Allah SWT. Mengawasi Perbuatan Hambanya

Allah SWT. Mengawasi Perbuatan Hambanya

Khutbah Pertama:


إن الحمد لله, نحمده ونستعينه ونستغفره, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، وسيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدًا، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبد الله ورسوله, صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن اتبع سنته بإحسان إلى يوم الدين.


 :أما بعد

فاتقوا الله عباد الله ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ


Ibadallah,


Bertakwalah kepada Allah dalam keramaian maupun saat sendirian. Dalam kondisi terlihat maupun tak terlihat. Karena Allah Rab kita Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Tak ada yang tersembunyi darinya walaupun sebesar dzarrah sekalipun. Baik di langit maupun di bumi. Bahkan yang lebih kecil dari itu, apalagi yang lebih besar. Tidak ada yang luput. Dia mengetahui sesuatu yang lebih tersembunyi dari rahasia. Allah Jalla wa ‘Ala akan tetap menghisab kita.


فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَه وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَه


“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” [Quran Al-Zalzalah: 7-8]


Allah Ta’ala berfirman,


وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ


“Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” [Quran 36:12]


Dan firman-Nya,


لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ


“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Quran Al-Baqarah: 284]


Ayyuhal mukminun,


Allah Ta’ala mengabarkan kepada kita bahwasanya Dia mengetahui segala sesuatu yang ada pada diri kita. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Bagi-Nya, rahasia adalah sesuatu yang tampak.


وَإِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى


“Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.” [Quran Thaha: 7]


Allah Ta’ala berfirman,


قُلْ أَنزَلَهُ الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ إِنَّهُ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا


Katakanlah: “Al Quran itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [Quran Al-Furqon: 6]


Allah Jalla wa ‘Ala mengetahui mata-mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. Dan Allah memberi tahu kita bahwa Dia senantiasa mengawasi kita dalam setiap kesempatan dan keadaan.


وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ رَقِيبًا


“Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.” [Quran Al-Furqon: 52]


Dan firman-Nya,


إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا


“Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” [Quran An-Nisa: 1]


Allah menyaksikan seluruh gerak-gerik seorang hamba. Sebagaimana firman-Nya,


إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ


“Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.” [Quran Al-Hajj: 17]


Dan firman-Nya juga,


وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُوا مِنْهُ مِنْ قُرْآنٍ وَلا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ


“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya.” [Quran Yunus: 61]


Hendaknya kita menghadirkan perasaan takut dan senantiasa merasa diawasi oleh Allah. Allah Ta’ala berfirman,


وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ


“Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya.” [Quran Al-Baqarah: 235]


Allah mengetahui besitan-besitan di dalam hati. Apalagi dengan Gerakan-gerakan anggota badan.


Bertakwalah kepada Allah, wahai hamba-hamba Allah sekalian. Wajib bagi kita memperbaiki diri kita sendiri. Dan hasil perbaikan diri ini adalah hadirnya perasaan yakin bahwa Allah itu mengawasi seluruh gerak-gerik kita. Baik saat kita sendirian maupun di tengah keramaian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ


“Sesungguhnya Allah tidak menilai dari fisik kalian dan juga indahnya wajah kalian, tapi Allah menilai dari apa yang ada pada hati kalian.”


Siapa yang hatinya yakin bahwa Allah itu Maha Mengawasi, Allah itu menyaksikan seluruh gerak-geriknya saat sendiri maupun di tengah keramaian, maka hal itu akan mendorongnya untuk melakukan kebaikan yang banyak. Dan menghalanginya dari berbuat keburukan. Oleh karena itu, Nabi mengatakan bahwa kedudukan tertinggi dalam kualitas agama seseorang adalah ihsan. Yaitu seseorang beribadah kepada Allah seolah Allah melihatnya. Dan apabila ia tidak mampu merasakan hal itu, yakinlah bahwa Allah melihat kita.


Keyakinan bahwa Allah melihat kita akan menghadirkan perasaan diawasi oleh Allah dalam hati seseorang.


Ayyuhal mukminun,


Apabila seorang hamba meyakini dan menghadirkan dalam hatinya bahwa Allah melihatnya, maka ia akan menjadi seseorang yang memiliki khasy-yah dan rasa takut kepada kepada Allah. Dia akan mengagungkan Allah dengan pengagungan yang besar. Siapa yang berhasil menghadirkan perasaan diawasi Allah, didengar Allah, dilihat Allah, maka pasti ia termasuk orang-orang yang mencintai, mengagungkan, dan takut kepada Allah.


Orang yang demikian keadaannya, ia akan segera melakukan kebaikan. Ia akan mencurahkan segala usahanya untuk memperbaiki hubungannya dengan Rabbnya. Dan keadaan seperti ini diisyaratkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat seseorang sedang shalat.


إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَامَ فِي صَلاَتِهِ فَإِنَّهُ يُنَاجِي رَبَّهُ أَوْ إِنَّ رَبَّهُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ


“Sesungguhnya apabila kalian shalat, dia sedang bermunajat (berbisik) dengan Rabnya. Atau Rabbnya antara dirinya dengan kiblatnya.”


Bertakwalah wahai hamba-hamba Allah sekalian. Teruslah merasa diawasi allah dalam setiap amal perbuatan kalian. Karena hal itu akan membuat seseorang istiqomah dalam kebaikan.


Allah Ta’ala berfirman,


وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلا أَبْصَارُكُمْ وَلا جُلُودُكُمْ وَلَكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ


“Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.” [Quran Fussilat: 22]


Imam Ahmad rahimahullah sering mengulang-ulang ucapannya, “Apabila suatu waktu engkau berada dalam kesendirian, jangan kau katakana ‘Aku sendiri’. Tapi katakan, ‘Ada yang mengawasiku’. Jangan kau kira Allah itu lalai sesaat pun. Baginya, tidak ada yang tersembunyi walaupun sesuatu yang tak tampak.”


أقول هذا القول, وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه؛ إنه هو الغفور الرحيم.


Khutbah Kedua:


الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه، حمدًا يرضيه, وأشهد أن لا إله إلا الله, وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن اتبع سنته بإحسان إلى يوم الدين, أما بعد:


فاتقوا الله عباد الله، واخشوا الله –عز وجل- في الغيب والشهادة؛ فإن الله قد أعد لمن راقبه وخشيه أعد له أجرًا عظيمًا وجزاء وفيرًا من الخير في الآخرة قال الله تعالى: ﴿جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ﴾ .


“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” [Quran Al-Bayyinah: 8]


Ya Allah, jadikanlah kami termasuk dari mereka.


Allah menyebutkan sifat merasa takut padanya saat sendirian dan tersembunyi. Karena faktor yang mendorong seseorang untuk tetap taat dalam kondisi demikian adalah iman dan takwa. Adapun rasa takut kepada Allah tatkala dalam keramaian, ini bisa dilakukan oleh orang yang baik dan juga orang yang jahat sekalipun.


Allah Tabarak wa Ta’ala berfirman,


وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ(31) هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ (32)


“Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya).” [Quran Qaf: 31-32]


Awwab adalah orang yang kembali kepada Allah Ta’ala saat ia melakukan dosa dan kesalahan. Dia kembali taat dan berbuat baik. Hafizh artinya menjaga batasan Allah baik dalam keramaian maupun tersembunyi.


هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ (32) مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ (33) ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ (34) لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ (35)


“Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.” [Quran Qaf: 32-35].


Ya Allah, jadikanlah kami termasuk dari mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Mulia.


أيها المؤمنون عباد الله, اتقوا الله حق تقواه تفوزا برضاه، اتقوا الله تعالى حق تقواه؛ يكن لكم فوق ما تؤملون وتحبون ﴿وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا(2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ


“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” [Quran Ath-Thalaq: 2-3]


،وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا (4) ذَلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنْزَلَهُ إِلَيْكُمْ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا (5)


“Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” [Quran Ath-Thalaq: 4-5]


Dan tidak ada takwa kecuali dengan perasaan senantiasa merasa diawasi Allah. Dan tidak ada takwa kecuali dengan rasa takut kepada Allah.


اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك، خذ بنواصينا إلى ما تحب وترضى، اصرف عنا السوء والفحشاء، اعمر قلوبنا واملأها بمحبتك وتعظيمك وخشيتك وخوفك، واجعلنا من خُلَّص أوليائك, ارزقنا الخوف والخشية في الغيب والشهادة يا ذا الجلال والإكرام، ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار، اللهم آمنا في أوطاننا, وأصلح أئمتنا وولاة أمورنا, واجعل ولايتنا فيمن خافك واتقاك واتبع رضاك يا ذا الجلال والإكرام، اللهم وفق ولي أمرنا خادم الحرمين الشريفين وولي عهده إلى ما تحب وترضى، خذ بنواصيهم إلى البر والتقوى سددهم في الأقوال والأعمال, واجعل لهم من لدنك سلطنًا نصيرا، ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان، ولا تجعل في قلوبنا غل للذين آمنوا، ربنا إنك رؤوف رحيم، اللهم صلِّ على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.


 b

Tidak ada komentar