Ketika Azab Allah Datang Karena Kerusakan dan Kesombongan

TAFSIR SURAH AL-ISRĀ' AYAT 5

"Ketika Azab Allah Datang Karena Kerusakan dan Kesombongan"

Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Amma ba'du.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Pada pertemuan kali ini kita akan membahas salah satu sunnatullah yang sangat penting dalam kehidupan manusia, yaitu bahwa kemaksiatan, kesombongan, dan kerusakan akan mendatangkan hukuman Allah. Pelajaran ini dijelaskan dalam Surah Al-Isrā' ayat 5.


Membaca Ayat

QS. Al-Isrā' Ayat 5

Teks Arab

فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ اُوْلٰىهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ اُولِيْ بَأْسٍ شَدِيْدٍ فَجَاسُوْا خِلٰلَ الدِّيَارِۗ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُوْلًا

Artinya

"Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana."

(QS. Al-Isrā': 5)


I. Makna Ayat Secara Umum

Allah menjelaskan bahwa ketika Bani Israil melakukan kerusakan besar dan pembangkangan terhadap wahyu-Nya, Allah mengirimkan pasukan yang sangat kuat untuk menghukum mereka.

Ini menunjukkan bahwa:

Allah Maha Pengasih

Tetapi juga

Allah Maha Adil

Bila suatu kaum terus menerus menentang kebenaran maka hukuman Allah pasti datang.


Tafsir Para Ulama

Tafsir Ibnu Katsir

📚 Kitab: Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim

Ibnu Katsir menjelaskan:

Yang dimaksud "hamba-hamba Kami yang memiliki kekuatan besar" adalah pasukan yang Allah jadikan sebagai alat untuk menghukum Bani Israil karena kezaliman dan pembangkangan mereka.

Menurut banyak riwayat mereka adalah pasukan Raja Bukhtanashar (Nebukadnezar) dari Babilonia.


Tafsir Ath-Thabari

📚 Kitab: Jāmi' al-Bayān

Muhammad bin Jarir ath-Thabari menjelaskan:

Allah menimpakan musuh yang kuat kepada mereka sebagai balasan atas penyimpangan mereka dari agama Allah.

Ini merupakan hukum Allah yang berlaku sepanjang sejarah.


II. Sunnatullah: Maksiat Mendatangkan Kehancuran

Allah tidak menghukum tanpa sebab.

Dalil Al-Qur'an

Surah Ar-Rūm Ayat 41

Arab

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِي النَّاسِ

Artinya

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia."

(QS. Ar-Rūm: 41)


Tafsir As-Sa'di

📚 Kitab: Taisīr Al-Karīm Ar-Rahmān

Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di berkata:

Kerusakan ekonomi, keamanan, politik dan sosial pada hakikatnya merupakan akibat dari dosa manusia.


III. Allah Mengganti Nikmat Menjadi Musibah

Ketika manusia kufur terhadap nikmat Allah.

Dalil Al-Qur'an

Surah Ibrahim Ayat 7

Arab

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْۚ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya

"Jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu kufur maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

(QS. Ibrahim: 7)


Pelajaran

Bani Israil memperoleh:

  • Kerajaan
  • Kekayaan
  • Nabi-nabi
  • Kitab suci

Namun ketika mereka kufur, semuanya dicabut.


IV. Kekuatan Tidak Menjamin Keselamatan

Banyak bangsa hancur meskipun kuat.

Dalil Al-Qur'an

Surah Ghafir Ayat 21

Arab

كَانُوْا هُمْ اَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً

Artinya

"Mereka itu lebih kuat daripada mereka."

(QS. Ghafir: 21)

Namun Allah tetap menghancurkan mereka.


Ulasan Al-Qurthubi

📚 Kitab: Al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'ān

Al-Qurthubi menjelaskan:

Kekuatan yang tidak disertai ketaatan hanya akan mempercepat kehancuran pemiliknya.


V. Bahaya Kezaliman

Bani Israil dihukum karena kezaliman mereka.

Hadis Nabi ﷺ

Riwayat Bukhari dan Muslim

Arab

إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ

Artinya

"Sesungguhnya Allah memberi kesempatan kepada orang zalim. Namun apabila Allah telah menghukumnya maka Dia tidak akan melepaskannya."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Penjelasan Imam An-Nawawi

📚 Kitab: Syarh Shahih Muslim

Imam An-Nawawi menjelaskan:

Penundaan hukuman bukan berarti Allah ridha terhadap kezaliman, tetapi sebagai bentuk istidraj dan ujian.


VI. Ketika Azab Allah Datang

Allah mengingatkan bahwa tidak ada yang mampu menolak keputusan-Nya.

Dalil Al-Qur'an

Surah Al-An'am Ayat 65

Arab

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلٰٓى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّنْ فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ

Artinya

"Katakanlah: Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu dari atas kamu atau dari bawah kakimu."

(QS. Al-An'am: 65)


VII. Pelajaran Untuk Umat Islam

Ayat ini bukan hanya berbicara tentang Bani Israil.

Allah menghendaki agar seluruh umat mengambil pelajaran.

Surah Al-Hasyr Ayat 2

Arab

فَاعْتَبِرُوْا يٰٓاُولِى الْاَبْصَارِ

Artinya

"Maka ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan."

(QS. Al-Hasyr: 2)


Hikmah yang Dapat Diambil

1. Jangan Meremehkan Dosa

Dosa kecil yang terus dilakukan akan menjadi sebab turunnya musibah.

2. Jangan Zalim

Karena kezaliman merupakan sebab kehancuran umat.

3. Jangan Sombong

Kesombongan adalah sifat iblis dan sebab kebinasaan.

4. Perbanyak Taubat

Taubat dapat mengubah azab menjadi rahmat.


Hadis Tentang Taubat

Arab

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya

"Semua anak Adam banyak melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat."

(HR. Tirmidzi)


Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah,

Surah Al-Isrā' ayat 5 mengajarkan bahwa:

✓ Allah tidak menzalimi manusia.

✓ Kemaksiatan dan kerusakan akan mendatangkan hukuman.

✓ Kesombongan menjadi sebab kehancuran suatu bangsa.

✓ Kekuatan tanpa iman tidak akan bertahan.

✓ Taubat dan ketaatan adalah jalan keselamatan.

Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong, zalim, dan pembangkangan kepada-Nya.

Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ التَّائِبِينَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ وَاحْفَظْنَا مِنْ عَذَابِكَ وَغَضَبِكَ

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertaubat, orang-orang yang bertakwa, dan lindungilah kami dari azab serta murka-Mu."

آمين يا رب العالمين

Tidak ada komentar