Bela Negara

Bela Negara


الْحَمْدُ لِلَّهِالَّذِي جَعَلَنَا مِنْ أَهْلِ الإِيمَانِ، وَزَيَّنَ فِي قُلُوبِنَا حُبَّ الأَوْطَانِ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى مَا أَكْرَمَنَا بِهِ مِنْ رَغَدِ الْعَيْشِ وَالاِطْمِئْنَانِ،وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ, الرَّحِيمُ الرَّحْمَنُ، الْمَلِكُ الدَّيَّانُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّداً عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، وَصَفِيُّهُ مِنْ خَلْقِهِ وَخَلِيلُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ،وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ:فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، فَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَأَطِيعُوهُ حَقَّ طَاعَتِهِ، قَالَ تَعَالَى:] فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ[([1])

Kaum muslimin : sesungguhnya Allah Swt telah menciptakan manusia membawa rasa cinta pada bumi tempat kelahirannya, tempat ia dibesarkan, dimana ia makan dari kebaikannya, bernaung dibawahnya dan dibesarkan dalam adat istiadat yang berlaku di dalamnya, sehingga ia menjadi bagian dari kehidupannya, ia tidak kuasa untuk berpisah darinya, dan bila ia terpaksa meninggalkannya maka ia akan merindukannya, ini merupakan sunnatullah dan sunnatullah tidak dapat berganti.

وَكَانَ النَّبِيُّ r إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَأَبْصَرَ دَرَجَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ نَاقَتَهُ، وَإِنْ كَانَتْ دَابَّةً حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا

“Nabi Muhammad Saw bila pulang dari bepergian dan melihat dataran tinggi kota Madinah, Beliau mempercepat jalan untanya dan bila menunggang hewan lain ia memacunya karena kecintaanya padanya (pada Madinah” (Bukhari 1802)

Para ulama menyebutkan bahwa itu merupakan bentuk anjuran cinta negara dan merindukannya. Memang, cinta negara mengalir dalam darah dan perasaan, keutamaannya terus ada dalam hati, karena aku menghirup udaranya, meminum airnya, berjalan diatas tanahnya, menelusuri seluruh penjurunya, menikmati kemakmurannya, membawa namanya, bangga karena berkebangsaan darinya, tanahnya bagaikan obat, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Nabi Saw :

بِاسْمِ اللَّهِ، تُرْبَةُ أَرْضِنَا، بِرِيقَةِ بَعْضِنَا، لِيُشْفَى بِهِ سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

“Dengan nama Allah, dengan debu di bumi kami, dan dengan ludah sebagian kami, semoga penyakit kami tersembuhkan dengan izin Tuhan kami”

Hamba Allah : Allah telah memberikan kita kehidupan diatas negara ini, ia merupakan negara yang paling berharga, buminya lapang, langitnya bagaikan selimut, udaranya segar, kebudayaannya membanggakan, rakyatnya menjadi perisai dan benteng pertahanan, para pemimpinnya selalu berlaku dermawan dan bagaikan detak jantung negara tersebut, semua keputusannya mendatangkan kebaikan, rakyatnya rindu ingin selalu bertemu dengannya, dan ingin selalu hidup dibawah kepemimpinannya, semua itu merupakan keutamaan dari Allah yang diberikan pada kita, dan hendaknya kita selalu mengingat firman Allah Swt :

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu”(Ibrahim 14 : 7)

Segala puji bagi Allah atas segala pemberian, segala syukur bagi-Nya atas segala anugerah dan kecukupan, kehidupan kita adalah kehidupan yang tenang, hati kita tentram, tangan kita saling bergandengan, negara kita baik, kita menikmati ketentramannya, makan dari kebaikannya, semua ini mengingatkan kita pada sabda Nabi Saw :

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ,فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa di antara kalian yang memasuki waktu pagi hari dalam keadaan aman pada dirinya, sehat jasmaninya dan dia memiliki makanan pada hari itu, maka seolah oleh dia diberi dunia dengan berbagai kenikmatannya” (At Tirmidzi 2346)

Semua itu dapat terwujud di negara ini –semoga Allah melindunginya-, dan termasuk bentuk kesetiaan adalah dengan membelanya, jujur dalam mencintainya, berusaha penuh untuk menjunjung tinggi kedudukannya, berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjaga kekayaannya, berpegang teguh dengan nilai-nilai mulyanya, warisan budayanya, loyal terhadap para pemimpinnya, menanamkan rasa cinta dan kejujuran loyalitas padanya dalam jiwa para pemuda pemudi kita, karena setiap kita mempunyai amanah atas negara ini dan segala pencapainnya, dan kita bertanggung jawab dihadapan Allah untuk melindungi hak-haknya, Rasulullah Saw bersabda :

إنَّ اللَّهَ سَائِلٌ كُلَّ رَاعٍ عَمَّا اسْتَرْعَاهُ: أَحَفِظَ أَمْ ضَيَّعَ، حَتَّى يَسْأَلَ الرَّجُلَ عَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

“Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban setiap pemimpin atas kepemimpinannya, apakah ia memeliharanya (dengan baik) atau (justru) menyia-nyiakannya? Termasuk menanyakan kepada seseorang (ayah) tentang keluarganya” (Shahih Ibnu Hibban 18/487)

Tentu, setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban mengenai negaranya, karena kita lahir darinya dan akan kembali kepadanya, kebahagiaannya adalah kebahagiaan kita, keselamatannya adalah keselamatan kita, kemulyaannya adalah kemulyaan kita, jiwa dan raga kita untuk membelanya, karena membela negara merupakan inti dari kemulyaan, dan merupakan amanah yang diemban dari generasi ke generasi berikutnya, ia merupakan kewajiban yang suci, didalamnya terdapat tujuan syariah, karena diatas tanah airnya, agama dapat ditunaikan, darah dan kehormatan manusia dilindungi dan dijaga, harta dan harga diri mereka dijamin, disebutkan oleh para ulama bahwa tujuan utama syariah ada 5 yaitu : melindungi agama mereka, jiwa mereka, akal mereka, keturunan mereka dan harta mereka, dan sesungguhnya memelihara tujuan syariah tidak akan terwujud tanpa pengorbanan, bela negara dan menjaga wilayahnya, karena bila tidak maka kehidupan dan keadaan akan terganggu dan tidak stabil, sehingga timbul kekacauan dalam bentuk pembunuhan dan perampokan, dan membela diri merupakan kewajiban agama.

Kaum muslimin : tanggung jawab besar ada di pundak kita untuk mendidik anak-anak kita agar mencintai negara mereka, menanamkan nilai-nilai loyalitas pada diri mereka, mari kita persiapkan para pemuda agar mampu membela tanah air mereka, menjaga pencapaian dan keberhasilannya, taat dan tunduk pada pemimpin mereka, dan marilah kita menganjurkan mereka agar berkhidmat pada negara mereka, berdisiplin dalam tugas mereka, jujur dalam etika mereka, selalu ingin menambah keilmuan dan keahlian mereka, dan memiliki kekuatan pada raga mereka, sehingga mereka mendapatkan kasih sayang Tuhan mereka, Rasulullah Saw bersabda :

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَلَا تَعْجِزْ

"Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada seorang mukmin yang lemah, dan pada masing-masingnya memiliki kebaikan. Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu dan jangan bersikap lemah” (Muslim 2664)

Beruntunglah orang yang mencintai negaranya, bekerja untuknya dan berusaha untuk mengangkat namanya, serta berdoa dengan hati dan ucapannya seperti doa Ibrahim AS untuk negaranya :

رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman” (Ibrahim 7 : 35)

Ya Allah kami mohon kepada-Mu, berilah keberkahan pada negara kami tercinta ini, sebagaimana Nabi Muhammad Saw berdoa untuk negerinya, disebutkan dalam sabdanya :

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي ثَمَرِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا، اللَّهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ عَبْدُكَ وَخَلِيلُكَ وَنَبِيُّكَ، وَإِنِّي عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَإِنَّهُ دَعَاكَ لِمَكَّةَ، وَإِنِّي أَدْعُوكَ لِلْمَدِينَةِ بِمِثْلِ مَا دَعَاكَ لِمَكَّةَ، وَمِثْلِهِ مَعَهُ

“Ya Allah berkahilah buah-buahan kami, berkahilah kota kami, berkahilah sha' kami, dan berkahilah kota-kota kami, ya Allah sesungguhnya Ibrahim adalah hamba-Mu, kekasih dan Nabi-Mu, dan sesungguhnya aku adalah hamba-Mu dan nabi-Mu, dan sesungguhnya ia berdoa untuk kemakmuran Makkah, dan sesungguhnya aku berdoa untuk kemakmuran Madinah seperti ia berdoa pada-Mu untuk Makkah dan berilah semisalnya” (Muslim 1373)

Ya Allah berilah keberkahan pada kami di dalam Emirates ini, lindungilah pemimpin kami, berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Saw dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نفعَنِي اللهُ وإياكُمْ بالقرآنِ العظيمِ، وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم، أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ، فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ

Khutbah Ke 2

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ وَعَلَى أَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Bertakwalah kepada Allah –wahai hamba Allah- dan ketahuilah bahwa pemimpin negara ini memiliki pandangan dan pemikiran yang tajam dalam berkontribusi dalam mewujudkan kemulyaan manusia, melindungi negara, menjaga ketentraman dan kemajuannya, melestarikan pencapaiannya, dan mereka telah membuka pintu kemulyaan dan kemajuan bagi para pemuda pemudi dengan bergabungnya mereka dalam bela negara, ini merupakan madrasah besar yang dapat memperkuat nilai-nilai loyalitas kebangsaan, menanamkan jiwa patriotisme, kepercayaan diri dalam jiwa mereka, menanamkan kedisiplinan, kesabaran, kekuatan, serta menambah kemahiran dalam membela diri, keluarga dan masyarakat, sebagaimana para pemudi diberikan kesempatan yang sama untuk memilih ikut andil dalam membela negaranya, berkhidmat pada bangsanya agar perjalanan hidup mereka berjalan dengan teratur dan aktif, dan mereka mampu bertanggung jawab, dan sesungguhnya sesungguhnya keikutsertaan pemuda dalam bela negara merupakan kewajiban agama yang dapat menjamin keselamatan Emirates, menjaga kemerdekaanya, melestarikan keamanan dan ketentramannya, melindungi kemakmurannya, agar Negara Persatuan Emirates Arab dapat menjadi bumi perdamaian, kebaikan dan kedermawanan, kebahagiaan dan kemakmuran, ketentraman dan kebersatu paduan, sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi Saw :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukmin dalam kasih sayang dan belas kasih serta cinta adalah seperti satu tubuh. Jika satu bagian anggota tubuh sakit maka akan merasa sakit seluruh tubuh dengan tidak bisa tidur dan merasa demam” (Muslim 2568)

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2])وَقالَ رَسُولُ اللَّهِ r:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3]) اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابِةِ الأَكْرَمِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. اللَّهُمَّ احْفَظْ دَوْلَةَ الإِمَارَاتِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الأَمْنَ وَالأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ الْبُلْدَانِ([4]). اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ عَلَى نِعَمِكَ الْكَثِيرَةِ، وَلَكَ الشُّكْرُ عَلَى آلاَئِكَ الْوَفِيرَةِ، نَحْمَدُكَ يَا رَبَّنَا عَلَى مَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَيْنَا مِنَ اسْتِقْرَارٍ وَازْدِهَارٍ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ، اللَّهُمَّ سَلِّمْ لَنَا إِمَارَاتِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي اتِّحَادِنَا، وَاحْفَظْ لَنَا قِيَادَتَنَا وَحُكَّامَنَا، وَأَدِمْ عَلَيْنَا اسْتِقْرَارَنَا يَا قَوِيُّ يَا مَتِينُ، اللَّهُمَّ أَعْطِنَا قُوَّةً مِنْ قُوَّتِكَ، وَتَوَلَّ وَطَنَنَا بِعِنَايَتِكَ، وَزِدْنَا مِنْ نِعَمِكَ، وَارْزُقْنَا شُكْرَهَا يَا اللَّهُ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ لَنَا وَلِوَالدينَا، وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَلِلْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ اهْدِنَا لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ، فَإنَّهُ لاَ يَهْدِي لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنَّا سَيِّئَهَا، فَإنَّهُ لاَ يَصْرِفُ عَنَّا سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، وَلاَ دَيْنًا إِلاَّ قَضَيْتَهُ، وَلاَ مَرِيضًا إِلاَّ شَفَيْتَهُ، وَلاَ مَيِّتًا إِلاَّ رَحِمْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفة وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ. اللَّهُمَّ اغفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَإِخْوَانَهُمَا شُيُوخَ الإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بِعَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا. اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ] وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ 

Tidak ada komentar