Beramal Karena Allah Ta'ala, Bukan Karena Manusia

Beramal Karena Allah Ta'ala, Bukan Karena Manusia 

Ketika seorang muslim selamat dari Syirik Akbar yaitu menyekutukan Allah Ta’ala, sehingga dia tidak menyembah tuhan lainnya. Syaitan tidak akan membiarkannya begitu saja, Syaitan akan mendatanginya dan mengganggu niatnya dalam beribadah, sehingga melakukan Syirik Ashgar, seperti Riya dan Sum’ah.

Riya, yaitu beribadah karena ingin dilihat oleh orang-orang bahwa dia melakukan ibadah tersebut. Sehingga niatnya tidak lagi tulus ingin mendapatkan ridha Allah Ta’ala namun ingin menerima pujian atau pengakuan dari manusia.

Dan Sum’ah yaitu beribadah karena ingin didengar sehingga mendapatkan pujian atau pengakuan, contoh: Sengaja mengangkat suara ketika mengaji karena ingin didengar orang-orang bahwa suaranya bagus.

Dua keadaan di atas sungguh merugikan, bahwa ibadah yang mereka kerjakan tidak mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala, justru mendapatkan dosa dibalik keinginan mereka mendapatkan pujian.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Allah Ta’ala berfirman ; “Aku sangat tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa beramal dengan suatu amalan, dia menyekutukan selain Aku bersama-Ku pada amalan itu, Aku tinggalkan dia dan sekutunya” (HR Muslim)

Allah Ta’ala berfirman:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb-nya” [Al-Kahfi/18 : 110]

Dan orang-orang yang beribadah karena riya dan sum’ah ini berpotensi dapat meninggalkan ibadah yang dilakukannya jika tidak mendapatkan apa yang dia mau dari pujian, atau justru mendapatkan cercaan, seperti orang yang berderma ingin dicap sebagai dermawan.

Oleh karena itu, kerjakanlah amal ibadah karena dia adalah perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, bukan dengan niat lain untuk ini atau itu.

Karena sesungguhnya kita semua yang membutuhkan pahala dari ibadah tersebut di akhirat, sedangkan keuntungan duniawi hanyalah fana.

Simak ucapan berikut:

“يراك الناس ويرون عملك بعينين: عين الرضا وعين السخط؛ فإذا رضوا عنك مدحوك، وإذا سخطوا عليك عابوك. فلا تسع لمدحهم، ولا تشق لذمهم. واعمل لله، فقد أفلح من تولاه”.

“Orang-orang melihatmu dan amalanmu dengan 2 mata: Mata Senang dan Mata Benci. Ketika mereka senang, maka akan memujimu, ketika tidak suka maka akan menjelekkanmu. Untuk itu jangan berusaha untuk mendapatkan pujian mereka, dan jaga pusing dengan cacian mereka. Beramal lah karena Allah Ta’ala, sungguh akan beruntung orang yang ditolong oleh Allah Ta’ala.

Semoga Allah Ta’ala menerima amal shalih kita dan menjauhkan kita dari jeleknya Riya dan Sum’ah.

Tidak ada komentar