulis di Lauh Mahfudz sebelum mereka diciptakan.

Syahadat (persaksian) :
Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Alah. Aku bersaksi bahwa surga itu benar, neraka itu benar. Kiamat itu akan tiba tiada keraguan lagi. Allah akan membangkitkan semua yang ada di kubur untuk dihisab amal perbuatannya dan diberi balasan. Semua yang dikabarkan Allah dalam kitab-Nya atau melalui lisan Rasul-Nya adalah benar. Saya mengajak anda -wahai orang yang berakal- untuk beriman kepada persaksian ini, mengumandangkan dan mengamalkan maknanya. Inilah jalan keselamatan. 


Posting Komentar